
Sementara itu, di luar markas utama Crux of Shadow.
Di atap salah satu bangunan, Stacy bertarung dengan puluhan orang. Melihat para pemanah gila yang mencoba menyerang menggunakan busur dari jarak dekat, wanita itu menggelengkan kepalanya. Dia langsung mengeluarkan dua pedang pendek.
Stacy langsung bergegas menuju ke arah orang-orang yang mencoba membidiknya. Baru saja mereka mengangkat busur, dia langsung memotong tangan kanan mereka lalu menebas leher mereka dengan serangan berikutnya. Di mata wanita itu, para pemanah gila yang tidak bisa bertarung dari jarak dekat ini benar-benar seperti ayam yang siap dipotong kapan saja.
“Mengikuti orang semacam itu dan berakhir dengan cara seperti ini ...”
Stacy memenggal kepala salah satu jenderal lalu menendangnya.
“Benar-benar menyedihkan.”
Di halaman yang begitu luas, Kurona dan Shirona dikelilingi puluhan prajurit gila. Namun ekspresi mereka masih begitu datar seperti biasanya.
SLASH!
Bersama tebasan tersebut, satu tubuh lagi tumbang. Jika duo Draco dan Leon mirip dengan dua binatang buas yang mengejar mangsa, maka duo Kurona dan Shirona adalah dua mesin pembunuh yang memiliki kabel yang menyambungkan satu sama lain. Mereka berdua benar-benar terus membunuh dengan cara kerjasama tanpa mengucap sepatah kata.
“Tampaknya Senior benar-benar tidak dalam kondisi baik, Shirona.”
“Kamu benar, Kurona.”
“Dia benar-benar dibuat kerepotan melawan orang-orang seperti ini. Sama sekali tidak sama dengan Senior yang biasanya, Shirona.”
“Sekali lagi benar, Kurona.”
Sambil membunuh banyak orang di tangan mereka, kedua saudari itu berbicara dengan nada monoton. Sama sekali tidak memperhatikan penampilan mereka yang dipenuhi dengan darah.
Pada saat itu, teriakan marah terdengar dari dalam kepulan asap.
“SWORD OF SUFFERINGS TERKUTUK!”
Sosok Simon langsung melesat keluar dari kepulan asap dengan ekspresi gila di wajahnya. Dia kemudian bergegas menuju ke arah Jay. Tubuhnya dipenuhi dengan asap panas sampai-sampai bagian luar tubuhnya mulai meleleh.
KLANG!
Terpental mundur begitu jauh, ekspresi Jay pada awalnya masih tenang. Namun saat melihat exo-skeleton pada tangannya meleleh seolah terkena cairan korosif, ekspresinya berubah.
“MATI! MATI! MATI!”
__ADS_1
Simon terus mengejar lalu menebas Jay dengan ganas. Hal tersebut membuat Jay menjadi agak pasif karena setiap serangan Simon benar-benar bisa melukainya. Ya, walaupun tidak sekuat orang yang menggunakan miracle root, Simon masih makhluk di level 4 yang bisa dianggap berbahaya.
“Benar-benar merepotkan.”
Melihat ke arah Simon yang tampaknya gila dan pasukannya yang mulai berantakan karena kehilangan kendali, Jay merasa sedang melawan gabungan zombie dan para kanibal. Meski tidak semua orang yang ada di sini salah, tetapi mereka jelas mengikuti pemimpin yang salah.
SLASH!
Sosok Jay terbang mundur belasan meter dengan luka mengerikan dan panjang di bagian depan tubuhnya. Bukannya panik atau berteriak marah, pria itu malah membuang pedang dan jubahnya. Setelah itu, dia memasang kuda-kuda.
Exo-skeleton di tangan Jay yang awalnya berwarna hijau gelap agak hitam berubah menjadi warna hitam dengan pola hijau-biru yang tampak indah tetapi juga agak aneh. Saat itu juga, tekanan mengerikan muncul dari sosok pria itu.
“Kalian sudah cukup menderita ...”
Ekspresi Jay berangsur-angsur berubah menjadi lebih dingin.
“JADI BIARKAN AKU MENGAKHIRI SEMUANYA!”
Melihat belasan pejuang gila yang bergegas ke arahnya, Jay langsung mengayunkan tinjunya. Saking cepatnya, gerakan tangan pria itu benar-benar tidak terlihat. Namun, saat itu juga, sesuatu yang menakjubkan terjadi.
BANG! BANG! BANG!
Bersama dengan saura ledakan demi ledakan, tubuh belasan orang benar-benar diledakkan menjadi banyak serpihan. Potongan tulang, daging, dan darah memercik ke segala arah. Membuat Jay dan area di sekitarnya langsung dipenuhi dengan darah.
“MAJU!”
Mendengar ucapan Jay, Simon langsung meraung marah. Dia langsung memimpin puluhan prajurit gila bergegas ke arah Jay. Mereka semua meraung sambil menebas dengan kejam. Namun sama sekali tidak ada perubahan atau gejolak emosi dari pihak lawan.
