Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Musuh Sebenarnya


__ADS_3

“Maksudmu ...”


Mata Chris menyempit. Entah kenapa, dia bisa menebak ide cukup brilian tetapi juga berbahaya yang ada dalam otak pemuda di depannya.


“Tebakanmu benar, Mr Chris. Aku meminta bantuanmu untuk memanggil kelompok-kelompok tingkat menengah di sekitar. Karena ini masalah bersama, kita harus menanggungnya bersama.”


Ark berkata dengan senyum di wajahnya. Namun ucapannya benar-benar membuat Chris dan Lara terpana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pemuda itu memiliki ide gila.


“Mustahil.” Chris langsung menggelengkan kepala. “Setiap kelompok memiliki masalah mereka sendiri. Mereka memiliki ego dan tidak bisa dikendalikan semudah itu. Tidak mungkin meminta mereka datang, apalagi berjuang untuk kita.”


“Aku setuju kalau kita tidak bisa mengendalikan keinginan orang lain. Namun kamu juga harus tahu, keinginan paling besar yang mereka miliki saat ini bukan untuk kekayaan atau kekuasaan, tetapi kehidupan.


Kita sekarang tidak sedang berebut makanan. Kita sekarang menghadapi musuh yang sama dengan kekuatan dan jumlah yang tidak diketahui. Itulah kenapa kita harus mengesampingkan pemikiran lain dan bersatu.”


Mendengar kata-kata indah yang terucap dari mulut Ark membuat Chris dan Lara juga sedikit temotivasi. Namun mereka segera menggelengkan kepala. Sebagai orang yang bertahan di kota ini selama bertahun-tahun, mereka tahu seberapa sulitnya meyakinkan orang-orang keras kepala itu.


“Idemu memang sangat baik Ark. Namun hal semacam itu mustahil dilakukan. Mereka terlalu keras kepala dan tidak bisa diajak bicara.”


Melihat Chris yang tampaknya tidak memiliki harapan, Ark mengangkat sudut bibirnya.


“Karena aku mengatakan ucapan semacam itu, tentu saja aku memiliki solusi.”


Chris dan Lara tampak terkejut ketika mendengar ucapan penuh percaya diri tersebut. Mereka saling memandang lalu mengangguk.


“Jika kamu memiliki rencana yang ingin dilakukan dan membutuhkan bantuan, kami bersedia membantu.”


Chris langsung mengatakan ketersediaan Golden Maple Group untuk mendukung rencana Ark menyatukan orang-orang di kota.


Hal tersebut membuat pemuda itu menggelengkan kepalanya. Dia langsung berkata dengan nada datar.


“Sebenarnya jawaban yang kalian inginkan sederhana. Jika mereka sulit diatur dan tidak bisa dikendalikan ...”


Ark mengepalkan tinjunya lalu melirik ke arah Chris dan Lara dengan senyum tipis di bibirnya.


“Itu berarti tinju kalian tidak cukup keras.”


***


Dua jam kemudian.


Setelah membicarakan semuanya dengan Ark secara mendetail, Chris bersandar pada kursinya dengan wajah lelah. Melirik ke arah istrinya, pria paruh baya itu bertanya.


“Apakah menurutmu ide Ark benar-benar bisa diandalkan?”


“Bukan tidak mungkin untuk menyatukan mengumpulkan semua orang dengan cara seperti itu. Namun, itu berarti pemuda tersebut juga harus memiliki kekuatan absolut.”


Lara mengelus dagu. Memikirkan Ark dan Roxanne yang tampak misterius, dia bertanya-tanya apakah ide itu layak atau tidak. Dibilang layak, memang layak. Namun, sulit untuk dilakukan karena kekuatan orang normal itu terbatas.

__ADS_1


Niat Ark sendiri adalah mengirim beberapa tim untuk mengunjungi berbagai kelompok. Undang mereka secara halus setelah menjelaskan situasi. Jika ditolak, pukul dengan kuat sampai mereka setuju.


Ya. Sesederhana itu.


Hanya saja, Chris dan Lara ragu apakah Sword of Sufferings memang memiliki kekuatan semacam itu. Namun, berkat pertolongan yang dilakukan kelompok itu dan ucapan mendukung dari putra mereka, kedua orang itu memilih untuk mencoba mempercayai Ark.


“Menurut beberapa orang, kemampuan Jay berada di luar batas. Benar-benar telah melampauai manusia normal, bahkan melampaui terlalu jauh.


Jadi, selama orang-orang dari Sword of Sufferings memiliki kemampuan yang mirip, rencana itu bukan hal mustahil.”


Mendengar penjelasan dari suaminya, Lara mengerutkan kening. Memiliki ekspresi ragu dan tidak percaya di wajahnya, wanita itu berkata.


“Maksudmu, mereka telah memecahkan kunci evolusi? Bahkan mengembangkannya ke tahapan lain? Benar-benar jauh melampaui penelitian yang kita lakukan?”


“Memang. Dibandingkan Sword of Sufferings, pencapaian Chelsea sendiri terbatas. Gadis itu memang baik, tetapi menghadapi semuanya sendiri terlalu sulit baginya.”


