
Dari penampilan, makhluk itu mirip katak racun emas (dart frog). Ukurannya tidak besar, hanya sekitar satu telapak tangan. Hanya saja, dia memiliki keunikan sendiri.
Warna kulitnya benar-benar menyerupai emas. Kedua matanya benar-benar bulat berwarna hitam, sangat mirip mutiara hitam. Yang paling unik, dia hanya memiliki tiga kaki. Dua kaki depan dan satu kaki belakang.
Pada saat itu, dua pasang mata besar dan kecil saling memandang.
Melihat katak yang sedang ‘berjemur’ dan bertindak malas, Ark mengangkat alisnya. Benar-benar merasa kalau makhluk itu spesial.
‘Makhluk level 2 belaka bisa melukai kulit makhluk level 5?’
Merasakan tatapan Ark, katak emas berkaki tiga itu tampak tercengang. Dia biasanya hidup dengan baik, santai, dan nyaman. Walau terkadang ada beberapa monyet tak berbulu mengganggunya, tetapi itu bukan masalah karena mereka tidak bisa menyakitinya.
Sedangkan sekarang, katak emas berpikir kalau pengunjung sama sekali tidak biasa. Sangat berbeda dari monyet tak berbulu yang biasanya datang!
Bahkan, samar-samar katak emas merasa kalau makhluk itu lebih berbahaya dari semua makhluk yang pernah dia temui sepanjang hidupnya.
Dua pasang mata besar dan kecil, merah dan hitam saling memandang dalam tenang.
‘Mungkinkah kekuatan Crocodile yang digunakan untuk menentang makhluk 1 level yang lebih tinggi adalah miracle root dari katak emas ini? Hanya saja, dibandingkan makhluk spesial lain, bukankah ini kurang tepat?’
Melihat makhluk yang tampak imut, tidak besar, bahkan bertindak begitu malas membuat Ark merasa kalau makhlk tersebut benar-benar tidak bisa diandalkan.
Merasakan tatapan menghina Ark, katak emas langsung membuat suara keras. Tampaknya merasa tidak senang dengan cara pemuda itu memandangnya.
“Kuak! Kuak!”
Mendengar suara ‘protes’ dari katak emas itu, Ark merasa tercengang. Sama sekali tidak menyangka dirinya akan diprotes oleh seekor katak.
“Begitu pintar? Setidaknya hampir setara Huginn dan Muninn, sedikit di atas Finn?”
Melihat katak terdiam. Ark kembali bertanya.
“Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?”
Mendengar pertanyaan tersebut, katak emas memiringkan kepalanya. Sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pengunjung berbahaya di depannya.
Penampilan konyol katak emas itu membuat Ark hanya bisa menghela napas panjang.
Saat itu juga, Crocodile menatap Ark dengan ekspresi aneh. Rasanya, dia sedang melihat orang gila yang mencoba berbicara dengan makhluk bermutasi. Bahkan, jika katak emas itu cukup jinak, racunnya sangat berbahaya. Sudah banyak korban dari Cursed Berserkers yang mati karena mencoba mengambil racun atau tidak sengaja dihinggapi.
“Kamu menarik. Ikutlah denganku. Tinggalkan kolam kecil ini dan lihat dunia yang luas.”
Ark berkata kepada katak emas sambil membuat gerakan isyarat.
Hanya saja, karena belum terbiasa, makhluk itu merasa kalau dirinya sedang ditantang. Diminta untuk menyerang pengunjung berbahaya itu dengan tubuh kecilnya.
Sebagai tanggapan, katak emas itu memalingkan wajahnya lalu berbaring. Pura-pura tidak mendengar dan melihat apa yang dikatakan oleh Ark.
Operasi yang dilakukan makhluk itu benar-benar membuat Ark dan Crocodile tercengang.
__ADS_1
Mata merah Ark kemudian berkilau. Energi merah darah menyelimuti tubuh katak emas itu. Beberapa saat kemudian, tubuh kecil itu melayang ke arah Ark.
Bukan hanya Crocodile, katak emas yang berpura-pura tidak melihat Ark tadi juga tercengang. Sama sekali tidak menyangka kalau Ark bisa melakukan hal aneh semacam itu.
Pada saat katak emas melayang di depan Ark, pemuda itu langsung mengambilnya dengan kedua tangan. Pemandangan tersebut membuat Crocodile menjadi bersemangat.
Ark sendiri terkejut ketika merasakan sensasi kesemutan di tangannya. Saat itu juga, pemuda tersebut merasakan racun kuat masuk ke tubuh melalui pori-porinya. Namun, tubuh khusus miliknya malah menyerap racun tersebut untuk memperkuat racunnya sendiri yang sekarang jauh lebih kuat dari racun katak emas.
Setelah menyerap lebih banyak racun dari makhluk itu, seharusnya kekuatan racunnya akan meningkat lagi.
Katak emas yang bangga dengan racun di permukaan kulitnya tampak puas ketika melihat warna hitam muncul seperti akar di kedua tangan Ark. Hanya saja, dia langsung tampak bodoh ketika melihat tangan makhluk berbahaya (Ark) yang kembali normal sangat cepat.
Tatapan makhluk kecil itu seolah menyiratkan.
‘Sungguh? Kamu tidak bercanda denganku, Bung? Apakah kamu masih dari ras sama dengan para monyet berbulu yang selama ini aku temui?’
Tidak peduli dengan ekspresi bodoh di wajah katak emas, Ark memegang dengan tangan kiri lalu mengelus atas kepala makhluk itu dengan jari telunjuk tangan kanan.
“Mulai sekarang, namamu adalah Kinma. Kamu akan menjadi hewan peliharaan pribadi sekaligus partner ke empat milikku.”
