Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Luapkan Saja


__ADS_3

Beberapa hari ini Ark lalui dengan damai dengan kelompoknya.


Mereka mulai bisa hidup lebih normal, tidak takut seperti sebelumnya. Bahkan, kulit anggota lain kecuali Ark dan Jay juga mulai kembali normal. Setelah memakan daging zombie yang bergizi, mereka jelas menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Bukan hanya dalam penampilan, tetapi juga kekuatan mereka.


Ark telah menyiapkan jadwal baru untuk mereka semua.


Mereka semua akan bangun pada jam empat pagi lalu melakukan pemanasan disusul dengan latihan fisik sederhana. Khususnya mengajarkan mereka bertarung dengan tangan kosong.


Jam enam pagi, mereka semua akan beristirahat lalu mandi secara bergiliran.


Jam tujuh pagi, mereka semua makan sarapan bersama.


Jam setengah delapan, mereka semua akan bekerja sesuai dengan pengaturan Ark.


Pekerjaan Abigail, Nathan, dan Nala khususnya untuk mengurus tanaman di halaman belakang. Natasha dan Stacy diajar oleh Ark cara melakukan stek dan penanaman kembali Devil's Vines mengelilingi seluruh dinding. Jay dan Darin bertugas untuk berkeliling area sekitar markas untuk mencari berbagai benda yang berguna bagi mereka.


Sementara itu, Ark sendiri bertugas untuk mengurus taman yang ada di atap. Selain itu, dia juga mengurus daging zombie dan menjadikannya sebagai daging kering. Pemuda itu juga yang bertugas merawat berbagai peralatan atau senjata yang Jay dan Darin temukan.


Sekitar jam sebelas siang, mereka akan kembali untuk beristirahat dan makan siang. Setelah itu, mereka akan tidur siang sampai jam satu.


Jam satu siang sampai jam dua, mereka semua disuruh untuk membereskan kamar mereka sendiri. Selain untuk menjaga kebersihan, Ark melakukannya karena dirinya lebih suka semuanya tertata rapi. Lagipula, di sekitar waktu itu, terlalu panas dan membuang energi untuk bekerja.


Omong-omong, tiga lantai di rumah tersebut juga dibagi sesuai dengan penggunaannya.


Lantai ketiga, lantai yang hanya boleh dikunjungi oleh Ark sendiri. Tidak ada orang lain yang boleh pergi ke sana. Selain itu, ruang kosong di lantai ketiga juga Ark gunakan untuk menyimpan makanan, berbagai peralatan, dan senjata.


Lantai kedua, lantai dimana ada kamar Jay. Sebenarnya Ark berencana untuk menggunakan kamar-kamar di lantai dua untuk semua anggota inti kelompok. Hanya saja, karena masih baru, dia belum terlalu memercayai siapapun. Jadi sisa anggota masih tinggal di lantai pertama.


Lantai pertama bisa dianggap sebagai lantai serbaguna. Di sana, banyak kamar tempat tinggal anggota baru. Ada dapur, ada ruang makan, ruang santai, dan berbagai ruangan lainnya. Lagipula ... rumah itu sangat besar.


Ya. Saking besarnya, Ark yang tinggal di lantai tiga sendirian itu bisa dianggap berlebihan.


Jam dua siang, mereka semua akan berkumpul di ruang santai. Di sana, Ark akan memberikan dasar-dasar teori tentang pengetahuan umum. Khususnya cara bertarung melawan zombie atau manusia. Pelajaran teori tersebut akan berlangsung sampai jam tiga.


Jam tiga sampai jam lima, mereka semua akan berlatih menggunakan senjata. Tentu saja, Ark juga berlatih dengan caranya sendiri. Bahkan jika dia kembali dari masa depan, tubuhnya masih sangat kurang dibandingkan Ark yang ada di masa depan.


Jam lima, mereka akan mandi bergiliran dilanjutkan dengan makan malam bersama.


