Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kekuatan Untuk Mengatur


__ADS_3

Dua hari berlalu begitu saja.


Sekarang, Ark dan rekannya pergi mengunjungi beberapa kelompok tingkat menengah yang berlokasi tidak terlalu jauh dari markas Golden Maple Group. Berbeda dengan markas kelompok besar, markas mereka berada di dekat perbatasan lingkaran luar dan lingkaran tengah kota.


Jelas, alasan kenapa mereka memilih tempat yang tidak begitu dalam bukan hanya karena kekuatan mereka. Ada beberapa pertimbangan lain seperti tekanan dari kelompok besar, sulit mendapatkan tempat yang cocok, dan semacamnya.


Ark sendiri membagi pasukannya menjadi lima tim berisi 10 orang di setiap tim. Setiap tim dipimpin oleh dia, Roxanne, Jay, Aisha, dan Angelica.


“Lapor Ketua! Markas kelompok Crimson Bull sudah dekat. Tampaknya mereka cukup waspada.”


Mendengar laporan dari Scorpio, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian melirik ke arah delapan orang lainnya.


“Jaga kecepatan seperti biasa. Sama sekali tidak perlu terburu-buru.”


“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.


Setelah itu, Ark dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanan.


Sampai di depan markas Crimson Bull, mereka langsung disambut ‘ramah’ oleh puluhan penjaga. Melihat pemandangan seperti itu, Scorpio menggelengkan kepalanya. Merasa kalau orang-orang di sisi lain tidak bisa membedakan baik dan buruk untuk diri mereka sendiri.


Nama Sword of Sufferings sekarang telah menggema di Kota Kabut. Bukan hanya namanya, tetapi orang-orang seharusnya sudah mengetahui informasi tentang penampilan anggota kelompok tersebut.


Jubah yang terbuat dari bulu binatang buas bermutasi yang tampak seragam, anggotanya yang tampak muda, dan peralatan baik yang mereka bawa.


Melihat hal semacam itu tetapi masih mencoba menghentikan mereka itu memiliki dua arti. Satu, mereka tidak tahu karena terlalu menutup diri. Dua, mereka terlalu bodoh dan percaya diri. Sama sekali tidak tahu apa yang mereka hadapi.


Seperti anak sapi yang tidak takut pada harimau.


“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?”


“Kami peringatkan. Ini adalah wilayah Crimson Bull. Jika tidak ingin mendapatkan masalah, lebih baik segera mundur dan mencari jalan lain.”


“Ya! Jalan ini telah ditutup. Area belakang kami tidak boleh dilewati!”


“...”


Mendengar kalimat semacam itu, Scorpio menutup wajahnya dengan tangannya. Merasa tidak berdaya atas kebodohan para penjaga.


Pria itu kemudian melirik ke arah Ark lalu berkata.


“Biarkan saya yang mengurusnya.”


“En.” Ark mengangguk ringan. “Tak perlu menggunakan kekuatan jika tidak perlu.”


“Dimengerti.”


Setelah menjawab, Scorpio langsung berjalan mendekati para penjaga.

__ADS_1


“Kami adalah perwakilan dari Sword of Sufferings, Tuanku datang untuk berbicara dengan ketua kalian. Buka jalan lalu bicara di dalam atau ...”


Scorpio menarik keluar pedangnya.


“Bertarung terlebih dahulu sebelum bicara?”


Mendengar ucapan Scorpio, mereka langsung tercengang. Melihat satu orang yang mencoba melawan lebih dari dua puluh orang, mereka tidak bisa tidak tertawa.


Para penjaga melihat ke arah Ark dan delapan orang lain yang menunggu di belakang tanpa bergerak. Melihat itu, mereka merasa sangat diremehkan.


“Pukul dia terlebih dahulu dan tunjukkan keagungan Crimson Bull!”


“YA!” jawab rekan-rekannya serempak.


Melihat ke arah belasan orang yang bergegas ke arahnya, Scorpio mengangkat sudut bibirnya.


Sekitar lima belas menit kemudian, Scorpio menjatuhkan penjaga terakhir.


Meski belum menembus batasan, tetapi tubuhnya telah diperkuat dan keterampilannya telah diasah. Melawan orang-orang semacam itu bukan masalah baginya.


“Sudah dibereskan, Ketua!”


Scorpio mendekati Ark, memberi hormat sambil melapor.


“Meski seharusnya tidak dipukuli terlalu parah, tetapi tidak apa-apa. Kerja bagus, Scorpio.”


