Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Sarang Burung Hantu


__ADS_3

"Jadi ... kalian mengikuti kami?"


Setelah kembali untuk menjemput Jay, Ark sedikit terkejut ketika melihat Joseph dan tiga bawahannya. Tidak menyangka kalau mereka begitu sembrono, memilih untuk mengikuti kelompoknya padahal resiko bahaya tinggi.


"..."


Joseph, Siegfried, dan dua orang lainnya merasa malu. Menyadari kalau mereka "ketahuan", keempat orang itu merasa agak menyesal karena terlalu ceroboh.


"Kami telah menghabisi leopard bermutasi. Seperti yang disepakati sebelumnya, kami akan menyimpan bahan-bahan yang kami anggap berharga.


Sebenarnya kamu akan pergi ke markas Black Panther untuk mengambil bayaran lalu kembali. Karena kalian belum kembali, biarkan kami mengantar kalian kembali."


"Terima kasih," ucap Joseph dengan senyum canggung di wajahnya.


"Sama-sama."


Ark membalas santai. Dia sama sekali tidak begitu peduli dengan sikap Joseph yang cukup canggung. Pemuda itu kemudian melirik ke arah sahabatnya yang menatapnya dengan ekspresi ganas.


"Ada apa?"


"Apakah semuanya sudah selesai? Padahal aku belum melakukan apa-apa?" tanya Jay dengan ekspresi tertekan.


"Kamu tidak perlu bersedih. Setelah mengantarkan Joseph dan teman-temannya, kita akan pergi ke tempat berikutnya."


"Kamu benar!"


Mengingat kalau mereka tidak hanya mengincar satu Miracle Root, Jay tampak puas. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi puas. Tampaknya sahabatnya tidak lupa kalau dia ingin keluar untuk menghajar musuh.


"Di belakang mungkin agak sempit, tetapi tahan saja."


Ark menatap ke arah Joseph. Karena sekarang dalam kereta ada ekor, kulit, taring, dan cakar dari leopard bermutasi ... ruang di dalamnya tidak lagi luas seperti sebelumnya.


Sedangkan bagian lain dibagikan kepada peliharaan Ark dan lainnya. Debby memakan jantung setelah Miracle Root diambil. Finn memakan otak. Sedangkan tubuhnya dimakan oleh Michi, Huginn dan Muninn. Ketika ketiganya kenyang, sisa daging akan dimakan oleh Debby dan Finn.


"Maaf karena merepotkan," ucap Joseph.


"Tidak apa-apa. Segera masuk, kita akan pergi dari tempat ini segera."


"Baik!" jawab keempat orang serempak.

__ADS_1


Ark bersama dengan Finn. Jay bersama dengan Michi. Debby menarik kereta. Stacy dan Natasha duduk di kursi kusir. Lisa duduk di atap kereta dengan ceria. Karena tidak panas, dia tampaknya senang berada di sana.


Mereka kemudian berangkat. Pergi ke markas Black Panther.


Di dalam kereta, Joseph, Siegfried, dan dua orang lain tampak heran. Mereka tidak menyangka kalau cara Dark Caravan berburu bisa begitu luar biasa.


"Mereka terlalu baik. Bukan hanya pandai berburu, tetapi mereka bisa membuat kerajinan yang bagus dari bahan yang mereka kumpulkan."


Joseph menghela napas panjang sebelum menggelengkan kepalanya.


Kelompok Black Panther, Silver Cross, dan kelompok lain juga cukup sering berburu. Ya. Bukan hanya zombie, tetapi juga beast. Meski hanya beast tingkat satu, tetapi makhluk semacam itu sudah kuat.


Mereka juga bisa membuat kerajinan seperti mantel kulit dan bulu, tetapi kualitasnya sedikit lebih buruk. Sedangkan senjata, mereka hampir tidak bisa membuatnya.


Walau tampak sederhana, setiap senjata tidak asal dibuat. Khususnya senjata seperti milik Ark dan rekan-rekannya. Jika hanya mengikat tulang, taring, tanduk ke kayu atau besi, semua orang mungkin bisa melakukannya. Namun untuk memaksimalkan penggunaan, dalam tahap ini, tidak ada orang yang bisa melakukannya kecuali Ark.


Untuk membuat belati dari taring saja cukup merepotkan. Tidak hanya diasah, tetapi taring perlu dipanaskan dalam suhu tertentu lalu ditempa, dimasukkan ke dalam cairan khusus, dipanaskan lagi, dan ditempa lagi. Proses seperti itu dilakukan berulang-ulang. Setelah hampir jadi dan memiliki bentuk sesuai, barulah bagian bilah diasah. Dipertajam untuk hasil terbaik.


