
Keesokan harinya.
Seperti biasa, masih gelap, masih berkabut, dan masih suram sehingga orang tidak bisa memastikan sebenarnya jam berapa.
Di tempat Sword of Sufferings berkemah, semuanya tampak begitu tenang. Tenda-tenda tampak rapi. Ada juga banyak bahan yang dipanen kemarin tidak jauh dari tempat mereka berada.
Cangkang kepiting dan capit ditumpuk rapi, siap dibawa pulang kapan saja. Hanya saja, jumlahnya masih terlalu banyak jika dibawa oleh Ark dan rombongannya.
Pada akhirnya, Ark memutuskan untuk membawa cangkang dan cakar kepiting level 2 ke atas terlebih dahulu. Tentu saja, untuk cangkang kepiting level 4 yang ukurannya terlalu besar harus dipotong menjadi beberapa bagian dengan alat.
Tugas yang agak merepotkan, tetapi dilakukan oleh para pengrajin yang ikut.
“Daging berkualitas tinggi ini ...”
Melihat capit raksasa kepiting koral biru level 4 dan level 3, Ark bergumam pelan. Pada akhirnya, dia menyerah untuk membawa kembali semuanya sendiri.
Setelah memotong cangkang, menyusun rapi, dan mengikatnya dengan kuat, Ark memanggil Huginn dan Muninn. Karena ukuran yang sudah sangat besar, tidak menjadi masalah jika mereka membawa barang bawaan cukup berat.
Menurut perhitungan Ark, jarak antara markas dan gua tidak terlalu jauh. Hanya perlu satu hari bagi mereka berjalan, jadi Huginn dan Muninn yang terbang bisa melakukan perjalanan bolak-balik lebih cepat.
Tidak berlebihan jika berkata mereka bisa bolak-balik selama 5 kali dalam waktu kurang dari satu hari. Tentu saja, jika menggunakan rute lebih aman yang mereka lalui. Berarti, ada juga rute lebih cepat tetapi juga lebih beresiko.
Walau begitu, Ark tidak membiarkan Huginn dan Muninn bekerja secara berlebihan. Namun, dia masih meminta mengirim bahan-bahan penting.
Hari ini, empat pengiriman dijadwalkan untuk kedua gagak putih tersebut.
Pengiriman pertama, cangkang kepiting level 4 yang telah dipotong menjadi beberapa bagian, disusun, dan diikat menjadi dua. Pengiriman ke dua sampai empat juga sama, mengirim cangkang kepiting koral biru.
Bedanya, cangkang yang dikirim berasal dari level 3. Setiap kali pergi, mereka akan membawa cangkang dari satu kepiting level 3.
Itu berarti, bahan kerajinan dari tujuh kepiting koral biru paling kuat akan dikirim hari ini.
‘Anggap saja ini sebagai latihan bagi mereka.’
__ADS_1
Melihat Huginn dan Muninn yang pergi untuk mengantar kiriman pertama, Ark menghela napas lega.
Hanya saja, seperti dugaannya, kemunculan Huginn dan Muninn sebelumnya mengejutkan Blade of Areia. Gordon dan Scorpio kemudian menjelaskan kepada kelompok tersebut kalau Huginn dan Muninn adalah peliharaan Ark.
Informasi tersebut jelas membuat mereka bingung. Sama sekali tidak menyangka kalau ketua Sword of Sufferings tersebut memelihara binatang bermutasi semacam itu.
Ada juga yang mempertanyakan kenapa kedua binatang bermutasi itu tidak disuruh membantu dalam pertempuran sehingga mengurangi korban yang tidak diperlukan. Namn, Dedric dengan cerdik menutup mulut mereka agar tidak berbicara asal. Takut menyulut emosi Ark dan membuat Sword of Sufferings beralih dari teman menjadi musuh.
Tentu saja, Dedric sendiri merasa agak kesal dan tertekan. Namun, dia masih bisa berpikir cukup logis.
Huginn dan Muninn adalah peliharaan Ark, jadi apa yang kedua gagak itu lakukan juga tergantung dengan tuannya. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Blade of Areia.
Bahkan, jika Huginn dan Muninn membantu, kemungkinan besar yang akan dibantu hanya kelompok Sword of Sufferings. Dedric cukup yakin dengan itu. Lagipula, setelah beberapa kali pertemuan dan bertarung bersama, dia sedikit paham orang macam apa Ark itu.
Lebih baik tidak mencoba membuat masalah dengan orang semacam itu.