Ark langsung memberi nama dengan cara sederhana. Kin berarti emas, dan ma berasal dari kata gama yang berarti katak. Digabung begitu saja. Ya ... sesederhana itu.
Setelah itu, Ark berbalik. Melirik ke arah Crocodile lalu berkata.
“Kita kembali sekarang.”
Melihat Ark baik-baik saja setelah menyentuh katak emas yang sangat beracun itu, Crocodile benar-benar bingung harus berkomentar bagaimana. Pada akhirnya, dia hanya mengangguk dan mengikuti di belakang pemuda itu.
Sesampainya di lapangan depan markas Cursed Berserkers, Ark melihat hampir 200 wanita yang berbaris. Mereka semua adalah wanita yang digunakan oleh para pria keji dari Cursed Berserkers.
Sebagian besar dari mereka cantik, bahkan tidak ada yang di bawah rata-rata. Jelas, Cursed Berserkers menangkap mereka dengan sengaja. Membunuh yang dianggap tidak layak dan tidak dibutuhkan.
Banyak orang langsung melihat ke arah Ark yang baru saja datang. Para anggota Cursed Berserkers awalnya merasa tidak puas, tetapi langsung tercengang melihat apa yang dibawa oleh Ark.
Sementara itu, anggota Sword of Sufferings juga melihat ketua mereka dengan aneh. Orang-orang itu sama sekali tidak menyangka kalau sang ketua cukup menyukai exotic pet. Datang sambil membawa katak berwarna emas dengan senyum tipis di wajahnya.
Mereka semua merasa lebih aneh ketika melihat ekspresi tertekan dan mati rasa di wajah katak emas. Rasanya makhluk itu mengungkapkan keluhan kenapa dunia begitu tidak adil.
Dia hanya memiliki racun yang paling dia banggakan. Tubuh kecil, kulit tidak keras, kekuatan serangan apalagi. Sedangkan kecepatan? Lihat saja tiga kaki panjang yang hanya bisa digunakan untuk merayap lalu lupakan.
“Maaf membuat kalian menunggu lama.”
Ark berjalan mendekati Roxanne sambil membawa Kinma di tangan kirinya. Dia kemudian melirik ke arah para wanita lalu bertanya.
“Apakah kamu belum memilihnya, Roxanne?”
“Saya hanya membawa mereka keluar, Tuan. Saya tidak tahu mana yang anda inginkan, jadi saya tidak memilihnya.”
Mendengar itu, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu menatap ke arah para wanita lalu mengalihkan pandangannya ke Crocodile dan para petinggi.
__ADS_1
“Apakah kamu yakin kalau mereka tidak menyembunyikan beberapa?”
Melihat mata Ark yang menyempit, Crocodile dan para petinggi bergidik ngeri. Saat itu juga, Crocodile berkata.
“Apa yang kalian lakukan? Kenapa tidak dikeluarkan semua!”
Mendengar ucapannya, anggota Cursed Berserker lebih terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau ketua dan para petinggi rela mengeluarkan selir mereka.
Menunggu beberapa saat, lebih dari tiga puluh orang akhirnya keluar dan ikut berbaris.
“Pilih saja.”
Ark sama sekali tidak begitu peduli dengan ucapan Crocodile yang dipenuhi kebencian. Pemuda itu malah mengalihkan pandangannya pada Roxanne.
“Kamu yang memilih, Roxanne.”
“Wanita seperti apa yang anda inginkan, Tuan?” tanya Roxanne.
“Tunggu sebentar ...”
Ark mengelus dagunya. Pemuda itu kemudian berkata.
“Pertama, pilih para selir yang dianggap berkualitas tetapi jangan diambil semua. Utamakan mereka yang dipaksa untuk bergabung dan tidak melayani secara sukarela.
Selain itu, pilih yang memiliki kemampuan. Bukan hanya bertindak cantik dan tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak perlu menambah beban yang tidak perlu.”
“Dimengerti.”
Roxanne mengangguk. Setelah itu, dia mengajak dua wanita dari Golden Rose untuk memulai wawancara. Sementara itu, Ark sendiri memilih tempat untuk duduk sambil bermain dengan Kinma yang memiliki ekspresi hampa.
Sekitar satu jam kemudian, Roxanne kembali menuju ke arah Ark. Dalam waktu singkat, ada dua orang yang dibunuh olehnya. Kedua wanita itu melakukan protes karena tidak dipilih. Mereka tidak memiliki kemampuan dan hanya bisa melayani dengan sepenuh hati. Bukan jenis yang Sword of Sufferings butuhkan.
Setelah kematian dua wanita, sisanya menjadi lebih jujur. Proses berjalan cukup cepat.
“Ada tepat 20 orang yang bisa dibawa dari para selir petinggi Cursed Berserkers, Tuan. Itu berarti, masih ada 55 orang yang bisa dipilih.”
Mendengar laporan Roxanne, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian kembali berkata.
“Kalau begitu, pilih saja 55 orang yang menurutmu cocok dengan kriteria sebelumnya. Omong-omong, setelah kembali, kamu akan bertanggung jawab untuk mengurus dan melatih mereka.
Apakah tidak apa-apa?”
Mendengar itu, kebanyakan orang pasti berpikir kalau Ark tidak ingin repot-repot mengurus para wanita. Hanya saja, bagi Roxanne, pemuda itu memberikannya kepercayaan untuk mengurus tugas besar yang begitu penting.
Wanita itu membungkuk hormat sambil menjawab.
“Sesuai keinginan anda, Tuan.”
>> Bersambung.
__ADS_1