Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rumah Kesenangan


__ADS_3

Bukannya merasa malu, pada saat mendengar ucapan tegas Lisa, wanita itu malah menatap ke arah gadis tersebut dengan wajah tegas.


“Kamu bisa mengatakan itu karena kamu adalah adik Tuan Hades dan selalu dilindungi olehnya, Nona Lisa! Mungkin bagimu dan para wanita yang dijumpain serta dilindungi oleh Tuan Hades, pekerjaan ini menjijikkan. Namun … apakah anda tidak pernah memikirkan jika anda dalam posisi kami?


Sebelum Third Scars dan Imperial Tiger jatuh, semuanya begitu kacau. Para wanita ditangkap dan dijadikan sebagai ‘boneka kesenangan’. Banyak orang yang memperlakukan para perempuan, dari anak-anak seperti hewan peliharaan. Bahkan banyak yang dibuang setelah digunakan, dibiarkan mati begitu saja.


Jika bukan karena Tuan Hades, bukankah hal semacam itu bisa saja terjadi pada anda?”


Mendengar itu, Lisa terdiam di tempatnya. Pada saat itu, suara wanita sebelumnya kembali terdengar.


“Setelah semuanya damai, perempuan mulai bisa mendapatkan hak kami sebagai manusia. Tentu saja, hal tersebut tidak bisa merubah fakta kalau mereka pernah ‘kotor’ sebelumnya. Jika anda tahu, dari seluruh perempuan, mungkin kurang dari 5 … bahkan 4% yang masih ‘bersih’ seperti anda.


Hanya saja, karena mereka memiliki kesempatan, para perempuan akhirnya memilih untuk membuka lembaran baru dalam hidup mereka sambil mencoba melupakan noda mereka. Ada yang memilih untuk menjadi lebih kuat karena ingin mandiri dan takut merasa tidak berdaya seperti sebelumnya.


Kebanyakan wanita seperti itu bergabung dengan Sword of Sufferings karena menurut apa yang saya ketahui, di sana perlakuan terhadap perempuan cukup baik. Setidaknya, ada kuota yang sesuai. Sedangkan di kelompok lain, biasanya lelaki didahulukan karena fisik laki-laki lebih baik daripada perempuan. Belum lagi, laki-laki lebih cocok dalam pertempuran.


Sedangan sebagian bekerja seperti biasa. Bagi yang beruntung, mereka bisa bergabung ke Sword of Sufferings yang lebih maju. Di kelompok anda, ada banyak pekerjaan yang lebih ‘lembut’ dan cocok untuk perempuan seperti mengurus kebun, menjahit, dan sebagainya. Sedangkan di tempat lain yang belum terlalu maju, pekerjaannya biasanya lebih kasar seperti memindahkan beban dan hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan. Lagi-lagi, lelaki lebih diuntungkan.


Selain itu, ada orang-orang seperti saya yang tidak jijik menjadikan ‘jasa’ kami menjadi makanan. Kami memuaskan laki-laki dan mendapatkan bayaran dari mereka. Situasi win-win, tidak ada yang dirugikan.


Saya tidak memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Sword of Sufferings. Saya tidak berani menjadi prajurit di garis depan. Saya juga tidak ingin melakukan pekerjaan kasar. Jujur saja, saat melakukan pekerjaan kasar dalam persiapan perang sebelumnya membuat perempuan seperti kami mengeluh di malam hari karena tangan dan kaki kami sakit.


Saya tidak ingin melakukan ini dan itu, tetapi ingin bertahan, jadi saya memilih pekerjaan ini. Saya rasa pekerjaan ini tidak begitu buruk. Juga … saya rasa laki-laki perlu untuk sesekali melepaskan penat mereka, bukan?


Saya tidak mencuri, tidak merampok, dan tidak melakukan hal-hal kejam. Apakah itu salah?”


“…”

__ADS_1


Pada saat itu Lisa langsung menatap ke arah Ark. Matanya jelas menanyakan apakah dia beberapa kali pergi untuk ‘melepaskan beban’ seperti yang dikatakan wanita itu.


“Tuan Hades tidak mungkin melakukan hal-hal semacam itu.” Wanita itu tertawa sambil menggelengkan kepalanya. “Banyak wanita cantik di sekitarnya. Ibarat kata, ada barang eklusif dan berkualitas tinggi, tidak mungkin dia memilih barang milik umum dengan kualitas biasa, kan?”


Ark langsung pura-pura batuk. Jelas, banyak lelaki yang menatapnya dengan ekspresi iri dan cemburu. Pemuda itu kemudian berkata.


“Aku mengerti maksudmu. Daripada sebelumnya dimana banyak orang yang lebih berani, saat ini banyak dari mereka yang lebih pemalu, bukan?”


“Ya, Tuan Hades!”


“Sebenarnya ini salah satu perihal yang ingin aku sampaikan kepada Julian dan Joseph. Aku berencana untuk membuka Rumah Kesenangan. Karena kamu adalah satu dari beberapa wanita yang memiliki pemikiran seperti itu, maka sebagai ketua Sword of Sufferings, aku akan membantu kalian.


