
Sementara itu, di sisi selatan.
"Laporkan berapa banyak yang masih selamat!"
Memiliki penampilan berantakan, Zander berkata dengan nada kesal.
Di sekitarnya, banyak mayat manusia dan bangkai-bangkai lebah yang mereka bunuh. Meski mereka selamat, harga yang perlu mereka bayar benar-benar mahal.
"Lapor, Pak! Termasuk anda, pasukan yang tersisa berjumlah 46 orang!"
"Sampah! Kita benar-benar kehilangan terlalu banyak orang! Area yang kita jelajahi belum sampai 10%, tetapi begitu banyak yang mati!"
Zander mengutuk. Saat itu, dia mengingat sosok Hades yang tampak begitu tenang. Pria itu juga mengingat apa yang diucapkan dari ketua Dark Caravan tersebut.
'Tidak! Sekali lagi ... kamu yang berhutang kepadaku, Julian.'
Mengingat kalimat tersebut, Zander tiba-tiba merasa aneh, bahkan sedikit takut. Seolah-olah, sejak awal Ark mengetahui apa yang sebenarnya akan orang-orang hadapi.
"Seharusnya tidak. Aku hanya terlalu banyak berpikir," gumam Zander.
Pria itu menggelengkan kepalanya. Meski Dark Caravan memang kuat, mustahil bagi mereka untuk berkeliling dan menyelidiki semua tempat berbahaya dengan bebas. Semakin memikirkannya, dia semakin yakin.
"Apakah kita akan kembali, Pak?"
"Hah?!"
Ucapan salah salah satu bawahannya membuat Zander mendengus dingin. Dia langsung menatap pria tersebut dengan tatapan ganas.
"Aku tidak tahu apakah kelompok lain bertemu dengan masalah lain atau hanya kita yang kurang beruntung. Namun, kita tidak boleh mundur!
Setidaknya kita harus mencari data lebih banyak! Jangan sampai martabat Imperial Tiger dijatuhkan oleh para jelata. Kita tidak boleh diungguli oleh mereka!"
Mendengar ucapan Zander, orang-orang tampak bingung. Meski mereka juga bangga dengan posisi Imperial Tiger, tetapi mereka tidak begitu ekstrem. Hampir semua anggota Imperial Tiger masih manusia biasa yang suka keuntungan, suka berada di tempat lebih tinggi, tetapi juga takut mati.
"Selain di kelompok kita, tadi terdengar juga teriakan dari berbagai arah. Jadi seharusnya, tidak hanya kelompok kita ...
Tapi kelompok lain juga menderita!"
"Jika demikian, bukankah kita harus segera menarik diri?"
"Bodoh! Justru itu alasan kenapa kita harus bertahan!"
"Maaf?" Bawahan Zander benar-benar tampak bingung.
"Kita akan beristirahat di tempat ini satu jam. Istirahat cukup, pastikan untuk memulihkan energi.
Tampaknya banyak makhluk berbahaya di hutan ini, jadi kita harus tetap siap."
Sebagai orang yang ditunjuk untuk memimpin pasukan pengepungan, Zander jelas bukan pria tanpa otak. Meski sombong, tetapi dia memang memiliki kemampuan berpikir yang layak. Hanya saja, perubahan dunia yang berlebihan telah membatasi imajinasinya.
__ADS_1
Satu jam kemudian, Zander melihat ke arah orang-orangnya. Meski tampak berantakan, mereka lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Masih kelelahan, tetapi memiliki tekad untuk bertarung!
"Kalau begitu kita lanjutkan ekspedisi!"
***
Sementara itu, di bagian tenggara taman kota.
"Apakah kalian telah memiliki istirahat cukup?"
Ark melihat ke arah anggota Silver Cross. Orang-orang itu langsung menjawab serempak.
"Kami siap, Pak!"
"Bagus," ucap Ark datar.
Setelah pertempuran, Ark menyuruh mereka untuk memotong bagian kepala ulat sutera raksasa. Pada awalnya mereka bingung, tetapi dia menjelaskan dengan sabar.
Ark meyakinkan mereka kalau kelompok lain pasti akan kehilangan banyak anggota. Hal tersebut pasti akan membuat mereka (Silver Cross) dicurigai. Jadi, apa yang mereka perlu lakukan adalah membawa bukti.
Tentu saja, Ark tidak akan bilang kalau kepala makhluk itu bisa dikeringkan lalu ditumbuk halus.
Bubuknya sangat cocok untuk pupuk Devil's Vines, membuat tanaman menjadi lebih elastis tetapi juga kuat. Lebih sulit untuk diputus atau dipotong!
'Siapa yang cukup bodoh untuk mengabaikan tenaga kerja gratis.'
