
Malam harinya, di markas Sword of Sufferings.
Usai melakukan pertarungan habis-habisan, para prajurit yang kembali dari dua sarang zombie membawa ransel penuh. Ratusan orang benar-benar membawa banyak sekali ‘daging’ yang siap diproses setelah kembali. Pulang membawa kemenangan dan kemuliaan.
Sementara semua pejuang langsung mengirim panen menuju tempat produksi, orang-orang yang bertanggung jawab atas misi penyerangan berkumpul di kantor setelah berganti pakaian dan membersihkan diri.
Melihat Ark duduk di kursi ketua dengan sikap malas, Lisa yang pertama kali mengeluh.
“Tidak bisakah kami melapor besok saja? Hari ini benar-benar melelahkan! Sementara kami bertarung mati-matian, kamu benar-benar berbaring di tempat seperti ini dengan nyaman. Ini keterlalua, Ketua Bau!”
“Duduk saja. Abigail sedang membuat teh. Luangkan waktu untuk beristirahat dan mengatur napas. Dari ekspresi di wajah kalian, tampaknya ada sesuatu yang ingin dilaporkan, kan?”
“Ekspresi apanya! Kamu bahkan memejamkan mata!” ucap Lisa sambil menunjuk Ark dengan wajah tak puas.
Ark sendiri duduk bersandar di kursi ketua sambil memejamkan matanya. Di sisi kiri dan kanannya, tampak Kurona dan Shirona yang sibuk memakan camilan mereka. Tampaknya mereka benar-benar menikmati waktu santai yang menyenangkan.
Melihat Ark tidak menanggapi, Lisa akhirnya duduk di kursinya dengan ekspresi kesal. Saat semua orang duduk, pemuda itu tiba-tiba membuka mulutnya dan berkata.
“Kecuali Mona yang masih stabil dan belum mengalami perubahan, tampaknya pertarungan ini banyak mempengaruhi kalian. Ya ... itu bukan kabar buruk.
Stacy, Draco, Leon, dan Natasha. Ramuan level 3 akan diprioritaskan kepada kalian berempat. Segera tembus batasan level 4. Jangan mengecewakanku.”
Mendengar itu, ekspresi keempat orang itu tampak bersemangat. Mereka langsung berdiri dan memberi hormat.
“Ya, Ketua!”
Saat itu, suara Jay terdengar.
“Ark-“
“Jangan mengeluh, Jay. Ketua sama sekali tidak memilih secara acak. Aku memang belum banyak berkembang dalam pertarungan ini. Itulah kenapa aku belum pantas mendapatkannya.”
__ADS_1
Mendengar ucapan Mona, Jay akhirnya diam. Pada awalnya, dia ingin bertanya apakah sahabatnya membeda-bedakan kekasihnya. Namun setelah rasionalitasnya kembali, barulah dia sadar kalau Ark memang melakukan semuanya berdasarkan situasi. Sama sekali tidak memihak siapapun.
“Tunggu!”
Saat itu, Lisa mengangkat tangannya lalu menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius. Setelah memikirkan baik-baik bagaimana harus bicara, gadis tersebut akhirnya membuka mulutnya.
“Kamu tidak bisa melakukan itu, Ketua Bau! Alasan kenapa Kak Mona melambat dibandingkan lainnya karena dia kurang bertempur dan lebih fokus mengajariku soal komando di belakang. Karena waktu kurang dan tidak memiliki kesempatan, aku rasa hal semacam itu tidak adil bagi Kak Mona, kan?”
Ark menggeleng ringan. Pemuda itu membalas dengan tenang, tetapi tidak merubah keputusannya.
“Apa yang dilakukan oleh Mona adalah keputusannya sendiri, dan semacam itu mempengaruhi hasil akhir. Apa yang aku lihat adalah hasil dari perkembangan semua orang terlepas dari faktor apapun yang dilaluinya. Bisa dibilang, Mona mengorbankan kesempatan ini dan memilih untuk maju di kesempatan berikutnya karenamu.
Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, kamu harus menyalahkan dirimu sendiri, Lisa. Selain itu, seharusnya kamu juga memikirkan perasaan Mona. Jangan asal bicara tanpa mengetahui apa-apa.”
Mendengar itu, Lisa terkejut. Memiliki ekspresi bersalah di wajahnya, gadis itu menatap ke arah Mona dengan ekspresi minta maaf. Namun, dia tertegun di tempatnya ketika melihat sosok Mona yang biasanya dingin tersenyum lembut ke arahnya.
Saat itu juga, Mona pun kembali berbicara.
