
IRI!
Satu kata singkat tersebut adalah kesimpulan dari apa yang dirasakan oleh Joseph dan tiga bawahannya.
Dibandingkan dengan seekor burung putih yang agak konyol di sisi Julian, jelas penampilan dua gagak putih yang lebih ganas membuat mereka kagum. Belum lagi, ada husky bermutasi dengan penampilan mirip serigala. Bahkan lebih ganas daripada serigala yang mereka temui sebelumnya.
Penampilan seperti itu jelas membuat mereka iri.
"Omong-omong, apakah kamu tidak berniat menjual teknik penjinakan, Hades?" tanya Joseph dengan hati-hati.
"Teknik penjinakan? Hmmm ... tidak ada sesuatu seperti itu."
"Itukah yang kamu katakan ketika memiliki banyak binatang yang menjadi rekan di sisimu?" tanya Joseph tak berdaya.
"Bukankah aku bertemu dengan mereka karena takdir?" Ark memiringkan kepalanya.
"Jika hanya satu atau dua, aku mungkin percaya. Sedangkan kamu ... hampir sepuluh? Siapa yang coba kamu bohongi, Hades?"
"Aku sendiri juga tidak tahu. Omong-omong, aku sendiri juga sedang melakukan penetasan. Namun sangat disayangkan, belum ada hasil."
"Apakah kamu memiliki saran?" tanya Joseph.
"Tirukan Julian, jangan meniruku."
Meski saran tersebut terdengar asal, Ark benar-benar tulus. Jika harus menirukan dirinya untuk menjinakkan para gagak dan mencoba menjinakkan jenis hound atau semacamnya, dengan kemampuan Joseph ... 90% hasil akhirnya adalah dicabik-cabik.
Menirukan Julian lebih masuk akal. Itulah kenapa Ark menyuruh Joseph melakukannya.
Setelah mengatakan itu, Ark menyuruh Huginn dan Muninn untuk mencari di sekitar area perburuan leopard bermutasi.
Beberapa waktu kemudian, kicauan dua gagak terdengar. Ark langsung melirik ke arah Jay.
"Kamu pergi terlebih dahulu, Jay."
Mendengar ucapan Ark, Jay langsung pergi. Tampaknya dia sangat bersemangat karena sudah cukup lama tidak bertarung di luar.
Ark menoleh ke arah Joseph dan bawahannya.
"Kalau begitu kami pergi terlebih dahulu."
"Semuanya bersiap!"
Stacy langsung naik ke tempat kusir. Natasha duduk di sebelahnya. Lisa melompat ke atap kereta. Gadis itu kemudian duduk bersila sambil memangku pedangnya.
Setelah itu mereka pergi. Benar-benar meninggalkan Joseph dan tiga bawahannya dengan satu tas kecil berisi makanan serta air.
Joseph menoleh ke arah Siegfried dan melihat pemuda itu menatapnya dengan ekspresi serius.
***
Sekitar lima menit kemudian.
Di perempatan jalan raya yang luas, sosok leopard bermutasi dengan ukuran mirip Debby menggeram. Di punggungnya, tampak banyak duri seperti landak sampai pangkal ekor. Ekornya sendiri digantikan dengan ekor kalajengking raksasa.
__ADS_1
Sudah tidak lagi terlihat seperti leopard yang dikenal sebelum apocalypse tiba.
Makhluk itu menggeram marah. Di empat jalan, tampak ada yang menghalanginya. Ark menjaga satu jalan. Finn menjaga jalan lain. Debby juga menjaga jalan sendiri. Sedangkan jalan keluar terakhir, Jay dan Michi menjaganya.
Meski tubuh Ark kecil jika dibandingkan monster, leopard bermutasi jelas merasakan tekanan mengerikan dari tubuhnya.
Ark berada di tingkat tiga. Finn berada di tingkat tiga. Debby berada di tingkat tiga. Jay berada di tingkat tiga, dan Michi berada di tingkat dua.
"Tidak ada jalan untuk lari. Sebaiknya kamu bertarung dengan segenap kekuatanmu!" ucap Ark tak acuh.
Leopard bermutasi tidak mengerti apa yang Ark ucapkan. Namun dari cara bicara, gesture, dan tatapan mata ... pemuda itu jelas meremehkannya.
"ROOAARRR!!!"
Mengabaikan auman makhluk itu, Ark dengan dingin berkata.
"Stacy, Natasha, Lisa ... aku akan menyerahkannya kepada kalian."
"Dimengerti!" jawab mereka bertiga serempak ketika maju.
BANG!!!
Saat itu aspal di bawah leopard bermutasi tiba-tiba retak. Tubuh makhluk itu sedikit membengkak ketika duri-duri di punggungnya bergetar. Aura ganas terpancar dari tubuh makhluk tersebut.
