Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
BLUE CRYSANTHEMUM


__ADS_3

SWOOSH!


Bayangan hitam melesat dengan kecepatan luar biasa ke arah Ark.


Melihat bayangan hitam tersebut, pemuda itu langsung menebas dengan cepat.


Klang!


Suara dentingan logam tercipta. Bayangan hitam kembali menghilang, membuat Angelica sama sekali tidak sempat melihat dengan jelas, apalagi merespon serangan tersebut.


“Aku bilang ... mundur.”


Melihat Angelica masih agak santai karena perjalanan mereka terlalu mulus, Ark kembali berkata dengan ekspresi dingin. Tidak peduli seberapa cantik wanita itu, Ark tidak puas dengan tanggapan lambat yang bisa mengganggu bahkan merusak situasi di medan pertempuran.


“Ya, Tuan!”


Melihat sedikit perubahan pada mata Ark, Angelica sadar kalau dirinya membuat kesalahan. Wanita itu kemudian menjauh dari tempat itu sesegera mungkin.


SWOOSH!


Tepat ketika Angelica menjauh, bayangan hitam kembali melesat ke arah Ark. Tampaknya makhluk itu tidak puas karena pemuda tersebut mampu menghalangi serangannya.


Klang!


“Percuma.”


Ark berkata dengan ekspresi datar. Saat itu, dia menoleh ke arah serangan itu dilepaskan.


Tepat di bawah akar raksasa seukuran gedung, ada tempat yang cukup gelap. Jika diperhatikan baik-baik, ada sesuatu yang bergerak di sana. Tidak cepat, bahkan sangat lambat dan sulit dideteksi.


Beberapa saat kemudian, makhluk itu pun akhirnya menampakkan wujudnya.


Makhluk itu sebesar mobil mini. Sekilas tampak seperti lumut, tetapi itu hanya bagian punggungnya. Jika diperhatikan baik-baik, semua orang tahu kalau makhluk itu adalah katak. Katak besar dengan penampilan aneh dan menjijikkan.


Di bagian punggungnya, ada lapisan lumut tebal yang hidup. Di bagian bawah, tampak perut berwarna hitam penuh lendir. Di atas matanya, ada tanduk melengkung. Di bawah matanya, ada mata lain dengan ukuran lebih kecil.


Tidak hanya itu, katak tersebut memiliki sepasang kaki tambahan dekat kaki depannya.


Tubuhnya yang dipenuhi dengan lumut membuatnya dengan mudah menyamar. Bukan hanya karena lingkungannya cocok, tetapi kabut yang menutupi kota membuat penyamarannya semakin sempurna. Hanya saja, makhluk itu menghadapi musuh yang salah.


“Ternyata level 4?” gumam Ark.


Melihat makhluk yang menyerang dan melukai Huginn dan Muninn, pemuda itu kemudian melirik ke arah pedangnya.


Menyadari kalau ada bekas kerusakan pada pedangnya, mata Ark menyempit. Meski yang digunakan Ark kali ini bukan pedang dari tanduk kelabang raksasa level 4, setidaknya masih dibuat dari makhluk level 3 yang cukup kuat.


Normalnya, senjata di level tersebut memiliki pertahanan cukup baik. Tidak hanya itu, senjata tersebut seharusnya masih bisa digunakan untuk melawan musuh 1 level lebih tinggi.

__ADS_1


‘Cukup menarik.’


Ark memilih untuk menyarungkan pedangnya. Tidak berpikir untuk membuang pedang yang cukup berharga untuk melawan musuh.


SWOOSH!


Melihat bayangan hitam melesat ke arahnya, Ark langsung menampiknya dengan tangan kanan.


Ding!


Dentingan logam terdengar. Ark melirik ke arah tangan kanannya yang dilapisi dengan armor kuat. Melihat tangan yang ditutupi lendir hitam yang korosif dan berbau amis, pemuda itu mengerutkan kening.


Menghela napas panjang, Ark langsung menatap ke arah lawannya. Mengangkat sudut bibirnya, dia kemudian berkata.


“Sepertinya ini waktu yang cocok untuk mencoba mainan baru.”


Klik! Klik! Klik!


Selesai berbicara, suara ‘klik’ terdengar berkali-kali. Banyak benda yang jatuh ke tanah dari balik jubah Ark.


Jika diperhatikan baik-baik, apa yang berjatuhan adalah bilah pisau melengkung seperti cakar monster. Warnanya hitam legam, membawa aura dingin dan kejam. Jelas, pisau-pisau tersebut dibuat dengan satu tujuan ...


Yaitu menghabisi musuh-musuhnya!


Mata merah Ark menyempit. Sembari mengulurkan tangan kanannya, pemuda itu berkata.


