
Sore harinya.
Setelah istirahat hampir sehari penuh, Ark langsung meminta setiap anggota Sword of Sufferings berkumpul. Dia kemudian menyuruh mereka untuk pergi membawa senjata berupa pedang, busur, dan banyak anak panah. Selain itu, pemuda itu juga meminta mereka membawa persediaan makanan dan obat-obatan. Membawa semua benda ke gerbang depan perumahan elit.
Alasannya sederhana, karena area dalam perumahan telah dibersihkan, Ark tidak ingin area tersebut kacau. Belum lagi, jika ada pertempuran besar, pasti akan banyak kerusakan yang terjadi pada bangunan. Lagipula, target gelombang zombie dan binatang buas adalah seluruh makhluk hidup yang tidak kehilangan kewarasan mereka.
Jadi Ark berusaha memancing mereka ke gerbang masuk perumahan. Membunuh mereka semua di sana tanpa mengizinkannya masuk. Mencoba membuat area dalam perumahan tetap aman.
Tentu saja, mencegah semuanya bersih tidak mungkin. Lagipula, dalam kekacauan, pasti akan ada beberapa yang lolos dari jaring dan masuk ke dalam area perumahan. Namun, setidaknya tidak akan ada kerusakan pada bangunan dalam area tersebut. Apa yang perlu dilakukan Sword of Sufferings adalah melakukan pembersihan pasca bencana.
Selain itu, Ark juga telah menyimpan semua persediaan makanan baik yang masih belum dan sudah diproses ke dalam ruang bawah tanah markas utama dan ruang bawah tanah gudang utama. Terakhir, Ark juga mengunci Debby dan para puppies dalam ruangan berbeda di lantai satu gudang utama. Meski mereka memiliki kecerdasan tinggi dan baik kepada manusia, Ark mencegah situasi yang tidak diinginkan terjadi.
Tentu saja, Ark juga menasihati mereka (Debby, Finn, dan puppies lain) untuk mencoba menahan diri agar tidak menggila ketika penyatuan tahap tiga terjadi. Dia merasa, jika bisa bertahan, pasti mereka juga mendapatkan cukup banyak keuntungan.
"Mari kita berangkat," ucap Ark dengan ekspresi serius di wajahnya.
Dalam pertempuran kali ini, Ark tidak meninggalkan Nathan dan Nala. Kedua anak itu tetap ikut dan akan berada di dekat ibunya. Hal tersebut dilakukan agar semua monster menyerang ke satu titik. Mencegah beberapa kejadian yang tidak diinginkan.
Beberapa waktu berjalan, Ark dan rombongan tiba di lokasi.
Saat ini, gerbang masuk juga ditutup dengan beberapa mobil bekas yang ditumpuk. Namun karena tidak ada truk kargo seperti di gerbang belakang (pintu satunya yang ditutup sejak lama), penutupan gerbang depan penuh dengan celah. Mudah dipanjat oleh para zombie, khusunya jenis spesial atau level dua.
Tetap saja, Ark merasa kalau semua itu lebih dari cukup!
"Old Franky, kamu akan bertugas untuk mengatur persediaan bersama dengan Abigail dan Shani. Kalian akan tinggal di rumah dan bersembunyi di tempat yang aman ketika pertarungan pecah.
Abigail pasti bisa melindungi kalian, jadi pastikan untuk menjaga diri tetap aman."
Ark berbicara dengan Old Franky. Sword of Sufferings menggunakan satu rumah paling dekat dengan gerbang sebagai tempat penyimpanan sementara. Jatah makanan, obat, dan kelebihan anak panah akan diletakkan di tempat tersebut.
Melihat senja dilukis dengan warna merah seolah pembuatnya menggunakan darah sebagai pengganti tinta, Ark menarik napas dalam-dalam sebelum berkata.
__ADS_1
"Aku harap semua berjalan sama seperti sebelumnya ..."
Mata Ark menyempit.
"Berakhir baik-baik saja tanpa ada kejadian tidak terduga."
***
Malam harinya.
Ketika hampir tengah malam, tampak hampir semua anggota Sword of Sufferings telah bersiap. Di atas dinding, tampak sosok Ark, Stacy, Roxanne, dan delapan wanita dari Violet berdiri membawa busur di tangan kiri, quiver penuh anak panah di punggung, dan pedang di sisi kanan dan kiri pinggang mereka.
