
Enam hari berlalu, hari ini adalah hari ke-7 di musim dingin tahun ke dua setelah apocalypse.
Sementara di hampir seluruh dunia tampak sepi karena bersembunyi dari dinginnya suhu pada musim dingin, markas Sword of Sufferings masih terlihat ramai.
Di tempat latihan dan tempat latihan khusus, ratusan prajurit berlatih bersama. Di tempat latihan biasa, para prajurit mengasah dasar-dasar mereka. Di tempat latihan khusus untuk prajurit elit, mereka berlatih lebih intens dan lebih spesifik. Saling bertarung demi mengasah diri.
Sedangkan para jenderal, selain melakukan latihan dasar untuk memperkuat fondasi. Mereka biasanya akan pergi ke luar markas karena jika berlatih dengan serius, mereka pasti akan menyebabkan kekacauan.
Selain itu, ada juga tempat yang lebih ramai. Setelah salju disingkirkan, proyek Great Wall sama sekali tidak dihentikan. Alasannya sederhana, mereka sudah sampai bagian terakhir. Setelah celah terakhir ditutup, proyek tersebut akan terselesaikan.
Sedangkan untuk taman bunga, proyek dihentikan dan bunga-bunga bermutasi yang langka langsung dipindahkan ke rumah kaca. Selain itu, proyek hutan roti dianggap selesai. Tanaman telah selesai ditanam dan tumbuh dengan baik di musim gugur. Karena mengakar cukup kuat, seharusnya masih bisa bertahan melewati musim dingin.
Di kantor, Ark dan para petinggi Sword of Sufferings berkumpul.
“Apakah tembok besar akan selesai dibangun? Kita bisa hidum aman dan santai setelah ini?”
Duduk di kursinya, Lisa berkata dengan nada penuh semangat. Meski sisanya tenang, tetapi mereka jelas merasa cukup bahagia.
“Masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Setelah dinding pembatas berdiri, di awal musim semi, kita harus menanam banyak tanam khusus untuk dijadikan tembok pertahanan alami. Selain itu, masih ada parit di luar dinding, kita bisa mengisi bagian bawah dengan berbagai jebakan sederhana.
Bisa dibilang. Proyek Great Wall jauh dari kata selesai sepenuhnya. Meski begitu, kita akan memberhentikan para pekerja setelah penutupan selesai. Biarkan mereka kembali di musim semi.”
Mendengar ucapan Ark, banyak orang terkejut. Setelah memikirkan semuanya baik-baik, meski agak enggan, mereka tetap setuju. Lagipula, menurut peraturan Sword of Sufferings, mereka tidak bisa membiarkan orang-orang tinggal bahkan jika itu di lingkaran luar tanpa membayar.
Menanam tanaman di musim dingin jelas tidak mungkin. Sedangkan untuk pekerjaan memasang jebakan di parit, jelas sulit dilakukan karena parit akan tertutup salju cukup padat. Bahkan jika bisa melakukannya dengan membersihkan salju, itu masih tidak begitu efisien. Hanya membuang-buang tenaga, waktu, dan sumber daya untuk membayar para pekerja.
Meski cukup kejam. Apa yang Ark tentukan adalah pilihan paling rasional, dan terbaik yang bisa menguntungkan Sword of Sufferings.
“Apakah kita akan memulangkan mereka begitu saja?” tanya Lisa.
__ADS_1
Ark mengangguk ringan. Belum sempat Lisa protes, pemuda itu langsung berkata.
“Anggap saja mereka melakukan liburan musim dingin. Lagipula, meski poin mereka (gaji) dihabiskan untuk menyewa tempat tinggal, makan, dan bersenang-senang di gedung kesenangan, asalkan tidak berlebihan ... mereka seharusnya masih memiliki tabungan poin.
Poin itu bisa ditukar dengan perlengkapan dan makanan. Jadi ketika mereka kembali ke rumah mereka, di tempat Silver Cross berada ... mereka seperti melakukan pulang kampung. Bersantai di sana sambil menunggu musim semi tiba.”
“Ya. Meski mereka mungkin merasa kurang nyaman karena tempat itu jauh lebih buruk dibandingkan lingkaran luar Sword of Sufferings.”
Jay berkata dengan seringai di wajahnya. Bukan hanya dia, tetapi semua orang tahu kalau para pekerja pasti tidak merasa nyaman ketika kembali. Gaya hidup mereka akan berubah total. Bahkan jika mereka tidak bekerja dan seharusnya menghabiskan waktu untuk santai, mereka tidak akan tenang karena di luar dinding batas ... jelas lebih berbahaya.
