
Tanpa terasa, waktu kembali berlalu.
Bulan pertama musim dingin berlalu. Saat ini, waktu menginjakkan kaki di bulan ke dua musim dingin. Saat itu juga, banyak hal terjadi.
Satu bulan berlalu, 80 orang bergabung dengan Sword of Sufferings. Lebih tepatnya, 50 prajurit dan 30 pekerja.
Di waktu ini juga, seluruh anggota inti Sword of Sufferings telah menyelesaikan evolusi mereka. Ya, termasuk Yonas dan Vadim. Gelombang 2 untuk kenaikan evolusi tingkat 3 juga selesai.
Lisa, Stacy, Natasha, Abigail, dan Darin.
Lima orang itu sekarang telah menembus belenggu tingkat tiga. Namun karena baru saja menyelesaikan evolusi, mereka belum menyerap Miracle Root. Bisa dibilang, mereka hanya setengah langkah di tahap tiga.
Ark sendiri sudah berbicara dengan Darin. Pria itu akan melakukan perburuan lebih lambat karena merasa kekuatannya sudah cukup untuk berlindung dari segala bahaya.
Jadi saat ini, dia akan lebih fokus ke empat kandidat lain. Membahas Miracle Root macam apa yang cocok untuk bagi mereka. Tidak asal membuat keputusan karena sekali diserap, tidak ada lagi jalan untuk kembali.
Di ruang rapat, lima orang termasuk Ark datang untuk membahas perihal Miracle Root.
"Jadi, bagaimana menurut kalian?"
Ark langsung bertanya kepada keempat perempuan yang berada dalam ruangan. Meski memiliki beberapa pendapat, pemuda itu tidak ingin memaksa mereka. Jadi apa yang bisa dia lakukan hanyalah memberi bimbingan kepada mereka. Apakah jalan itu dipilih atau tidak ...
Bukan Ark yang menentukannya.
"Aku ingin mendapatkan Miracle Root dari binatang yang kuat! Sama seperti banteng sebelumnya!"
Lisa mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi sambil berkata dengan penuh semangat. Tampaknya gadis pendek itu benar-benar telah mabuk kekuatan. Tenggelam dalam sensasi dimana tubuh kecilnya bisa menghancurkan lawan yang lebih besar daripada dirinya.
"Aku juga memilih rute kekuatan karena sudah mengambilnya sampai sejauh ini. Rute itu juga cocok denganku. Masalahnya ... aku tidak tahu makhluk apa yang cocok untukku." Natasha berkata jujur.
"Saya akan menyerahkan pilihan kepada anda, Ketua. Selama ini saya mengikuti saran anda dan memang ... saya rasa jalur ini memang cocok bagi saya." Abigail berkata lembut.
"Kecuali pertama kali saya memaksa mengambil regenerasi, saya akan menyerahkan sisanya kepada anda, Tuan." Stacy tersenyum.
Mendengar ucapan mereka membuat Ark merasa lega. Kecuali Lisa yang sudah tidak bisa diberi nasihat, tampaknya Stacy juga sudah kembali ke jalan yang benar. Pemuda itu diam-diam merasa cukup lega.
"Untuk Abigail dan Lisa, aku belum menemukan makhluk yang cocok. Lagipula, saat ini makhluk tingkat tiga masih cukup jarang. Belum lagi, kebanyakan masih bersembunyi di musim dingin ini.
Meski begitu, aku telah menemukan informasi tentang dua makhluk yang aku anggap cocok untuk Natasha dan Stacy."
Mendengar itu, Abigail masih tenang. Sementara itu, Lisa cemberut. Mata Natasha dan Stacy berbinar, tampaknya tidak menyangka kalau mereka akan mendapatkan kesempatan secepat itu.
__ADS_1
"Bisakah kamu menjelaskannya, Ketua?" tanya Natasha.
"Tentu saja."
Ark mengangguk ringan. Melihat betapa bersemangatnya mereka, pemuda itu bermutasi.
"Untuk Natasha, aku mendapatkan informasi bagus dari Joseph. Tidak jauh dari wilayah mereka berkuasa, tampaknya ada makhluk yang datang dan menempatinya tidak lama ini.
Makhluk yang Joseph maksud adalah seekor leopard. Leopard bermutasi, penampilannya seperti harimau gigi pedang tetapi dengan ukuran tidak kalah dari Finn. Kekuatannya sendiri seharusnya sudah sampai di tingkat tiga.
