Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Menjarah Cursed Berserkers


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Setelah mengalami perjalanan cukup panjang, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas Cursed Berserkers.


Dalam perjalanan ini, Ark membawa sekitar separuh anggota. Mereka adalah 100 prajurit level 2, 20 orang yang bertugas membawa barang, dan 5 orang koki. Selain mereka, dia juga membawa Roxanne dan dua wanita dari Golden Rose.


Ada juga Scorpio yang sengaja Ark bawa untuk dijadikan pemandu.


Sedangkan sisanya, Ark menyuruh mereka tinggal di markas untuk melakukan tugas. Semua akan dipimpin oleh Mona sementara Ark, Jay, dan Roxanne tidak ada.


Sampai di area markas Cursed Berserkers, Ark dan rekan-rekannya langsung mengerutkan kening.


“Bau ini ...”


Ark bergumam dengan ekspresi tidak puas.


Jelas, polusi udara di sekitar area markas dilakukan oleh orang-orang Cursed Berserkers yang tidak bisa menjaga kebersihan. Mereka jelas membuang hampir segala hal tidak berguna di sekitar. Sama sekali tidak membuangnya jauh-jauh, mengubur, apalagi memusnahkannya dengan dibakar.


Ark kemudian mengeluarkan topeng seperti paruh burung lalu memakainya. Melihat sang ketua berbuat curang, anggota Sword of Sufferings lainnya hanya bisa tercengang.


Mereka tidak memiliki masker khusus seperti milik Ark. Jadi, akhirnya mereka hanya menggunakan kain bersih untuk dijadikan masker darurat.


Sementara itu, anggota Cursed Berserkers dan Scorpio tampak terbiasa. Bahkan, pria botak itu merasa agak malu karena tidak menjelaskan masalah polusi udara yang menjadi masalah ‘biasa’ di berbagai kelompok kota ini.


“Scorpio.”


“Ya, Tuan!”


Dipanggil oleh Ark, Scorpio langsung datang mendekat. Pria itu langsung memberi hormat dan menunggu instruksi dari pemuda tersebut.


“Kamu masuk terlebih dahulu kemudian-“


“Lihat! Ketua akhirnya kembali!”


Suara lantang terdengar dari kejauhan. Suara tersebut tampaknya dipenuhi dengan kebahagiaan dan rasa puas.


Mendengar itu, Ark dan rekan-rekannya tahu kalau mereka tidak bisa melihat jauh dan hanya bisa melihat bayangan dari kejauhan. Bisa dibilang, orang-orang itu tampak sangat percaya diri karena tidak khawatir apakah yang datang adalah musuh atau tidak.


“Jadi, apa yang harus saya lakukan, Tuan?”


“Tidak jadi.” Ark menggelengkan kepalanya. “Kamu hanya perlu berada di dekatku lalu menjelaskan kepada orang-orang jika diperlukan.”


“Ah! Baik, Tuan. Saya mengerti!”


Setelah itu, mereka pun lanjut berjalan menuju ke markas Cursed Berserkers. Langsung bergegas ke markas lewat depan tanpa sedikit pun rasa takut.


Pada saat Ark dan rekan-rekannya semakin mendekat, orang-orang dari Cursed Berserkers baru bereaksi.

__ADS_1


“Siapa kalian?! Apa yang coba kalian lakukan!”


“Kalian benar-benar mencoba menyerang markas utama Cursed Berserkers hanya karena kelompok utama pergi? Apakah kalian tidak takut balas dendam kami, hah?!”


“...”


Melihat orang mulai mengatakan kata-kata kasar dan ancaman, Ark dan rekan-rekannya masih berjalan ke depan. Saat itu juga, Ark berkata.


“Bawa mereka.”


BRUK!


Bersama dengan ucapan Ark. Beberapa sosok didorong ke depan. Sebagian dari mereka langsung jatuh ke tanah berlumpur. Ada juga yang masih berdiri seperti Crocodile.


Ya. Apa yang Ark suruh tunjukkan adalah para petinggi dari Cursed Berserkers.


“Itu Ketua! Jangan bilang kalau mereka-“


“Dugaan kalian benar. Yang datang ke markas Cursed Berserkers ini adalah Sword of Sufferings. Serangan yang diluncurkan sebelumnya gagal total.”


Mendengar penjelasan tersebut, para penjaga melihat ke arah sumber suara. Melihat sosok itu, mereka tampak tidak percaya.


“Tuan Scorpio? Kenapa anda tampak baik-baik saja? Apa yang sedang terjadi? Apakah anda sedang bercanda, Tuan Scorpio?”


“Ya! Lelucon semacam ini sama sekali tidak lucu. Sebaiknya anda mengakhiri lelucon semacam ini, Tuan Scorpio.”


“...”


“Kalian tidak perlu lagi memanggilku Tuan Scorpio karena aku tidak lagi memiliki hubungan dengan Cursed Berserkers.


Ini sama sekali tidak bercanda. Dari pasukan yang menyerang, separuhnya dikuburkan di alam liar. Menjadi kompos atau digali oleh binatang bermutasi.