Tentu saja, aku tidak akan menerima kalian sebagai anggota Sword of Sufferings. Sebagai gantinya, aku ingin membuat tempat dimana kalian tinggal, yaitu di bangunan yang tidak jauh dari gerbang perumahan elit, masih dalam wilayah kekuasaan Sword of Sufferings.


Aku tidak akan memberi kalian gaji, tetapi memberi kalian jaminan perlindungan dari kelompok Sword of Sufferings. Jadi jika ada pelanggan yang ingin mengacau, kami akan membantu dalam membereskannya. Tentu saja, jika ada prajurit dari Sword of Sufferings ingin menggunakan jasa, mereka juga harus membayar. Jika tidak, kalian pasti akan berakhir lebih buruk daripada saat dipaksa menjadi boneka oleh Third Scars atau semacamnya.”


“A-Apakah anda serius, Tuan? Jika begitu, bukankah kami mendapatkan tempat sekaligus perlindungan secara gratis? Kenapa anda melakukannya?” Wanita itu bertanya dengan ekspresi terkejut.


“Ini bukan paksaan dan mereka ingin melakukannya, Lisa. Jadi aku akan mengizinkan mereka. Lagipula, Rumah Kesenangan tidak selalu menjadi hal buruk. Khususnya bagi Sword of Sufferings.


Kamu tahu kalau para ksatria wanita di Sword of Sufferings kebanyakan tidak ingin menjalin hubungan, bukan? Namun kamu juga bisa melihat kebanyakan pejuang laki-laki dalam kelompok kita. Saat melihat wanita, mereka seperti orang di gurun pasir yang melihat oasis. Benar-benar merasa gerah dan kehausan!


Jika itu bisa meringankan beban dan melepaskan stres mereka.”


Mendengar ucapan Ark yang sedikit masuk akal, beberapa prajurit yang selama ini menahan diri merasa agak senang. Hanya saja, mereka merasa malu karena ketua mereka juga menyindir betapa tidak bergunanya mereka dalam melawan perasaan semacam itu.


“Selain itu, aku memiliki alasan lain. Jumlah perempuan sekarang semakin tipis. Jika ini salah satu cara agar bisa membuat mereka bertahan, aku memilih untuk mengizinkannya.

__ADS_1


Kamu bisa bayangkan. Mungkin saat ini baik-baik saja, tetapi jika perempuan terus berkurang, masa depan umat manusia akan berakhir. Bahkan jika ada 100 prajurit laki-laki yang kuat untuk melawan binatang buas dan 1 perempuan, bagaimana mereka bisa berkembang. Maksudku, hanya perempuan yang bisa melahirkan.


Jika tidak ada perempuan, bukankah jumlah manusia di generasi mendatang akan berkurang. Mungkin jika dilihat secara umum, perempuan tidak lebih baik daripada laki-laki seperti yang disebutkan wanita itu tadi. Namun mereka juga memiliki apa yang tidak dimiliki oleh laki-laki.


Menurutmu kenapa Sword of Sufferings memilih untuk menerima perempuan terus-menerus?”


“Apa yang kita bicarakan mulai menyimpang dari topik awal, Kak! Lagipula, kenapa Rumah Kesenangan bisa melenceng begitu jauh sampai krisis manusia di dunia?” Lisa benar-benar terpana. “Omong-omong, aku masih tidak setuju karena melakukan semacam itu bisa membawa penyakit.”


“Kita akan melakukan pemeriksaan bulanan kepada mereka, lagipula kita memiliki ilmuwan yang bisa diandalkan. Tentu saja, yang aku maksud wanita itu.”


“…”


“Kita juga bisa menambahkan maksimal datang. Biarkan para prajurit paling banyak datang satu minggu sekali. Itu tidak akan begitu mempengaruhi kehidupan mereka secara negatif.”


“…”


“Kita juga bisa menambahkan peraturan lain berupa-“


“Kenapa kamu begitu keras kepala, Kak?”


“Karena jika dipikirkan baik-baik, dampak jangka pangjangnya cukup positif selama kita bisa bisa mengaturnya. Lagipula, tidakkah kamu ingin menyelamatkan 30 perempuan tambahan, Lisa?” ucap Ark.


“Maaf, Tuan Hades. Namun setidaknya ada lebih dari lima puluh orang.”


“…”


Mendengar itu, Ark dan Lisa kehilangan kata-kata mereka.

__ADS_1


Setelah banyak perundingan, akhirnya mereka setuju untuk membuka Rumah Kesenangan. Namun, Lisa ingin bertemu dengan para pemimpin kelompok ‘pemberi jasa’ itu terlebih dahulu untuk melihat apakah mereka bisa dipercaya. Apakah mereka benar-benar bisa membawa dampak lebih positif atau memang hanya bisa memberi efek negatif.


>> Bersambung.


__ADS_2