Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rugi Besar


__ADS_3

Sementara itu, di tempat Aisha dan anggota Sword of Sufferings lainnya berada.


“Yo! Gadis Munafik!”


Aisha mengangkat tangannya, bicara pada Chelsea dengan nada penuh ejekan. Mendengar ucapannya, ekspresi ramah di wajah gadis itu berubah menjadi dingin.


“Tampaknya rumor tentang kamu bergabung dengan Sword of Sufferings itu benar, Bone Spider.”


“Heh~ Aku tidak menyangka ternyata ilmuwan jenius itu mengenalku.”


Aisha menjawab dengan nada retoris, jelas tidak memiliki kesan baik tentang Chelsea. Bahkan sebelum semua perbuatannya terungkap.


“Menggali banyak informasi itu sangatlah penting karena setiap informasi bisa menjadi senjata yang menentukan kemenangan.”


Chelsea mengangkat bahunya, menatap ke arah Aisha dan rekan-rekannya dengan ekspresi datar. Mengamati sekitar, gadis itu memiringkan kepalanya sambil bertanya.


“Apakah Tuan Ark tidak ada di sini?”


“Orang yang kamu cari tidak ada di sini. Kamu bisa kembali!” Aisha mendengus dingin.


“Kebetulan sekali!” Chelsea bertepuk tangan dengan senyum di wajahnya. “Dengan begitu dia tidak perlu melihat sisi burukku. Ah! Seharusnya dia tahu, tetapi aku akan menyadarkannya kalau aku tidak seburuk itu.”


“...”


Melihat ekspresi jijik di wajah Aisha, Chelsea berkata dengan nada tenang. Menjelaskan semuanya seperti seorang guru yang mengajari muridnya.


“Kamu tidak tahu apa-apa, Bone Spider. Orang seperti Tuan Ark hanya pantas untukku.


Dia memiliki paras, keterampilan, kekuatan, kecerdasan, dan aura yang melebihi orang-orang dewasa. Orang itu adalah ‘jenius’ yang sering terucap dari mulut kalian. Jadi, jenius berpasangan dengan jenius adalah hal yang wajar bukan?”


Mendengar obsesi dalam perkataan Chelsea, Aisha mengangkat sudut bibirnya. Wanita itu kemudian berkata.


“Bahkan jika kamu melemparkan diri padanya, Bocah itu tidak akan menerimamu. Kamu ... benar-benar tidak layak di matanya.”


“...”


Chelsea menatap Aisha lalu ke arah Angelica dan Roxanne. Memikirkan sesuatu, ekspresi gadis itu menjadi semakin suram. Namun, ekspresinya kembali tampak ramah ketika dia berkata.


“Tenang saja. Tuan Ark akan menerimaku. Lagipula, aku adalah gadis baik yang mau menemaninya ketika berada di masa-masa sulit. Misalnya, seperti saat kehilangan rekan-rekannya akibat pecahnya gelombang binatang buas.”


“...”


Mendengar ucapan Chelsea, mata Aisha langsung menyempit. Tidak peduli seberapa bodohnya, mereka jelas tahu apa yang dimaksud oleh gadis itu.


Membungkam mereka ketika ada di posisi paling rendah.


Menurut pengamatan Aisha, Chelsea seharusnya telah mengetahui keberadaan mereka sejak lama. Namun gadis itu tidak langsung menyerang karena sudah tahu akan kalah. Jadi dia menunggu tokoh kunci dalam team ini, Roxanne dan Jay kehilangan kemampuan bertarung sebelum menyerang.


“Ini cukup buruk.”


Mengamati dari segi kekuatan, Chelsea dan dua puluh orang di belakangnya adalah pejuang level 2. Jika itu dalam keadaan biasa, maka mereka tidak perlu takut karena Jay atau Roxanne bisa menghadapi mereka semua sendirian.


Sedangkan sekarang, Roxanne dan Jay dalam kondisi kritis. Beberapa prajurit juga tidak bisa bertarung, hanya menyisakan sekitar sepuluh orang level 2 termasuk Aisha yang masih sadar dan bisa bertarung.