Kekuatan utama penyerang sudah runtuh. Meski kalian memiliki kumlah banyak, kekuatan kalian jelas kurang. Jika tidak ingin ada hal buruk terjadi, lebih baik dengarkan ucapanku dengan saksama.”


Mendengar peringatan Scorpio, semua orang tampak gugup. Mereka semua menelan ludah, sama sekali tidak berani membalas.


“Kumpulkan semua orang. Segera umumkan kekalahan Cursed Berserkers dan biarkan mereka hanya menonton. Tuan Ark dan Crocodile telah membuat kesepakatan.


Jika tidak ada pelanggaran, sama sekali tidak perlu ada pertumpahan darah. Apakah kalian mengerti?”


Menghadapi pertanyaan Scorpio, para penjaga langsung mengangguk seperti ayam mematuk nasi. Saat itu juga, mereka melirik ke arah Crocodile yang tampak lemah. Berdiri dengan tangan dan tubuh bagian atas terikat, hanya bisa berjalan dengan kedua kaki.


Merasakan tatapan mereka, Crocodile balik menatap sambil berkata.


“Lakukan saja apa yang mereka katakan. Jangan mencoba melawan jika tidak ingin terjadi pembantaian.”


Mendengar konfirmasi dari Crocodile, para penjaga kembali mengangguk. Orang-orang itu menjadi lebih gugup dibandingkan sebelumnya. Sesaat kemudian, mereka segera pergi untuk menyebarkan berita tersebut ke seluruh markas.

__ADS_1


***


Beberapa jam berlalu begitu saja.


Ark dan pasukannya mengumpulkan banyak persediaan dari Cursed of Shadow. Namun anehnya mereka tidak mengambil semua stok makanan. Sebaliknya, hanya mengambil yang tahan cukup lama.


Sebagai gantinya, para prajrit Sword of Sufferings mengambil banyak barang-barang aneh. Entah itu kayu, batu, cangkang, dan berbagai benda aneh lainnya. Tentu saja, bukan sembarang benda tetapi yang dianggap memiliki nilai seni.


Hanya saja, Ark sama sekali tidak peduli dengan nilai seni. Selama itu bahan cukup bagus, dia akan meminta bawahannya mengambil benda tersebut.


Sedangkan sebagai hidangan utama, Ark meminta mereka mengambil herbal dan buah-buahan aneh yang Cursed Berserkers tidak ketahui fungsinya. Pemuda tersebut bahkan meminta bawahannya mengambil cukup banyak tanaman hidup seperti pohon blueberry bermutasi yang dipindahkan ke dalam pot.


Melihat bagaimana Sword of Sufferings memindahkan banyak barang membuat anggota Cursed Berserkers, khususnya para petinggi merasa patah hati.


Banyak orang ingin melawan, tetapi langsung dihentikan oleh orang-orang yang kembali.


Setelah mengalami pertempuran putus asa, mereka jelas tahu pilihan terbaik hanyalah diam dan menanggung perasaan dirampok ini. Jika tidak, mereka akhirnya hanya menjadi pupuk kompos atau kotoran binatang. Paling baik, menjadi mayat dingin.


Jadi, satu-satunya pilihan hanya menganggungnya!


“Tampaknya perjuangan kalian selama beberapa tahun ini tidak sia-sia. Banyak sekali barang yang kalian kumpulkan.


Dikarenakan hanya membawa dalam jumlah terbatas, kami akan mengambil kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Selain itu, apakah kamu yakin hanya barang-barang ini yang kalian miliki?”


Mengatakan itu, Ark mengalihkan pandangannya ke Crocodile dan para petinggi Cursed Berserkers. Setelah menggertakkan gigi, orang-orang itu akhirnya dengan jujur memberitahukan barang-barang khusus dan dianggap berharga yang mereka simpan secara pribadi.


Usai menyelesaikan panen dari Crocodile dan para petinggi lain, Ark mengangguk puas. Baru saja ingin berhenti, pemuda itu mengingat hal yang tidak kalah penting.


“Katakan padaku, Crocodile. Dari mana kamu mendapatkan racun kuat itu? Racun itu jelas bukan dari campuran berbagai jenis racun. Jadi, katakan padaku dimana kamu mendapatkannya?”


Mendengar ucapan Ark, Crocodile tercengang dengan ekspresi seolah mengatakan ‘kamu bahkan tidak melepaskan hal-hal semacam itu’ di wajahnya.


Menghela napas panjang, Crocodile akhirnya berkata.


“Ikuti aku.”


Ark kemudian mengikuti Crocodile menuju ke halaman belakang markas utama Cursed Berserkers. Mereka berdua berjalan cukup jauh sampai ke sebuah kolam kecil dekat akar pohon raksasa.


Di kolam tersebut, tampak cukup banyak teratai dengan daun lebar.


Pada tengah kolam tersebut, tampak sebuah batu yang lebih tinggi dari kolam. Apa yang membuat Ark merasa agak aneh adalah sosok yang berada di atas batu.


Di sana, tampak seekor katak berwarna kuning keemasan yang berbaring santai.


Benar-benar bersikap cukup manusiawi!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2