Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kedamaian Sementara


__ADS_3

Tengah malam.


Semua orang berkumpul di lokasi yang sama. Mereka semua akhirnya menyelesaikan tugas penghapusan para kanibal. Meski beberapa terluka cukup parah dan sebagian besar orang juga mengalami cedera ringan, tidak ada satu orang pun yang mati. Bisa dibilang ...


Misi ini sukses besar!


"Sangat jarang kamu melepas jubahmu, Hades."


Melihat Ark yang melepaskan jubahnya dan membawa sebuah bungkusan aneh, Julian bertanya dengan ekspresi penasaran di wajahnya.


"Bukan apa-apa. Hanya sedikit gerah," ucap Ark.


"..."


Sudut bibir Julian berkedut. Ini jelas musim dingin dimana banyak salju. Embusan angin bahkan menggigit tulang, membuat orang-orang menggigil kedinginan.


Panas atau gerah jelas kebohongan yang terlalu jelas!


"Apa yang sedang kamu bawa? Bolehkah aku melihatnya?"


"Hanya suvenir kecil, dan ... tidak."


"Sangat jarang kamu berperilaku seperti itu, Hades. Itu malah membuat kami semakin penasaran."


"Cobalah untuk memeriksanya jika kalian berani," ucap Ark datar. Langsung memberi ancaman secara terang-terangan.


Sosok Lisa mengendap-endap dari belakang Ark. Tangannya terulur, berusaha untuk menggapai bungkusan kain di tangan pemuda itu.


Plak!


Tangan Lisa langsung ditampar. Pada saat hendak protes, gadis itu melihat sepasang mata dingin dibalik topeng Ark. Dia kemudian memilih untuk diam.


Tindakan Ark jelas mengejutkan anggota Sword of Sufferings lain.


Bagi mereka, Lisa sudah dianggap sebagai adik oleh Ark. Pemuda itu jelas memperlakukannya dengan cara cukup spesial. Meski marah, Ark masih menuruti apa yang diminta oleh gadis itu.


Contohnya ketika Lisa meminta Ark untuk membuatkan pedang besar yang dia gunakan sekarang. Gadis itu benar-benar menggangunya selama tujuh hari tujuh malam untuk mendapatkan izinnya. Walau diganggu, dia tidak tampak begitu emosional.


Sebaliknya, pada akhirnya Ark malah membuatkan Lisa pedang dari bahan berharga yaitu tanduk banteng raksasa yang telah dia rawat dan simpan baik-baik.


Tanduk banteng pada umumnya memiliki bagian dalam kosong. Namun setelah bermutasi, bagian dalam tanduk itu padat. Benar-benar bisa digunakan untuk membuat senjata.


Untuk membuat pedang besar Lisa, banyak bahan yang dibutuhkan. Namun pemuda itu masih melakukannya dengan tenang. Masih mau menanggungnya.


Sedangkan untuk saat ini, tatapan kejam di mata Ark benar-benar membuat mereka terkejut. Mereka menduga, apa yang ada dalam bungkusan kain tersebut pasti sangat berharga bagi pemuda tersebut.


"Hades!"


Mendengar seseorang memanggilnya, Ark menoleh. Melihat Joseph dan Siegfried berjalan ke arahnya, pemuda itu memiringkan kepalanya.


"Apa yang kalian inginkan?"


"Aku tidak berniat bertanya tentang sesuatu yang tidak perlu. Aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting."

__ADS_1


Joseph sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan dingin Ark. Namun malah membalasnya dengan ramah.


"Ada apa?" tanya Ark dengan ekspresi mengendur.


"Ini soal misi penghapusan para kanibal."


"Katakan," ucap Ark datar.


"Karena kita telah berhasil untuk menyelesaikan operasi gabungan ini, aku ingin menyebarkan beritanya ke seluruh kota." Joseph berkata dengan ekspresi serius.


"Bukankah itu baik-baik saja? Dengan demikian, orang-orang tidak perlu lagi merasa ketakutan." Julian berkata dengan senyum di wajahnya.


Berbeda dengan Julian yang memiliki pemikiran polos, Ark lebih mengerti apa yang dimaksud oleh Joseph.


"Kamu ingin meningkatkan prestige Aliansi Dark Triangle di mata orang-orang?


Meski aku tidak begitu peduli dengan ketenaran atau gengsi semacam itu, aku rasa hal tersebut tidak buruk. Aku menyetujui pemikiranmu."


"Tentu saja aku juga setuju!" tambah Julian.


