Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kepik Wajah Zombie


__ADS_3

“Kamu lihat gedung itu, Ark? Dulu, itu adalah toko maianan terbaik di kota ini. Paling lengkap dan cepat diperbarui.”


“Lihat itu, Ark! Dulu, tempat itu adalah warung ramen yang tidak terlalu besar, tetapi terkenal karena rasanya.”


“Itu adalah toko hewan peliharaan, seharusnya lebih besar daripada yang ada di markas utama.”


“...”


Sambil terus jalan-jalan di sekitar lingkaran luar kota, Ark mendengar Jay menceritakan banyak hal. Khususnya, masa kanak-kanak Jay yang begitu bahagia.


Hanya saja, setiap kali pria itu bercerita, ekspresinya menjadi lebih redup dibandingkan sebelumnya. Bahkan, senyum yang dipaksakan muncul di wajah pria itu.


‘Dia pasti merindukan kedua orang tuanya.’


Melihat ekspresi sedih sahabatnya, Ark hanya bisa diam. Karena sudah sangat lama sejak kematian orang tuanya, pemuda itu sama sekali tidak ingat wajah mereka.


Orang tua Ark meninggal ketika dia masih kecil. Dia tumbuh dewasa melewati jalan yang berat. Apocalypse tiba, dan dia terus berjuang di sana. Setelah itu, kembali ke masa sekarang ini.


Saking banyaknya yang dilalui, Ark melupakan beberapa hal penting.


Langkah kaki Ark sekali lagi terhenti. Saat itu, Jay menoleh dan bertanya dengan ekspresi aneh di wajahnya.


“Apakah aku melakukan kesalahan lagi?” tanya Jay.


“Tidak.” Ark menggelengkan kepalanya. “Kita dikelilingi.”


Mendengar ucapan Ark, ekspresi Jay langsung menjadi serius.


Ketika mereka beru berangkat, dalam perjalanan, sesekali mereka melawan zombie atau binatang bermutasi. Namun, dari satu jam yang lalu, binatang bermutasi atau zombie sama sekali tidak muncul.


“Kenapa aku tidak merasakannya? Apakah kabut benar-benar menghalangi persepsi kita?”


“Seharusnya bukan karena kabut. Menurutku, makhluk-makhluk itu memang pandai bersembunyi. Mereka juga memanfaatkan kabut dengan baik.”


Mendengar pertanyaan Jay, Ark menjawab dengan santai. Saat itu juga, mereka berdua langsung mengamati area sekitar dengan ekspresi serius.


Pada dinding bangunan dan pepohonan sekitar, tampak sangat banyak serangga dengan mata hijau, menatap langsung ke arah Ark dan Jay.


Makhluk-makhluk itu adalah serangga seukuran kepala manusia. Mereka adalah kepik dengan tubuh hitam dan pola wajah manusia berwarna hijau pucat di punggungnya. Jumlah mereka mencapai puluhan ribu.


Menghiasi dinding dengan gambar wajah-wajah menjerit dan terdistorsi. Benar-benar membuat kulit kepala mati rasa.


“Makhluk macam apa itu? Benar-benar tampak buruk?” ucap Jay dengan sudut bibir berkedut.

__ADS_1


Meski merasa agak jijik, Jay juga merasa cukup lega. Pada awalnya, dia berpikir musuh yang datang adalah makhluk kuat. Siapa sangka, ternyata hanya makhluk level 1.


‘Serangga itu kan ...’


Pada saat Ark mengingat berbagai jenis serangga bermutasi di kepalanya, Jay sudah menyambut ratusan kepik yang bergegas ke arah mereka.


“Makhluk-makhluk sepele belaka mencoba untuk menghentikanku?”


Jay menarik keluar pedangnya. Melihat ratusan kepik bermutasi bergegas ke arahnya, pria itu menyeringai.


“Mati!”


SLASH!


Pedang langsung memotong belasan kepik sekaligus. Ketika tubuh kepik dipotong, darah hijau memercik ke jubah dan pakaian Jay, langsung merusaknya karena asam yang kuat.


“Lagi-lagi darah yang sangat korosif?! Kenapa makhluk semacam ini mulai bermunculan!” ucap Jay dengan ekspresi kesal.


‘Apakah itu Kepik Wajah Zombie?’


Kepik Wajah Zombie, sejenis serangga bermutasi yang masih satu kerabat dengan kumbang. Makhluk itu tidak begitu kuat, tetapi cukup berbahaya. Bagian luar sayapnya cukup keras, sulit dirusak oleh makhluk level 2, bahkan level 3 masih agak kerepotan.


Seingat Ark, makhluk itu sangat langka di kehidupan sebelumnya. Alasannya hampir sama dengan Cursed Blood Bat.


Tentu saja, meski hanya level 1, kepik wajah zombie sulit diatasi oleh orang-orang biasa, bahkan pejuang level 1 juga masih cukup kerepotan.