Sementara itu, ada juga Jay, Natasha, Darin, Yonas, Vadim, dan Scarlet Sword yang menunggu di bawah tepat di depan gerbang. Mungkin agak gila, tetapi mereka bertugas untuk berhadapan dengan para zombie dan binatang buas secara langsung. Selain itu, ada juga Lisa di belakang gerbang sebagai kurir untuk memasok obat-obatan dan anak panah, sekaligus orang yang akan membawa anggota terluka mundur.
"Meski kemungkinan gelombang mengerikan terjadi kecil, tetapi aku masih gugup."
Perkataan Jay memecahkan keheningan. Lisa yang berada di belakang gerbang juga mendengarnya. Gadis itu tidak bisa tidak berteriak untuk membalas.
Meski semua orang yakin kalau "prediksi" yang Ark lakukan akurat, mereka masih berharap kalau semua hal mengerikan semacam itu tidak akan pernah terjadi. Jadi ucapan Jay membuat mereka semua menjadi semakin gugup. Meski memiliki waktu untuk bersiap, menunggu begitu lama juga membuat mereka gugup. Tidak bisa berperilaku dengan tenang.
"Aku tahu kalian gugup. Namun aku harus mengingatkan kalian ...
Jangan bimbang! Pegang erat-erat senjata kalian karena di sinilah kalian berada, di medan perang! Tempat di mana kalian harus merenggut nyawa musuh atau musuh akan merenggut nyawa kalian!
BERTARUNG! BUNUH! DAN TERUS HIDUP!!!"
Mendengar ucapan Ark, api kecil dalam dada orang-orang mulai bergejolak dan membara. Niat bertarung muncul dalam diri mereka semua.
Sosok Saito yang tidak tampil begitu mencolok beberapa waktu ini menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius. Tangannya memegang gagang pedang dengan erat. Dia mengingat betapa tidak berdayanya dirinya ketika dikepung oleh tiga hyena. Namun sekarang dirinya telah menjadi lebih kuat. Hanya saja, pria itu tahu kalau semua anggota Sword of Sufferings itu kuat.
Kecuali Nami, Nathan dan Nala ... mereka semua telah melewati evolusi pertama!
__ADS_1
Selain anggota inti, hanya Roxanne yang telah menyerap Miracle Root. Sedangkan anggota tim Scarlet Sword dan Violet Sword yang baru belum. Saito sendiri juga belum menyerapnya.
Oleh karena itu, saat ini Saito memiliki tekad untuk membuktikan diri kepada Ark bahwa dia pantas dipercaya!
Waktu berlalu perlahan tapi pasti, dan akhirnya ... tengah malam pun tiba.
Pada awalnya, tidak ada orang yang merasakan perbedaannya. Namun setelah beberapa saat, tubuh mereka semua bergidik ngeri ketika merasakan seluruh dunia bergetar. Saat itu juga, lolongan mirip serigala terdengar dari pusat perumahan elit!
Entah kapan, awan gelap menutupi bulan dan bintang. Suara gemuruh ... tidak! Suara ribuan langkah kaki dengan berbagai ukuran yang menginjak bumi bersamaan terdengar. Kepulan asap penuh debu muncul dari kejauhan, masuk dalam pandangan.
Suara gemuruh itu mirip dengan genderang perang. Bukan hanya membuat semua orang gugup, tetapi juga menggigil kedinginan!
Ribuan ...
Setelah pandangan semakin jelas, mereka melihat ribuan zombie yang berlari dengan ekspresi gila dan haus darah di wajah mereka. Sebagai manusia, wajar bagi orang-orang jika ketakutan ketika melihatnya.
Melihat jumlah musuh, banyak orang merasa kaki mereka lemah dan ingin pasrah.
Saat itu ... suara anak panah merobek udara disusul ucapan dingin terdengar di telinga mereka.
"Untuk terus hidup, bertarunglah!
Terus bertarung, maka kalian akan hidup!
Tanyakan pada dirimu sendiri, menyerah dan mati sebagai pecundang? Atau terus bertarung sampai garis antara hidup dan mati ditentukan, menjadi seorang pemenang?"
Jubah hitam Ark menari ditiup angin, mata biru ditambah pupil vertikal menyala dengan kilau dingin.
"Berdiri tegak dengan kedua kakimu dan pegang erat senjatamu ..."
"BUNUH MEREKA SEMUA UNTUKKU!!!"
__ADS_1
>> Bersambung.