Chelsea menatap ke arah Aisha yang sedang mengamati situasi dengan ekspresi bosan. Gadis itu menggelengkan kepala ketika berkata.


“Membosankan. Sudah cukup ...”

__ADS_1


“Habisi mereka semua.”


Setelah mengatakan itu, dua puluh sosok berjubah yang berada di belakangnya langsung bergegas menyerang Aisha dan orang-orang dari Sword of Sufferings.


Melihat orang-orang itu mendekat, Aisha memaksakan senyum pahit di wajahnya.


Swoosh! Klang!


“Ugh! Cukup berat padahal hanya keroco yang tidak dilatih dengan serius.”


Pada saat itu, beberapa sosok berjubah menyerang Aisha dari sisi lainnya. Bukannya panik, ekspresi wanita itu malah menjadi lebih tenang.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Memegang dua pedang pendek, tubuh ramping Aisha menari seperti kupu-kupu. Saat beberapa orang terpesona akan keindahannya, pedang di tangannya menusuk titik vital seperti jantung atau tenggorokan mereka. Benar-benar mirip lebah yang menggunakan sengatnya.


Aisha kemudian mundur beberapa meter. Dia melirik ke arah Angelica dan beberapa orang yang masih sadar.


“Bawa rekan-rekan lain mundur. Prioritaskan keselamatan Roxanne dan Jay, jangan sampai mereka kehilangan nyawa.”


Setelah mengatakan itu, Aisha melirik ke arah Chelsea dan bawahannya yang terkejut. Menunjukkan ekspresi penuh keluhan, wanita itu bergumam.


“Bagaimana jika kalian kuat? Bagaimana jika kalian memiliki level tinggi dan kemampuan bagus? Kecerobohan kalian dalam menggunakan energi sembarangan membuat kalian menjadi target hidup. Pada akhirnya ...


Tetap saja senior sepertiku yang harus menjaga anak-anak nakal seperti kalian.”


Aisha kemudian bergegas maju. Dia langsung menargertkan orang-orang yang mencoba membunuh rekan-rekannya. Namun, tak semua berjalan lancar karena dia hanya memiliki dua tangan dan musuh memiliki lebih banyak.


Ketika Aisha menyingkirkan satu orang, satu prajurit dari Sword of Sufferings yang tidak memiliki kemampuan bertarung juga dihabisi.


Pada saat Aisha mencoba menaikkan kecepatan, sesuatu yang tidak dia duga tiba-tiba terjadi.


Dihantam dengan keras, tubuh Aisha terhempas beberapa meter. Melihat ke arah penyerangnya, mata wanita itu menyempit.


“Aku tidak menyangka kamu juga bisa bertarung, Gadis Kecil.”


Di sisi lain, Chelsea berdiri dengan ekspresi dingin. Kedua lengannya dilapisi pelindung seperti kulit pohon berwarna hitam, tetapi jelas lebih keras dibandingkan kayu biasa.


“Entah kamu, dia, mereka ... orang-orang terkutuk seperti kalian terus saja mengganggu rencanaku.”


“Jika kalian tidak muncul, Imperial Phoenix dan Golden Maple Group akan bergabung. Derek yang tamak dan Rhodez yang memiliki dendam akan memimpin kelompok dengan baik. Semakin banyak orang-orang yang akan ditangkap untuk berkontribusi pada umat manusia.


Sedikit lagi, ramuan evolusi akan sempurna. Sedikit lagi, aku akan menemukan jalan yang menuntun umat manusia menuju masa depan cerah mereka.


Namun kalian datang dan mengacaukan segalanya! Segala yang aku usahakan berakhir sia-sia!”


Mendengar kemarahan Chelsea, Aisha berkata dengan ekspresi penuh penghinaan di wajahnya.


“Kamu hanya gila atas pencapaian dan eksperimen yang tidak manusiawi. Demi masa depan umat manusia? Kamu jelas hanya menuruti hasratmu. Tidak lebih dari itu.”


“Apa yang salah dengan mengorbankan kepentingan kecil untuk sesuatu yang lebih besar? Huh ...” Mata Chelsea berkilat dingin. “Berbicara dengan orang bodoh benar-benar merepotkan.”


