Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Departures


__ADS_3

Sementara itu, di tempat Draco dan Leon berada.


Sosok setinggi tiga meter dengan tubuh seperti raksasa dan rambut panjang meraung ke langit seperti binatang buas. Melihat banyak monster yang bergegas ke arahnya, dia langsung mengayunkan kapak raksasa di tangannya.


Setiap kali ayunan, tubuh lawannya langsung dipotong menjadi dua.


Tidak jauh dari dia, tampak sosok pria dengan armor hijau tua menutupi seluruh tubuhnya. Dia menggunakan tombak dengan sangat terampil. Mengubah tombak dari tangan kanan ke kiri atau sebaliknya setiap beberapa waktu, pria tersebut dengan fleksibel melubangi kepala monster di sekelilingnya.


Selain mereka, ada juga ratusan prajurit ganas yang berhadapan dengan monster dengan liar. Sama sekali tidak ada rasa takut.


Ya ... mereka berdua adalah Leon dan Draco.


Sekarang, Leon tidak lagi hanya mengandalkan tubuhnya. Dia tidak lagi keras kepala dan mau mengenakan senjata.


Draco juga membuang keinginannya untuk terus mengingat masa lalunya dengan membiarkan lengan kirinya hilang. Sekarang dia sudah sembuh total, dan bertarung jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.


Melihat Ark yang membunuh makhluk berbahaya dengan mudah di depan mata membuat mereka berdua tidak lagi keras kepala. Draco dan Leon ...


Tidak ingin tertinggal jauh dari ketua dan juga rekan-rekannya!


Bukan hanya di tempat Draco dan Leon, tetapi di tempat-tempat lain sekeliling dinding pertahanan juga sangat ramai. Banyak pejuang yang bertarung habis-habisan dengan lawan.


Meski demikian, mereka masih cukup lega karena musuh jauh lebih ringan dibandingkan dengan apa yang mereka bayangkan.


Entah itu tertahan evolusi atau semacamnya, kebanyakan dari musuh adalah makhluk level 1 dan level 2 seperti tahun sebelumnya. Meski jumlah level 3 juga cukup banyak, tetapi tidak sebanyak yang mereka duga. Ada juga beberapa makhluk level 4 yang muncul. Namun ...


Sama sekali tidak ada makhluk level 5 yang mereka takuti.


Lagipula, makhluk level 5 itu sendiri sudah sangat jarang. Jadi, bisa dibilang, mereka akhirnya mencapai nilai standar untuk bertahan di dunia kejam ini.


Di langit, Saito, Huginn, dan Muninn membunuh ribuan serangga terbang bermutasi.


Sebagian dari makhluk-makhluk itu tidak mati, tetapi terpukul jatuh ke area dalam markas Sword of Sufferings. Abigail memimpin banyak pekerja yang dianggap lemah dibandingkan prajurit untuk menghabisi makhluk-makhluk sekarat tersebut.


Kurona dan Shirona pergi mengawasi area dalam, memastikan tidak ada makhluk terbang kuat yang menerobos masuk.


Dikarenakan pembunuhan yang dilakukan Saito, Huginn, dan Muninn. Gerimis darah sesekali turun membasahi area markas Sword of Sufferings.


Pada saat semua orang sibuk, Ark yang mengenakan armor serba hitam dengan sayap di punggungnya pergi dari atap gedung ke gedung lain di sekeliling markas. Mengitari great wall untuk melihat pertempuran yang terjadi di bawahnya.


Setelah berkeliling cukup lama, Ark duduk di atap salah satu gedung. Sayap di punggungnya telah hilang. Pemuda itu menatap pemandangan di bawah dengan ekspresi tenang.


“Sepertinya aku benar-benar sudah tidak dibutuhkan.”


Ark bergumam pelan. Meski mengatakan kalimat semacam itu, tidak ada rasa sedih atau bahagia di wajahnya.

__ADS_1


“Bahkan jika aku melakukan misi ekspedisi jangka panjang, markas utama seharusnya bisa bertahan,” tambah Ark.


Angin malam menerpa wajah tampan pemuda itu. Rambut putih panjangnya menari-nari, mata merah bak rubi manatap pertempuran besar di bawah dengan tenang.


“Kalau begitu ... sudah diputuskan.”


Mata Ark menyempit.


“Kota itu akan menjadi tujuan berikutnya.”


***


Tujuh hari berlalu begitu saja.


“Sudah aku duga, kamu berada di sini, Kak.”


Lisa berjalan mendekati Ark yang berdiri tenang sambil mengamati penanaman pohon roti yang hari ini diselesaikan. Bukan hanya pohon roti, tanaman rambat yang akan menjadi benteng alami juga ditanam pada great wall. Perkebunan besar juga telah dijalankan.


