Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Saling Berhubungan


__ADS_3

"TUNGGU!!!"


Teriakan keras terdengar dari belakang barisan Dark Caravan. Suara itu mengejutkan Lisa yang melamun.


"Berhenti. Kalian tunggu di sini."


Ark berkata dengan nada datar. Karena melihat sosok yang tidak begitu asing, pemuda itu memutuskan untuk menyuruh Finn berbalik. Bergegas ke lokasi untuk memeriksa.


Setelah mendekat, Ark melihat sosok lelaki besar sedang menggendong seseorang di tubuhnya. Pria mencolok sepertinya jelas tidak mudah dilupakan oleh Ark. Ya ... dia adalah Leon dari Third Scars. Di punggungnya, tampak sosok Draco yang nyaris kehilangan kesadarannya.


Menghampiri mereka berdua, Ark berkata, "Tampaknya orang itu bergerak lebih cepat dari pada yang aku duga."


"HADES ..."


Leon menatap lelaki berjubah dan bertopeng hitam sedang menunggangi seekor serigala putih dengan ekor besar dan panjang. Ekspresinya tampak rumit.


Di satu sisi, dia merasa beruntung karena diberi peringatan. Di sisi lain, dia agak marah karena lelaki itu hanya mengungkap sedikit informasi padahal mengetahui lebih banyak.


"Viper ... B-jingan itu ..." Leon menggertakkan gigi.


Mengabaikan Leon yang marah, Ark turun dari punggung Finn. Dia berkata, "Turunkan Draco. Pria itu sekarat. Jika tidak segera ditolong, dia benar-benar akan mati."


"B-Baik!" ucap Leon gugup.


Pria itu langsung menurunkan Draco. Setelah melihat kondisi Draco, Ark sendiri cukup terkejut.


Draco telah kehilangan lengan kirinya. Bukan setengah lumpuh seperti kasus Darin atau Lisa, tetapi benar-benar terpotong tepat di bahunya. Tidak hanya itu, banyak luka tusukan di tubuh pria tersebut. Apa yang membuat Ark takjub adalah ... pria itu masih hidup meski telah kehilangan banyak darah.


Benar-benar bertahan di akhir hanya dengan kemauannya sendiri!


Pada saat Ark berada di dekat Draco, pergelangan kakinya tiba-tiba ditangkap oleh tangan pria itu. Tangan penuh darah yang hampir mengering memegang kakinya dengan erat. Saat itu juga, suara serak Draco terdengar.


"HADES! BERI AKU KEKUATAN! TIDAK PEDULI HARGA YANG HARUS AKU BAYAR .. UHUK! UHUK!"


Pria itu batuk beberapa suap darah, tetapi masih memegang erat kaki Ark. Tampaknya tidak berniat melepaskannya sebelum dia setuju.


"Tenanglah, Draco! Hades pasti akan menolongmu. Kamu harus bertahan untuk itu," ucap Leon dengan ekspresi kasihan di wajahnya.


Ark melihat tepat di mata Draco yang nyaris tertutup. Melihat kebencian, dengki, dan tekad untuk balas dendam yang tergambar jelas di matanya membuat Ark cukup terkejut. Dia bahkan menjadi cukup tertarik.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu tenang. Kita akan membicarakannya setelah aku menyelamatkan nyawamu."


Merasakan cengkeraman di kakinya mengendur, Ark kemudian memutuskan untuk menolong Draco. Pada awalnya, dia hanya mengincar Leon karena lelaki itu sangat terkenal di kehidupan Ark sebelumnya. Draco sendiri sama sekali tidak terkenal karena 'tersingkir' di awal. Meski begitu, dia mendapatkan firasat kalau pria ini bisa menjadi salah satu pilar yang bisa dipercaya.


Tanpa terasa, satu jam berlalu begitu saja.


Anggota Dark Caravan lainnya memutuskan untuk menghampiri Ark dan dua orang lainnya. Melihat kalau dua orang yang diselamatkan ternyata ketua dan wakil ketua dari Third Scars, Darin dan Lisa tampaknya tidak puas. Kurona dan Shirona sendiri tidak peduli.


"Apa yang kamu pikirkan, Ketua Bau? Kenapa kamu menyelamatkan mereka?" tanya Lisa dengan nada tidak puas.


"Karena mereka berguna," ucap Ark datar tanpa menutupinya.