Setiap bahan memerlukan suhu penempaan berbeda-beda. Resep cairan mirip dengan ramuan. Meski bahan yang dibutuhkan tidak begitu berharga, tetapi perlu keahlian untuk membuatnya. Ada berbagai jenis cairan yang digunakan untuk menempa sesuai dengan level bahannya.


Bisa dibilang ... membuat senjata itu sulit!


Pertama, mereka perlu banyak percobaan untuk mengetahui karakteristik bahan. Oleh karena itu, mereka perlu banyak bahan. Sedangkan di sisi lain, berburu beast tidak mudah. Jadi pengumpulan bahan tidak begitu lancar.


Ke dua, kebanyakan orang yang menjadi pengrajin mati di tahap awal. Banyak dari mereka dianggap tidak berguna, ditinggalkan, atau bahkan dikorbankan. Berpikir kalau hanya "kuat" yang bisa bertahan.


Hal tersebut memang benar. Namun masalahnya, kuat saja tidak bisa menyelesaikan segalanya. Berbagai profesi harus tetap dijaga untuk keseimbangan dan perkembangan lebih lanjut.


Bisa dibilang, harmoni adalah sesuatu yang sangat penting.


Sama seperti di masa normal. Jika tidak ada petani, maka orang-orang tidak bisa makan. Tanpa mekanik, maka orang-orang tidak bisa menaiki kendaraan. Banyak juga contoh lainnya, yang pasti ... semuanya berjalan lebih baik ketika semua orang saling melengkapi.


Oleh karena itu, tidak perlu merendahkan orang lain hanya karena kita berada di atas. Juga tidak perlu minder karena kita ada di bawah. Karena jika tidak ada yang di bawah, maka tidak akan ada yang berada di atas.


Menghargai sesama adalah kuncinya!


***


Pagi di hari berikutnya.

__ADS_1


Setelah pergi ke markas Black Panther dan mengambil bayaran, Ark beserta anggota lainnya segera pergi menuju ke lokasi berikutnya. Meski jaraknya cukup jauh, semuanya berjalan lebih lancar karena bantuan dari Debby, Finn, dan Michi.


"Seharusnya tempat ini."


Ark berkata dengan ekspresi santai di wajahnya. Sementara itu, anggota lain tidak tampak baik-baik saja.


"Apakah kamu yakin ini tempatnya, Ark?" tanya Jay.


"Menurut pengamatan Huginn dan Muninn, aku cukup yakin ini tempatnya. Belum lagi setelah tiba di sini, aku bisa menjadi lebih yakin.


Kaca yang pecah, kotoran burung, bulu-bulu rontok ... ini adalah sarang makhluk itu."


Ark mengangguk dengan ekspresi serius. Dia sangat yakin kalau tempatnya sama sekali tidak salah.


"Kalau begitu tampaknya aku tidak beruntung." Jay berkata dengan ekspresi tertekan.


Jay dan tiga perempuan mendongak untuk melihat lantai teratas gedung di depan mereka. Dalam sekali lihat, kira-kira tingginya 30 lantai. Belum lagi, beberapa bangunan di sekitarnya agak pendek.


Itu berarti mereka harus bertarung di tempat tinggi. Jika sampai terjatuh ...


Hasilnya pasti buruk bagi mereka!


Meski keempat orang itu memiliki kekuatan layaknya manusia super, tetapi hati mereka masih seperti manusia biasa. Mereka belum memiliki banyak pengalaman.


"Aku benar-benar membenci tempat tinggi!


Ketika aku melihat ke bawah, rasanya membuat kepala pusing dan kaki lemas. Tidak bisakah kita menyeretnya turun atau mencari binatang lain?"


Mendengar ucapan Jay, sudut bibir Ark berkedut. Dia tidak bisa tidak memberi semangat.


"Jangan bertindak begitu pengecut, Jay. Apakah kamu tidak merasa malu pada para perempuan ini? Mereka—"


Ekspresi Ark menjadi stagnan. Menatap ke arah tiga perempuan lain yang tampak ragu, dia merasa aneh.


Jelas, mereka bertiga seharusnya sering naik ke lantai atas gedung. Tidak seharusnya mereka takut.


Hanya saja pemuda itu tidak memikirkan hal lain. Ketiga perempuan biasanya tidak takut ketinggian, tetapi membayangkan bertarung dengan monster di tempat tinggi lalu terhempas jatuh ...


Mereka semua merasa ragu!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2