Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Lebih Mudah


__ADS_3

Penjual dan pembeli, begitulah cara Sword of Sufferings berbisnis di kota ini.


Sword of Sufferings akan menjadi pedagang yang akan membeli berbagai barang yang orang-orang jual dengan harga menguntungkan baginya, tetapi tidak merugikan orang-orang. Hubungan mereka tidak memiliki keterikatan yang mendalam.


Lagipula, cabang Sword of Sufferings di kota ini belum benar-benar dibuka. Alasannya sederhana, belum ada orang yang pantas dipilih sebagai anggota cabang.


Perlahan tapi pasti, orang-orang yang mulai mengembalikan fisik sehat mereka menjadi lebih berani untuk menjelajah. Berusaha mendapatkan keuntungan besar dengan resiko tinggi.


Dengan begitu, waktu kembali berlalu.


***


Satu minggu kemudian, di ruang bawah tanah sebuah supermarket.


“Wow! Tampaknya ini adalah bos wilayah ini, Kak!”


Lisa berkata dengan ekspresi bangga. Di kejauhan, tampak sosok kelabang raksasa dengan lebar tubuh 3 meter dan panjang tubuh lebih dari 60 meter. Seluruh kerapas hitam yang menutupi tubuhnya tampak berkilauan seolah terbuat dari paduan logam. Makhluk itu memiliki dua tanduk besar dan dua tanduk kecil di atas kepalanya.


“Kekuatan dan kecepatan bagus. Selain itu, pertahanannya sangat kuat. Aku sarankan untuk menerima miracle root makhluk ini. Lagipula, kamu bilang kalau dirimu selalu iri dengan kemampuan exo-skeleton, kan?”


Mendengar ucapan Ark, Lisa menyeringai. Dia mencabut pedangnya lalu berkata dengan seringai ganas di wajahnya.


“KALAU BEGITU AKU AKAN MENERIMANYA DENGAN SENANG HATI!”


“Senang melihatmu puas.” Ark mengangkat bahu. “Kebetulan aku juga kekurangan bahan untuk membuat senjata dan peralatan baru.”


“Itu salahmu sendiri karena suka bertarung dengan berbagai monster tak masuk akal, Kak. Kamu merusak banyak peralatan dan senjata bagus.”


“Bukankah peralatan kuat memang digunakan untuk membantu melawan musuh kuat? Memangnya kamu pikir aku membuatnya hanya sebagai pajangan?”


Mendengar itu, Lisa menjulurkan lidahnya. Pada saat itu juga, sosok kelabang hitam raksasa yang tidur terganggu dengan kebisingan Ark dan Lisa. Membuka beberapa pasang mata merah, makhluk itu langsung membuat suara raungan aneh.


Kelabang hitam raksasa itu jelas melihat dua sosok kecil yang merusak pemandangan. Menyadari kalau sarapan dikirim ke rumahnya, makhluk itu langsung melesat ke arah Ark dan Lisa dengan kecepatan luar biasa sambil membuka mulutnya.


“Kenapa kamu tidak bergerak, Kak? Apa yang kamu tunggu?”


“Aku hanya akan menyerang ketika kamu membutuhkan bantuan.”


“...”


Mendengar ucapan Ark, sudut bibir Lisa berkedut. Dia hendak mengatakan sesuatu, tetapi langsung tertegun ketika melihat Ark sudah menghilang dari sisinya. Menarik napas dalam-dalam, gadis itu memegang erat gagang pedang sambil menatap kelabang raksasa dengan ekspresi penuh dengan kebencian.


Pertarungan keduanya pun akhirnya dimulai.


BLARRR!!!

__ADS_1


Ledakan yang mengguncang bangunan supermarket terdengar. Sudah hampir dua jam Lisa bertarung dangan makhluk itu, tetapi masih belum menemukan titik terang.


Lisa keluar dari ruang bawah tanah. Saat mendarat di lantai pertama, gadis itu melihat sosok besar yang merusak lantai bangunan, keluar dari ruang bawah tanah untuk mengejarnya.


“Benar-benar keras kepala!” ucap Lisa dengan ekspresi kesal di wajahnya.


“Tetap semangat, Lisa.”


Saat itu, suara monoton terdengar. Menoleh ke sumber suara, dia melihat Ark duduk di pagar pembatas lantai dua sambil memakan topas seperti camilan. Di belakangnya, tampak Finn sedang memandang Lisa dan kelabang hitam raksasa yang sedang bermain kejar-kejaran dengan ekspresi bersemangat di wajahnya.


“TURUN DAN BANTU AKU, KETUA BAU!”


“Kamu biasanya malas latihan. Anggap saja ini latihan langsung. Menurutku, setidaknya kamu bisa bertahan setidaknya dua atau tiga jam lagi.”


“PSIKOPAT GILA!”


BLARRR!!!


Ketika Lisa berteriak, kelabang raksasa langsung menabrak gadis itu dengan keras. Seluruh supermarket langsung berguncang dan asap debu berterbangan. Melihat itu, Ark sama sekali tidak berniat untuk membantu. Dia sangat yakin gadis kecil itu baik-baik saja. Jadi ...


Pemuda itu masih makan camilan dengan tenang tanpa mengucap sepatah kata.


***


“Kerja bagus, Lisa.”