Jay mengubah kuda-kuda. Dia menghentakkan kaki kiri di depan dengan tubuh menghadap samping. Bersama dengan hentakan kakinya, tanah di bawahnya langsung dipenuhi retakan skala luas seperti jaring laba-laba. Pria itu kemudian meninju dengan kecepatan luar biasa, mungkin mencapai kecepatan suara.
SWOOSH!
Puluhan orang yang melompat ke arahnya terhenti di udara sejenak. Detik kemudian, mereka semua langsung dihempaskan ke segala arah dengan luka parah. Saat itu juga, Simon yang menerima pukulan langsung Jay tiba-tiba menghilang.
BLARRR!!!
Ledakan keras langsung muncul di gedung puluhan meter jauhnya dari Jay. Puing-puing berterbangan, asap langsung mengepul dan membumbung tinggi. Simon yang terlempar ke tempat itu sama sekali tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah mati.
Jay menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Tangan kanannya dipenuhi dengan asap panas dan exo-skeleton benar-benar penuh dengan retakan akibat serangannya sendiri. Melihat ke arah gedung yang berantakan, pria itu berkata.
__ADS_1
“Ingin mengalahkan Sword of Sufferings dengan kekuatan kalian ...”
“Itu masih jauh dari kata cukup.”
***
Sementara itu, di tempat Ark berada.
Suara langkah kaki menggema di lorong yang sunyi dan lembab. Obor yang menggantung dingin mungkin memberi sedikit cahaya, tetapi sama sekali tidak membawa kehangatan di tempat yang suram ini. Berjalan perlahan, ekspresi Ark menjadi lebih suram dibandingkan dengan sebelumnya.
Setelah berjalan beberapa waktu, Ark akhirnya tiba di sebuah ruangan yang tampak luas. Di bagian dinding ruangan itu digali dan dipasangi dengan jeruji besi. Tampak beberapa sel penuh dengan orang. Dalam pandangan sekilas, jumlah mereka lebih dari seratus orang.
Tahanan yang berada di sana dibagi menjadi empat jenis. Satu adalah para lansia yang tampak lemah dan putus asa. Dua adalah para gadis-gadis yang saling berpelukan satu sama lain di sudut sambil menggertakkan gigi. Tiga adalah anak-anak kecil yang berkerumun di sudut ketakutan, mereka tampak sangat pucat. Terakhir adalah orang-orang acak tampak marah dan gila, sepertinya musuh dari Crux of Shadow yang ditangkap untuk dikorbankan.
Melihat penampilan Ark, banyak dari mereka langsung ketakutan. Karena biasanya, orang yang datang akan mengambil beberapa orang untuk dikorbankan. Namun tidak semua orang takut, beberapa lansia tampaknya begitu tenang karena sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi. Ada juga beberapa pemberontak yang tampaknya cukup mengenal Ark.
“Hades! Apakah kamu Hades? Apakah kamu datang untuk menyelamatkan kami?”
Mendengar kata menyelamatkan, banyak orang langsung menatap Ark. Mereka semua langsung berpikir harapan akhirnya muncul. Banyak dari mereka mulai menangis dan berteriak minta tolong. Berbeda dengan kebanyakan orang, anak-anak yang tidak begitu mengerti pemikiran orang dewasa masih menggigil ketakutan di sudut.
“Diam!” ucap Ark dingin.
Niat membunuh yang kuat membuat mereka semua tercekat. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.
“Aku tidak datang untuk menyelamatkan kalian. Di luar tempat ini, Crux of Shadow dan Sword of Sufferings sedang bertempur. Bahkan jika kalian keluar dari sini, kalian akan segera mati di luar sana. Buang pikiran bodoh semacam itu jauh-jauh.”
Ucapan Ark jelas meruntuhkan harapan banyak orang. Banyak dari mereka langsung jatuh terperosok sambil menangis. Beberapa orang berteriak marah dan mengutuk Ark.
Ark berjalan menuju sel yang dipenuhi para pemberontak yang mencoba melawan Crux of Shadow.
“Kalian pikir kalian siapa? Mencoba memerintahku padahal sebelumnya bertingkah sombong dengan menolak perintahku?”
Mata Ark menyempit.
“Aku memiliki ide lain untuk berurusan dengan kalian.”
Ark membuka pintu sel penjara. Sebelum ada orang yang bisa keluar, dia menendang mereka masuk ke dalam. Pemuda itu kemudian masuk ke dalam sel penjara.
Beberapa detik kemudian, teriakan, tangisan, dan permohonan minta maaf langsung menggema di seluruh ruangan. Para lansia masih memasang ekspresi datar, para gadis langsung berhenti menangis sambil menutup mulut mereka. Anak-anak kecil menutup telinga mereka sambil terus menyusut di sudut.
__ADS_1
Mereka semua tidak menyangka, bukannya pahlawan ... tetapi iblis yang datang ke tempat mereka berada!
>> Bersambung.