"Ternyata tidak bodoh," gumam Ark.
"MENYINGKIR!!!"
Ark langsung memberi perintah. Saat itu juga, suara memotong angin terdengar.
Ratusan duri di punggung leopard bermutasi langsung melesat ke segala arah. Duri-duri mirip jarum besi berukuran besar ditembakkan dengan cepat.
Jay langsung menyingkir. Finn dan Debby langsung mundur, tetapi masih terkena serangan. Ark sendiri langsung menarik dua pedang dan menangkis semua duri.
Lisa menancapkan pedang di depannya. Langsung berlindung di belakang pedang yang lebar dan tinggi. Dua gadis lain juga berlindung di belakangnya.
"ROOAARRR!!!"
Leopard bermutasi sekali lagi meraung. Dia kemudian bergegas ke arah jalan tempat Jay berada Karen telah terbuka lebar.
"Memangnya aku akan membiarkanmu!"
Karena Jay dan Michi berpisah ketika serangan terjadi, dia langsung bergegas menuju ke leopard bermutasi seorang diri. Mungkin pria itu sangat yakin karena duri di punggung makhluk itu telah menghilang.
BANG!!!
Sosok Jay langsung diterbangkan dengan kecepatan luar biasa. Menghancurkan kaca salah satu bangunan lalu menghilang begitu saja.
"Orang itu ..."
"Musuh jelas dalam kondisi berserk tetapi benar-benar maju hanya membawa pedang dengan percaya diri. Benar-benar mencari mati!"
Ark tidak bisa tidak mengeluh dalam hati. Saat dia hendak menyusul, suara Lisa terdengar.
__ADS_1
"Biarkan kami bertiga yang mengejarnya, Kak!"
Melihat ke arah Lisa dan dua perempuan lain yang serius. Ark akhirnya membiarkan mereka pergi.
Lisa, Stacy, dan Natasha langsung bergegas mengejar leopard bermutasi. Kecepatan mereka mungkin kalah, tetapi karena stamina leopard terkuras lebih cepat. Pada akhirnya mereka berdua berhasil menyusulnya.
Sosok leopard bergegas ke arah tiga perempuan tersebut lalu ekor besar dengan sengat langsung berayun kuat.
Swoosh! BANG!!!
Lisa langsung maju dan menangkis serangan tersebut dengan pedang besarnya. Ekspresinya berubah agak pucat, tetapi dia hanya terpental mundur beberapa meter.
"SEKARANG!!!"
Stacy dan Natasha muncul dari belakang Lisa. Mereka langsung mengambil arah yang berbeda, ke kanan dan kiri.
Sosok Natasha langsung bergegas dari kanan. Menyerang ke arah leher leopard bermutasi.
Makhluk itu langsung menghindar dan balik menyerang dengan ekornya. Natasha langsung mundur, membuat ekor yang terulur sampai batasnya tidak bisa mencapainya. Saat itu juga, suara Lisa kembali terdengar.
"TANGKAP!"
Lisa berputar dua kali lalu melemparkan pedangnya ke langit. Saat itu, sosok Stacy melompat. Dia menginjak punggung leopard bermutasi sekali lalu kembali melompat untuk menangkap pedang Lisa.
Stacy menangkap gagang pedang lalu berputar di udara lalu membanting pedang tepat di ruas ekor yang terentang.
SLASH!!!
Ekor kalajengking besar langsung jatuh ke jalanan. Saat itu juga, leopard bermutasi meraung keras.
Meski banyak hal dilakukan, tetapi kejadian tersebut terjadi sangat cepat.
"Kemana kamu melihat, Kucing Besar!!!"
Lisa telah melesat maju. Dia melompat tinggi sambil memegang erat dua pedang pendek di tangannya.
JLEB!
Dua pedang langsung menancap di mata leopard bermutasi. Lisa langsung melepaskan gagang pedang. Menendang wajah leopard lalu melompat mundur lalu melakukan backflip.
"ROOAARRR!!!"
Lisa, Stacy, dan Natasha langsung mundur. Leopard bermutasi langsung menggaruk wajahnya untuk melepas dua pedang yang menancap di matanya. Ketika terlepas, makhluk itu menggeram marah. Sekali lagi tubuhnya berubah.
Sementara itu, sosok Ark melihat dari lantai empat gedung tidak jauh dari sana.
Meski leopard bermutasi telah kehilangan banyak kemampuan, tetapi dia masih mengagumi kombinasi serangan antara tiga gadis.
Mereka mungkin sering bertengkar dan tidak cocok satu sama lain. Namun, kombinasi antara ketiganya jelas tidak lemah.
Melihat itu, Ark bergumam.
"Dengan begini, bahkan jika aku pergi ... semua pasti akan baik-baik saja."
__ADS_1
>> Bersambung.