
"Apakah kamu merasa bersalah?"
Ark bertanya dengan nada datar sembari menatap mata Natasha.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah atau tertekan. Tentu saja, aku tidak akan begitu bodoh untuk menyebutkan semua kelemahanku kepadamu. Apa yang aku sebutkan adalah kelemahan mayoritas ahli telekinesis.
Kamu sendiri seharusnya sadar. Apa yang aku lakukan bukan hanya mengendalikan dan melempar bebatuan. Aku cukup handal dalam menggunakan pedang, bahkan bisa mengkombinasikan keduanya."
"..."
Menyadari apa yang Ark ucapkan itu benar, Natasha tercengang.
Pada awalnya, gadis itu merasa sangat bersalah. Dia bingung kenapa Ark mengajarinya dengan begitu detail, seolah tidak peduli jika ditikam dari belakang. Benar-benar mempercayai dirinya.
Belum lagi ciuman pertamanya juga direnggut oleh pemuda itu. Sikapnya yang dingin, tak acuh, tetapi juga peduli dan selalu melindungi membuat pikiran Natasha kacau.
Terlebih lagi, sekarang Ark cukup dekat dengan Abigail, Nathan, dan Nala.
Hal tersebut membuat Natasha semakin ragu dan bimbang!
Menyadari bahwa sedari tadi Ark hanya mempermainkan dirinya, wajah Natasha langsung merah karena malu dan marah.
"DASAR PRIA MENYEBALKAN!"
Natasha berteriak marah. Dia melepaskan kerah baju Ark, menginjak kaki pemuda itu sebelum pergi sambil marah-marah.
Ark yang melihat punggung wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya, jika itu orang lain, Ark tidak akan peduli apalagi menceritakan kelemahan-kelemahan ahli telekinesis. Karena, semakin sedikit yang mereka ketahui, semakin banyak trik yang dia simpan. Membuat lawan benar-benar kewalahan.
'Karena tidak mungkin berkata kalau aku kembali ke masa lalu, maka anggap saja ini balas budi. Sangat menjengkelkan karena aku tidak mendapatkan apa-apa.
Akan tetapi, aku sama sekali tidak menyesalinya.'
Tanpa sadar, Ark sedikit mengangkat sudut bibirnya. Tangannya merogoh saku, tetapi ekspresinya tiba-tiba berubah karena dia ingat kalau sekarang dia tidak membawa rokok.
"Tampaknya bukan hanya kebiasaan baik, tetapi kebiasaan buruk juga aku bawa kembali," gumam Ark. "Kalau begitu, sebaiknya mencoba untuk meninggalkan hal buruk seperti itu."
Ark memejamkan matanya sambil menghela napas panjang. Setalah kembali membuka matanya, dia berjalan menuju ke arah Natasha pergi.
Kembali ke markas Sword of Sufferings!
***
Sekitar jam tujuh petang.
"Jadi, besok latihan khusus akan dimulai, kan?"
__ADS_1
Selesai makan malam bersama, Jay bertanya kepada Ark.
Sebenarnya, sudah tujuh hari sejak penutupan jalan. Mereka telah membagi tim dan benar-benar membersihkan area perumahan. Alasan kenapa bisa diselesaikan dengan cepat sebenarnya karena jumlah populasi.
Dikarenakan belum banyak yang tinggal di sini, berarti jumlah zombie sebenarnya sedikit jika dibandingkan dengan di bagian lain. Jika jumlahnya cukup banyak sebelumnya, itu karena banyak orang yang mencoba melarikan diri ke sini, tetapi akhirnya terkena gigitan zombie lalu terinfeksi. Menjadi zombie yang akhirnya Ark dan teman-temannya habisi.
"Latihan khusus bisa dimulai. Namun, kita juga memiliki dua hal penting yang perlu dilakukan."
Ark menatap ke arah Jay dengan ekspresi serius, sebelum melanjutkan.
"Kita akan membahasnya nanti."
"..."
Semua orang sama sekali tidak membantah. Mereka semua tahu, karena apa yang Ark dan Jay bicarakan tidak bisa dikatakan kepada mereka, itu berarti hal tersebut sangat penting.
"Kalian bisa memilih pelajaran apa yang ingin kalian ambil. Namun aku hanya akan mengajarkan tiga teknik.
Teknik tombak, Tujuh Serangan Python Hitam. Teknik pedang, Gaya Ujung Timur. Teknik belati dan bilah pendek, Tarian Kupu-kupu dan Lebah.
Jika aku boleh menyarankan, lebih baik belajar teknik pedang. Lebih sederhana, lebih mudah dilatih, dan sangat berguna."
Saat itu, Natasha mengangkat tangannya. Dia kemudian bertanya.
"Jika diberi peringkat, bagaimana urutan kekuatan teknik senjata itu?"
