
Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.
Di sebuah ruang luas yang dulunya digunakan sebagai ruang olahraga anggar, Ark dan Aisha berdiri berhadapan.
“Kamu harus memperlakukan kakak cantik ini dengan lembut, Ark. Apakah kamu mengerti~”
Melihat senyum di wajah Aisha, Ark mengeluarkan dua pedang pendek lalu membalas.
“Tenang saja, aku tidak menggunakan kekuatan penuh. Tidak perlu takut aku membunuhmu secara tidak sengaja.”
Aisha juga mengeluarkan dua pedang pendek. Memainkannya dengan terampil dengan kedua tangannya, wanita itu berkata.
“Kalau begitu mari kita menari?”
SWOOSH!
Ark langsung melesat ke depan lalu menebas ke titik vital Aisha seperti leher dan jantung. Sebagai tanggapan, wanita itu langsung melakukan split lalu menebas tepat ke arah pinggang Ark.
Klang!
Ark menangkis tebasan Aisha. Wanita itu kemudian menendang Ark dengan keras, tetapi berhasil dihindari dengan mudah.
Aisha melakukan roll depan lalu bangkit. Tidak berhenti di sana, dia menyerang Ark dengan serangan beruntun. Meski memiliki tubuh manusia normal, gerakan wanita itu sudah sangat cepat.
Mengepak indah seperti kupu-kupu dan menyengat dengan kejam seperti lebah.
Melihat Aisha bergerak dengan cepat dan bebas tanpa kehilangan momentum, Ark mengangguk. Jelas, meski beberapa tahun telah berlalu, kemampuan wanita tersebut sama sekali tidak menurun. Sebaliknya, dia malah memiliki gerakan unik diciptakan ketika melawan zombie dan para kanibal.
Ark bermain pasif, menerima dan menilai setiap serangan Aisha sembari memperlajari beberapa kekurangannya. Dia mencoba yang terbaik untuk membantu wanita itu memperkuat keterampilan tempur miliknya.
Tanpa terasa, hampir satu jam berlalu begitu saja.
Aisha berbaring terlentang di lantai dengan tubuh penuh keringat. Napasnya naik-turun, benar-benar kelelahan karena latihan intens yang mereka lakukan.
“Kamu benar-benar telah menjadi seorang pria, Ark. Benar-benar masih berdiri kokoh meski sudah bermain dengan kakak cantik ini hampir satu jam.”
Mendengar ucapan penuh godaan dari mulut Aisha, Ark sama sekali tidak merubah ekspresinya. Sebaliknya, dia malah membalas dengan nada datar.
“Jika kamu masih mau, aku tidak keberatan memainkan ronde ke dua.”
“Heh~ Kamu benar-benar gila. Beri waktu kakak cantik ini untuk bernapas. Ini benar-benar melelahkan. Dan kamu bilang kamu masih belum serius?”
Aisha berkata dengan nada kesal. Tampaknya menyalahkan Ark karena memperlakukannya dengan begitu kasar.
“Percaya atau tidak, jika lebih serius, kamu akan pingsan hanya dengan beberapa ayunan.”
__ADS_1
Melihat wajah datar Ark, Aisha langsung menendang kaki pemuda yang berdiri tidak jauh darinya itu.
Ark hanya menerima tendangan dengan ekspresi santai karena serangan itu sama sekali tidak bisa melukainya. Saat itu, dia melihat Aisha mengulurkan kedua tangan sambil berkata.
“Gendong aku, Ark~ Bagaimana kalau saling membasuh tubuh?”
Mendengar itu, ekspresi Ark langsung menjadi suram. Pemuda itu menghela napas lalu melemparkan kain bersih yang terbuat dari sutera tepat ke wajah Aisha.
“Kamu memiliki tangan dan kaki, jadi pergi sendiri.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung pergi.
Aisha kemudian duduk sambil menyeka keringatnya. Melihat air putih di atas meja kecil tidak jauh darinya, wanita itu tersenyum puas.
“Tampaknya bocah ini masih memiliki hati~”
***
Sekitar dua jam kemudian, di ruang makan.
Aisha duduk sambil makan tanpa mengucap sepatah kata. Di seberangnya, tampak Angelica yang memandangnya dengan ekspresi penasaran.
Berbeda dengan para wanita dari Golden Rose, Angelica kurang mengenal Aisha. Dia sendiri merasa agak heran karena hubungan wanita itu dengan Ark sangatlah dekat. Bukan seperti kekasih, tetapi lebih mirip teman sekaligus saudarinya.
Mendengar ucapan Aisha, Angelica langsung tersadar. Dia menatap wanita cantik itu dengan ekspresi bingung. Dari penampilan, wanita itu merasa Aisha tidak terlalu tua dibandingkan dirinya.