Sedangkan untuk level 2 ke atas, selama mengetahui kelemahannya, makhluk itu mudah dibunuh.


Kelemahannya adalah bagian celah antara kepala dan tubuhnya. Selama diincar tepat di sana, makhluk itu dengan mudah dipenggal sampai mati. Namun, ada masalah lain jika ingin memburu kepik wajah zombie.


Ya ... jumlah mereka yang terlalu banyak.


Selain itu, kepik wajah zombie adalah makhluk agresif. Mereka suka menargetkan manusia dan zombie. Makanan favorit mereka adalah otak manusia atau zombie. Sedangkan hobi mereka adalah menggali perut manusia atau zombie, lalu memakan organ dalamnya.


“Apakah kamu hanya akan diam di sana sementara aku hampir ditenggelamkan oleh makhluk ini, Bung?!


Uhuk! Uhuk! Bah! Darahnya memercik ke mulutku! Busuk, baunya busuk sekali!”


Sementara Jay bertarung habis-habisan, Ark hanya berdiri di kejauhan seperti patung. Napasnya sangat tenang, meski tidak menggunakan kemampuan khusus, dia benar-benar tampak menyatu dengan alam.


Bahkan kepik wajah zombie sampai mengabaikan keberadaannya!


Mendengar teriakan sahabatnya, Ark tersadar dari lamunannya. Menyadari kalau Jay sama sekali tidak dalam bahaya, dia masih tampak agak santai.

__ADS_1


Ark mengulurkan tangan kanannya. Saat itu juga, matanya langsung menyala. Seketika, kepik zombie yang terbang dalam jarak 25 meter dengan dia sebagai pusatnya tiba-tiba terhenti. Energi merah menyelimuti seluruh tubuh mereka.


Melihat ribuan kepik wajah zombie yang membeku di udara, mencoba bergerak tetapi tidak bisa, Jay merasa terkejut.


Pada saat itu, Ark langsung membuat gerakan meremas.


Klik!


Bersamaan dengan suara ‘klik’, kepala kepik wajah zombie diremas lalu dipelintir 360 derajat. Langsung dipatahkan dan dipisahkan dari tubuhnya.


Splash!


Darah hijau langsung menyembur kemana-mana. Jay yang dikelilingi ratusan kepik wajah zombie hendak mengatakan sesuatu, tetapi langsung tersedak ketika membuka mulutnya.


Disiram darah ratusan kepik wajah zombie, penampilan Jay tampak memalukan. Jubah, baju, celana, sepatu, dan perlengkapan lain langsung rusak karena cipratan darah.


Meski tidak benar-benar hilang, tetapi semua perlengkapan kecuali senjata benar-benar penuh dengan lubang.


Penampilan Jay saat ini ... benar-benar lebih buruk daripada penampilan gelandangan!


Melihat penampilannya sendiri yang begitu memalukan, Jay tertegun di tempatnya.


Ribuan kepik wajah zombie terkejut. Melihat rekan-rekannya langsung mati oleh sosok yang tiba-tiba muncul, mereka langsung berhamburan ke berbagai arah. Melarikan diri dan tidak berani kembali.


“Benar-benar sangat disayangkan,” gumam Ark.


Melihat lebih dari seribu tubuh kepik wajah zombie, dia tidak lagi mengejar. Baginya, jumlah yang terbunuh sudah lebih dari cukup. Dia langsung mengeluarkan belati, mengambil salah satu tubuh lalu melepas bagian luar sayap yang tipis tetapi cukup keras.


‘Benar saja. Ini kepik wajah zombie!’


Memikirkan itu, Ark menjadi lebih bersemangat. Jika di kehidupan sebelumnya orang-orang suka mengambil bahan karena kepik wajah zombie mudah dibunuh dan senjatanya cukup bagus, maka ada alasan lain kenapa Ark memburunya.


Bahan itu bisa digunakan untuk membuat senjata khusus yang baru dia teliti di tahap akhir.


Karena pada tahap akhir di kehidupan sebelumnya makhluk itu sudah langka, Ark kesulitan untuk mencarinya. Pada akhirnya, dia memilih untuk menggunakan bahan lain.


‘Karena mencari dan mencoba memburu Twelve Legs Queen tidak mungkin dilakukan di tahap ini, maka bahan ini memang paling cocok untuk digunakan untuk membuat senjata itu.’


‘Meski tingkat kekerasan dan ketajaman setelah menjadi senjata sangat berbeda. Setidaknya, ada dua kesamaan paling penting ... ringan dan tahan api!’


Sementara Ark yang cukup bersemangat mulai memanen bahan-bahan yang dia anggap berharga, Jay benar-benar tercengang.


Dia sama sekali tidak menyangka langsung diabaikan begitu saja setelah dikorbankan!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2