"Kamu benar-benar baik, Hades! Terima kasih telah mengingatkan kami."
Julian berkata dengan tulus. Membawa bukti jelas membuat mereka terhindar dari masalah yang tidak perlu.
"Kita akan masuk ke area lebih dalam untuk survei. Membawa benda itu membuat kalian tidak bisa bertarung, jadi kumpulkan di satu tempat lalu ambil ketika kembali!"
"Baik, Pak!" jawab mereka serempak.
Sambil berjalan ke depan, Julian bertanya kepada Ark dengan ekspresi penasaran.
"Aku tahu kalau pertarungan sebelumnya cukup sengit, tetapi kenapa kita beristirahat begitu lama, Hades?"
"Karena itu adalah apa yang kelompok lain lakukan.
Selama mereka selamat dengan cara menghabisi musuh dan tidak melarikan diri, mereka pasti memilih beristirahat."
"Untuk memulihkan energi?"
"Ya. Namun bagi orang yang sedikit lebih pintar, khususnya yang memiliki posisi tinggi, ini adalah bagian trik sederhana untuk mengurangi anggota kelompok pesaing.
Aku sendiri yakin, dari delapan pasukan di berbagai arah, kecuali kita ... mungkin hanya dua atau tiga kelompok yang berhasil melawan tanpa melarikan diri."
"Lagi-lagi Imperial Tiger. Bagaimana mereka begitu kejam! Daripada memilih untuk mundur, mereka malah mencoba menghabisi kami di tempat ini!"
__ADS_1
Julian menggertakkan gigi. Pria tersebut tampaknya marah dan semakin jengkel dengan kelakuan Imperial Tiger. Ark puas ketika melihat penampilan Julian.
"Lupakan! Daripada memikirkan orang yang tidak peduli dengan kita, lebih baik kita memikirkan diri kita sendiri."
Melewati semak-semak dan sampai di area datar luas, Ark tiba-tiba membuat gerakan agar orang-orang di belakang diam.
Tidak seperti bagian hutan lain, bagian atas tidak tertutup ranting dan dedaunan.
Di tengah tanah datar dan berumput, tampak sisa tunggul pohon besar. Kering dan kontras jika dibandingkan dengan area lain yang subur.
Di atas tunggul pohon, tampak seekor makhluk besar. Ukurannya kira-kira sebesar mobil Mini Cooper!
"Hades, ini ..."
"Kalian lebih baik diam."
Melihat makhluk tersebut, Ark mengerutkan kening. Pemuda itu tidak tahu apakah dirinya beruntung atau kurang beruntung. Sekarang dia kembali bertemu makhluk langka, tidak kalah dengan Rotten Ghost Mantis!
Tubuh besar dan padat seperti mobil dilapisi oleh cangkang keras berwarna cokelat tua, mengkilap ketika terkena cahaya. Di atas kepala kecil, tampak tiga tanduk besar dan tajam membentuk trisula.
Penampilannya benar-benar mirip dengan kumbang atlas, tetapi dengan ukuran raksasa dan tampak lebih ganas!
"Amati pemandangan sekitar dengan baik-baik. Setelah itu, kita mundur dan kembali beristirahat."
Ark langsung memberi perintah.
"Kita tidak melawannya?"
Mendengar pertanyaan Lisa, sudut bibir Ark berkedut.
"Apa yang kita perlu lakukan hanyalah melakukan observasi. Mengamati lingkungan dengan baik lalu membuat laporan.
Jangan bertindak terlalu sembrono. Bahkan jika makhluk itu tampak tenang dan damai, bukan berarti makhluk tersebut tidak berbahaya!"
Ya. Kumbang raksasa tersebut berjemur di bawah matahari. Memejamkan mata, tampaknya memilih tidur siang daripada memerhatikan beberapa makhluk kecil (manusia) yang tidak berbahaya baginya.
Meski tampak sombong, tetapi Ark mengetahui dari mana kepercayaan diri itu berasal.
Pedang biasa, rongsokan tua yang lapuk benar-benar tidak mungkin digunakan untuk merusak cangkangnya!
Bahkan pedang baru Ark masih kalah dalam hal ketangguhan dan kekokohan!
Tentu saja, pedang Ark sendiri memiliki kelebihan yaitu sangat tajam dan ringan. Pemuda tersebut juga bisa membunuh makhluk tersebut. Namun, sangat menyakiti hatinya untuk membiarkan makhluk cantik itu mati secara sia-sia.
Belum lagi, jika bertarung ... pertarungannya juga pasti sangat berat.
Oleh karena itu, Ark memilih untuk berbaring sambil menunggu.
>> Bersambung.
__ADS_1