Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Bertindak Begitu Ekstrem


__ADS_3

“Aku tidak peduli dengan pangkatmu. Yang jelas, aku hanya ingin tahu alasan kenapa kamu datang ke sini menemui Golden Maple Group?”


Dalam ruangan tertutup yang disinari dengan lentera yang menyala karena lumut bercahaya, Aisha dan Ark berdiri di depan seorang pria yang tampak panik.


“Siapa kalian? Dimana rekan-rekanku?”


“Tidak perlu mencari mereka. Orang-orang itu telah diinterogasi sebelum kamu sadar.”


Ark membalas dengan ekspresi datar di wajahnya. Melihat pria yang tampak semakin panik, dia menghibur dengan nada monoton.


“Tenang saja. Jika menjawab dengan benar, kamu akan dibebaskan. Anggap saja mimpi buruk di siang bolong.”


“Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan dariku?”


PLAK!


Aisha langsung menampar wajah pria itu dengan keras. Membuat wajahnya langsung berdarah.


Memiliki ekspresi tidak sabar di wajahnya, wanita itu langsung menyela.


“Jangan banyak bertanya dan langsung jawab pertanyaan kami!”


“KAMU-“


PLAK!


“KAMU APA? APA? KATAKAN DENGAN LANTANG!”


Aisha langsung memukuli wajah pria itu sampai hitam dan biru. Darah mengalir dari hidungnya. Wajahnya bengkak, bahkan beberapa gigi hampir patah.


Melihat wanita yang cantik tetapi gila dan kejam di depannya, pria itu mulai gemetar.


Saat itu juga, Ark memberi isyarat agar Aisha berhenti. Dia mendekati pria tersebut lalu berjongkok di depannya. Menepuk kepala pria itu, Ark kembali berkata.


“Jawab saja pertanyaan kami dan ini akan segera berakhir. Jangan mempersulit dirimu sendiri, okay?”


Pria itu langsung mengangguk dengan wajah berlinang air mata.


“Tidak perlu menjelaskan siapa dirimu. Katakan saja, kenapa tim kalian diminta untuk menemui orang-orang dari Golden Maple Group? Siapa atasan kalian dan apa yang ingin dia lakukan?”


“K-Kami tidak tahu pasti siapa yang berada di posisi paling atas. Namun, orang yang memberi kami perintah berkata kalau bos besar (yang menyembunyikan identitasnya) ingin membantu Golden Maple Group.”


Mendengar jawaban itu, Aisha langsung mencabut pisau yang tidak mengandung racum lalu menancapkannya ke paha pria itu.


“Bicara yang jelas!” teriak Aisha dengan ekspresi muram.


“Urgh!” Pria itu menggertakkan gigi.


Ark langsung menggelengkan kepalanya. Dia kemudian menjelaskan.


“Bukankah hubungan Golden Maple Group dan Imperial Phoenix tidak begitu baik, bahkan bersaing dengan ketat? Kenapa kalian mau saling membantu?

__ADS_1


Bukankah insiden pembunuhan yang terjadi akhir-akhir ini karena pengkhianatan kalian? Atau mungkin apa kerja sama yang kalian lakukan ada hubungannya dengan kejadian itu?”


“...”


Melihat pria itu hanya diam dengan ekspresi gugup, Aisha kembali menusuk pahanya. Memiliki ekspresi garang, wanita itu langsung berteriak.


“Tidak bisakah kamu berkata dengan jelas! Katakan, dengan siapa kamu bekerja dan dengan siapa kalian bekerjasama!”


“Urgh! Aku tidak tahu! Aku sama sekali tidak tahu siapa bos besar dan dengan siapa dia berbisnis! Kami hanya melakukan tugas untuk imbalan besar!”


PLAK!


Aisha langsung menampar wajah pria itu, memelototinya lalu kembali bertanya.


“Apa yang kalian coba lakukan? Tugas apa yang kalian kerjakan sekarang?”


“Kami hanya pergi menemui tim dari Golden Maple Group untuk mengambil barang dan memberikan surat.”


“Dimana surat itu sekarang?”


“K-Ketua tim yang membawanya.”


Mendengar itu, Ark mengangguk ringan.


Sekarang sudah jelas kenapa penyerangan ayah Jay bisa terjadi. Bukan hanya karena Imperial Phoenix yang berniat menyerang, tetapi karena ada pengkhianat dari Golden Maple Group.


Pada saat Ark merenung, suara pria itu kembali terdengar.


Melihat pria yang meringis kesakitan, Ark mengalihkan pandangannya pada Aisha.


“Bawa dia keluar.”


Mendengar perintah Ark, Aisha mengangguk ringan. Dia langsung membawa pria itu keluar dari ruangan.


