
Sementara itu, di markas Imperial Phoenix.
“Apa yang ingin kam lakukan Cassandra? Apakah kamu tidak tahu peraturan di markas!”
Melihat Cassandra yang menerobos masuk ke tempat tingganya, Derek berteriak dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.
Pria paruh baya itu sedang menikmati waktu indah dengan para pelayan. Siapa sangka, tiba-tiba ada yang menerobos masuk begitu saja. Merasa terganggu, tentu saja dia menjadi sangat marah. Namun, tampaknya Derek tidak melihat ekspresi Cassandra yang begitu suram.
“Kamu berbicara tentang peraturan? Menurutku itu sama sekali tidak lucu Derek.”
“Beraninya kamu berbicara tidak sopan kepadaku! Apakah kamu tahu-“
“DIAM.”
Setelah mengatakan itu, Cassandra berjalan memasuki ruangan sambil menghunus pedangnya. Hal tersebut langsung membuat ekspresi Derek dan para wanita di sana panik dan takut.
“Bisa-bisanya kamu membawa senjata ke tempat dengan larangan senjata! Penjaga! Tanggap wanita ini untukku!”
Mendengar teriakan Derek, beberapa penjaga datang ke ruangan tersebut. Namun mereka tidak langsung mengepung atau menyerang Cassandra, hanya memandang dengan ekspresi bingung di wajah mereka.
“Tolong tetap tenang, Ketua. Anda bisa membuat rapat darurat dan membicarakannya di sana. Tidak perlu untuk-“
“Tutup mulutmu.”
Cassandra langsung menyela prajurit yang ingin menengahi mereka. Wanita itu kembali menatap ke arah Derek sambil berkata.
“Aku sudah muak dengan apa yang kamu lakukan. Tidak peduli apa, bahkan jika disalahkan, aku akan menuntut keadilan bagi orang-orang yang dimakamkan di garis depan.”
“Ketua-“
“AKU BILANG DIAM!”
Cassandra menoleh ke arah para penjaga dengan tatapan penuh niat membunuh.
Para penjaga langsung terkejut dan takut. Jika biasanya mereka melihat Cassandra yang dingin dan tegas, kali ini apa yang mereka lihat adalah wanita penuh kebencian dan rasa balas dendam.
Orang yang tidak ragu menebas jika mereka ingin ikut campur!
“Jangan mendekat! Jika tidak, kamu tidak akan bisa menanggung resikonya!
Kamu akan kehilangan posisi ketua. Orang-orang akan menyalahkanmu dan menganggapmu sebagai penjahat. Imperial Phoenix tidak akan lagi menerimamu dan akan membuangmu jika kamu membunuh pejabat sepertiku!”
“Ah? Benarkah? Aku benar-benar hampir melupakan itu.”
Cassandra tampak terkejut. Ekspresinya berubah seolah sadar telah melakukan sesuatu yang salah.
Melihat itu, Derek buru-buru melanjutkan.
__ADS_1
“Tentu saja itu benar! Jika kamu membunuhku, tidak ada lagi masa depan bagimu! Kembalilah. Aku akan berpura-pura kejadian ini tidak pernah terjadi.”
“Begitu ...”
Cassandra tampak termenung. Pada saat Derek dan orang-orang berpikir dia sudah tenang, wanita itu tiba-tiba melesat ke depan lalu menebas dengan kuat.
SLASH!
Satu tangan terlempar ke udara lalu jatuh ke lantai.
“Arghh!!”
Suara Derek yang terdengar lebih buruk daripada kambing disembelih menggema di seluruh ruangan. Sambil memegangi tangannya yang terpotong, pria itu menunjuk ke arah Cassandra dengan wajah penuh ingus dan air mata.
“Kamu! Bagaimana kamu bisa- ARGH!”
Tanpa menunggu Derek menyelesaikan ucapannya, Cassandra kembali menebas. Potong pergelangan tangan, siku, bahu, pergelangan kaki, lutut. Wanita itu terus menebas dengan kejam, sama sekali tidak memiliki jejak kasihan di matanya.
Darak memercik, menyembur ke segala arah sampai membasahi dinding, lantai, dan para wanita di sekitar ranjang.
Pemandangan itu terlalu berdarah sampai-sampai beberapa wanita pingsan atau muntah-muntah. Bahkan para penjaga merasa kaki mereka lemas seperti jelly. Benar-benar membuat mereka hampir tidak bisa berdiri.
Sekitar setengah jam kemudian, jerit dan tangis akhirnya terhenti.
Sosok Cassandra yang sekujur tubuhnya diwarnai oleh darah berjalan keluar ruangan dengan ekspresi dingin di wajahnya. Jejak sepatu berwarna merah tampak begitu jelas setiap kali dia melangkah.