Selesai memberi tugas orang-orang untuk mengemas apa yang mereka panen dengan baik, Ark membawa 20 orang prajurit pergi menemui Dedric. Melihat pria itu, dia berkata.
“Maaf membuat kalian menunggu lama. Aku sarankan tidak membawa terlalu banyak orang masuk ke dalam gua.
“Dimengerti.”
Dedric mengangguk dengan ekspresi serius di wajahnya. Pada akhirnya, dia membawa 25 orang tidak termasuk dirinya dan Ian.
Mereka pun mulai menjelajahi gua.
Ketika memasuki gua, banyak orang tampak waspada dan ragu. Mereka tidak menemukan apa-apa. Namun setelah masuk lebih dalam, mereka semua tampak terpana.
Orang-orang itu sama sekali tidak menyangka akan ada keindahan semacam itu dalam kota kabut yang diselimuti misteri dan teror.
Di depan mereka, tidak ada gua gelap. Sebaliknya, tampak sebuah gua dengan pencahayaan yang agak bagus. Walau redup, tampak banyak hal yang menyala pada dinding gua.
Ada juga air jernih di lantai yang tidak terlalu tinggi, hanya setinggi mata kaki. Air tersebut memantulkan cahaya hijau kebiruan dari dinding, menerangi seluruh gua dan membuatnya seperti pemandangan dalam negeri dongeng.
__ADS_1
Jika diperhatikan, apa yang menyala redup adalah tanaman yang mirip dengan lumut. Walau tidak terlalu terang, tetapi membawa kesan indah pada gua dengan dinding batu biru tersebut.
Pada dinding yang terkena cahaya lumut, ada beberapa bagian yang berkilauan. Kilau samar berwarna perak dari bijih logam yang selama ini mereka cari.
Melihat banyak kilau perak pada dinding, lantai, dan bagian-bagian gua lainnya membuat Dedric tampak sangat bersemangat. Saat itu juga, suara Ark mengingatkan mereka.
“Jumlah yang banyak belum berarti kita bisa mendapatkan banyak bijih. Kita perlu tahu apakah kita memiliki kemampuan untuk menambangnya atau tidak.
Selain itu, lokasinya cukup dekat dengan danau. Air yang ada di sini seharusnya juga berasal dari tempat itu. Jadi, alangkah baiknya berhati-hati jika tidak ingin dikubur hidup-hidup atau ditenggelamkan saat gua runtuh.”
Mendengar ucapan Ark, semangat semua orang dari Blade of Areia tampak seperti api yang disiram air dingin. Benar-benar langsung menghilang begitu saja.
“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan Ark? Haruskah kita kembali tanpa mengambil apa-apa? Bukankah itu terlalu sia-sia?”
Mendengar pertanyaan Dedric, Ark menggelengkan kepalanya.
“Sebenarnya kedatangan kita tidak sia-sia. Cangkang dari kepiting koral biru itu seperti logam ringan. Bisa digunakan untuk membuat armor atau peralatan lain. Meski agak sulit jika digunakan untuk membuat senjata, itu sudah bisa dianggap sebagai keuntungan besar.
Selain itu, tentu kita tidak akan kembali tanpa mengambil apapun. Saranku, kita mengambil beberapa kilogram bijih logam yang belum diproses, membawanya kembali dan mencoba apakah bisa memprosesnya atau tidak.
Karena, jika tidak bisa diproses, membawa banyak pun percuma. Bahkan itu agak bodoh karena kita bisa mengubur diri di gua untuk sesuatu yang bahkan sebenarnya tidak berguna.
Kita juga bisa mengambil lumut bercahaya yang tampaknya memiliki cukup banyak kegunaan. Tentu saja, mengambil tidak terlalu banyak agar bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.”
Mendengar penjelasan Ark yang masuk akal, Dedric dan rekan-rekannya mengangguk dengan ekspresi serius. Mereka menjadi semakin menghormati pemuda tampan yang jarang menunjukkan ekspresinya tersebut.
Pada saat itu, tangan Dedric mengepal erat. Mengingat apa yang dia bicarakan dengan anggotanya semalam, pria itu berkata.
“Tuan Ark! Kami, Blade of Areia merasa kagum dengan Sword of Sufferings entah itu karena kekuatan, ketegasan, kedisiplinan, kecerdasan, dan sikap mereka. Jadi ...”
Dedric dan rekan-rekannya membungkuk sopan lalu berkata dengan tulus.
“Tolong izinkan Blade of Areia menjadi cabang organisasi Sword of Sufferings! Mengikuti langkah-langkah kalian menuju dunia yang sama sekali tidak kami ketahui!”
__ADS_1
>> Bersambung.