
"Bukankah sebelumnya kamu yang paling takut dan enggan untuk bertarung, Tamer?"
Stacy menatap ke arah Lisa dengan ekspresi heran. Gadis itu sebelumnya benar-benar bertingkah seperti pengecut. Penuh keragu-raguan untuk membunuh 'manusia' lain, walau mereka musuh dan jahat.
Sedangkan saat ini, Lisa benar-benar mengeluarkan pedang besar entah dari mana lalu bertarung liar melawan para kanibal dan membunuh tanpa berkedip.
Stacy dan anggota Violet Sword benar-benar merasa merasa kalau ada sirkuit rusak dalam otak gadis kecil itu!
"Hehehehe! Itu karena penampilan mereka seperti monster!" ucap Lisa dengan senyum di balik topengnya.
"..."
Ekspresi Stacy langsung berubah menjadi suram. Gadis kecil itu benar-benar membuatnya merasa agak jengkel. Jelas, orang-orang yang menyerap Miracle Root lebih mirip monster daripada kanibal. Ucapan Lisa benar-benar tidak cocok.
Meski para kanibal memiliki penampilan mirip seperti zombie, mereka juga masih manusia. Atau setidaknya, kekuatan mereka tidak jauh daripada manusia. Hanya penampilan mereka yang menjadi lebih buruk.
Tentu saja, apa yang dimaksud oleh Stacy bukan soal pemikiran. Jika apa yang dia maksud soal pemikiran, para kanibal yang kehilangan kemanusiaan jelas harus dimusnahkan.
Di mata orang-orang ... Ark dan anggota Sword of Sufferings lainnya bukanlah orang baik. Mereka mengakui hal tersebut. Namun setidaknya, orang-orang itu tidak melakukan kanibalisme.
Sedangkan jika bicara tentang kebaikan, ada banyak versi kebaikan.
Ada orang yang percaya bahwa manusia harus tolong menolong tanpa memikirkan banyak intrik, padahal kebanyakan orang tidak bisa dipercaya.
Ada orang yang ingin melindungi orang-orang lemah dan sakit, percaya kalau kekuatan mereka harus dipakai untuk melindungi.
Ada juga orang yang percaya kalau menyingkirkan orang-orang jahat itu benar, menjadi penjahat dan mengorbankan banyak hal untuk sesuatu yang dianggap lebih besar.
Oleh karena itu, ada juga yang menentang kebenaran tersebut. Menyebut orang yang ingin menciptakan dunia damai naif. Menyebut orang yang ingin melindungi orang-orang lemah sebagai munafik. Atau mengatakan kalau orang yang mengorbankan banyak hal untuk hal lebih besar itu b-jingan gila.
Jadi ... kebenaran itu sendiri mungkin sesuatu yang abstrak. Memiliki bentuk berbeda tergantung bagaimana orang mempercayainya.
"Terserah," ucap Stacy dingin. "Ingat tujuan kita, Tamer. Bersihkan semua musuh!"
"Tentu saja aku mengingatnya!" ucap Lisa jelas ketika kembali maju untuk bertarung.
Hanya saja, kali ini dia tidak lagi melakukan hal-hal gila seperti berputar dengan pedang besar. Gadis itu, masih sedikit pusing karena 'jurus pamungkas' yang dilakukan sebelumnya.
Melihat sosok berjubah yang menghadang mereka, banyak kanibal menggertakkan gigi. Mereka meraung marah. Ingin menerobos tetapi tidak berhasil!
__ADS_1
"CARI JALAN LAIN!!!"
Salah satu kanibal meraung. Setelah itu, banyak dari mereka mundur kembali ke dalam tempat parkir bawah tanah.
Mereka merasa sangat marah!
Satu jalan diblokir oleh sekelompok orang berjubah yang memiliki kekuatan seperti monster. Sementara itu, ada juga tiga serigala ganas yang masuk dari arah lain. Mencabik-cabik banyak kanibal dan membuat mereka melarikan diri dengan panik.
"JANGAN LUPAKAN TUGASMU, TAMER!!!"
Teriakan Stacy membuat Lisa yang hendak masuk untuk mengejar terhenti di tempatnya. Melihat ke arah tempat parkir bawah tanah yang gelap, dia hanya bisa mendecak tak puas.
Kembali ke tempatnya untuk menunggu para kanibal yang mencoba melarikan diri lewat tempat itu!
