Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pilihan Jay


__ADS_3

Tiga hari berlalu begitu saja.


Dalam waktu tiga hari, banyak hal telah terjadi. Dipimpin oleh Ark sendiri, Sword of Sufferings menemukan banyak bahan di area lingkaran luar.


Mereka mendapatkan banyak buah, tanaman bermutasi, dan beberapa bahan untuk dibuat menjadi peralatan.


Hanya dalam tiga hari, para pengrajin yang dibawa oleh Ark telah membuat banyak sekali anak panah dan beberapa busur. Para koki telah membuat makanan kering dan mengambil banyak sari buah. Ark sendiri juga membuat banyak potion penawar racun, penambah energi, dan lainnya.


Cukup tiga hari, mereka telah membuat semua keperluan dasar yang diperlukan untuk tinggal dan mengembangkan kelompok di kota ini. Hanya saja, mereka belum melakukan renovasi dan pembangunan secara permanen.


Mengikuti keputusan Ark, mereka hanya menyiapkan beberapa kebutuhan setelah itu pergi ke lingkaran tengah untuk mencari tempat tinggal yang cocok.


Sementara banyak prajurit sibuk berlatih di halaman depan, tampak dua orang yang berlatih jauh dari mereka.


Keduanya adalah Ark dan Angelica. Dalam tiga hari ini, Ark melatih wanita itu secara pribadi.


“Tidak baik. Jika terus seperti ini, kamu tidak bisa mewujudkan impianmu, Angelica.”


Bruak!


Sosok Angelica terhempas beberapa meter. Meski tubuhnya penuh dengan lecet karena berguling-guling di jalanan, dia langsung bangkit.


Wanita itu bergegas ke arah Ark secepat yang dia bisa. Angelica menebas dengan tegas dan kejam. Sama sekali tidak ada keraguan dalam setiap serangan.


Jika diperhatikan baik-baik, gerakan Angelica sudah mirip dengan teknik pedang dari prajurit Sword of Sufferings. Ya, dia menguasai dasar-dasarnya hanya dalam tiga hari.


Meski begitu, tidak banyak prajurit yang iri ketika melihat Angelica dilatih secara pribadi.


Menurut peraturan asli, prajurit yang terpilih harus melewati pelatihan dasar selama dua minggu. Selain itu, untuk menembus batasan dan melakukan evolusi, paling cepat membutuhkan 20 hari karena hanya diberi 1 botol ramuan setiap 2 hari.


Alasan Angelica dilatih secara khusus jelas karena menjadi pengikut pertama di kota ini. Meski mendapatkan keistimewaan dilatih secara pribadi dan konsumsi 1 botol ramuan evolusi setiap hari, tetapi apa yang perlu dilakukan juga berat.


Bisa dibilang, Ark memaksa wanita itu untuk mencerna pelajaran 1 bulan dalam waktu 10 hari.


Jika itu pelajaran biasa, maka para prajurit akan memakluminya. Namun, mereka hanya bisa kasihan kepada Angelica. Dalam pelajaran normal, mereka sudah sangat kelelahan baik fisik maupun mental.


Sedangkan untuk meringkasnya menjadi 10 hari. Daripada latihan, orang-orang itu menganggapnya sebagai siksaan atau percobaan pembunuhan secara perlahan.


“Tidak. Jika kamu melakukan gerakan semacam itu, kakimu sudah putus digigit binatang bermutasi.”


Bruak!

__ADS_1


Ark menendang kaki Angelica dengan ‘ringan’. Wanita itu langsung berguling jalanan menggigit bibir sambil menahan rasa sakit yang luar biasa ketika tulangnya hampir retak.


Ya. Mungkin Ark telah menahan serangannya. Jika dia serius, tendangan atau sentilan ringan bisa meledakkan tubuh manusia biasa. Namun, walau pemuda itu membatasi kekuatan serangannya, tetapi dia juga membuat setiap serangannya terasa menyakitkan.


Paling tidak, hampir mencapai batas toleransi rasa sakit yang bisa ditanggung manusia.


Jadi, setiap serangan yang mendarat di tubuh Angelica benar-benar sangat menyakitkan. Bahkan, di hari pertama wanita itu terus muntah dan bertarung dengan wajah berlinang air mata. Itu membuat banyak prajurit diam-diam merasa bersyukur mendapatkan latihan normal dan guru baik seperti Darin dan Yonas.


Tubuh Angelica gemetar karena lelah dan sakit, tetapi masih berdiri. Wanita itu memandang Ark dengan ekspresi tegas sambil memegang erat gagang pedang dengan kedua tangannya.


Ark memiringkan kepalanya. Tanpa perubahan emosi, pemuda itu berkata.


“Kalau begitu mari kita lanjutkan.”


Dengan demikian, latihan pun berlanjut.


Satu jam berlalu begitu saja.


Di dalam markas, Angelica yang tubuhnya penuh lecet dan beberapa tempat membiru dirawat oleh Roxanne.