“Berbicara dengan gadis manja dan egois lebih merepotkan.”


Melihat seringai penuh ejekan di wajah Aisha, Chelsea mendengus dingin.


“Bunuh dia.”

__ADS_1


Mendengar perintah Chelsea, orang-orang itu pun bergegas menuju ke arah Aisha. Namun, mereka tidak menyangka kalau gadis itu benar-benar lebih sulit dibunuh dibandingkan kecoa.


Hampir satu jam berlalu begitu saja.


“Tubuhmu penuh dengan luka, energi habis, kehilangan satu penglihatan, dan tidak memiliki rekan. Sedangkan kekuatanku masih berada di atas, sehat, dan memiliki beberapa rekan.


Dilihat dari mana saja, ini sudah menjadi akhir bagimu, Bone Spider.”


“Hehehe ... pfft!” Aisha mendongak sambil tertawa. “Hahahaha!”


“Apakah kamu sudah gila? Atau jangan-jangan kamu berpikir kalau kamu sudah menang karena membiarkan sebagian besar rekanmu lolos?


Akan aku jelaskan padamu, Bodoh. Orang-orang yang melarikan diri sambil membawa rekannya itu sekarang juga telah kehabisan tenaga. Dengan kondisi mereka, tidak mungkin pulih dalam waktu singkat.


Bahkan jika yang tersisa hanya diriku sendiri, mereka akhirnya juga akan mati. Namun, sekarang aku masih memiliki beberapa orang di sisiku. Itu berarti, akhir kalian sudah dipastikan.”


“Itu jika kalian berhasil selamat.”


Mendengar kata-kata Aisha, Chelsea memberi senyum penuh ejekan.


“Apakah kamu pikir dengan kondisi seperti itu bisa mengalahkan kami, Bone Spider? Tubuhmu sudah ada batasnya. Melakukan sepuluh gerakan, kamu akan mati bahkan jika kami tidak melakukan apa-apa.”


Mendengar penjelasan Chelsea, Aisha berkata.


“Cukup tiga gerakan.”


“Hah?!”


Melihat Chelsea yang mengangkat alisnya, Aisha kembali berkata.


“Selain mewaspadai racunnya, ketika menghadapi laba-laba ...”


Aisha mengepalkan tangan kirinya lalu menariknya dengan kuat. Saat itu juga, tampak banyak benang tipis hampir transparan yang sebelumnya berserakan di berbagai tempat langsung mengencang, membuat Chelsea dan bawahannya tidak bisa bergerak.


Benang-benang itu adalah jebakan yang Aisha pasang ketika bertarung sambil mengulur waktu sebelumnya.


Mengabaikan ekspresi terkejut Chelsea dan orang-orang di sekitarnya, Aisha langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk melompat ke arah mereka. Wanita itu berputar di udara, mengayunkan pedang untuk memenggal kepala orang-orang itu.


BRUK!


Tepat ketika tubuh Aisha jatuh ke tanah dengan keras karena tidak memiliki energi untuk mendarat, tubuh tanpa kepala Chelsea dan bawahannya juga jatuh ke tanah.


“Uhuk! Uhuk! Lihat! Itu hanya tiga gerakan~”


Mengatakan itu, Aisha tidak bisa lagi duduk apalagi berdiri. Dengan luka mengerikan di sekujur tubuhnya, wanita itu berbaring terlentang sambil menatap langit penuh kabut kelabu. Meski mengetahui akhir akan segera tiba, dia sama sekali tidak takut.


Sebaliknya, Aisha merasa puas karena telah membalas budi.


Hanya saja, mulut wanita itu tidak bisa jujur seperti biasa.


“Melakukan pekerjaan seperti ini secara gratis. Ah! Bahkan tidak ada sebatang rokok setelah bekerja. Yah ...”


“Kali ini aku benar-benar rugi besar.”


Menyelesaikan kalimatnya, mata wanita itu terpejam dengan senyum lembut di wajahnya. Akhirnya, satu dari pengikut Ark paling setia ...


Aisha mengembuskan napas terakhirnya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2