“Itu bukan urusan kita.” Saito berkata datar.
“Bukankah lebih baik kita merekrut mereka, Kak? Lagipula, kita juga kekurangan pekerja, kan?”
Lisa berkata pada Ark dengan senyum di wajahnya.
“Ditolak.” Ark menggelengkan kepalanya. “Itu berbeda dengan tujuan awal kita yang hanya menerima para elit dengan usia muda. Bahkan jika harus merekrut, orang-orang yang akan direkrut harus lebih muda dan pekerja keras. Dengan begitu, mereka lebih bisa diandalkan dalam pembangunan.”
“Tentu saja tidak. Kenapa aku merasa bersalah? Seperti yang kamu lihat, kebanyakan dari mereka hanyalah orang-orang serakah dan egois. Kenapa aku harus menghargai mereka? Hanya karena mereka lebih tua?
Maaf saja. Apa yang aku butuhkan adalah kepatuhan, jalan pasti, dan efisiensi. Meski tidak semua, jangan kira aku tidak tahu kalau banyak dari mereka mulai sering menunda. Sedikit memperlambat pekerjaan demi kehidupan nyaman. Sering berkunjung ke gedung kesenangan setiap hari, lupa menabung dan tidak berpikir apa yang terjadi jika mereka tiba-tiba dikeluarkan.
Sword of Sufferings baik dan hangat? Maka mereka buta, atau bodoh karena bahkan tidak bisa mengerti arti namanya.”
Melihat Ark masih tegas dan kejam seperti biasanya, Lisa hanya cemberut, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Sedangkan sisanya hanya mengangkat bahu, tampaknya sudah terbiasa dengan sikap sang ketua yang seperti itu. Tidak ingin semuanya menjadi merepotkan dan kacau ...
Mereka hanya perlu mengikuti jalannya.
***
__ADS_1
Sementara itu, di kantor ketua Silver Cross.
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu kantor dikeluk terdengar keras dalam ruanga. Julian mengerutkan kening, tetapi langsung berkata.
“Masuk.”
Pintu kantor terbuka, sosok Berto langsung masuk ke dalam kantor dengan ekspresi panik di wajahnya. Tanpa mempedulikan ekspresi serius di wajah Julian, dia langsung maju dan berkata dengan gagap.
“I-Ini kacau, Ketua! Ini sangat gawat!”
“Ada apa? Tarik napas dalam-dalam. Tenangkan dirimu, katakan semuanya perlahan.”
Mendengar ucapan Julian, Berto langsung menstabilkan napasnya. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya membaik. Dia kemudian melihat ke arah Julian lalu berkata dengan ekspresi serius.
“Terjadi kecelakaan para tim pemburu, Ketua!
Menurut informasi, mereka diserang oleh zombie. Dari dua puluh lima orang, tujuh di antaranya tewas dan tiga terluka parah. Menurut mereka, zombie yang ada di sekitar area stadion tidak lagi begitu tenang seperti biasa. Tampaknya mereka menggila.”
Mendengar penjelasan Berto, Julian mengerutkan kening. Orang-orang yang termasuk dalam tim pemburu adalah mereka yang telah pilih baik-baik. Menjadi pejuang level 1 yang cukup kuat di antara manusia biasa.
Dalam waktu yang cukup lama ini, bukan hanya Sword of Sufferings, tetapi Silver Cross dan Black Panther juga telah berkembang. Karena kerjasama berkelanjutan, selain ketua dan wakil ketua, masing-masing kelompok memiliki 75 prajurit level 1.
Meski tidak banyak dibandingkan dengan Sword of Sufferings yang sangat keterlaluan, mereka jelas dianggap kuat jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok di luar sana.
Untuk bisa menghidupi anggota kelompok dan membayar mereka, para pejuang akan berburu zombie untuk mendapatkan makanan. Biasanya mereka akan menarik puluhan zombie lemah per hari untuk dibersihkan. Siapa sangka, tidak seperti biasa, ada keanehan yang tiba-tiba terjadi.
Memiliki firasat buruk, Julian melihat ke luar jendela lalu bergumam.
__ADS_1
“Sepertinya aku harus memberitahu Ark. Kita harus berkumpul untuk membahas semuanya.”
>> Bersambung.