
"Ketua!"
Suara Berto membangunkan Julian dari lamunannya. Pria itu menghirup napas dalam-dalam, tetapi malah batuk karena aroma kuat yang membuatnya terasa tersedak.
Menggelengkan kepalanya, Julian berkata, "Tenang saja, Berto! Aku memang marah, tetapi tidak kehilangan kewarasan ku!"
"Ya!" balas Berto.
"Jarak pandang terlalu terbatas karena ruang cukup gelap. Hati-hati!"
Setelah mengatakan itu, Julian memimpin bawahan terus maju ke dalam tempat persembunyian para kanibal.
Kriuk! Kriuk!
Suara renyah terdengar, Julian dan rekan-rekannya langsung melambat. Menyipitkan mata, mereka melihat beberapa sosok berkumpul cukup jauh di depan mereka.
Orang-orang itu memakai pakaian compang-camping, berjongkok sambil melingkari sebuah titik. Mendengar langkah kaki dari anggota Silver Cross, mereka menoleh secara serempak.
Saat itu juga, para kanibal mengungkapkan penampilan mereka.
Wajah kotor dengan tonjolan-tonjolan daging aneh, gigi yang awalnya rapi menjadi berantakan dengan beberapa sisa potongan daging menyangkut di sana, kelopak mata sedikit bengkak, tubuh membungkuk, dan rambut acak-acakan seperti sarang burung.
Kulit mereka berwarna abu-abu pucat, tidak lagi tampak seperti manusia.
Mereka agak mirip dengan zombie, tetapi tidak bisa dianggap sebagai zombie. Mereka agak mirip manusia, tetapi tidak bisa lagi disebut sebagai manusia.
Mereka adalah para kanibal!
Julian langsung menarik pedangnya dan memberi perintah.
"BUNUH!!!"
Mendengar perintah tersebut, Berto langsung memimpin sepuluh orang maju. Bergegas untuk berurusan dengan pada kanibal.
"Hancurkan, bunuh, makan ... makan mereka maka kita akan hidup!!!"
Salah satu kanibal meraung. Mereka langsung bergegas ke arah Berto dan sepuluh orang lain.
Bang!
Berto langsung membanting senjatanya dengan kuat, membuat salah satu kanibal terpental lalu berguling-guling di lantai dengan luka mengerikan di dadanya. Namun kanibal itu langsung bangkit dan bergegas ke arah Berto tanpa mempedulikan lukanya!
Pertempuran kembali terjadi. Meski tidak mengalami luka atau kemunduran, Berto dan sepuluh orang lainnya memiliki ekspresi serius di wajahnya. Mereka benar-benar tidak menyangka ...
Ternyata tubuh para kanibal cukup kuat! Hanya sedikit lebih buruk daripada para zombie!
Slash!
Setelah berhasil memenggal kepala satu kanibal, Berto sedikit kelelahan. Napasnya naik-turun. Meski fisiknya sedikit membaik karena makan dendeng daging dalam jangka waktu cukup lama, tetapi dia masih kelelahan.
Biasanya mereka memburu zombie dalam permainan tim. Melakukan duo atau trio untuk segera menghabisi zombie. Meski bisa melakukannya sendirian, tetapi terlalu membuang banyak tenaga.
"Mereka hampir sekuat zombie biasa, Ketua. lebih baik membuat tim kecil untuk meningkatkan efisiensi pembersihan."
Mendengar ucapan Berto, ekspresi Julian langsung menjadi serius.
"Bentuk tim kecil dengan tiga anggota! Bersiap untuk bertempur!"
__ADS_1
Setelah mendengar Julian mengatakan itu, semua orang langsung bersiap di posisi mereka. Perlahan tapi pasti, mereka berjalan menuju ke area lebih dalam.
***
Sementara itu, di lokasi Ark berjaga.
"Apakah kita hanya perlu menunggu di tempat ini, Tuan?" tanya Kurona.
"Kita tidak masuk untuk menyelesaikan semuanya lebih cepat, Tuan?" tambah Shirona.
Melihat ke arah kedua gadis itu, Ark mengangkat alisnya. Dia berdiri di jalan sambil menatap mereka dalam keheningan singkat. Merasa agak aneh, dia tidak bisa tidak bertanya.
"Kenapa cara kalian memanggil berubah? Apakah ada yang salah?"
"Stacy bilang kamu akan lebih suka dipanggil seperti itu, Tuan." Kurona berkedip, tampak polos.
"Kurona benar. Stacy bilang begitu, Tuan." Shirona memiringkan kepalanya.
Ark menghela napas panjang. Sama sekali tidak berniat untuk lanjut berdebat dengan mereka berdua. Dia melirik ke arah Finn, Luna, dan Starla.
"Biarkan mereka yang melakukannya. Ruang parkir bawah tanah cukup luas untuk mereka masuki. Para kanibal ... mereka bertiga sudah cukup untuk melakukannya.
Terlebih lagi, ketiganya bisa lebih kuat setelah mengalami pertarungan. Gunakan saja menjadi batu asah mereka."
Ark kemudian menambahkan.
"Finn, Luna, Starla ... tugas kalian adalah membunuh semua orang yang ada di dalam kecuali orang-orang yang telah kita temui sebelumnya.
Pastikan untuk tidak pergi terlalu jauh. Biarkan tiga tempat lain mendapatkan jatah mereka. Beri mereka pengalaman sehingga perjalanan tidak sia-sia."
