Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mencapai Kesepakatan Dengan Crocodile


__ADS_3

Sementara itu, di tempat Ark berada.


“Apakah kamu sudah memikirkannya baik-baik, Crocodile?”


Di ruang bawah tanah yang luas tanpa ada barang-barang lainnya, Crocodile dan para bawahannya diikat.


Setelah pertempuran, mereka jelas tidak akan dilepaskan secara langsung. Sebagai gantinya, mereka akan menjadi tahanan perang. Jadi, sekarang Crocodile sedang membicarakan kesepakatan untuk melepaskan Cursed Berserkers dan menghindari pembunuhan mereka.


Bukannya menjawab pertanyaan Ark, Crocodile malah balik bertanya.


“Kenapa kamu tidak langsung membunuhku?”


“Apakah kamu benar-benar ingin mengetahui jawabannya?” tanya Ark.


“...”


Crocodile mengangguk berat, menatap Ark dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Aku tidak langsung membunuhmu karena aku percaya padamu.”


“HAH?!”


Mendengar ucapan tidak bermutu dari mulut Ark, emosi Crocodile langsung tersulut. Dia memelototi pemuda itu sambil berteriak.


“JANGAN BERCANDA DENGANKU! JANGAN PIKIR BISA MENGHINAKU HANYA KARENA-“


“Aku serius. Alasan kenapa aku melepaskanmu karena percaya kamu memiliki bakat. Hanya saja, tampaknya bakat itu belum terbangun. Jadi, aku menunggu bakatmu bangun.”


Mendengar itu, ekspresi Crocodile menjadi berat. Dia kemudian berkata.


“Apakah kamu bodoh? Apakah kamu tidak takut balas dendamku?!”


“Tidak. Sebaliknya, aku menantikan balas dendam kalian. Jadi kalian harus bangkit dan menjadi lebih kuat. Panjat tempat lebih tinggi untuk menantangku ...”


Ark merentangkan kedua tangannya sambil memasang ekspresi datar.


“Lalu biarkan aku menjatuhkan kalian dari atas sampai hancur berkeping-keping. Bukankah itu terlihat indah? Bukankah itu akan mewarnai kehidupan membosankan dan dipenuhi warna kelabu ini?”


Mendengar itu, ekspresi mereka berubah menjadi pucat. Orang-orang dari Cursed Berserkers sama sekali tidak menyangka, ternyata ada orang yang lebih gila dan otaknya tidak beres dibandingkan dengan mereka!


“Kamu akan menyesalinya,” gumam Crocodile.


Walau mendengar ucapan Crocodile, Ark berpura-pura tidak mendengarnya. Dia malah langsung bertanya.


“Apakah kamu sudah memutuskannya?”


“Apa yang kamu inginkan sebagai ganti kebebasan kami?”


“Murah. Hanya 75% dari barang-barang yang telah kalian kumpulkan.”


Mendengar ucapan Ark, sudut bibir Crocodile langsung berkedut keras. Dia menatap ke arah Ark lalu berkata.


“Bunuh saja aku, Bodoh!”

__ADS_1


“Meski membunuhmu membuatku bisa mengakuisisi 100% kekayaan Cursed Berserkers, tetapi itu merepotkan karena aku harus berurusan dengan orang-orang yang tersisa di markas. Walau jumlah bukan masalah, aku tidak ingin buang-buang waktu untuk mengurus hal yang tidak perlu.”


“...”


Perkataan Ark jelas menyinggung perasaan semua nggota Cursed Berserkers. Meski begitu, mereka tidak bisa membantahnya karena kekatan Ark itu memang nyata. Sama sekali tidak dibuat-buat.


“Lalu turunkan syarat kalian!” ucap Crocodile.


Ark mengelus dagu. Beberapa saat setelah berpikir, pemuda itu kembali berkata.


“Kalau begitu 65% dari total kekayaan kalian. Entah itu sumber makanan, tanaman, dan benda-benda yang berguna.”


“Masih terlalu berat.” Crocodile mencoba menawar.


“Tidak bisa.” Ark menggelengkan kepalanya. “Jika keuntungan terlalu rendah, lebih baik menambah usaha agar apa yang aku dapatkan cukup.”


Mendengar itu, Crocodile menggertakkan gigi. Pria itu kemudian berkata.


“Paling banyak, kami hanya bisa memberi 55% dari harta kami.”


“Kalau begit 10% akan diganti dengan perempuan. Jumlahnya 100 orang, 10 orang untuk ganti 1% harta. Juga ...” Ark memiringkan kepalanya. “Aku akan memilihnya sendiri.”


“...”


Semua orang terdiam. Jelas, mereka enggan untuk melepaskan harta dan wanita. Namun, mereka lebih enggan melepaskan kehidupan kecil mereka.


“Ambil 50 orang. Permintaan 100 wanita terlalu berlebihan karena kami pun tidak memiliki wanita dalam jumlah tak terbatas.”


“60 orang.”


“...”


“70 orang.”


Melihat Ark tetap diam, Crocodile menggertakkan gigi. Dia merasa semakin marah. Setelah keluar dari penjara, pria tersebut sama sekali tidak pernah menerima penghinaan seperti itu. Jadi, dia benar-benar merasa marah sekaligus tidak berdaya.