Sekitar jam setengah tujuh, Ark atau Jay akan membawa Stacy, Natasha, dan Darin untuk berkeliling area sekitar markas. Mereka akan berpatroli untuk melihat situasi. Selain itu, mereka juga akan berburu zombie untuk latihan.


Meski begitu, yang memimpin hanya perlu satu orang karena satu orang lain harus tinggal di rumah dan berjaga.


Orang yang berjaga (biasanya Ark), akan mencuci piring dan peralatan masak. Nathan dan Nala akan membantu untuk memindahkan barang-barang yang telah dicuci ke tempat seharusnya.


Sementara itu, Abigail bertugas untuk mencuci semua pakaian anggota kelompok. Sebenarnya Ark ingin menyuruh wanita tersebut untuk ikut berkeliling dan belajar berburu zombie. Hanya saja pemuda tersebut tidak tega karena akan menjadi agak merepotkan jika mengurus Nathan dan Nala tanpa ibunya.


Jadi para akhirnya, Ark menunda hal itu sampai kedua anak itu cukup akrab dengan dirinya dan Jay.

__ADS_1


Semua orang akan kembali pada pukul sebelas. Mencuci tangan, kaki, dan wajah ... mereka kemudian beristirahat, tidur sampai jam empat pagi lalu bangun untuk mengulang aktivitas yang sama.


Kebetulan, malam ini Ark kembali menjaga markas.


Setelah selesai mencuci piring, Ark melihat ke arah Nathan dan Nala. Meski mereka berdua memang lebih baik daripada anak di usia yang sama, mereka tetap saja masih anak-anak. Mengira kalau sudah jam sembilan lebih, pemuda itu mengantarkan mereka kembali ke kamar untuk tidur.


Ark kemudian duduk di halaman belakangnya sambil menatap kebun yang telah tumbuh cukup subur. Setidaknya itu yang dia kira. Lagipula, baru beberapa hari dan hasil belum terlihat.


"Tuan Ark ..."


Mendengar suara lembut memanggilnya dari belakang, Ark menoleh. Ekspresi pemuda itu langsung berubah. Dia benar-benar tampak terkejut.


Bersandar di pintu, tampak sosok Abigail yang cantik. Tubuh dan rambutnya masih basah. Wanita itu hanya mengenakan handuk yang nyaris tidak bisa menutupi bagian tubuhnya.


"Apakah tidak ada pakaian kering?"


Ark yang menenangkan diri berkata dengan ekspresi datar. Tentu saja, walau memiliki banyak pengalaman dan mengalami kehidupan kedua, jantungnya masih berdegup cepat.


"Tentu saja ada. Hanya saja, saya ..."


Tidak menyelesaikan ucapannya, Abigail berjalan ke depan dan langsung menjatuhkan diri ke dalam pelukan Ark.


Merasakan dua benda lembut menekan dirinya, Ark merasa agak tidak tertahankan.


"Apakah kamu demam?"


"Tidak."


Abigail berkata lembut. Dia mendongak, menatap ke arah Ark dengan ekspresi malu-malu di wajahnya.


"Tapi saya merasa dingin ... Tuan Ark."


Mendengar kode-kode dari Abigail, Ark tahu apa yang wanita itu inginkan. Namun bukannya langsung menjatuhkan wanita itu karena terbawa suasana, dia malah bertanya dengan lembut.


"Apakah kamu benar-benar sudah memikirkannya? Jika kamu memilih ini, tidak akan ada jalan untuk kembali.


Bagaimana dengan suamimu?"


Mendengar kata "suami" yang disebutkan oleh Ark, tubuh Abigail gemetar di pelukan Ark. Dia kemudian berkata dengan suara lirih.


"Mati. Miguel mati karena menyelamatkan Nathan dan melindungi kami bertiga."


Ketika mendengar jawaban Abigail, Ark merasakan air mata hangat jatuh dari mata wanita itu.


"Itulah kenapa Nathan yang dulu lebih manja daripada Nala berusaha keras untuk melindungi kami. Karena itu juga, Natasha membuat janji bahwa dia akan melindungi kami."


"Lalu kenapa kamu melakukan ini?"