***
Sementara itu, di tempat lain.
"Ugh! Kenapa semuanya menjadi seperti ini?"
Julian mundur beberapa langkah lalu mencabut batang besi yang menancap di perutnya. Tangan kirinya juga terluka cukup parah. Namun bukan itu yang membuatnya sedih.
Beberapa meter di depan Julian dan anggota Silver Cross lain, tampak gerombolan kanibal. Di depan mereka, tampak anak-anak kecil kurus. Kulit mereka tampak pucat keabu-abuan, tetapi tampaknya belum sepenuhnya kehilangan kewarasan mereka.
"Ketua! Seperti yang dikatakan Hades—"
"Aku mengetahuinya! Aku hanya mencoba!" tegas Julian ketika memotong ucapan Berto.
Sebelumnya, Julian mencoba menyelamatkan gadis kecil yang menangis. Mengeluh dan marah karena perlakuan yang diterimanya. Melihat sosok putus asa itu, Julian jelas tergerak.
Hanya saja, ketika pria itu menolong gadis tersebut dan menggendongnya mundur ... dia benar-benar ditikam!
Gadis itu juga melukai tangan kirinya sebelum melarikan diri. Melompat ke lantai lalu berguling-guling sambil tertawa seperti orang kerasukan!
"Berto! Apakah—"
"Sadarlah, Ketua! Tidak ada jalan untuk menyembuhkan mereka!" teriak Berto.
Menatap pada kanibal di depannya dengan enggan, Julian menghela napas panjang. Mencengkeram erat gagang pedangnya. Dia berteriak keras.
__ADS_1
"Biarkan jiwa mereka semua dibebaskan!"
"SERANG DAN BUNUH!!!"
Bersamaan dengan perintah Julian, semua anggota Silver Cross akhirnya menyerang sekuat tenaga. Bergegas ke depan tanpa menahan diri!
***
Di bagian pintu lain.
Suara langkah kaki menggema di ruang bawah tanah yang sunyi dan gelap. Tampak banyak potongan tubuh dan organ berserakan di sekitar. Darah menggenang, tetapi tidak membuat langkah sosok itu melambat.
"Sudah aku bilang, kalian tidak perlu membersihkan semuanya. Tidak perlu mengejar para kanibal yang melarikan diri ke pintu lain."
Melihat sosok Finn, Luna, dan Starla di kejauhan membuat Ark berkata dengan nada sedikit tidak puas. Pemuda itu kemudian menggelengkan kepalanya. Meski tahu kalau ketiga husky tidak bisa dianggap jenius, tetapi dia masih puas karena mereka bisa melakukan apa yang diperintahkan.
"Apakah kamu benar-benar melihat sesuatu yang menarik, Finn?" tanya Ark dengan nada datar.
Mendengar pertanyaan tuannya, Finn menggeram. Dia bergegas ke arah Ark lalu berputar-putar di sekitarnya. Tampaknya tidak sabar ketika melihat Ark berjalan terlalu lambat dan santai.
"Di sisi kita sudah diselesaikan. Seharusnya di sisi Stacy juga sudah selesai. Setelah menunggu beberapa waktu, semuanya pasti dibereskan.
Sama sekali tidak perlu terburu-buru. Jika itu memang diperuntukkan bagi kita, pasti akhirnya kita yang mendapatkannya."
Ark berkata santai. Tampaknya tidak begitu peduli dengan Finn yang sangat bersemangat.
Semakin maju ke depan, Ark mengendus aroma lebih kuat dan menjijikkan. Dia terus berjalan dengan Finn di samping dan dua husky mengikuti di belakang.
Semakin dekat ke pusat, semakin buruk baunya.
Ark mengerutkan kening. Saat dia hendak protes, aroma wangi manis samar tercium di udara. Benar-benar bercampur dengan bau busuk, membuat aroma menjadi aneh.
"Aroma ini ..." gumam Ark.
Langkah kaki Ark menjadi sedikit lebih cepat, bahkan agak tidak sabar. Setelah sampai di pusat, pemuda itu terhenti di tempatnya.
Genangan darah membasahi sepatunya, tetapi dia sama sekali tidak begitu peduli. Dia menatap lurus ke depan. Terdiam di tempat tanpa membuat banyak gerakan.
Setelah beberapa saat, Ark membuka mulutnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada di tempat seperti ini?"
>> Bersambung.