“75 orang!”


“Sepakat.”


Ark mengangguk datar. Sebenarnya, dia tidak ingin menggunakan harta sebagai pertukaran karena tidak bisa menjamin 100% wanita dari Cursed Berserkers setia dan tidak membuat masalah.


Alasan kenapa pemuda itu masih memilihnya jelas karena bujukan dari para wanita dari Golden Rose. Jadi, akhirnya dia memilih untuk mengambil mereka sebagai pekerja. Jumlahnya jelas tidak 100 orang karena terlalu banyak.


Bukan hanya menghabiskan jumlah makanan berlebihan. Ark merasa mereka kurang berguna. Hanya bisa melakukan pekerjaan ringan, tidak bisa bertarung, dan masih ada beberapa kekurangan lain. Namun, tidak bisa disangkal kalau wanita memang masing dibutuhkan.


‘Dengan mengambil 55% persen harta dan membawa kembali berbagai pohon berry di hutan sekitar, masalah makanan seharusnya masih bisa diatasi.’


Sekarang, sumber makanan Sword of Sufferings juga menipis. Meski bisa memburu zombie, tetapi itu tidak efektif dan tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Oleh karena itu, dia berencana untuk mencari sumber karbohidrat seperti kentang bermutasi, ubi jalar, dan semacamnya.


Hanya saja, karena kota ditutupi kabut dan tanaman mengalami mutasi berbeda, Ark tidak bisa menjamin semuanya.


Terlebih lagi, di lingkungan seperti ini, hampir mustahil menemukan Devil’s Vines. Jadi, selain beberapa sumber karbohidrat, sayuran yang cepat tumbuh harus diutamakan.

__ADS_1


‘Untung saja, tidak ada kekurangan sumber air di kota ini.’


Pada saat itu, suara Crocodile membangunkan Ark dari lamunannya.


“Karena kita sudah sepakat, apakah kamu bisa memberi kami sedikit makanan?”


Mendengar itu, Ark menggelengkan kepalanya.


“Kalian akan diberi air agar bisa bertahan. Makanan akan diberikan ketika kita semua melakukan perjalanan menuju ke markas Cursed Berserkers. Jadi, kapan kalian berencana kembali?”


Meski tidak peduli dengan kekuatan Crocodile dan tahanan lain, Ark tidak ingin semuanya menjadi kacau. Itulah mengapa dia memilih untuk membatasi energi mereka, bahkan membuat mereka menjadi lebih lemah.


Sampai di markas Cursed Berserkers, tidak hanya semua berjalan lebih lancar, mereka juga bisa dijadikan sandera dengan dalih pertukaran.


Jawaban Ark jelas membuat Crocodile dan rekan-rekannya menjadi lebih tertekan. Mereka tahu, semakin lama tinggal di sini, semakin sulit mereka pulih. Jadi, Crocodile menjawab dengan tegas.


“Aku ingin kembali sesegera mungkin.”


Mendengar jawaban Crocodile, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu langsung menjawab.


“Kalau begitu kita akan berangkat besok pagi.”


Setelah mengatakan itu, Ark segera pergi meninggalkan ruang bawah tanah.


Sampai di lantai pertama, dia langsung disambut oleh Roxanne. Wanita itu tampaknya penasaran dengan hasil negosiasi dengan Crocodile.


“75 wanita bisa diselamatkan. Meski sebenarnya bisa menambah sedikit lagi, tetapi hal tersebut hanya akan mengganggu perkembangan kita. Membuat beban bertambah dan juga memperlambat.”


Mendengar jawaban tersebut, Roxanne masih puas. Dia tahu kalau Ark sudah memikirkan baik-baik batas atas yang bisa Sword of Sufferings terima.


Roxanne sendiri sadar kalau Sword of Sufferings bukan regu penyelamat atau jenis pahlawan. Memberi Ark ‘beban’ semacam itu saja sudah membuatnya cukup malu. Jadi, wanita itu langsung berkata.


“Tenang saja, Tuan. Saya berjanji kalau 75 perempuan itu pasti akan dilatih dengan baik dan berguna bagi Sword of Sufferings.”


Sebagai tanggapan, Ark mengelus kepala Roxanne sambil berkata.


“Kalau begitu aku tunggu kabar baik darimu, Roxanne.”


***


Sementara itu, di markas Golden Maple Group.


Karena baru satu hari setelah pertempuran antara Sword of Sufferings dan Cursed Berserkers, berita belum menyebar. Hanya saja, orang-orang dari Golden Maple Group mendapatkan berita tentang Crocodile yang memimpin bawahannya menuju ke arah markas Sword of Sufferings berada.


Jadi, orang-orang yang mengumpulkan informasi segera kembali untuk memberitahu Jay dan orang tuanya.


Berbeda dengan orang tua atau orang-orang dari Golden Maple Group yang cukup khawatir tentang keselamatan Sword of Sufferings, Jay memiliki sebuah pertanyaan tersendiri dalam hatinya.


Melihat langit ditutupi kabut kelabu, pikiran pria itu melayang jauh.


‘Sebenaranya apa yang coba kamu lakukan, Ark?’


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2