
Satu minggu kemudian.
Sebuah kereta hitam yang ditarik oleh seekor husky bermutasi melaju perlahan. Di belakangnya, tampak tiga puluh lima orang yang berjalan dalam barisan.
Di tempat kusir, tampak sosok Darin yang duduk dengan tenang. Di dalam kereta, tampak tiga orang dan beberapa barang. Mereka adalah Yonas, Draco, dan Leon.
Orang-orang itu adalah anggota baru Sword of Sufferings. Menurut pengaturan dari Ark, mereka diminta untuk mengikuti misi. Biarkan mereka melakukan latihan langsung untuk mempercepat proses pembelajaran.
"Kalian akhirnya tiba."
Tidak jauh di depan mereka, sosok Ark yang duduk di punggung Finn berkata dengan santai.
Pemuda itu menuju ke lokasi terlebih dahulu untuk memeriksa situasi. Bukan hanya Ark dan Finn, tentu saja Huginn serta Muninn juga mengikuti mereka.
"Maaf membuatmu menunggu, Ketua."
Darin berkata dengan nada sopan.
"Bagaimana? Apakah tidak ada kecelakaan?" tanya Ark.
"Tidak." Darin menggelengkan kepala. "Meski kelelahan karena belum terbiasa, tidak ada yang tumbang. Tidak ada juga yang mencoba untuk melarikan diri."
"Hehehehe~ Itu sangat mengecewakan, Ketua!"
Suara Leon terdengar dari dalam kereta. Mendengar ucapannya, Darin mengerutkan kening. Sebagai orang yang Ark percaya, pemuda itu jelas tidak bodoh.
Darin mengetahui maksud Ark membawa orang-orang baru. Dia mencoba mengetes kesetiaan mereka. Itulah sebabnya Draco dan Leon ikut.
Jika ada yang mencoba melarikan diri atau semacamnya, orang itu akan segera dikejar dan dibunuh. Diperlakukan untuk memperingatkan anggota lain agar tidak macam-macam. Bisa dibilang, membunuh seekor ayam untuk menakuti monyet. Ya ... atau hal-hal semacam itu.
Tentu saja, Darin merasa agak tidak senang. Sebagai seorang guru, dia tidak ingin muridnya berkhianat lalu dibunuh. Oleh karena itu, apa yang pemuda itu bisa lakukan hanyalah membuat anggota baru segera beradaptasi. Meminta mereka menganggap Sword of Sufferings sebagai rumah mereka dan anggota lain sebagai keluarga.
Dikarenakan ucapan Leon keras, tiga puluh lima orang di belakang juga mendengarnya. Saat itu juga, mereka merasa agak ngeri, tetapi juga merasa lega.
Merasa ngeri karena takut dibunuh, dan merasa lega karena telah masuk ke dalam kelompok kuat yang tegas dan juga bisa diandalkan.
Meski baru satu minggu, perubahan besar telah terjadi pada orang-orang itu. Mereka bukan lagi pengecut, orang lemah, dan parasit yang terlalu bergantung kepada orang lain.
Orang-orang itu telah belajar untuk bertarung demi diri mereka sendiri, belajar bekerja untuk menafkahi diri mereka sendiri, dan tidak terus mengembangkan diri dalam Sword of Sufferings.
Ark melompat turun dari punggung Finn. Dia kemudian menghampiri barisan lengkap di belakang kereta dengan tatapan datar.
"Kalian pasti sudah tahu tujuan kita, bukan? Kamu ..." Ark menunjuk orang secara acak. "Kemana kita akan pergi?"
"Taman kota, Ketua!"
__ADS_1
"Kamu ..." Ark menunjuk orang lain. "Apa yang akan kita lakukan?"
"Melakukan misi pengurangan jumlah ulat sutera raksasa, Ketua!"
Mendengar itu, Ark mengangguk.
"Kita datang ke sini memang untuk melakukan misi. Meski demikian, kita tidak boleh ceroboh. Khususnya kalian, anggota baru.
Jangan terlena dengan kekuatan kecil yang baru saja kalian dapatkan. Tetap fokus, karena pertarungan ini bukanlah permainan rumah-rumahan. Jika gagal, kalian bisa mati.
Apakah kalian mengerti?"
"YA, PAK!!!" jawab mereka serempak.
"Tujuan kita kurang dari satu kilometer. Mulai saat ini, kalian harus mempersiapkan diri karena ada beberapa binatang bermutasi yang keluar dari area taman kota.
Tugas kita adalah berburu di area sekitar terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan masuk ke lingkaran luar taman kota.
