Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Memberi Sambutan Hangat


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah sarapan bersama, Ark dan rekan-rekannya langsung menuju ke lokasi yang memang telah mereka tandai. Bukannya menuju ke pusat kota, mereka malah pergi ke pinggir kota, tetapi arah yang berbeda.


Melakukan perjalan dengan tenang sampai sore hari, mereka akhirnya tiba di lokasi.


Ark menatap hutan dipenuhi pohon roti setinggi 30 sampai 50 meter dengan ekspresi terkejut. Tidak menyangka akan menemukan keajaiban yang masih utuh setelah dia melakukan perjalanan pertama.


Di kehidupan sebelumnya, seluruh wilayah di kota-kota berdekatan dengan gurun benar-benar telah dirusak oleh pasukan semut. Jadi pemandangan pohon-pohon besar penuh buah semacam itu sama sekali tidak dia lihat di kehidupan sebelumnya. Entah kenapa, saat ini pemuda tersebut merasa sedikit bersemangat.


“Semua orang, pertahankan barisan. Jangan ceroboh.”


Ark langsung memberi perintah. Meski dia sendiri cukup bersemangat, tetapi pemuda itu tetap mengingatkan orang-orang. Lagipula, di tempat dimana biasanya ada cukup banyak sumber daya, pasti juga ada beberapa bahaya.


Mereka semua mulai mendekati tempat tersebut. Mereka tidak terburu-buru, hanya terus berjalan perlahan tapi pasti. Melihat buah roti berwarna hijau tua dan berbentuk bulat sebesar bola basket yang bergelantungan di cabang-cabang, semua orang merasa agak serakah. Lagipula, mereka belum pernah memakan itu sebelumnya. Namun mereka semua masih tetap terkontrol karena mengertahui alasan kenapa mereka datang ke sini.


Pada saat semuanya sedang berbaris dengan tenang, suara Ark tiba-tiba terdengar.


“Bersiap untuk bertarung!”


Mendengar ucapan Ark, lebih dari lima puluh satu orang langsung menarik senjata mereka, bahkan para prajurit yang membawa tas besar di punggung mereka.


“Tunggu dulu! Tenang, Sobat! Tenang! Aku bisa menjelaskan.”


Dari balik semaki rimbun, sosok pria kurus dan agak pendek muncul. Dia langsung mengangkat tangannya untuk menunjukkan kalau dirinya menyerah.


“Apa yang kalian lakukan di sini?”


Mendengar kalau Ark menyebut kalian dan bukan kamu, pria itu terkejut. Dia kemudian langsung berkata.


“Tampaknya kalian juga harus keluar, Teman-teman.”


Mendengar ucapan pria itu, lima orang lain muncul sambil mengangkat tangan mereka. Berbeda dengan pria kurus yang tampak ramah, ekspresi mereka tampak lebih garang.


“Kalian siapa dan apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Ark dingin.


“Kami adalah regu pengintai dari kelompok Crimson Jackals. Kami bertugas untuk memeriksa hutan sebelum kelompok utama datang.”


Saat mengatakan nama itu, pria ramah sebelumnya tampak senang. Sementara itu, beberapa orang lain menjadi lebih sombong. Hanya saja, berbeda dengan apa yang mereka harapkan, Ark dan rekan-rekannya bahkan tidak mengubah ekspresi mereka setelah mendengar nama Crimson Jackals.

__ADS_1


“Tangkap mereka. Setidaknya mereka tampak cukup berguna.”


Melihat kalau musuhnya ternyata hanya beberapa orang yang berpura-pura menjadi preman, Ark berkata datar.


Enam orang di barisan depan langsung menyarungkan pedang mereka dan bergegas ke arah enam orang di sisi berlawanan. Orang-orang itu tampak terkejut. Namun, sebelum mereka semua sempat mengatakan sesuatu, mereka langsung dijatuhkan oleh enam prajurit.


Meski biasanya tidak terlalu mencolok, prajurit level dua sudah cukup untuk membuat mimpi buruk bagi orang-orang itu.


Sekitar setengah jam kemudian, keenam orang itu baru sadar.


“Apakah kalian tidak tahu siapa kami?”


Salah satu pria yang tampak garang langsung berbicara dengan nada mengancam.


“Berisik.” Ark berkata dengan nada tak acuh.


Mendengar ucapan Ark, salah satu prajurit yang bertugas mengawasi pria itu langsung memukulnya dengan keras. Tubuhnya langsung ambruk ke tanah. Setelah beberapa pemukulan, dia kembali pingsan.


