Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Membuat Pijakan Baru


__ADS_3

“K-Kamu … Kamu itu sebenarnya apa?”


Melihat Ark membunuh banyak orang hanya lemparan kerikil, pria botak itu menatapnya dengan ekspresi ketakutan seperti sedang melihat hantu.


Sedangkan Ark sendiri malah memiringkan kepala ketika mendengarkan pertanyaan itu.


“Coba tebak?” ucap pemuda itu dengan nada monoton.


Kalimat santai dan terdengar sepele itu benar-benar membuat semua orang merasakan penghinaan. Namun mereka tidak bodoh. Setelah kehilangan cukup banyak orang, mereka tidak berani bertindak sembrono.


“Apa yang kamu inginkan? Katakan saja! Kami akan memberikan semua yang kamu inginkan.”


Mendengar itu, Ark menjadi sedikit lebih tertarik. Dia mengamati pria botak itu lalu menunggu apa yang akan dilakukan olehnya. Melihat pria itu hanya diam dan menunggu dirinya mengajukan permintssn, pemuda itu merasa cukup kecewa. Dia berpikir kalau orang-orang itu setidaknya akan bermain beberapa trik. Namun siap sangka, mereka menyerah begitu saja.


“Sangat membosankan.”


Ark berkata dengan nada datar. Mendengar itu, orang-orang dari Crimson Jackals langsung diam. Mereka ingin membalas, tetapi mereka takut dengan kekuatan Ark. Pada akhirnya, mereka hanya diam.


Ark menggaruk belakang lehernya. Dia kemudian menghela napas panjang. Beberapa saat kemudian, pemuda itu berkata.


“Kalian urus sisanya.”


Bersama dengan ucapan Ark, banyak sososk berjubah dan bertopeng yang muncul dari gang dan jalan-jalan kecil di sekitar mereka. Meski jumlahnya tidak banyak, tetapi mereka juga memberi tekanan kuar kepada anggota kelompok Crimson Jackals.


Melihat kedatangan para anggota Sword of Sufferings, mereka semua bingung. Pada saat mereka bertanya-tanya kenapa, orang-orang itu akhirnya mengingat kejadian dimana mereka menjarah dan membunuh. Mereka tertawa, tampak menghina orang-orang lemah yang mereka anggap pecundang dan pantas untuk diinjak-injak.


Belum sempat mereka minta maaf atau menjelaskan, sesuai dengan perintah Ark, orang-orang dari Sword of Sufferings langsung menyerang mereka. Bukan hanya tidak langsung membunuh, mereka merasakan sakit ketika kehilangan kaki dan tangan, sebelum ditikam, lalu dipenggal.


Ratapan permintaan tolong dan maaf menggema di seluruh jalan, tetapi sama sekali tidak ada yang peduli dengan mereka. Mencoba untuk melarikan diri, tetapi akhirnya gagal. Pada saat kematian menjemput, baru saat itu mereka menyesal atas segala sesuatu yang pernah mereka lakukan.


Sekitar setengah jam kemudian.


Selain pria kurus botak yang merupakan wakil ketua Crimson Jackals, sisanya benar-benar dibunuh. Pada saat Demonte diseret oleh Leon untuk melihat pemandangan ‘indah’ semacam itu, pria tersebut langsung menggigil. Dia tahu kalau anggota Sword of Sufferings itu kuat. Namun dia benar-benar merasa masih meremehkannya. Khususnya …


Meremehkan kekejaman mereka!

__ADS_1


“Apakah kamu pikir itu kejam?”


Suara Ark terdengar di telingan Demonte. Dia langsung menoleh dan melihat sosok lelaki berjubah dan bertopeng. Mendengar pertanyaan itu, jelas dia sama sekali tidak bisa membantah. Baginya, pemandangan itu memang tampak kejam. Namun saat itu juga, dia menyadari sesuatu.


“Mungkinkah kalian semua adalah orang-orang yang menegakkan keadilan dan menumpas kejahatan?”


Mendengar pertanyaan itu, orang-orang dari Sword of Sufferings yang sedang bersih-bersih langsung tertawa. Meski mereka pernah menganggap diri mereka seperti itu, tetapi ajaran Ark jelas merubah pemikiran mereka semua.


“Pertama, kamu harus ingat kalau kami bukanlah orang-orang munafik yang menggunakan nama keadilan untuk melakukan hal-hal semacam ini. Membunuh orang biasa, kamu penjahat. Membunuh penjahat, kamu pahlawan. Hal semacam itu tidak ada dalam kosa kata kami.


Pembunuh adalah pembunuh. Baik yang kamu bunuh orang baik atau jahat, kamu harus mengakui kalau kamu adalah pembunuh. Begitulah kami. Bukan orang yang akan berkata kami bukan pembunuh dan bersembunyi di balik topeng kemunafikan.”