Meski racun di tubuh sudah sembuh, kulit kasar menjadi halus, dan tidak lagi begitu kurus, sebagian wajah Angelica masih belum sembuh. Kecuali menyerap miracle root yang berhubungan dengan regenerasi, jelas mustahil untuk disembuhkan.


Selain wajah yang mengerikan, sosok Angelica sekarang bisa dibilang ‘panas’. Namun, hal tersebut sama sekali tidak membuat Roxanne cemburu. Sebaliknya, dia merasa agak khawatir.


“Tidak perlu, Nona Roxanne. Aku bisa menanggung sedikit kesulitan semacam ini.”


Angelica membalas dengan tegas. Walau merasa tubuhnya hampir hancur setiap hari, dia masih menggertakkan gigi dan menerima semuanya dengan kemauan yang luar biasa.


Mendengar jawaban tersebut, Roxanne hanya bisa menghela napas panjang.


“Kalau begitu beristirahatlah setelah makan.”


“...”


Angelica tidak langsung menjawab, tetapi hanya diam. Wanita itu merasa cukup tersentuh karena kebaikan Roxanne. Menoleh ke samping, dia menatap mata Roxanne sambil bertanya.


“Apakah menurutmu penampilanku tidak mengerikan? Kenapa kalian tidak merasa jijik dan takut melihat wajahku?”


“Aku tidak menganggapnya menjijikkan, tetapi memang sedikit mengerikan. Daripada jijik, sebenarnya kami semua merasa kasihan kepadamu. Sebenarnya, kamu itu cantik.”


“Aku? Cantik?”

__ADS_1


Mendengar itu, Angelica merasa agak bingung. Sebelum apocalypse, dia hanyalah gadis polos biasa. Setelah apocalypse, dia dianggap sebagai monster menjijikkan.


Angelica sama sekali tidak menganggap dirinya sendiri cantik. Belum lagi ketika melihat wajah Roxanne yang nyaris sempurna. Bukan hanya merasa iri, dia juga merasa inferior.


Roxanne menyentuh wajah Angelica dengan lembut. Mengetahui apa yang dipikirkan oleh wanita itu, dia berkata.


“Kamu cantik. Tuan akan segera mengembalikan kecantikanmu, jadi kamu tidak perlu merasa rendah diri.


Meski begitu, kamu juga harus mengetahui batasan. Kamu telah diselamatkan, diberi kekuatan, dan kehidupan lebih nyaman. Jadi, seperti apapun yang kita capai di masa depan, kita tidak boleh melupakan apa yang kita terima.”


Mendengar itu, Angelica mengangguk.


“Aku mengerti, Nona Roxanne. Aku bukanlah orang yang tidak tahu rasa terima kasih.”


Melihat ke arah Angelica, Roxanne tersenyum lembut. Merasa bujukan dan manipulasi pikiran bawah sadar berjalan dengan baik, dia berkata.


“Senang kamu juga memiliki pemikiran seperti itu, Angelica.”


***


Sementara itu, di tempat Jay berada.


Duduk di atas atap bangunan lantai dua, pria itu menyembunyikan diri sambil mengawasi sebuah pertempuran yang terjadi tidak jauh dari tempatnya berada.


Melihat pertarungan sengit di bawah, pria itu sama sekali tidak mengubah ekspresinya. Karena sering mengalami pertempuran berdarah dan bertaruh nyawa, Jay menganggap hal semacam itu sudah biasa. Setidaknya, itu tindakan normal yang dilakukan di dunia kacau ini.


‘Aku dengar, orang-orang dari Golden Maple Group suka menyamar ketika menjarah dan menyerang kelompok lain. Itu benar-benar membuatku kerepotan.’


Setelah mengetahui apa yang dilakukan Golden Maple Group, Jay merasa ragu untuk kembali. Membayangkan kedua orang tua yang dicintainya berubah menjadi sosok berdarah dingin yang menggunakan nyawa manusia sesuka mereka membuatnya tidak sanggup melangkahkan kakinya.


Dalam tiga hari ini, Jay menemukan informasi kalau biasanya orang-orang yang diculik dibawa ke tempat rahasia tersembunyi. Tempat dimana mereka melakukan eksperimen manusia.


‘Tampaknya hanya perseteruan antar kelompok kecil biasa.’


Menyadari kalau sekarang dia sama sekali tidak bisa menemukan petunjuk berarti, Jay menghela napas panjang.


Jay hanya ingin menemukan lokasi eksperimen manusia. Memastikan kalau itu benar-benar ada lalu menghancurkannya. Setelah itu, baru memutuskan untuk menemui kedua orang tuanya atau pergi sambil mencoba menganggap kedua orang tuanya telah mati.


“Jika menemukan pintu belakang tidak bisa dilakukan ...”


Ekspresi Jay berubah menjadi muram. Setelah membulatkan tekad, sekali lagi dia menghela napas panjang.

__ADS_1


“Tampaknya aku harus datang lewat pintu depan.”


>> Bersambung.


__ADS_2