
“Orang Gila!”
Keluar dari jangkauan gedung-gedung yang terbakar, Jay dan Lisa mengutuk secara bersamaan. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Ark memiliki ide yang begitu ekstrem.
Ark menyuruh Spirit of Fire yang baru mengumpulkan banyak jenis minyak dan gas. Dia meminta bantuan banyak kelompok kecil di sekitar Crux of Shadow. Sebagian besar memang setuju. Tidak hanya mengambil bahan bakar, mereka semua juga mengumpulkan berbagai barang tidak terpakai yang mudah terbakar, mengumpulkannya ke setiap gedung di sekitar markas Crux of Shadow.
Sebagai hasilnya ... mereka benar-benar mampu membuat cincin api raksasa!
Sebuah sangkar dimana makhluk itu tidak mungkin bisa melarikan diri. Meski diperkirakan bisa membunuh cacing kepala martil bermutasi biasa, mereka masih tidak yakin api bisa membunuh raja dan ratu cacing. Namun mereka masih menuruti permintaan Ark karena meraka yakin pemuda itu pasti memiliki caranya sendiri.
“Sungguh! Apa yang sedang dipikirkan oleh Bos, Draco?”
“Bagaimana aku bisa tahu?”
Di tempat lain, Draco dan Leon memandang ke arah dinding api besar dengan senyum masam di wajah mereka.
Dikarenakan kepadatan bangunan, api bisa mulai menyebar dengan lebih cepat. Belum lagi, banyak bagian bangunan yang sudah lapuk dan ditumbuhi berbagai tanaman atau rumput. Tanaman-tanaman yang kering di musim panas tersebut benar-benar membuat api menjalar lebih mudah.
Langsung menuju ke arah pusat markas Crux of Shadow dengan kecepatan yang luar biasa!
***
Sementara itu, di tempat Ark berada.
“Kejar! Kejar aku!”
Ark terus melarikan diri dari tiga makhluk besar dengan total dua belas kepala yang mengejarnya sambil terus membunuh makhluk-makhluk kecil dan besar di level satu dan dua. Melihat salah satu kepala muncul untuk menghadang jalannya, pemuda itu langsung melesat ke samping lalu membanting pedangnya dengan ganas.
SLASH!
Satu kepala kembali dipenggal, tetapi Ark sama sekali tidak merasa senang. Dia tahu kalau kepala makhluk itu bisa tumbus setelah makan. Pemuda itu sadar kalau keterampilan regenerasi Hydra sama sekali tidak kalah dari regenasi Kraken miliknya.
Itu juga menandakan, selain di kotanya ... masih banyak makhluk luar biasa di kota-kota lain dan seluruh penjuru dunia!
ROOAARR!!
__ADS_1
Saat itu, suara raungan aneh kembali terdengar. Sosok raja cacing paling besar dengan enam kepala tiba-tiba bergerak. Dia langsung menyerang dan mencabik-cabik keturunannya sendiri. Makhluk itu kemudian menelan mereka. Melihat salah satu ratu yang kehilangan satu kepalanya, raja cacing kepala martil langsung menerkamnya.
Enam kepala menekan dua kepala, langsung mulai mengigit dan memangsa pasangannya sendiri!
Ratu lain tampaknya takut akan kegilaan raja. Cacing dengan tiga kepala tersebut langsung menyerang sang raja, mencoba membantu ratu lain karena tahu dia pasti juga akan dimangsa setelah ratu lain selesai dimakan.
Melihat pemandangan ‘pembantaian keluarga’ di depannya, Ark tertegun sejenak. Dia sama sekali tidak menyangka kalau raja cacing akan begitu kejam. Makhluk itu jelas ingin memangsa yang lain agar bisa segera menembus tahap berikutnya sehingga memiliki kesempatan untuk lolos dari cincin api tanpa luka.
Hal tersebut membuat Ark menggelengkan kepalanya. Dia langsung bergegas menjauh dari tempat pertempuran yang mulai semakin kacau dimana banyak bangunan dihancurkan. Sementara tiga makhluk mirip Hydra dalam mitologi itu bertarung, pemuda tersebut naik ke tempat paling tinggi sambil dikejar ribuan cacing kepala martil bermutasi.
Pada akhirnya, Ark berhenti ketika mencapai puncak sebuah menara lonceng. Dia terus-menerus membunuh puluhan, ratusan, bahkan ribuan cacing yang naik ke menara dari segala arah. Di bawah menara, bangkai cacing kepala martil bermutasi yang dipotong-potong mulai berserakan. Mungkin belum mati seutuhnya karena tubuh mereka masih menggeliat bahkan setelah dipotong.