“Lalu kenapa kalian membunuh? Apakah kalian orang-orang gila yang membunuh tanpa alasan?” Demonte hampir kehilangan kata-kata.


“Tidak.”


Ark menggelengkan kepalanya. Dia menatap tepat ke mata Demonte sebelum melanjutkan.


“Jika kamu ingin menyalahkan, kamu harus menyalahkan dunia yang kejam dan gila ini. Bukankah Crimson Jackals suka merampok dan mengambil milik orang-orang yang lemah? Kami memiliki ide yang agak sama. Selain mengembangkan kelompok sendiri seperti kelompok benar, jika kami menemukan mangsa … kami akan mulai berburu.


“Kelompok jahat?” tanya Demonte.


“Ya. Berbeda dengan orang-orang yang suka memburu yang lemah, kami hanya membedakannya dengan dua kategori. Baik yang harus ditinggalkan, atau jahat yang harus dimusnahkan.


Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa kami melakukan itu.


Sejujurnya, kami tidak melakukannya untuk menghukum mereka. Bisa dibilang, ketika kami menjarah dan membunuh orang-orang yang melakukan kejahatan, kami tidak merasa bersalah. Ya, sesederhana itu.”


Mendengar itu, Demonte terkejut. Dia belum pernah melihat kelompok seperti itu sebelumnya. Bukan hanya mengambit rute orang baik, tetapi mereka juga mengambil rute penjahat. Pada saat pria itu bingung, suara Ark kembali terdengar di telinganya.


“Katakan padaku, Demonte, kenapa kamu bergabung dengan Crimson Jackals? Jika kamu menjawab dengan jujur, mungkin aku bisa membantumu. Lagipula, kami, Sword of Sufferings memerlukan orang yang bisa bertanggung jawab atas masalah yang ada di kota ini.


Kamu orang yang cukup menarik. Jika kamu mau, aku bisa memberimu kesempatan untuk mencoba. Tidak langsung bergabung dengan kami, tetapi setidaknya … bisa berteduh di bawah pohon rindah dan terlindung dari panas atau hujan.


Kamu berniat mencobanya?”

__ADS_1


Mendengar bisikan iblis di telinganya, Demonte merasa gugup. Setelah mengingat banyak hal, tanga pria itu mengepal erat. Dia kemudian manatap ke arah Ark dengan tegas lalu berkata.


“Aku akan mencobanya!”


Melihat tatapan tegas itu, Ark mengangkat sudut bibirnya.


***


Dua hari kemudian, di markas Crimson Jackals.


“Ya … cukup. Kalian bisa hentikan pertarungan sia-sia itu.”


Suara datar dan tak acuh terdengar. Suara tersebut langsung menarik perhatian semua orang.


Semua orang langsung melihat ke arah bangunan tiga lantai. Di atas atap, tampak sosok Ark yang mengangkat kepala seseorang yang telah dipenggal. Melihat kepala itu, orang-orang dari Crimson Jackals langsung menjatuhkan senjata mereka karena … itu adalah kepala ketua mereka!


“Menyerah atau mati. Silahkan tentukan pilihan kalian … satu menit dari sekarang.”


Mendengar itu, banyak orang langsung berlutut di tanah. Sama sekali tidak melanjutkan pertarungan mereka. Sementara itu, prajurit dari Sword of Sufferings juga tidak lagi menyerang mereka. Jelas, dibandingkan kematian, mereka memilih untuk menyerahkan diri.


Melihat pemandangan seperti itu, Ark mengangguk ringan. Dia melemparkan kepala orang yang dia angkat secara acak lalu berbalik pergi. Saat dia menuruni tangga, pemuda itu melihat Demonte yang menunggu bersama dengan Saito. Ekspresinya tampak lebih serius dibandingkan sebelumnya. Demonte langsung memberi hormat kepadanya.


Ark berjalan santai. Pada saat melewati Demonte, dia menepuk pundak pria itu sambil berkata.


“Kerja bagus.”


Mendengar itu, tubuh Demonte menjadi kaku.


Sebelumnya, Demonte menjelaskan secara detail tentang wilayah Crimson Jackals termasuk bangunan tempat mereka tinggal, dan jumlah personel Crimson Jackals. Dia benar-benar tidak menyangka semua ini bisa terjadi. Lagipula …


Pemandangan sekitar lima puluh orang yang menyerang markas musuh yang beranggotakan lebih dari lima ratus orang benar-benar pandangan dunianya berubah!


Sampai sekarang, Demonte masih tidak menyangka kalau hal semacam itu bisa dilakukan!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2