"Hah? Jangan bilang kamu ingin membawa mereka kembali?" Lisa menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


"Kamu pergi menunggu di kereta. Tidak perlu ikut campur dalam hal ini."


"Hah? Kamu sudah gila, Ketua Bau!"


"Pergi."


"..."


"Apakah kondisimu sudah mendingan?"


Ark melihat Draco yang bersandar pada dinding dengan kondisi lebih baik. Pria itu kemudian menatapnya. Namun, sebelum Draco berkata, Ark mendahuluinya.


"Katakan alasan kenapa kamu ingin balas dendam pada Viper. Kehilangan satu lengan jelas tidak cukup bagimu untuk menentang ratusan orang sendirian."


"Kamu benar-benar bisa menebaknya, Hades." Draco tersenyum pahit. Dia menyentuh luka di wajahnya sebelum mulai bercerita. "Viper ... B-jingan itu ..."


Setelah mendengar penjelasan Draco, Ark mengangguk ringan. Dia bahkan tidak menyangka kalau takdir bermain dengan cara yang begitu lucu.


Viper sendiri adalah putra salah satu pemimpin gangster di kota ini. Dia adalah tipe orang yang sejak kecil dimanja sejak kecil oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, lelaki tersebut tumbuh menjadi pribadi yang arogan dan ganas.


Viper sendiri memiliki hubungan dengan Ark, Leon, dan Draco.


Selain karena kelaparan, alasan kenapa adik Leon dulu meninggal adalah kelompok milik ayah Viper. Di area mereka tinggal, sama sekali tidak ada rasa aman karena bentrokan dua kelompok gangster. Bisa dibilang, Leon dan adiknya kurang beruntung karena hidup di tempat kacau seperti itu.


Sedangkan alasan Draco sangat membenci Viper karena lelaki itu telah menculik kekasihnya bertahun-tahun lalu. Meski demikian, Draco sama sekali tidak melupakan sosok kekasihnya dan merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya. Hanya saja, dulu dia sama sekali tidak melihat wajah Viper karena lelaki itu ada di dalam mobil. Luka di wajah Draco disebabkan oleh pengawal Viper. Itulah kenapa, dia sangat membenci lelaki itu!

__ADS_1


Sedangkan hubungan Ark dan Viper ... hal tersebut bukan sesuatu yang perlu dijelaskan untuk saat ini.


"Jadi kamu ingin membalaskan dendam mantan kekasihmu?" tanya Ark.


"YA! Aku ingin menyiksa sebelum akhirnya membunuh b-jingan itu! Sama seperti yang dia lakukan kepadanya!" ucap Viper tegas.


Ark menoleh ke arah Leon sebelum bertanya.


"Kamu tidak marah karena aku tidak membicarakan soal identitas Viper sebelumnya?"


"Tentu saja aku marah! Namun aku juga bersyukur. Jika bukan karenamu, aku pasti sudah menyerang dengan ceroboh setelah mengetahui kebenarannya."


"Jadi ... apa keputusanmu?" tanya Ark.


"Sama seperti Draco. Aku rela membayar dengan jiwa dan ragaku selama aku bisa membalaskan dendamku!" ucap Leon tegas.


Lisa yang sedari tadi berdiri di samping Ark benar-benar kehilangan kata-katanya. Karena selalu hidup di sisi terang, gadis itu sama sekali tidak menyangka kalau ada sisi yang begitu gelap di dunia sebelum apocalypse tiba. Entah kenapa, dia juga ikut terbakar api amarah setelah mendengar cerita mereka berdua.


"Ketua-"


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Lisa melihat Ark meliriknya dengan tatapan dingin. Merasakan tatapan itu, dia akhirnya memilih untuk diam.


Ark berdiri di depan Leon dan Draco. Melihat ke mata penuh tekad mereka, dia akhirnya berkata.


"Ketaatan dan kesetiaan ... selama kalian memberikannya, aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk. Sebaliknya ..."


Niat membunuh muncul dari Ark. Merasa sedang ditatap oleh iblis yang haus akan darah, Leon dan Draco sedikit menggigil. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.


"Untuk yang melanggar perjanjian ... aku akan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia lalu membunuhnya."


"Jadi ... apakah kalian benar-benar ingin membuat perjanjian denganku?"


DUG!


Sosok Leon dan Draco berlutut sambil berteriak.


"Saya, Draco (Leon) telah menemui Tuannya!"


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2