Sekali lagi aku ingatkan, berhati-hati, ikuti perintah, jangan berlarian dengan sembrono, dan jangan mudah tergoda bahkan jika kalian melihat sesuatu yang mungkin berharga.
Kalau begitu ... bersiap untuk bertempur!"
"YA, PAK!!!" teriak mereka serempak.
Setelah itu, Ark meminta Darin untuk membagi tim lalu memimpin mereka. Biarkan mereka mulai berburu di area sekitar dengan tim beranggotakan lima orang.
***
Sore harinya, di pinggiran taman kota.
Setelah bertarung seharian, semua orang kembali berkumpul. Kecuali empat orang yaitu Darin, Yonas, Draco, dan Leon ... sisa tiga puluh lima orang tampak kelelahan.
Musuh yang mereka hadapi tidaklah banyak. Namun karena bertarung terus-menerus, mereka masih kelelahan secara fisik maupun mental.
"Lihat! Bukankah itu anggota Kelompok Sword of Sufferings?"
"Melihat dari serigala bermutasi dan kereta, seharusnya itu mereka. Namun melihat barisan itu, tampaknya mereka tidak begitu kuat."
"Aku rasa mereka anggota baru. Mungkin dibawa keluar untuk melakukan pelatihan di lapangan langsung."
"Seperti yang diharapkan dari kelompok terkuat."
"..."
Beberapa orang yang juga berada di pinggiran taman kota saling berbicara ketika melihat kedatangan anggota Sword of Sufferings. Sebagian dari mereka bukan dari kelompok besar. Mereka juga tidak kuat. Namun, mereka adalah orang-orang pemberani.
__ADS_1
Alasan mereka disebut pemberani adalah hal yang mereka lakukan untuk bertahan hidup.
Orang-orang ini pergi ke taman kota, masuk ke dalam untuk mencari beberapa tanaman berharga untuk dijual. Mereka tidak kuat, tetapi berani mempertaruhkan nyawa dalam mencari nafkah. Jadi keberanian mereka patut diacungi jempol.
Saat itu, sosok putih melesat menuju ke arah kelompok Sword of Sufferings dan berdiri di depan mereka.
Melihat Ark yang menunggangi sosok serigala putih, orang-orang tampak terkejut dan heran. Mereka juga tampak bersemangat karena telah melihat lelaki yang dianggap sebagai orang terkuat di kota.
Hades!
"Bagaimana, Ketua? Apakah anda menemukan sesuatu yang membuat anda tertarik?" tanya Darin yang mendekati Ark.
"Memang." Ark mengangguk ringan. "Bukan hanya populasi ulat sutera raksasa yang berlebihan, ada suatu kasus yang membuatku tertarik."
Mendengar ucapan Ark, bukan hanya Darin, tetapi Yonas, Draco, dan Leon juga menjadi lebih serius. Mereka mendengarkan dengan saksama karena takut kehilangan informasi penting.
"Ada beberapa orang yang hilang. Ya ... lebih tepatnya mati."
"..."
Perkataan Ark jelas membuat Darin, Yonas, Draco dan Leon saling memandang. Mendengar kata kematian dan taman kota, itu benar-benar suatu hal biasa. Jadi mereka merasa agak aneh karena Ark tiba-tiba tertarik.
"Memang kematian di taman kota sama sekali tidak jarang. Bukan hanya tidak jarang, bahkan sangat sering. Namun ... ada sesuatu yang menarik kali ini." Ark berkata dengan nada misterius.
"Tidak bisakah anda berhenti menggantung seperti itu, Ketua?" tanya Darin sebelum menghela napas panjang.
"Apa yang membuatku sedikit tertarik adalah ..." Ark tersenyum. "Orang-orang mati dalam pola tertentu."
"Pola?" tanya keempat orang itu serempak.
"Lokasi kematian memang berbeda, tetapi waktunya hampir sama. Bukan hanya waktu serangan, tetapi setiap serangan juga memiliki jarak waktu hampir mirip.
Jelas, ini dilakukan makhluk yang sama."
Melihat keempat orang itu tidak yakin, Ark mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya lalu melemparnya ke arah keempat orang tersebut.
Mereka menangkap apa yang Ark lempar lalu melihatnya. Setelah beberapa saat, mereka terkejut.
"Ini ... sisik?"
Mendengar itu, Ark tersenyum di balik topengnya.
"Sisik sama di lokasi berbeda. Pembunuh yang cukup licik dan berbahaya.
Bukankah itu menarik?"
__ADS_1
>> Bersambung.