Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Menyadari Posisi


__ADS_3

Keempat orang itu hanya bisa menelan ucapan mereka karena sadar tidak memiliki hak berbicara.


Mengikuti perintah Ark, mereka mengundang enam orang datang. Keenam orang itu adalah laki-laki dengan usia awal tiga puluhan. Orang-orang itu memiliki penampilan seperti gangster. Hanya saja, bukan hanya kurus, tetapi juga tampak pucat karena kekurangan makanan.


Mereka berenam menghadap Ark dengan ekspresi penuh percaya diri di wajah mereka.


“Aku dengar kalian adalah orang yang ditakuti di sekitar wilayah ini. Apakah itu benar? Jika benar, apakah kalian kalian mengenal wilayah ini dengan baik?”


“Tentu saja kami mengenal daerah ini dengan baik, Kawan. Tidak ada yang mengenalnya lebih baik daripada kami.”


“Kalau begitu bekerjalah untukku. Dengan begitu, kalian tidak akan kekurangan makanan.”


“Hah?”


Ucapan Ark yang begitu tiba-tiba membuat mereka berenam tidak bisa merespon dengan baik. Mereka sama sekali tidak menyangka akan mendapat undangan yang begitu tiba-tiba. Saat itu, sosok yang berdiri di tengah dan merupakan ketua tim kecil itu berkata.


“Uhuk! Semua ini bisa didiskusikan, Kawan. Undangan ini terlalu tiba-tiba. Selain itu, aku tahu kalau kelompokmu pasti kuat. Tentu saja, jika kamu bisa memberi kami ketulusan yang cukup, kami pasti akan menjadi pemandu yang baik. Bukan hanya di daerah ini, tetapi seluruh kota.”


“Ambil berbagai tanaman bermutasi yang aneh di tempat-tempat yang kalian ketahui, lalu bawa kemari. Aku akan membayar kalian sesuai harga yang ditentukan.”


“Eh? Mengambil tanaman? Apakah kamu tidak salah, Kawan? Kami adalah kelompok terkuat di daerah ini. Jika ingin merekrut-“


BANG!


Kepala orang itu tiba-tiba meledak, membuat semua orang langsung panik. Ark sendiri masih bersandar pada pohon sambil bermain dengan beberapa kerikil di tangannya.


“KAMU!”


BANG!


Kepala lain meledak. Satu lagi tubuh tanpa kepala jatuh ke tanah, berkedut beberapa kali sebelum berhenti bergerak seutuhnya.


“Aku tidak peduli apakah kalian yang terkuat di daerah ini atau bahkan kota ini. Bagiku, kalian semua sama saja. Bahkan tidak pantas menjadi penyekop kotoran hewan peliharaanku.


Aku tidak membutuhkan prajurit lain sekarang. Di mataku, kalian semua sama. Jika ingin bekerja, kalian akan menjadi pemetik herbal nomor 05, 06, dan seterusnya.


Aku hanya menawari pekerjaan agar kalian bisa makan, bukan untuk melakukan tawar-menawar dengan kalian. Lagipula ...”


Tatapan dingin Ark menyapu, langsung membuat empat orang yang tersisa ketakutan.


“Memangnya kalian siapa?”


Merasakan ancaman kematian, empat orang pria itu langsung berlutut di depan Ark tanpa mengatakan apa-apa. Mereka hanya ingin selamat, jadi tidak berani berbicara sembarangan dan membuat pemuda itu marah.

__ADS_1


“Aku akan bertanya sekali lagi. Apakah kalian mau bekerja atau tidak? Jika mau, tinggal. Jika tidak, segera pergi tanpa perlu mengatakan apa-apa.”


Mendengar ucapan Ark, satu orang langsung bangkit dan melarikan diri secepat yang dia bisa. Pada saat semua orang berpikir orang itu akan mati, Ark hanya diam dan tidak melakukan apa-apa. Dia kemudian melirik ke arah tiga orang yang tersisa.


“Karena kalian tinggal, itu berarti kalian setuju bekerja di bawahku. Jadi aku akan bertanya, apakah kalian mengenal daerah ini dengan baik?”


“Ya, Tuan!” jawab mereka bertiga serempak.


“Jadi kalian juga tahu dimana beberapa orang bersembunyi, bukan?”


“Ya!”


“Kalau begitu aku akan memberi tugas sederhana untuk menguji kalian.” Ark menopang dagu. “Undang semua orang agar datang kemari. Jika ada beberapa orang yang mau datang, itu berarti kalian lulus. Tidak hanya mendapat makanan sebagai hadiah, kalian juga bisa mulai bekerja sebagai pemetik herbal. Apakah kalian mau melakukannya?”


“Ya, Tuan!” jawab mereka serempak.


“Pergi.”


Setelah mendengar perintah Ark, mereka segera bangkit lalu pergi. Benar-benar mengejutkan Russell dan keluarganya.


Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.


“Kalian berempat bertugas membersihkan tempat ini.”


***


Tiga hari berlalu begitu saja.


Sudah dua minggu sejak Ark dan rekan-rekannya meninggalkan markas. Mereka tidak tahu perkembangan tim lain. Namun, tim 4 benar-benar berkembang dengan sangat baik.


Bukan hanya mencapai kota dengan cepat. Sekarang mereka telah mengumpulkan sekitar 50 orang yang menjadi anggota kelompok pengumpul ramuan. Meski masih pemula, mereka sangat mudah untuk diajar karena telah mendapatkan beberapa contoh jika ada pemberontakan.


Tanaman yang sekarang mereka ambil hanyalah beberapa tanaman sederhana yang memiliki masa simpan lama. Selain itu, ada juga beberapa jenis tanaman yang bisa dikeringkan. Pada intinya, apa yang mereka cari adalah tanaman yang memiliki efek khusus dan bisa awet cukup lama.


Ada juga beberapa tanamanya yang langsung bisa diproses menjadi obat sehingga awet lebih lama.


Intinya ... panen tim 4 jelas tidak kecil.


Saat itu, suara teriakan terdengar di lantai bawah gedung tempat Ark menjadikannya sebagai markas sementara.


“Tolong! Tolong! Teman saya mengalami keracunan.”


Mendengar permintaan minta tolong itu, banyak anggota pemetik herbal memilih untuk diam dan tidak ikut campur. Bahkan setelah mereka bergabung dengan kelompok, mereka tidak menjadi lebih akrab satu sama lain. Aalasan mereka tinggal hanyalah untuk mendapatkan makanan, dan mencari kesempatan agar bisa direkrut oleh Sword of Sufferings.

__ADS_1


Ya ... mereka masih berkumpul dengan keluarga atau teman masing-masing. Memiliki sisi egois yang masih tidak bisa dirubah. Bahkan tidak ditutup-tutupi.


Beberapa orang prajurit dari Sword of sufferings turun. Mereka langsung menghampiri tim yang berisi orang keracunan tersebut. Saat itu, ucapan dari prajurit itu membuat ekspresi tim tersebut menjadi gelap.


“Tolong jangan membuat keributan di tempat ini jika tidak ingin mendapat hubungan.”


“Tapi ... tapi rekan saya keracunan!” ucap seorang pemuda yang menggendong temannya.


“Tidak ada kata tapi.”


Mendengar itu, banyak orang memandang ke arah mereka. Bukannya bersimpati, beberapa orang memiliki ekspresi mencibir. Lagipula, semakin banyak pemetik herbal, semakin sedikit tanaman yang bisa mereka dapatkan. Itu berarti penghasilan mereka berkurang.


Anggota kelompok itu merasa cukup senang jika ada beberapa orang yang tersingkir. Lagipula, dengan demikian apa yang mereka dapatkan akan bertambah.


Saat itu, suara Ark terdengar.


“Aku memiliki penawar racun. Namun, apakah kalian benar-benar ingin membelinya?”


“Eh?”


Mendengar ucapan Ark, anggota tim tersebut tercengang. Mereka jelas tidak menyangka kalau ucapan semacam itu muncul dari mulut sang ketua.


“Orang itu keracunan karena memakan buah beracun.


Menurut dugaanku. Orang itu memang sengaja memakan buah tersebut. Lagipula, kemarin ada yang mendapatkan satu dan dibayar dengan harga cukup mahal. Jadi dia berpikir mengonsumsinya membuatnya memiliki kekuatan super atau semacamnya.


Ya ... itu tidak ada hubungannya denganku. Herbal yang kalian ambil adalah hak kalian, tetapi resiko keracunan, diserang binatang buas, atau zombie juga merupakan sisi negatif pekerjaan ini. Sword of Sufferings tidak ada hubungannya dengan itu.


Kalian menjual dan kami membeli. Hanya itu. Jadi ...


Apakah tim kalian ingin membayar untuk membeli penawar racun?”


Mendengar itu, ekspresi anggota tim tersebut menjadi pucat. Sementara itu, banyak orang menatap mereka seperti sedang membuat lelucon. Memang sudah beberapa kali ada kasus seperti itu.


Setelah mendapatkan kenyamanan, berpikir bisa naik ke langit karena keberuntungan. Namun pada akhirnya malah jatuh ke jurang dalam dan menjadi lelucon.


Bagi orang-orang dalam kelompok pemetik herbal, orang semacam itu dianggap sebagai orang yang tidak menyadari posisi. Lagipula, bagi orang-orang yang berpikir dengan jernih. Mereka tahu dimana tempat mereka.


Orang-orang itu tahu kalau Sword of Sufferings mau membeli semua hal berguna. Namun mereka juga tahu, apakah mereka bisa makan, apakah mereka bisa berkembang ...


Itu tergantung pada usaha mereka sendiri!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2