Aku rasa, ledakan kekuatan dan kecepatannya sangat cocok untukmu. Bagaimana menurutmu, Natasha?"
"Leopard, kah?" gumam Natasha dengan mata berbinar. "Cukup mendominasi, dan aku menyukainya. Aku sama sekali tidak keberatan, Ketua!"
"Syukurlah jika kamu menyukainya. Berarti informasi ini tidak sia-sia."
Ark tersenyum lembut sambil mengangguk.
"Bagaimana denganku, Tuan?" tanya Stacy.
Melihat ke arah Stacy, Ark juga langsung menjawab tanpa menunda-nunda.
Barn Owl bermutasi. Ya, jenis burung hantu yang memiliki banyak kelebihan. Makhluk itu bisa terbang tanpa membuat suara, dia juga memiliki penglihatan luar biasa dan cakar tajam.
Bisa dibilang, baik dari segi kecepatan, serangan kuat, kamuflase, dan penglihatan yang luar biasa ... itu seharusnya cocok untukmu, Stacy.
Jadi bagaimana? Apakah kamu memiliki pendapat lain, Stacy?"
"Aku sangat menyukainya, Tuan!" ucap Stacy dengan ekspresi bahagia.
Ark mengangguk ringan. Namun saat itu, suara kesal terdengar di telinganya.
"Bagaimana denganku, Ketua? Bukankah kamu sudah menemukan binatang dengan tipe kekuatan?
Bukankah lebih baik memberikannya kepadaku terlebih dahulu? Dibandingkan dengan Saudari Natasha, aku lebih sering keluar untuk melakukan misi denganmu."
Melihat ke arah Lisa yang cemberut, senyum di wajah Natasha menghilang. Dia ingin melakukan protes, tetapi sadar kalau apa yang dikatakan oleh gadis pendek itu memanglah kebenaran. Tangannya mengepal erat, hanya bisa menunduk tanpa mengatakan apa-apa.
"Apa yang kamu katakan, Lisa?" ucap Ark dengan ekspresi suram.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Lisa mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh. Sama sekali tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Berhentilah berbuat egois dan mengacaukan segalanya!" tegas Ark.
"Apa?! Sejak kapan aku membuat masalah?! Aku jelas selalu melakukan pekerjaan dengan baik!"
"Aku bilang berlatih teknik pedang tunggal, kamu malah bersikeras untuk belajar Tarian Kupu-kupu dan Lebah. Saat ini kamu terhenti karena tidak bisa mengikuti kemajuan! Sudah jelas kamu tidak cocok dengan jenis serangan yang menggunakan banyak kombinasi!
Selain itu, ketika aku menyuruhmu untuk mengambil Miracle Root yang sesuai, kamu sekali lagi bersikeras untuk mengambil tipe kekuatan dan pertahanan. Hal itu terlalu melenceng dari rencana!
Sekarang aku sudah menyesuaikan diri denganmu dan berusaha membuatkan jalur yang lebih baik, tetapi kamu masih saja keras kepala!
Biar aku bilang, Leopard bermutasi tidak cocok untukmu! Tidak cocok dengan cara bertarungmu!
Berhentilah bersikap egois dan manja!"
"AKU TIDAK MEMBUTUHKAN KAMU UNTUK MENGATUR HIDUPKU!" Lisa berteriak marah.
"Lalu sebaiknya dulu aku membunuhmu atau membiarkanmu lumpuh agar tidak membuat masalah!
Yang aku butuhkan hanyalah kemampuan Old Franky dan Debby! Aku terus membiarkanmu sampai saat ini demi wajah mereka!"
"..."
Mendengar ucapan dingin Ark, Lisa tercengang. Gadis itu menunjuk ke arah Ark, tetapi tidak bisa mengatakan apa-apa. Tubuhnya gemetar karena sedih dan marah. Air mata mulai mengalir di wajahnya.
Lisa langsung bangkit dan berlari keluar dari ruang rapat.
Ark bersandar di kursinya. Mendongak sambil memejamkan mata sebelum menghela napas panjang.
"Kamu terlalu keras kepadanya, Ark."
Natasha berkata dengan senyum masam di wajahnya. Melihat bagaimana Ark tetap diam, dia melanjutkan.
"Meski kamu berusaha mengubahnya, tetapi ...
Aku rasa kata-kata terakhir itu agak terlalu berlebihan."
Ark sekali lagi menghela napas panjang. Beberapa saat kemudian, pemuda itu membuka mulutnya.
"Tolong tinggalkan aku sendiri."
>> Bersambung.
__ADS_1