Memikirkan Chelsea, Chris hanya bisa menghela napas panjang. Bukan karena gadis itu tidak berbakat, tetapi sosok yang harus dia lawan itu lebih tidak masuk akal.


“Jika evolusi tanpa efek samping bisa dilakukan, maka kita memiliki kesempatan? Pasukan kita juga bisa diperkuat dan-“


“Tenang, Lara. Teknologi semacam itu ada di tangan Sword of Sufferings, bukan kita. Bahkan jika hubungan telah membaik, kita tidak bisa meminta mereka dengan sembrono.


Bahkan jika berhadapan dengan kanibal dan kepentingan bersama, ada sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Selain itu, kamu pasti tahu kalau bahan yang dibutuhkan tidak sesederhana itu kan? Jika mudah, kenapa Sword of Sufferings membatasi ekspansi mereka?”


Mendengar penjelasan Chris, Lara tersadar. Dia kemudian mengangguk dengan ekspresi lelah. Pada akhirnya, hanya bisa menghela napas panjang dan membiarkan waktu menunjukkan jalannya.


***


‘Harapan itu tumbuh subur, sementara kenyataan begitu gersang.’


Duduk di dekat jendela, Ark menyalakan sebatang rokok sambil berpikir sendirian. Bukan karena dia tidak ingin membagikannya dengan orang lain. Hanya saja, itu terlalu berat bagi mereka.


‘Ketidaktahuan adalah sebuah kebahagiaan.’


Ark menjentikkan jarinya, menerbangkan jelaga di ujung rokok. Mengembuskan asap penuh aroma herbal yang sejuk dan menyegarkan, pemuda itu menggeleng ringan dengan senyum masam.


“Siapa sangka dengan garis start yang begitu awal, aku masih datang terlambat.”


Pemuda itu terus menggumamkan kalimat yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri. Dia ingin berbaring dan beristirahat, tetapi terlalu tertekan sehingga tidak bisa melakukannya.


Tok! Tok! Tok!


“Tunggu sebentar.”


Ark bangkit dari kursinya lalu membuka pintu. Di sana, tampak Jay yang sedang menunggu dengan ekspresi khawatir.


Jay tertegun ketika melihat Ark keluar dengan pakaian santai, membawa sebatang rokok di antara jarinya sambil menatapnya dengan ekspresi datar.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Ark.


“Ayo jalan-jalan! Aku akan menunjukkan padamu kebun belakang markas dan koleksi yang dimiliki Chelsea. Mungkin ada sesuatu yang membuatmu tertarik.”


Mendengar Jay yang berbicara seperti bocah yang mengajak temannya main ke rumah, Ark mengangkat bahu.


“Tunggu sebentar.”


Setelah mengatakan itu, Ark mengambil semua senjatanya. Hanya meninggalkan jubah, tas, dan beberapa peratan sehari-hari di kamarnya.


“Ayo.” Ark mengangguk ringan.


“Bagus!”


Setelah menunggu beberapa saat, Jay tampak begitu bersemangat. Pria itu kemudian mengajak Ark berkeliling sekitar markas Golden Maple Group terlebih dahulu. Baru setelah berkeliling, mereka pergi ke halaman belakang.


Di sana, Ark langsung disambut dengan pemandangan kebun kecil yang cukup subut meski dirawat dengan peralatan seadanya.


“Oh?”


Melihat beberapa tanaman yang membuatnya tertarik, Ark berjalan mendekat lalu menyentuhnya.


“Tampaknya memang dirawat dengan baik.”


“Terima kasih.”


Saat itu, suara lembut terdengar di telinga Jay dan Ark. Menoleh ke sumber suara, mereka melihat sosok Chelsea yang berdiri di dekat pintu sambil membawa toples kaca.


Chelsea tampaknya sangat terkejut ketika melihat Ark. Benar-benar tidak menyangka bisa melihat pemuda itu di tempat ini.


Melihat ekspresi gadis itu, Ark dan Jay memiliki pemikiran yang sama.


‘Benar-benar jenis kutu buku yang suka mengurung diri dan tidak memiliki koneksi dengan dunia luar.’


Ark dan Jay saling memandang lalu tersenyum masam. Dari penampilan Chelsea, jelas gadis itu tidak tahu kejadian besar yang telah menimpa Golden Maple Group bahkan kota ini. Sibuk dengan bahan-bahan dan penelitiannya sendiri.


“Itulah kenapa kita harus melindungi mereka kan?”


Mendengar ucapan Jay yang begitu tiba-tiba, Ark sepertinya tersadar. Alasan kenapa dia kembali dan berjuang jelas agar umat manusia bertahan. Meski harus menggunakan caranya sendiri, tetapi itulah tujuannya.


‘Untuk melindungi mereka ... kah?’


Pikir Ark sambil menatap ke arah tertentu. Melihat ke tempat yang tertutup oleh kabut kelabu.


Namun, jika diperhatikan, arah Ark melihat adalah pusat kota tempat pohon raksasa itu berada.


‘Sepertinya menyimpan rahasia adalah cara terbaik untuk melindungi mereka. Ya ...’

__ADS_1


‘Biarkan saja hanya aku yang tahu siapa musuh kita sebenarnya.’


>> Bersambung.


__ADS_2