Bersama dengan ucapannya, 33 bilah pisau langsung dilapisi energi merah melayang. Pisau-pisau itu kemudian berputar dalam jarak sekitar 30 cm dari pergelangan tangan Ark. Berputar searah jarum jam dengan rapi seperti gergaji bulat yang melayang di udara.


Ark menjentikkan jari. Percikan api muncul karena gesekan armor nya. Saat itu juga, bilah yang berputar langsung dilapisi dengan api berwarna jingga.


Pemuda itu kemudian mengepalkan tangan. Kemudian, bilah berputar lebih cepat dan api jingga berubah warna menjadi kuning.


Di tengah kabut kelabu yang suram, roda api berwarna kuning keemasan menyala dengan indah. Bukan hanya indah, api yang berputar dengan kecepatan luar biasa membuat suhu di sekitar naik beberapa derajat.


Ark melirik ke arah monster lalu bergumam.


“Saatnya bersenang-senang.”


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Lidah hitam melesat ke arah Ark dengan cepat. Lidah panjang bergerak di udara, sama sekali tidak ditembakkan secara lurus seperti biasanya.


Daripada lidah, penampilan itu lebih mirip sanca hitam yang menyergap mangsanya!


Dalam satu per sekian detik, Ark yang melihat laju lintasan lidah monster itu langsung mengendalikan senjatanya. Bersama dengan suara jentikan jari, ‘halo’ berwarna kuning keemasan terbang.


Slash!

__ADS_1


Lidah yang hendak mengenai Ark langsung bertabrakan dengan senjata yang diselimuti api. Hanya saja, lidah itu tidak terpotong dan berhasil ditarik mundur.


Melihat itu, Ark hanya bisa menghela napas lalu bergumam.


“Benar saja. Bahan kurang bagus dan versi masih perlu disempurnakan. Daripada ‘Thousand Blood Fangs’ yang asli, pengalaman ini terlalu buruk.”


“Karena jumlahnya tiga puluh tiga, maka sebut saja Thirty-three Cursed Fangs.”


Melihat monster katak yang membuat ‘teriakan’ yang memekakan telinga, Ark mengerutkan kening. Meski sudah tahu kalau senjatanya kurang berguna untuk melawan musuh level tinggi, dia masih cukup kesal.


Saat itu juga, Six-legged Devil Frog memilih untuk berbalik dan melarikan diri.


Sudut bibir Ark langsung berkedut ketika melihat pemandangan semacam itu.


Six-legged Devil Frog adalah makhluk langka. Meski miracle root tidak bisa diambil karena tidak ada anggota yang baru naik ke level 4, tetapi masih banyak hal bisa dimanfaatkan.


Lumut di punggungnya memiliki efek detoksifikasi yang sangat kuat. Makhluk itu juga memiliki kantung racun yang sangat kuat dan berguna bagi Ark, entah untuk diserap atau dijadikan bahan baku beberapa peralatan. Masih ada mata, tanduk, dan beberapa bagian lainnya.


‘Mana mungkin aku akan membiarkannya pergi begitu saja, kan?’


Melihat Six-legged Devil Frog yang melompat dari satu gedung ke gedung lain, melompati atap dan memanjat akar raksasa membuat Ark sedikit tidak senang.


Sayap tipis berwarna hitam muncul di punggung Ark. Tanpa sedikit pun penundaan, pemuda tersebut langsung terbang menyusul makhluk itu.


“Meski kuat, tampaknya makhluk-makhluk di tempat ini juga masih belum memilikinya,” gumam Ark.


Tidak ingin berlama-lama, menghabiskan tenaga dan mungkin kehilangan mangsanya, pemuda itu memutuskan untuk serius.


‘Abyssal Flowers Art ...’


Ark menunjuk ke arah Six-legged Devil Frog dengan jari telunjuk dan tengahnya. Saat itu juga, Thirty-three Cursed Fangs berputar lebih cepat. Nyala api kuning mulai berubah menjadi biru. Suhu menjadi lebih panas dibandingkan sebelumnya.


“BLUE CRYSANTHEMUM!!!”


Cincin api biru melesat ke arah Six-legged Devil Frog. Ketika jaraknya kurang dari 15 meter, cincin api langsung menyebar menjadi 33 bagian yang langsung mengunci titik-titik fatal monster tersebut.


Benar-benar menyebar, mekar seperti krisan berwarna biru, langsung menabrak Six-legged Devil Frog dengan keras.


BANG! BANG! BANG!


Beberapa ledakan keras tercipta karena dampak tabrakan.


Setelah beberapa saat, Ark mendarat tepat di depan tubuh Six-legged Devil Frog yang kehilangan nyawanya. Melihat sebagian pisau terbang dan tubuh makhluk yang agak rusak, pemuda itu bergumam pelan.


“Setidaknya ... ini bukan panen yang buruk.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2