“Anu ... Kak Aisha, kan? Apakah itu gaya bicara anda? Maksud saya, memanggil orang lain sebagai anak kecil, bocah, atau gadis kecil?”
“Heh~ Apakah kamu penasaran, Gadis Kecil?”
“Tolong jangan panggil saya gadis kecil. Panggil saja Angelica.”
Mendengar itu, Aisha mengelus dagu. Dia menatap gadis tersebut dengan ekspresi penasaran.
“Cantik seperti namamu. Apakah kamu bingung kenapa aku bisa dekat dengan bocah itu? Kamu tertarik padanya?”
Angelica merasa wajahnya agak panas. Dia sama sekali tidak menyangka kalau wanita di depannya benar-benar begitu langsung. Mengatakan hal-hal semacam itu tanpa merendahkan suara sedikitpun.
Melihat ke kiri dan kanan, Angelica tampak lega ketika menyadari tidak ada orang lain. Rasanya benar-benar terselamatkan dari rasa malu.
“Apakah kamu penasaran? Ingin tahu bagaimana cara dekat dengannya?”
Aisha bicara sambil makan. Dari cara duduk, berbicara, dan gesture ... dia lebih mirip dengan pria sembrono daripada wanita.
“Jika kamu ingin mengetahuinya. Kemari, biar aku membisikkannya kepadamu.”
__ADS_1
Mendengar ucapan Aisha, Angelica tidak begitu percaya. Namun, dia merasa cukup penasaran. Jadi, pada akhirnya dia masih mengikuti permintaan dari Aisha.
Melihat Angelica duduk di sampingnya, Aisha tanpa ragu membisikkan tips agar bisa dekat, bahkan disukai oleh Ark.
Belum sempat Aisha menyelesaikan ucapannya, Angelica langsung kabur dengan wajah merah.
Melihat ke arah Angelica pergi, Aisha mengangkat sudut bibirnya. Dia kemudian melanjutkan makan dengan tenang.
Sebelum selesai makan, suara tak asing terdengar di telinganya.
“Segera selesaikan makan siangmu, Aisha. Setelah itu, kamu pergi ke ruang santai bersama Angelica. Kalian dilarang keluar. Jadi tunggu saja di sana dengan sabar.”
Mendapatkan perintah dari Ark, Aisha langsung mengerutkan kening. Dia kemudian membalas dengan nada main-main tetapi tidak puas.
“Hah?! Kenapa kamu tiba-tiba mengurungku, Bocah? Apakah kamu memperlakukan kakak cantik ini sebagai selir yang tidak boleh keluar dari istana? Bukankah itu keterlaluan?”
“Diam dan lakukan saja.” Ark berkata datar.
Melihat ekspresi Ark, Aisha tahu kalau alasan kenapa dia tidak boleh terlihat karena bisa merusak rencana pemuda itu. Meski merasa agak kesal, wanita itu masih menyelesaikan makan siangnya dengan cepat lalu mengikuti Ark.
Pergi ke ruang santai yang cukup tersembunyi di lantai teratas mansion.
Setelah menyuruh Aisha dan Angela berada di dalam ruangan, Ark juga meminta Mona untuk menemani sekaligus mengawasi mereka. Jangan biarkan mereka berdua bermain-main lalu mengacaukan rencana yang telah dia susun dengan susah payah.
Turun ke lantai pertama, Ark menghela napas pendek. Dia sama sekali tidak menyangka kalau ada sesuatu yang tidak dia perhatikan malah masuk ke dalam rencananya.
“Siapa sangka, Blade of Areia yang begitu biasanya tampil pendiam dan santai berkunjung ke markas Sword of Sufferings secepar ini.”
Ya. Menurut pengawasan Huginn dan Muninn, ada sekitar lima puluh orang yang datang untuk mengunjungi Sword of Sufferings. Dari arah dan penampilan mereka, Ark sangat yakin kalau orang-orang itu dari kelompok Blade of Areia.
Areia, dalam mitologi Yunani adalah putri nimfa Kreta dari Cleochus. Namanya memiliki arti suka berperang.
‘Namanya benar-benar kurang cocok.’
Ark tidak bisa tidak menghela napas panjang. Berbeda dengan namanya, Blade of Areia adalah sebuah kelompok yang lebih pendiam, tidak agresif, dan suka berteman.
Oleh sebab itu, Ark sendiri merasa cukup penasaran kenapa orang-orang itu datang mengunjungi mereka.
Mengamati ke arah kelompok itu akan datang, mata Ark menyempit.
‘Aku harap mereka tidak datang untuk membuat masalah dan merusak rencanaku.”
‘Jika tidak ...’
>> Bersambung.
__ADS_1