“Membunuh hampir semua pejabat tanpa ada yang berani menghentikan. Kali ini kamu bertindak sangat kejam, Cassandra. Jika seperti ini, kamu tidak bisa tinggal di tempat ini lagi.”
Mendengar ucapan Irene, Cassandra memasang senyum masam di wajahnya.
“Aku memang tidak lagi ingin tinggal di tempat ini. Bukankah itu alasan kenapa kamu datang ke sini, Saudari Irene?”
“Tepat sekali~”
Irene bertepuk tangan dengan senyum ramah di wajahnya. Wanita itu tampaknya sama sekali tidak terlihat takut dengan penampilan Cassandra yang tampak mengerikan. Dia malah menghiburnya seperti guru taman kanak-kanak yang menghibur muridnya.
“Kapan kita akan pergi?” tanya Cassandra.
“Selesaikan urusanmu di tempat ini. Tidak perlu terburu-buru karena aku akan menunggu.”
“Dimengerti.”
Setelah mengatakan itu, Cassandra berjalan melewati Irene. Keluar dari rumah untuk disambut ratusan orang yang dipimpin oleh Ascot.
“Apa yang kamu lakukan kali ini sudah keterlaluan, Ketua. Meski aku tahu mereka harus menerima ganjaran, tetapi kamu tidak perlu terburu-buru. Kita bisa menyelesaikannya perlahan dengan-“
“Aku sudah muak melihat cara-cara munafik yang berujung saling menikam seperti itu, Ascot. Selain itu, mulai hari ini aku tidak lagi menjadi ketua Imperial Phoenix. Kamulah yang akan menjadi ketua berikutnya.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, tatapan Cassandra mengarah ke arah Katrina, Roldan, dan beberapa rekan seperjuangannya. Menarik napas dalam-dalam, wanita itu berkata.
“Jaga diri kalian.”
Mendengar ucapan Cassandra, Ascot langsung berteriak lantang.
“HORMAT KEPADA KETUA!!!”
Mendengar itu, semua prajurit langsung memberi hormat kepada Cassandra. Sebagai tanggapan, wanita itu membalas hormat.
Semua orang tahu alasan kenapa Cassandra melakukan semua ini. Mereka juga tahu apa yang dilakukan wanita itu benar. Bahkan, mereka juga mengabaikan masalah ini dan membiarkan Cassandra tinggal.
Hanya saja, wanita itu tampaknya telah kecewa dan tidak ingin lagi tinggal di sini. Jadi, akhirnya dia memilih untuk pergi.
Saat itu juga, Cassandra berjalan keluar dari markas Imperial Phoenix. Melewati jalan yang dibuat oleh para prajurit dan diberi penghormatan terakhir.
Wanita itu pun akhirnya menghilang dalam kabut kelabu di kejauhan.
***
Sementara itu, di markas Cursed Berserkers.
BRUAK!
Tubuh Crocodile menabrak dinding begitu keras. Setelah jatuh ke lantai, dia kembali bangkit. Walau tubuhnya dipenuhi luka, dia melihat ke arah tertentu dengan niat bertarung di matanya.
Di sana tampak sosok pria berkulit biru pucat dengan dua tanduk di dahinya. Dia adalah orang yang memimpin serangan para kanibal di perbatasan wilayah Imperial Phoenix dan Golden Maple Group.
Selain Crocodile, tidak ada lagi anggota Cursed Berserkers yang berdiri. Mereka semua telah jatuh ke tanah dan tidak bisang bangkit. Namun, masing-masing dari mereka masih hidup.
“Kejam dan ganas seperti rumor yang beredar. Namun, aku rasa bukan itu kelebihanmu. Menurutku, sikap keras kepala itu yang paling merepotkan.”
“Hahaha! Bahkan jika aku kalah dalam kekuatan, jangan kira aku bisa dijatuhkan dengan mudah, Pria Biru! Katakan padaku, siapa namamu?”
Meski merasa tubuhnya penuh dengan luka dan sakit, Crocodile masih tertawa terbahak-bahak. Dia tetap berdiri karena tidak lagi ingin berlutut tak berdaya seperti sebelumnya. Kali ini, bahkan jika harus mati ...
Dia akan mati dengan cara paling terhormat!
“Xuann.”
Pria di sisi berlawanan akhirnya menyebutkan namanya. Setelah mengatakan itu, dia kembali berkata.
“Aku akan merubah kondisi. Dengan kekuatan kalian, menjadi pesuruh kami memang sangat disayangkan. Jadi ...”
Xuann mengulurkan tangannya sambil berkata.
“Jadilah bagian dari kami, Crocodile. Bergabunglah dan dapatkan kekuatan yang selama ini kamu dambakan.”
__ADS_1
>> Bersambung.