Akan tetapi, jika diurutkan dari yang paling mudah sampai sulit, itu akan menjadi pedang, tombak, lalu belati.
Sebenarnya, pedang memiliki lebih banyak gerakan. Akan tetapi, hal tersebut mudah dihafal. Sedangkan tombak atau belati lebih rumit karena kombinasi serangan yang tidak mudah dilakukan. Bukan hanya perlu latihan terus-menerus, tetapi juga ketelitian serta fokus.
Jadi, pilihlah."
Setelah mendengar ucapan Ark, mereka semua berpikir dengan ekspresi serius. Jelas, menurut pemuda itu, setiap teknik bisa dianggap kuat dan sulit dipelajari. Jadi setelah mengambilnya, tidak ada jalan untuk kembali.
Memikirkan semuanya cukup lama, semua anggota Sword of Sufferings akhirnya memilih.
Teknik pedang Gaya Ujung Timur, enam orang. Mereka adalah Jay, Natasha, Yonas, Vadim, Nathan, dan Nala.
Teknik tombak Tujuh Serangan Python Hitam, tiga orang. Mereka adalah Darin, Old Franky, dan Shani.
Teknik belati Tarian Kupu-kupu dan Lebah, tiga orang. Mereka adalah Stacy, Abigail, dan Lisa.
Mengecualikan Nathan dan Nala yang Ark tidak izinkan untuk berlatih karena harus fokus pada dasar-dasar, pembagian tersebut benar-benar agak jauh dari apa yang dia pikirkan.
Khususnya Tarian Kupu-kupu dan Lebah. Ark sama sekali tidak menyangka kalau ada orang lain yang memilih kecuali Lisa si gadis keras kepala.
"Stacy, Abigail ... kalian benar-benar memilih ini? Aku akan mengingatkan, ini sama sekali bukan permainan. Jadi setelah kalian memilih, aku benar-benar tidak menerima protes.
__ADS_1
Pikirkanlah baik-baik. Katakan alasannya yang sebenarnya. Aku yakin kalian tidak seperti anak keras kepala yang hanya memilih karena menontonnya."
"Aku mendengarnya, oi!" teriak Lisa dengan nada kesal.
Ark mengabaikan gadis itu, fokus kepada Stacy dan Abigail.
Abigail menghela napas panjang sebelum akhirnya berkata.
"Meski saya tahu ini sulit, saya rasa ini akan sangat membantu saya. Terutama, saya merasa kalau teknik tersebut seharusnya cocok dengan bakat bawaan saya."
Mendengar jawaban Abigail, Ark mengangguk. Memang, bakal bawaan wanita itu cocok dengan teknik rumit dengan banyak trik.
"Dimengerti," ucap Ark.
Stacy kemudian juga menjawab dengan ekspresi santai seperti biasa.
"Saya akan mengakui bahwa saya adalah gadis licik. Gaya bertarung frontal dengan pedang tidak terlalu cocok untuk saya.
Bukankah mengelabui itu juga sebuah trik?
Saya tidak keberatan untuk bermain curang. Lagipula, di dunia gila ini, ketika bertarung, hanya ada kata aku mati atau kamu mati. Jadi selama saya menang, saya rasa cara apa saja tidak masalah.
Bukankah begitu, Tuan?"
Kecuali Ark, anggota lain menatap Stacy dengan ekspresi terkejut. Mereka tidak menyangka kalau gadis itu akan begitu blak-blakan. Sangat berani.
"Kamu benar." Ark mengangguk santai. "Kalau itu keputusan kalian, aku tidak akan memaksa kalian mengganti pilihan."
"Terima kasih, Ketua!" balas Stacy dan Abigail serempak.
Ark mengalihkan pandangannya ke arah Old Franky.
"Kamu sudah tua, Old Franky. Kenapa tidak memilih sesuatu yang lebih mudah?"
"Hehehehe. Untuk pria tua sepertiku, semua gerakan jelas sulit! Jadi setelah mempertimbangkan, aku memilih tombak.
Jika kamu bertanya kenapa? Jawabannya sederhana, karena tombak memiliki jangkauan serangan paling jauh dari ketiga teknik tersebut."
'Sudah aku duga. Ini benar-benar gaya pengecut Old Franky.'
Pikir Ark sambil menghela napas panjang. Hanya saja, ini agak berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Karena di kehidupan sebelumnya, Old Franky lebih fokus ke penelitian tanpa mengurus diri sendiri. Bisa dibilang, otaknya bagus, tetapi dia masih ayam lemah yang mudah disembelih.
Jadi sekarang, Ark sama sekali tidak berniat untuk membuat pria tua tersebut diam saja. Berusaha membuat Old Franky setidaknya memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri.
Menatap ke arah anggota Sword of Sufferings, Ark menghela napas panjang.
Jalannya masih panjang. Banyak yang harus dilakukan!
__ADS_1
>> Bersambung.