Sementara itu, empat orang lain langsung diam dan tampak pucat. Mereka jelas marah, tetapi tidak berani mengatakan apa-apa. Di sisi lain, ada satu orang yang duduk dengan tenang. Dia masih memasang senyum di wajahnya, sama seperti sebelumnya.


“Ketua tim pengintai? Nama?” Ark langsung melihat ke arah pria itu dan bertanya dengan nada monoton.


“Kamu tidak takut dibunuh?”


Ark memiringkan kepalanya. Jelas dia cukup tertarik dengan Demonte. Lagipula, tidak banyak orang yang bisa begitu tenang dalam menghadapi keadaan seperti itu.


“Mungkin karena aku sudah mengalaminya beberapa kali? Selain itu, aku yakin, selama aku berguna, aku tidak akan dibunuh.” Demonte berkata dengan senyum ramah di wajahnya.


“Aku merasa kalau pria itu mirip dengan kera, Bos.”


Leon tiba-tiba menyela dengan kalimat acak. Mendengar itu, Demonte langsung marah.


“Jangan lihat orang hanya dari penampilannya saja, Pria Besar. Dibandingkan dengan dirimu, aku pasti lebih populer.”


“Apa yang orang ini katakan, Bos? Apakah dia bodoh? Apakah perlu beberapa pukulan agar dia sadar?”


“Tenanglah, Leon.” Ark menghela napas panjang. Dia kemudian melirik Demonte. “Orang sepertimu seharusnya tidak bergabung di Crimson Jackals. Kenapa kamu melakukannya?”


“Bukankah itu sudah jelas? Kekuatan, kekayaan, dan keselamatan. Aku lebih bebas jika berada di kelompok kuat semacam ini, bukan? Jika berada di luar, semuanya pasti menjadi lebih suli sekarang.”

__ADS_1


Demonte berkata dengan senyum di wajahnya. Namun Ark bisa melihat sedikit jejak kesedihan di matanya.


Ark yang sedang duduk santai mengambil kerikit secara acak. Dia kemudian melirik ke arah satu dari empat orang yang ditahan, menatapnya dengan rasa penuh kebencian. Tampaknya tidak sabar untuk memarahi atau bahkan membunuh dirinya.


Ark dengan santai menjentikkan jarinya.


BANG!


Kepala pria itu langsung meledak seperti semangka. Daging, darah, cairan otak, dan serpihan tulang langsung memercik ke wajah tiga orang di dekatnya. Mereka semua langsung memasang wajah ngeri. Rasa mual hampir hilang karena tertutup rasa takut.


Saat itu, Ark melirik ke arah Demonte dengan tenang. Pemuda itu tampak begitu santai. Dia sekali lagi bertanya.


“Kamu tidak perlu menahan diri untuk membicarakannya. Kita punya banyak waktu, tenangkan dirimu sebelum mengatakan semuanya.”


Setelah mengatakan itu, Ark berdiri lalu pergi untuk menemui beberapa orang yang baru saja selesai berkeliling untuk melihat situasi.


Sementara itu, Demonte menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Setelah beberapa saat, senyum pahit muncul di wajahnya. Mengingat apa yang diucapkan oleh Ark sebelumnya, dia menjadi ragu. Sebenarnya dia hanya keluar untuk melakukan tugas. Siapa sangka …


Pada saat dia pergi untuk melacak binatang bermutasi, dia malah bertemu iblis.


***


Satu jam kemudian.


Saito, Draco, Leon, dan para prajurit menatap ke arah Ark. Setelah mendengar semuanya, mereka menunggu instruksi dari pemuda itu.


Sementara itu, Ark sendiri malah duduk di salah satu cabang pohon, melihat kejauhan sambil melamun. Sama sekali tidak ada yang tahu dia sedang memikirkan apa. Beberapa saat kemudian, dia melompat turun dengan ringan.


“Seperti yang kalian ketahui, Crimson Jackals adalah salah satu kelompok terbesar di kota ini. Selain itu, mereka terkenal akan kekejamannya. Aku tidak akan langsung memberi perintah, tetapi bertanya kepada kalian semua.


Menurut kalian … apa yang harus kita lakukan?”


Melihat ke arah Ark yang menatap mereka sambil bertanya dengan nada malas, orang-orang itu malah tampak bersemangat. Mereka tidak menjawab, tetapi sang ketua jelas mengetahui apa yang mereka inginkan.


“Ya … Karena mereka akan segera datang …”


Ark diam sejenak lalu berkata dengan nada main-main.


“Bagaimana kalau kita menyiapkan sambutan hangat untuk mereka?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2