Ark menghampiri Finn lalu memeluk dan menggosok kepalanya yang besar. Setelah itu dia mundur beberapa langkah.
Mendengar perintah Ark, ketiga husky cerdas itu langsung bergegas. Masuk ke dalam area parkir bawah tanah untuk memulai pembantaian.
Melihat ketiganya pergi, Ark kemudian menatap ke langit dan membuat siulan keras.
Beberapa saat kemudian, sosok Huginn dan Muninn terbang mendekat.
"Apakah kalian melihat sesuatu yang berharga, Anak-anak?"
Melihat keduanya membuat kicauan keras, Ark menggelengkan kepalanya. Pemuda itu hanya bisa bergumam pelan dengan nada menyesal.
"Tampaknya kali ini kurang beruntung."
Ark kemudian membuat siulan lain. Setelah itu, Huginn dan Muninn terbang ke arah lain. Berpencar untuk memeriksa tempat lain.
"Apakah dua burung itu benar-benar mengerti ucapanmu, Tuan?" tanya Kurona.
Shirona juga melihat ke arah Ark dengan tatapan penasaran.
"Semua binatang bermutasi yang telah menjadi rekan kita setidaknya memiliki kebijaksanaan tertentu. Mereka cukup mengerti apa yang kita ucapkan.
Itu juga bergantung bagaimana kamu berbicara, isyarat tangan, dan cara menyampaikannya. Setidaknya, aku tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi dengan mereka."
Ark menjawab santai. Pada awalnya dia tidak percaya kalau binatang bermutasi dan manusia bisa berteman. Namun siapa sangka, ternyata dia sendiri yang mulai bisa membuat hubungan dengan beberapa binatang buas bermutasi.
Meski belum sepenuhnya memercayai mereka atau melepaskan kewaspadaan, tetapi setidaknya ...
__ADS_1
Saat ini Ark sudah menganggap mereka sebagai rekan. Para rekan yang lebih bisa dipercaya daripada kebanyakan manusia yang ditemui olehnya!
Mendengar konfirmasi dari Ark, Kurona dan Shirona saling memandang. Mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya bisa semakin kagum dengan senior yang selama ini mereka puja.
***
Sementara itu, di tempat Stacy, Lisa, dan Violet Sword berada.
"Woah! Bukankah Ketua Bau bilang ini tempat persembunyian para kanibal? Kenapa ada zombie di tempat ini?!"
Melihat banyak kanibal yang bergegas keluar, Lisa tampak terkejut. Bahkan Stacy yang siap secara mental juga tidak menyangka kalau penampilan para kanibal bisa begitu mengerikan.
"Hanya sedikit orang, bunuh mereka!!!"
Salah satu kanibal meraung dengan ekspresi ganas. Banyak kanibal kemudian bergegas maju. Meski tidak terbiasa dengan cahaya luar, tampaknya mereka tidak ingin tinggal di dalam ruang parkir bawah tanah terlalu lama.
"HEHEHEHE~"
Lisa tiba-tiba tertawa aneh. Mendengar tawa itu, Stacy, Roxanne, dan anggota Violet Sword langsung memiliki firasat agak buruk.
"Para saudari, tolong tahan mereka sebentar."
Setelah mengatakan itu, Lisa bergegas ke kereta. Dalam sekejap, dia kembali dengan bungkusan besar.
Ding!
Ketika benda itu jatuh ke aspal, suara logam terdengar.
Bungkusan dibuka dan Lisa mengambil sebuah pedang besar. Panjangnya sekitar 175 cm dengan tebal bilah 30 cm, bahkan cukup tebal.
Lebih tinggi daripada Lisa itu sendiri.
Mencium bilah pedang tersebut, Lisa tertawa.
"PARA IBLIS, CUCI LEHER KALIAN UNTUK MENYAMBUT PUSAKA KESAYANGAN NONA INI!!!"
"BERI JALAN!!!"
Setelah mengatakan itu, Lisa langsung berlari ke depan dengan sembrono. Melihat gadis itu, tidak berniat melambat, Stacy dan wanita-wanita lain menjadi agak muram. Mereka semua langsung menyingkir dari jalan.
"BIARKAN LANGIT SURAM BERGEMURUH ... CYCLONE SLASH!!!"
Gadis pendek dengan pedang besar itu langsung membuat gerakan berputar seperti gasing. Saat dia lewat, para kanibal yang ada di sekitarnya langsung ditebang. Benar-benar dipotong dengan sangat mudah.
Melihat betapa gilanya gadis kecil itu, bahkan para kanibal memilih untuk menyingkir atau mundur. Namun tetap saja, lebih dari dua puluh orang ditebang oleh gadis gila itu.
Setelah beberapa saat, gadis itu berhenti berputar. Dia kemudian berjalan mundur sambil terhuyung.
"BLEEERRGGHH!!!"
Membuka sedikit topengnya, Lisa langsung menyemburkan sarapannya seperti air terjun.
Setelah beberapa saat, Lisa menyeka mulutnya dan menutup topengnya. Kemudian dia menatap Stacy, Roxanne, dan anggota Violet Sword lain sambil mengangkat jempolnya.
Merasa bangga dan keren, padahal sebenarnya tampak begitu ceroboh dan bodoh! Namun tidak ada yang bisa menyangkal ...
Gadis kecil itu sebenarnya sangat kuat!
__ADS_1
>> Bersambung.