“Ugh! Benar-benar panas!”
Melihat dinding api dari segala arah mulai mendekat, Ark memaksakan diri untuk tersenyum. Setelah cincin api semakin dekat, dia mulai menunjuk langit dengan tangan kanannya. Pemuda itu tahu ...
Rencananya telah memasuki tahap akhir.
RROOAARR!!
Pada saat itu, raungan aneh dari raja hydra terdengar. Ketika Ark menoleh, dia melihat dua ratu telah tumbang dan raja mulai memangsa tubuh mereka. Melihat ke arah raja cacing kepala martil yang penampilannya mulai berubah, ekspresi Ark menjadi lebih berat.
Selesai memangsa dua ratu, raja cacing membuat teriakan lain. Saat itu, perubahan nyata mulai muncul pada tubuhnya. Daging-daging yang dilapisi cairan lengket terus menggeliat, tubuhnya membengkak semakin besar, seperti raksasa dalam cerita-cerita rakyat.
Setelah itu, tiga benjolan besar muncul dari punggungnya. Benjolan besar itu pecah dan cairan lengket mulai menyembur, memercik ke berbagai arah. Dari sana, tiga kepala kecil yang tampak menjijikkan mulai muncul. Kepala keluar dan leher mulai meregang, menjadi semakin panjang. Ukurannya mulai menjadi lebih besar, dan semakin besar.
Setelah beberapa waktu, makhluk itu benar-benar menampilkan wujud anehnya. Sembilan kepala seperti martil mulai memiliki perubahan dimana sebuah tanduk muncul di bagian atas kepalanya.
Evolusi raja cacing ... akhirnya selesai!
***
Meski penampilan makhluk itu menjijikkan dan mengerikan, orang-orang di luar tidak bisa melihatnya karena tertutup dinding api. Sebaliknya, mereka melihat pemandangan lain yang tidak kalah mengejutkan.
“Apa itu ... matahari?”
__ADS_1
Ratusan meter di atas tanah, tampak sebuah benda bulat berwarna merah yang melayang di tengah-tengah markas Crux of Shadow. Melihat pemandangan seperti itu, banyak orang menjadi bingung.
“Apakah itu masih bisa dilakukan oleh manusia?”
Berbeda dengan orang-orang tanpa pengetahuan khusus, Jay tahu bagaimana matahari mini itu terbentuk.
Kobaran api yang membakar banyak bangunan terhisap bersama dengan berbagai benda-benda kecil yang terbakar. Semua ditarik oleh putaran spiral yang melayang di langit. Jika diteliti, ilmuwan pasti terkejut karena bola api itu ternyata dibentuk oleh gerakan angin dengan cara yang begitu rumit.
Angin menyedot dan menjebak berbagai benda dan juga gas di dalamnya dengan pola gerakan tertentu sehingga api terkompresi dan masih menyala karena pusaran tersebut masih memiliki celah dan ada oksigen sehingga pembakaran di dalamnya sama sekali tidak terhenti. Bukan hanya menahan api, tetapi memperbesar dan membuatnya mencapai suhu lebih tinggi.
Bisa dibilang, sesuatu yang mustahil dicapai dengan alat modern ...
Mirip ‘sihir’ dalam cerita dongeng, legenda, atau mitos!
***
Di bawah matahari mini, Ark terus menunjuk langit sambil bertarung.
Penampilan pemuda itu benar-benar telah berubah total. Dia sama sekali tidak terlihat tampan. Seluruh tangan kanan yang menunjuk ke langit hanya tersisa tulang. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan retakan hitam. Darah terus mengalir dari hidung, mulut, telinga, dan mata. Sepasang mata seperti rubi menyala seperti obor.
Seringai seperti iblis muncul di wajah pemuda itu!
‘LEVEL 5? ABADI? MONSTER DALAM MITOLOGI? AKU SAMA SEKALI TIDAK PEDULI!’
Melihat raja cacing kepala martil yang berhasil menembus level 5 tetapi belum stabil bergegas ke arahnya dengan gila, Ark mengutuk dalam hati. Dia benar-benar tidak peduli dengan makhluk itu.
Apapun itu, jika menghalangi jalannya ... pemuda itu hanya memiliki satu tujuan.
Memusnahkannya!
Melihat sembilan kepala yang naik ke arah menara, Ark langsung menunjuk ke arah mereka sambil berkata.
“Hapuskan semua menjadi abu ...”
“CRIMSON SUN!”
__ADS_1
Bersama dengan ucapannya, matahari kecil yang menggantung di atasnya langsung jatuh. Benar-benar membakar dan memusnahkan apa yang disentuhnya.
>> Bersambung.