__ADS_1


"Aku tahu, kelompok ini tidak akan terus kecil seperti ini. Natasha juga mungkin akan melupakan janjinya setelah beberapa waktu berlalu.


Jika dibandingkan dengan orang lain, aku dan anak-anak hanya beban. Kami sama sekali tidak banyak membantu. Hanya membuatmu kehilangan lebih banyak makanan dan air.


Jika kelompok menjadi lebih besar, pasti akan banyak orang yang lebih berguna bagimu. Prajurit yang bisa kamu andalkan untuk bertarung, gadis-gadis yang lebih cantik, dan banyak hal lainnya.


Yang tidak berguna seperti kami mungkin tidak dibutuhkan lagi. Jadi, aku merayumu. Jika kamu mengambil umpan, meski tidak berguna ... setidaknya kami tidak akan dibuang karena aku tahu kamu lelaki sejati. Berbeda dengan para binatang buas di luar sana yang hanya menginginkan tubuh wanita lalu membuangnya."


Sembari mengatakan itu, Abigail sedikit menarik baju Ark. Jelas, wanita itu ketakutan. Namun masih melanjutkan.


"Aku benar-benar wanita yang buruk, bukan? Berusaha menipu penyelamatnya sendiri."


"Kamu bukan wanita yang buruk. Aku tahu kamu terpaksa melakukannya, karena kebanyakan wanita yang merasa lemah untuk berdiri sendiri juga akan melakukannya. Khususnya di dunia yang kacau ini.


Sama seperti wanita yang menggoda Borin. Hanya saja, mereka bernasib buruk karena menemukan orang yang salah."


Ark berkata dengan tenang. Dia kemudian memegang dagu Abigail, memaksa wanita itu mendongak untuk melihat wajahnya. Saling bertatap mata, pemuda itu berkata.


"Apakah kamu yakin dengan pilihanmu? Kamu mungkin akan menyesali pilihan ini. Kamu bahkan tidak begitu mengenalku. Aku mungkin hanya menginginkan tubuhmu."


"Bahkan jika kamu hanya menggunakanku sebagai pelampiasan, aku masih yakin kamu akan menjaga Nathan dan Nala. Melihat mereka tumbuh dengan baik ... itu sudah cukup bagiku. Kamu tidak akan membuang mereka, dan aku yakin itu. Jadi ...


Aku tidak keberatan dengan pertukaran ini."


Mengatakan itu, Abigail memejamkan matanya lalu mendekatkan bibirnya. Namun saat itu, Ark menutup bibir wanita itu dengan tangannya.


"Kamu pembohong yang payah, Abigail. Tubuhmu gemetar ketakutan, bahkan sudut matamu basah."


Mendengar ucapan Ark, Abigail membuka matanya. Air mata mulai mengalir deras. Dia  kemudian mendorong pemuda itu, tetapi tidak bisa lepas dari pelukannya. Pada akhirnya, dia menarik tangan kanan Ark yang menutup mulutnya lalu berteriak.


"Kenapa kamu tidak langsung menjatuhkan dan mengotori diriku! Seharusnya kamu hanya perlu menerima dan memperlakukanku seperti barang! Dengan begitu aku akan menganggapmu sebagai binatang buas yang sama dengan mereka! Dengan begitu aku tidak akan menyesal karena aku dipaksa!


Aku melakukannya demi Nathan dan Nala! Aku ..."


Abigail terisak.


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan."


"..."


Ark memeluk sambil mengelus lembut punggung wanita itu. Melihat bendungan yang telah menghadang semua tekanan yang selama ini wanita lembut itu tahan, dia berbisik pelan.


"Kamu bisa melepaskan semuanya ... kamu telah menahan semuanya dengan baik selama ini."


Mendengar ucapan Ark, Abigail akhirnya menangis lebih keras, meluapkan semua rasa marah, sedih, dan tidak berdaya yang selama ini dia tahan. Mungkin karena lelah, setelah menangis dan meluapkan segala emosinya ...


Wanita itu benar-benar tertidur dalam dekapan Ark.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2