Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Terlambat Satu Langkah


__ADS_3

Pertempuran terus berlanjut sampai dua hari. Banyak orang yang dikirim mundur untuk diobati lalu kembali maju untuk bertempur lagi. Ada juga orang yang akhirnya tumbang, kehilangan nyawanya untuk melindungi rumah yang dicintainya.


Pada saat matahari terbenam di hari ke dua, tubuh jenderal semut terakhir akhirnya roboh.


Saat Ark mengangkat kepala jenderal semut, semua orang berteriak bahagia. Bahkan banyak yang menangis haru. Tampaknya tidak menyangka kalau mereka benar-benar mengalahkan pasukan semut bermutasi yang jumlahnya lebih banyak.


Mereka memutuskan kembali untuk mengobati luka lalu melakukan pesta.


“Hahaha! Ini benar-benar anggur yang bagus untuk diminum.”


Joseph mengangkat cangkir berisi anggur dengan ekspresi bahagia di wajahnya. Dia bahkan tidak malu-malu mengundang Siegfried untuk minum. Setelah cukup mabuk, pria paruh baya itu tiba-tiba berkata.


“Hey, Hades! Julian!”


“Ada apa? Bukankah aku bilang untuk minum sedikit saja?” Ark mengerutkan keningnya.


“Apa masalahnya? Kita perlu merayakan ini, bukan?” Joseph berkata dengan suara serak.


“Aku sudah bilang, pertempuran belum berakhir. Kita hanya beristirahat selama satu atau dua hari sebelum kembali melanjutkan.”


“Tidak masalah untuk bersenang-senang sebentar! Lagipula kita tidak tahu kapan kita akan mati.” Joseph memegang cangkir dengan ekspresi lelah. “Omong-omong, kalian harus menjaga Siegfried. Setelah perang ini, aku memutuskan untuk undur diri. Tidak ingin menjadi ketua Black Panther yang hanya duduk di belakang meja.”


“Apakah kamu serius, Joseph?” Ark mengangkat alisnya.


Pemuda itu merasa sedikit skeptis. Lagipula, biasanya orang yang mendapatkan posisi tinggin enggan turun. Bukan hanya enggan, tetapi mereka bahkan memikirkan berbagai cara untuk tetap berada di atas. Termasuk cara-cara kotor dan buruk.


“Semuanya perlu berubah agar masa depan terjamin, Hades. Meski tidak lama, aku merasa sudah memenuhi kewajibanku. Karena aku sendiri tidak memiliki kemampuan untuk memikul dan mengembangkan Black Panther, aku akan memberikan tugas itu kepada pemimpin berikutnya.”


“Anda masih sangat sehat, Ketua. Kehilangan satu kaki saja tidak akan menghentikan anda. Lagipula, anda adalah kepala dan otak Black Panther, tanpa anda-“


Sebelum Siegfried menyelesaikan ucapannya, Joseph langsung menyela.


“Aku berhenti, bukan berarti aku keluar dari Black Panther, Bodoh. Tentu saja, aku akan tetap membantumu dari belakang. Namun tugasnya terlalu berat untuk lelaki tua sepertiku. Selain itu, kamu …”


Bruk!


Joseph roboh ke tanah lalu mulai mendengkur. Melihat pemandangan itu, Ark dan Julian saling memandang lalu menggelengkan kepala mereka. Siegfried sendiri tertegun sejenak. Namun setelah beberapa saat, dia segera merespon. Pemuda itu membawa Joseph pergi setelah berbicara beberapa patah kata dengan Ark dan Julian.

__ADS_1


Setelah mereka pergi, Ark juga bangkit lalu berkata.


“Sebaiknya beristirahat dengan baik, lagipula ada yang harus aku lakukan besok.”


“Ark?”


Pada saat Ark hendak pergi, Julian tiba-tiba memanggilnya. Pemuda itu kemudian menoleh sambil bertanya.


“Ada apa?”


“Terima kasih banyak.”


Mendengar itu, Ark tertegun sejenak. Dia kemudian tersenyum lalu pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata. Sosoknya perlahan menjauh, pergi menghilang bersama dengan bayangan malam.


***


Siang di hari berikutnya.


Setelah dirawal lalu berpesta semalaman, semua orang menjadi lebih baik. Hari ini, mereka semua bertugas untuk melakukan pengumpulan bahan pasca perang. Sementara itu, 125 orang dari Sword of Sufferings telah menyerap miracle root pada saat yang lainnya sedang berpesta.


Julian menatap Ark yang duduk di punggung Finn dengan ekspresi rumit. Bukan hanya dia, tetapi banyak orang juga menatap pemuda itu dengan ekspresi yang sama.