Menurutku, Lisa sebenarnya cukup berbakat dalam hal mengatur pasukan, bukan hanya bertarung di garis depan. Dengan pelatihan yang dilakukan perlahan tapi pasti, dia pasti bisa menjadi salah satu jenderal paling hebat di bawah Ketua. Lisa memiliki kemampuan, jadi aku rasa, sia-sia saja jika tidak melakukannya. Aku percaya ... gadis itu pasti bisa melakukannya.”
Mendengar penjelasan Mona, semua orang melihat ke arah Lisa dengan ekspresi tidak percaya. Bagi mereka, dia akan terus menjadi adik kecil pengganggu dan suka membuat masalah. Meski kuat, dia benar-benar ceroboh dan sulit untuk diatur. Namun, menurut Mona ... Lisa benar-benar bisa menjadi salah satu jenderal terbaik? Itu berarti, ada di antara tiga besar jenderal di bawah Ark.
Hal semacam itu mustahil di mata mereka semua!
Merasakan tatapan tulus Mona, Lisa merasa terharu. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi kata-kata tidak bisa menyampaikan rasa terima kasihnya. Saat itu juga, suara Ark terdengar di ruangan.
“Kamu dengar itu, Lisa? Mona mempercayaimu. Jadi, aku harap kamu tidak akan mengecewakannya.”
Perkataan Ark langsung membuat Lisa menoleh sambil menjawab tegas.
“Tentu saja aku tidak akan mengecewakannya!”
__ADS_1
Jawaban Lisa membuat Ark merasa puas, tetapi tidak menunjukkannya di wajahnya. Membuka matanya, pemuda itu kemudian mengubah posisi duduknya. Menopang dagunya, dia pun bertanya.
“Jadi ... sekarang apa yang ingin kalian sampaikan kepadaku?”
Pertanyaan itu langsung membuat Jay dan Saito saling memandang. Saito langsung memberi isyarat kepada Jay untuk duluan. Pria itu mengangguk sebagai tanggapan. Dia kemudian mulai menjelaskan.
“Sebenarnya, dalam misi penaklukan sarang zombie, kami menemukukan makhluk aneh disembunyikan di ruangan yang sulit ditemukan. Kami berhasil menghabisinya dan membawa beberapa contoh kembali. Kami ... sama sekali belum pernah melihat makhluk semacam itu sebelumnya.
Makhluk itu memiliki penampilan humanoid, tetapi tubuhnya kurus, bungkuk, dan kulitnya berwarna abu-abu gelap dan dipenuhi kerutan. Makhluk itu tidak memiliki rambut di sekujur tubuhnya. Namun, dia memiliki sepasang telinga runcing, mata bulat dan besar yang tampak aneh, serta mulut penuh taring tajam.
Rasanya, itu mirip manusia yang terlahir cacat, tetapi juga mirip binatang buas. Tampak sangat aneh.
Jika kamu ingin melihatnya, aku bisa meminta orang untuk membawanya ke tempat ini. Aku juga telah berbicara pada Saito. Tampaknya mereka juga menemukan makhluk yang sama. Jadi-“
“Aku menyebutnya sebagai ghoul.”
Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung terkejut. Sebelum mereka sempat bertanya, pemuda itu menjelaskan.
“Sebelumnya aku pernah menemuinya di kota lain. Ketika kalian melakukan misi di dua sarang lain, aku juga pergi ke sarang yang berada di rumah sakit. Setelah memeriksanya, aku juga menemukan hal yang sama.
Menurut dugaanku, ghoul sendiri adalah keturunan para zombie. Seperti yang kalian ketahui, meski tubuh zombie level 1 bisa dianggap rusak, selama mereka naik level lebih tinggi, tubuh mereka pun juga pulih. Zombie level 3 sudah memiliki tubuh utuh, dan menurutku parasit telah menyatu dalam tubuh mereka seutuhnya. Setelah itu ... mereka bisa menghasilkan keturunan.
Seperti yang kalian, makhluk yang seperti monster cacat itu adalah keturunan mereka.”
Melihat ke arah orang-orang yang terkejut, Ark kembali menambahkan.
“Kalian harus ingat, di dunia yang kacau ini, bukan hanya manusia yang berusaha bertahan dan terus mencari jalan dengan mengubah diri. Di luar sana, bukan hanya zombie, tetapi pasti ada banyak makhluk yang melakukan hal sama untuk bertahan hidup. Jadi ...”
Mata Ark berkilat dingin, langsung membuat orang-orang menjadi gugup.
“Jangan pernah berpuas diri.”
__ADS_1
>> Bersambung.