Sedangkan untuk membiarkannya pergi? Maaf, mereka berdua tidak selembut itu.


Ark berkata kalau mereka sudah mulai melakukan interogasi. Namun kenyataannya, pria itu adalah orang pertama yang diinterogasi.


Ada alasan kenapa tidak mengumpulkan semua orang dalam satu ruangan. Alasannnya tentu saja untuk melihat apakah ada yang berbohong atau tidak. Memudahkan mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih terpercaya.


Setelah membereskan satu orang, mereka pun kembali menyeret satu orang lain menuju ke dalam ruangan. Mulai melakukan ‘wawancara’ berikutnya.


Dengan begitu waktu pun berlalu begitu saja.


Sekitar empat jam kemudian, seluruh interogasi pun akhirnya diselesaikan.


Sementara Aisha sibuk bersih-bersih, Ark duduk di kursi tua sambil membaca surat yang dikirim dari Imperial Phoenix. Namun pemuda itu sedikit kecewa karena tidak ada petunjuk yang menyebutkan siapa pengirim dan penerima.


Tampaknya pengirim membuatnya dengan sengaja agar identitas mereka tidak diketahui pihak ke tiga.


Tentu saja, bukan berarti Ark tidak mendapatkan informasi. Sebaliknya, dia mendapatkan informasi yang cukup berguna bagi Sword of Sufferings.

__ADS_1


“Kenapa kamu tersenyum seperti itu Ark? Apakah ada sesuatu yang menarik?”


“Tidak. Aku hanya sedikit heran. Kedua pemimpin Golden Maple Group sibuk mengurus kelompok lain, padahal ada beberapa orang yang mencoba menggerogoti kelompok mereka.


Sama sekali tidak mengurus kelompoknya sendiri dengan baik, malah mengurus sesuatu yang bisa dilakukan nanti. Mengabaikan yang penting untuk melakukan sesuatu yang tidak penting.”


Mendengar ucapan Ark, Aisha tampak menjadi lebih penasaran.


“Ternyata ada pengkhianat? Ya ... itu memang wajar di kelompok-kelompok besar yang munafik dimana orang-orang berkata untuk saling bersatu atau semacamnya.


Menurutku, dominasi satu pemimpin lebih baik daripada serikat yang menjunjung tinggi banyak orang tetapi mencoba saling menikam di belakang.”


Ark menggeleng ringan. Dia melipat surat lalu menyimpannya dalam tas pinggang. Melirik ke arah Aisha, pemuda itu berkata.


“Terima kasih atas pujiannya.”


Pada saat itu, suara Angelica tiba-tiba terdengar.


Ark dan Aisha langsung berdiri lalu keluar dari apotek. Sesampainya di luar, mereka melihat Angelica yang menatap ke arah tertentu dengan ekspresi serius.


Di sana, tampak sepuluh orang yang datang. Dari penampilannya yang lebih berantakan dibandingkan Imperial Phoenix tetapi lebih baik daripada orang-orang biasa, mereka jelas anggota Golden Maple Group.


“Tangkap mereka.”


Ark berkata dengan ekspresi dingin di wajahnya. Aisha dan Angelica langsung mengeluarkan senjata mereka lalu mulai bergegas menuju ke arah orang-orang dari Golden Maple Group.


Saat ini, keuntungan memiliki penglihatan lebih baik tercermin jelas.


Bukan hanya Aisha dan Angelica, Ark juga langsung bergegas ke arah lawan.


Pada saat mereka semakin mendekat, orang-orang dari Golden Maple Group langsung menyadari keberadaan mereka.


“Serangan musuh! Mundur! Mundur kembali dalam posisi bertahan!”


Mendengar itu, Ark sedikit mengangkat sudut bibirnya. Dia meraih bahu salah satu orang lalu menekannya dengan ringan. Seketika, pria itu langsung terbanting ke tanah dengan keras.


Pemuda itu kemudian menjatuhkan empat orang lainnya sementara Aisha dan Angelica menjatuhkan sisa orang lainnya.


Saat itu, apa yang tidak Ark sangka tiba-tiba terjadi.


Pria yang tampaknya adalah pemimpin tim berteriak sekuat tenaga.


“Mereka adalah orang-orang dari Sword of Sufferings! Berhenti melawan dan lakukan rencana Z!”


Mendengar teriakan pria itu, sembilan orang langsung berteriak keras. Detik berikutnya, mereka tubuh mereka langsung kejang beberapa saat lalu berhenti bergerak.


Melihat darah yang muncul dari tujuh lubang kepala mereka, mata Ark langsung menyempit. Dia sama sekali tidak menyangka ...


Orang-orang itu bertindak begitu ekstrem sampai bunuh diri agar informasi tidak bocor!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2