Pertarungan sebelumnya jelas membuat orang-orang di dalam waspada. Ketika Ark dan rekan-rekannya masuk, banyak orang yang telah berkumpul dan bersiap untuk bertarung. Namun saat melihat sosok Ark, pemimpinnya langsung memeras senyuman paksa di wajahnya.


Tampaknya dengan enggan menyambut kedatangan tamu yang sama sekali tidak terduga.


***


Sekitar satu jam kemudian.


Setelah diajak berkeliling markas Crimson Bull sebentar, Ark diajak oleh Crimson Bull (panggilan ketuanya) ke kantor untuk berbicara. Di sana, tampak cukup banyak buah-buahan dan air yang digunakan untuk menjamu tamu.


Jelas, dengan kondisi kelompok yang seperti sekarang ini, mengeluarkan hal semacam itu sudah berat bagi mereka.


Duduk di kursi masing-masing, Ark dan Crimson Bull saling memandang.


“Silahkan diminum terlebih dahulu, Tuan Ark. Cicipi juga beberapa buah. Meski tidak sebaik di markas anda, semoga ini masih bisa menghibur.”


“Terima kasih.”


Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian meminum air tanpa keraguan. Lagipula, dia bisa dianggap sebagai orang yang paling tidak takut diracuni.


Beberapa saat kemudian, Crimson Bull yang tampak gugup akhirnya berbicara.

__ADS_1


“Jika boleh saya tahu, apa maksud kedatangan anda ke markas kami, Tuan Ark? Saya lihat, anda sama sekali tidak terlihat ingin merampok atau menghancurkan kelompok kami?”


Mendengar itu, Ark menggeleng ringan. Pemuda itu kemudian menjelaskan dengan nada datar, tidak cepat atau lambat.


“Tentu saja aku tidak datang untuk melakukan hal-hal buruk semacam itu. Aku juga tidak berniat untuk mencaplok kelompok Crimson Bull, jadi kamu bisa tenang.”


Mendengar itu, Crimson Bull menghela napas lega. Dia merasa kalau ketakutannya sia-sia. Lebih tepatnya, tidak menyangka kalau Ark yang dianggap iblis besar itu ternyata bisa begitu santai.


Bahkan ... bisa dibilang terlalu santai?


“Lalu apa tujuan kedatangan anda, Tuan Ark?”


“Untuk mengundang kalian.”


“Eh?” Crimson Bull tampak bingung. “Mengundang kami?”


Jika kalimat itu digunakan, biasanya memiliki arti Ark mengundang kelompok itu menjadi cabang dari Sword of Sufferings atau semacamnya. Namun, sepertinya dia agak salah paham.


“Maksud anda?” tanya Crimson Bull.


“Aku mengundang kalian untuk datang ke markas Golden Maple Group lima hari kemudian. Bukan hanya Crimson Bull, tetapi juga beberapa kelompok tingkat tinggi dan menengah lain.


Alasannya sebenarnya sederhana. Karena ada masalah besar yang mempengaruhi kota, kita harus membicarakannya bersama.”


Mendengar itu, Crimson Bull tampak bingung. Jika orang lain, dia pasti langsung menolaknya. Namun pria paruh baya itu tidak bodoh. Dia tidak ingin main-main dengan hidupnya, jadi kembali bertanya.


“Apakah saya boleh menolaknya?”


“Tolak jika kamu ingin menolaknya. Namun aku akan mengingatkan, jika ada kelompok yang tidak datang, setelah rapat selesai kami yang akan datang untuk bicara.”


Swoosh!


Ark menjentikkan jarinya. Detik kemudian, Crimson Bull melihat garis luka di pipinya. Bahkan ada beberapa helai rambut yang dipotong. Belum sempat bicara, suara pemuda tampan itu kembali terdengar.


“Kami sibuk karena harus pergi ke beberapa kelompok lain, jadi kami akan pamit terlebih dahulu. Terima kasih atas keramahannya.”


Setelah mengatakan itu, Ark bangkit lalu berjalan keluar ruangan. Benar-benar meninggalkan Crimson Bull yang terpana di tempatnya.


Keluar dari markas kelompok Crimson Bull, Ark berkata pada rekan-rekannya.


“Pergi ke tempat berikutnya.”


Mendengar itu, sembilan orang lain mengangguk tegas sambil menjawab serempak.


“Ya, Ketua!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2