Ark duduk di atas bangkai kelabang hitam raksasa yang hampir menghancurkan supermarket dengan ekspresi tenang di wajahnya. Lisa yang berbaring terlentang dengan napas naik-turun tidak mengatakan apa-apa, hanya mengacungkan dua jari tengah kepada Ark.


Setelah istirahat sebentar, Lisa segera pergi untuk menyerap miracle root. Sementara itu, Ark langsung membagi tubuh kelabang raksasa menjadi tiga bagian masing-masing sepanjang dua puluh meter. Kemudian, barulah dia menyuruh Finn memakan bagian belakang, Huginn dan Muninn bagian tegah, sementara dirinya sendiri di bagian depan.


Sebelum makan, dia mengingatkan.


“Ingat. Jangan asal merusak bagiak kerapas karena itu masih berguna.”


Usai mengatakan itu, mereka pun memakan hidangan utama mereka. Meski penampilan Ark ketika makan sangatlah tidak wajar, tetapi dia tidak peduli asalkan dirinya bisa menjadi lebih kuat. Lagipula, ini bermanfaat bagi tubuhnya dan itu adalah alasan yang cukup untuk Ark.


Selesai makan, Ark langsung memilah beberapa bagian terbaik dari kerapas dan tanduk yang akan disimpan untuk dirinya sendiri. Sedangkan sisanya, biarkan saja para ksatria mengangkutnya besok.


Tepat menyelesaikan pemilihan bahan, akhirnya proses penyerapan miracle root Lisa selesai. Mereka pun kembali ke markas tanpa banyak bicara. Tampaknya gadis itu masih agak kesal kepada Ark atas apa yang dilaluinya.


Sesampainya di markas, mereka berdua cukup terkejut ketika melihat sosok Tyler yang juga baru tiba.


“Ke-Ketua ...”


Tyler langsung mendekati Ark lalu menyerahkan bungkusan yang penuh dengan bekas darah. Penampilan pemuda itu juga tampak berantakan. Meski tidak ada bekas gigitan zombie, dia jelas mengalami luka dari besi, kaca, dan beberapa benda lain ketika melarikan diri sehingga seluruh tubuhnya penuh dengan luka.

__ADS_1


Pada saar membuka bungkusan, ekspresi terkejut tampak di wajah Ark.


“Dari mana kamu mendapatkan benda ini?”


“Toko obat tradisional terbaik di kota.”


Mendengar itu, Ark tertegun. Dia kemudian menatap ke arah Tyler sambil berkata.


“Kamu benar-benar sembrono. Pergi melakukan berbagai tindakan beresiko tinggi semacam ini satu minggu penuh. Apakah kamu tidak lelah? Tidak takut mati?”


“...”


Melihat Tyler memandangnya dengan ekspresi serius, Ark menghela napas panjang. Dia kemudian berkata.


“Kamu telah mengumpulkan berbagai tanaman berharga. Total poinmu sudah cukup ditukarkan 3 botol potion khusus. Aku pernah berkata kalau ramuan ini hanya bisa ditukar lima kali. Jadi kamu bisa menukar dua ramuan lagi setelah mengumpulkan cukup poin.


Selain itu, kamu juga sudah menyelesaikan persyaratan untuk mendaftar masuk ke cabang Sword of Sufferings yang akan di buka di kota ini.”


Mendengar ucapan Ark, bukan hanya Tyler, tetapi seluruh kelompok pemetik herbal juga terkejut.


“Maksud anda ...”


“Kamu bisa mendaftar, tetapi ada syarat yang harus dipatuhi. Beberapa syarat tersebut adalah kesetiaan mutlak, melakukan tugas wajib, dan banyak hal lain. Sebagai gantinya, kamu akan mendapatkan pelatihan, senjata, dan juga jatah makan setiap hari.


Kamu bisa memikirkannya baik-baik, dan kita bisa membahas hak dan kewajiban anggota besok di kantorku. Selain itu, anggota lain juga sama. Selama kalian bisa mengumpulkan poin untuk ditukar dengan 3 botol potion khusus (ramuan evolusi level 1), kalian memenuhi syarat untuk mendaftar.


Tentu saja, syarat ini hanya untuk 10 orang pertama. Berikutnya, minimal memiliki poin untuk menukar 5 botol potion khusus.”


Setelah mengatakan itu, Ark menepuk pundak Tyler lalu pergi bersama dengan Lisa. Orang-orang hanya bisa melihat ke arah pemuda itu dengan ekspresi iri di wajah mereka. Semua orang tidak tahu, ternyata ada hal semacam itu.


Menjadi anggota Sword of Sufferings yang kuat dan disegani ... semua orang menjadi panas karena bersemangat.


Sementara itu, Ark yang telah kembali ke kamarnya berkata kepada Lisa.


“Apakah ada yang salah?”


“Kamu bisa mengendalikan keinginan mereka secepat itu?” tanya Lisa dengan ekspresi serius.


“Bukankah aku sudah mengatakannya beberapa hari yang lalu. Dibandingkan berurusan dengan banyak kelompok yang merepotkan dan perlu banyak pertumpahan darah ...”


Ark menoleh, menatap tepat ke mata Lisa sambil menyeringai.


“Mengendalikan orang-orang putus asa di kota yang akan jatuh jauh lebih mudah.”


>> Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2