“Apakah kamu benar-benar berniat pergi, Kak? Meski semuanya sudah bersiap, tidak terlambat untuk membatalkan semuanya.”


Lisa melirik ke arah Ark yang berdiri dengan ekspresi datar. Melihat pemuda itu tidak menjawab, dia hanya berdiri diam di sisinya.


Setelah beberapa saat, Ark akhirnya membuka mulutnya.


“Aku benar-benar tidak menyangka bisa membuat kelompok yang mampu bertahan di dunia kacau ini, bahkan membuat tempat yang dianggap sebagai ‘Utopia’ oleh orang-orang.”


Ark sendiri sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai ‘Dewa’ yang mengatur semua di tangannya karena pasti ada beberapa kecelakaan yang tidak sejalan dengan rencananya. Dia hanya hanya memanfaatkan semua pengetahuannya, bersikap kejam, dan membenarkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


Oleh karena itu, Ark sendiri tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang baik.


“Sementara aku pergi, tolong jaga tempat ini. Tolong jaga rumah kita, Lisa.”


Lisa tertegun sejenak. Dia kemudian langsung memberi hormat dan membalas.


“Dimengerti, Ketua!”


Setelah memberi hormat, Lisa dengan ragu bertanya.


“Jika boleh tahu, seberapa lama kamu akan pergi, Kak?”


“Mungkin sampai akhir musim semi. Mungkin sampai akhir musim panas. Mungkin sampai akhir musim gugur.” Ark berkata datar. “Aku tidak tahu pasti. Yang jelas ... aku pasti akan kembali sebelum musim dingin.”


Mendengar itu, Lisa mengangguk. Memaksakan senyum di wajahnya, gadis itu berkata.


“Kalau begitu, pastikan kembali dengan selamat, Kak!”

__ADS_1


“En.”


Ark mengangguk ringan. Dia berbalik, kemudian pergi berjalan menuju ke markas utama.


Setelah kembali ke rumah, Ark langsung mengambil barang bawaannya. Dia kemudian keluar, bergegas menuju ke tempat orang-orang sudah menunggu. Namun, sosok putih besar menghalangi jalannya.


Melihat sosok serigala putih itu, Ark mendongak lalu berkata.


“Maaf, Finn. Kali ini kamu tidak bisa ikut.”


Melihat Finn menggeram, Ark menghampirinya lalu menggosok kepala makhluk yang lebih besar daripada tubuhnya itu.


“Kamu pasti tahu, keberadaanmu dan anggota kelompokmu sangat penting di markas ini. Kalian dianggap sebagai binatang penjaga Sword of Sufferings. Jadi, tolong jaga rumah sementara aku pergi.”


Finn menggosokkan kepalanya ke tubuh Ark. Makhluk itu kemudian mundur beberapa langkah lalu membuat lolongan keras.


Suara para husky dan doberman bermutasi langsung menyusul. Menggema di seluruh markas Sword of Sufferings dan sekitarnya.


Membawa tas besar, Ark langsung pergi menuju ke arah orang-orang telah menunggu.


Di sana, selain para petinggi Sword of Sufferings, ada juga Roxanne dan mantan anggota golden rose, para assassin cantik. Ada juga 200 prajurit level 2, dan 50 orang level 1 yang terdiri dari pembawa barang, tukang, dan koki.


Sampai di tempat itu, dua sosok langsung lari ke dalam pelukan Ark.


“Kurona, Shirona ... kalian harus memimpin markas selama aku tidak ada.”


Setelah mengatakan itu, Ark mengalihkan pandangannya kepada Draco, Leon, Saito, dan Claus.


“Kalian berempat akan memimpin kelompok ekspedisi lain. Bagi dua kelompok, sisa bawahan dari kelompokku dan Jay di sesi sebelumnya akan menjadi anggota kalian. Ingat jelas tugas yang aku berikan pada kalian.”


“Ya, Ketua!” jawab mereka berempat serempak.


Ark kemudian mengalihkan pandangannya pada para petinggi Sword of Sufferings. Melihat sosok Lisa, Natasha, Abigail, Stacy, Old Franky, Darin, dan para petinggi lain ... pemuda itu tidak lagi menunda.


“Kalau begitu, kami berangkat.”


Setelah mengatakan itu, Ark melepaskan pelukan Kurona dan Shirona. Pemuda itu berbalik pergi. Jay, Roxanne, dan pasukan yang mereka pimpin akhirnya berangkat.


Bukan hanya para petinggi, semua anggota kelompok yang berada di kota juga mengantar kepergian mereka.


Huginn dan Muninn terbang di angkasa, menjadi pemandu jalan bagi mereka.


Mendongak ke langit biru tanpa setitik pun awan, Ark merasa ...


Ini akan menjadi perjalanan yang panjang.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2