Melihat pemimpin kedua kelompok lain setuju, Joseph menghela napas. Dia merasa lega karena ide-ide mereka tidak begitu bertentangan. Pria itu sangat puas karena ...


Dengan ini mereka bisa semakin menekan Imperial Tiger!


***


Beberapa hari kemudian.


Di seluruh kota, nama Aliansi Dark Triangle mulai menggema. Prestasi mereka dalam menemukan persembunyian para kanibal dan cara penghapusan benar-benar membuat para survivor senang. Mereka semua sangat bersyukur karena hal tersebut.


Hanya saja, semakin baik kelompok, semakin sulit juga untuk memasukinya.


Black Panther dan Silver Cross menerima sebagian, tetapi menolak lebih banyak orang. Sedangkan Dark Caravan ... mereka benar-benar tidak menerima anggota melalui jalur lain.


Tentu saja hal tersebut mengundang kritikan publik. Namun karena tiga kelompok telah terbiasa, mereka tidak begitu memedulikannya.


Sementara ada yang merasa senang, ada juga yang merasa sedih dan tertekan. Mereka adalah orang-orang dari Imperial Tiger dan Third Scars!


Meski telah mendapatkan pasokan ramuan dari Vadim, tetapi mereka tidak puas.


Khususnya Viper! Dia telah menyumbangkan banyak ramuan ke Imperial Tiger. Namun hasilnya nihil. Bukan hanya tidak berhasil, mereka sama sekali tidak membuat banyak kemajuan karena minimnya alat!


Viper sangat marah karena mereka menyia-nyiakan banyak ramuan. Jika ramuan itu tidak disia-siakan, jumlah orang yang terbangun pasti meningkat sedikit demi sedikit. Berjalan agak lambat tapi pasti!


"Para orang tua bau tanah tidak berguna itu!"


Di kantornya, Viper langsung menendang meja sampai hancur berkeping-keping. Dia menggertakkan gigi karena marah. Pria itu sudah mencoba sabar, tetapi Imperial Tiger benar-benar menjadi semakin keterlaluan.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!"


Pintu terbuka dan sosok pria masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Ketua, aku ingin menyampaikan laporan."


"Ada apa lagi?!"


"Imperial Tiger meminta kita menyerahkan jatah ramuan yang akan dikirim minggu ini."


BRUAK!!!


Viper langsung menendang kursi ke dinding sampai hancur berkeping-keping. Menggertakkan gigi, dia langsung berteriak.


"TOLAK MEREKA! KATAKAN KALAU DUA KELOMPOK SUDAH SEPAKAT UNTUK MEMBAGINYA PER MINGGU!


KITA, THIRD SCARS SAMA SEKALI TIDAK MENERIMA PERUBAHAN!"


"Tapi—"


"SAMPAIKAN SAJA JAWABANKU KEPADA MEREKA!!!"


"B-Baik, Ketua!"


"ENYAH!"


Melihat bawahannya pergi, napas Viper langsung naik turun. Dia benar-benar merasa kesal karena disepelekan oleh Imperial Tiger. Dengan niat membunuh di matanya, pria itu bergumam.


"Imperial Tiger apa ... Dark Caravan apa ..."


"Setelah semuanya berjalan lancar, kalian semua harus berlutut di depanku!"


"Aku, Viper ... adalah orang yang pantas menjadi Raja di dunia baru ini!"


***


Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.


"Semuanya terlihat bagus."


Ark menutup kotak penyimpanan yang tertata rapi di rak kemudian menguncinya. Pemuda itu kemudian menghela napas panjang.


"Belum waktunya ... belum waktunya untuk melakukan hal gila semacam itu."


Ark bergumam pelan. Setelah merasa lebih tenang, pemuda itu akhirnya pergi keluar dari kamarnya. Dia turun ke bawah untuk menemui rekan-rekannya.


Melihat betapa seriusnya mereka, Ark mengangguk.


"Apakah semuanya telah berada di jalur yang benar?" tanya Ark.


"Di sisi kami, semuanya berjalan dengan lancar, Ketua." Abigail berkata lembut.


"Di sisi prajurit juga aman. Mereka tampak lebih antusias ketika mendengar berita tentang naiknya ketenaran Sword of Sufferings." Jay tersenyum sambil membuat tanda 'OK' dengan tangannya.


"Bagus."


Ark mengangguk ringan. Tatapannya menyapu semua petinggi (kecuali Darin) yang ada di dalam ruangan. Dengan ekspresi tegas, pemuda itu berkata.

__ADS_1


"Lanjutkan! Jangan sampai kita terlena hanya karena kedamaian sementara!"


>> Bersambung.


__ADS_2