“Aku harus melakukannya. Lagipula, kita tidak bisa melanjutkan tanpa adanya informasi. Jadi aku akan pergi memeriksa. Tidak perlu tampak khawatir, lagipula aku tidak berniat untuk bertarung dengan semut sebanyak itu sendirian.”


“Biarkan aku ikut, Ark.” Jay berkata dengan ekspresi serius.


“Baiklah, kalau begitu kalian bertiga boleh ikut.”


Ark berkata kepada Jay, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Kurona dan Shirona yang selalu menatapnya. Menaiki husky bermutasi yang tampak seperti serigala raksasa, mereka berempat kemudian pergi di bawah tatapan kagum orang-orang.


“Kenapa hanya aku yang tidak diizinkan pergi?” Lisa cemberut.


“Aku juga tidak pergi, Lisa.” Darin tersenyum.


Selain empat orang yang berangkat, mereka berdua juga pemilik beast. Namun alih-alih disuruh mengikuti, mereka disuruh tinggal untuk menjaga kereta. Lisa hanya bisa cemberut ketika mendengar ucapan Darin. Namun pada akhirnya gadis itu tidak begitu keras kepala untuk menentang perintah Ark.


Sementara itu, setelah melakukan perjalanan hampir satu jam dengan kecepatan para husky bermutasi … Ark dan tiga orang lainnya tiba di ujung hutan.

__ADS_1


Di depan mereka, tampak gurun yang dipenuhi pasir kuning keemasan. Matahari tampak begitu terik, membuat suhu di sana lebih panas. Para husky menjadi tidak nyaman padahal baru saja tiba di sana.


“Apakah kita akan mengikuti jejaknya, Ark?” tanya Jay.


Berbeda dengan tiga orang lain yang begitu tenang, Ark malah merasa curiga ketika melihat ketenangan tersebut. Entah kenapa, pemuda itu tiba-tiba merasakan firasat buruk. Dia langsung membuat siulan keras. Saat Huginn dan Muninn turun, dia langsung memberi perintah.


“Selain Darin, Yonas, dan lima puluh orang untuk menjaga, suruh anggota Sword of Sufferings lainnya untuk datang! Cepat!”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung menatap tiga orang lainnya.


“Kalian bisa tinggal di sini dan menunggu. Aku-“


“Kami ikut!” ucap Jay dengan tegas.


Melihat ke arah ekspresi serius orang-orang itu, Ark akhirnya terpaksa setuju. Mereka kemudian langsung melanjutkan perjalanan. Para husky bergegas maju secepat yang mereka bisa.


Sekitar beberapa jam kemudian, mereka semua tiba akhirnya tiba di lokasi sarang semut.


Di kejauhan, tampak sebuah lubang besar. Di sekitar tempat itu, tampak ratusan semut yang mondar-mandir. Saat mereka semua melihat Ark dan rekan-rekannya, makhluk itu tampak ganas. Hanya saja, mereka tidak bergerak dari tempatnya.


Melihat hal itu, ekspresi Ark tiba-tiba berubah menjadi lebih buruk. Di depan mata Jay, Kurona, dan Shirona yang terkejut, dia langsung bergegas maju dengan Finn. Mereka membunuh beberapa semut lalu langsung mundur. Namun saat melihat para semut yang awalnya mengejar malah memilih untuk kembali, ekspresi pemuda itu menjadi lebih berat.


“Bantu aku untuk menyingkirkan semut-semut ini! Aku harus masuk!”


Meski tidak mengerti kenapa Ark membuat perintah yang aneh secara tiba-tiba, tiga orang itu langsung menyetujui permintaan Ark. Mereka juga turun dari punggung tunggangan mereka agar para husky juga bisa membantu mereka dalam menghadapi musuh.


Ark, Jay, Kurona, dan Shirona terus maju mendekati lubang sarang. Hanya saja, semakin dekat mereka, semakin padat semut yang berusaha menghalangi mereka. Namun entah bagaimana, Ark malah terus memaksakan diri untuk maju.


Bunuh, bunuh, dan terus membunuh. Berusaha untuk segera masuk ke dalam sarang semut.


“Ma … nu … si … a?”


Suara serak dan terputus-putus terdengar. Saat itu, suasana menjadi hening total. Ark yang paling cepat merespon. Dia langsung menoleh.


Entah sejak kapan, sosok hitam legam seperti kegelapan berdiri di belakang Shirona. Melihat makhluk itu, berbagai kenangan tiba-tiba muncul dalam kepala Ark.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2