Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kota Baru


__ADS_3

Ark menatap ke arah Roxanne dalam diam. Meski cukup setuju dan senang dengan kalimat awal perempuan itu, tetapi dia benar-benar terdiam ketika mendengar kalimat akhir. Memang benar, dia ingin mencoba mencegah orang-orang luar untuk merusak kota yang telah mereka bersihkan dan perbaiki. Namun pemuda tersebut sama sekali tidak memiliki niatan untuk melakukan invasi, penjajahan, atau penaklukan.


Lagipula, Ark bukanlah diktaktor! Ya … meski sedikit mirip.


“Kamu benar-benar bersembunyi terlalu dalam, Bos!”


Leon menyeringai. Dia merasa kalau otak kecilnya tidak bisa melihat terlalu jauh. Pria itu sangat kagum pada Ark karena bukan hanya kuat, tetapi juga sangat pintar.


“Meski biasanya berdebat, tetapi kali ini aku juga setuju dengan si bodoh ini, Ketua.”


Draco mengangguk. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi kagum. Meski jauh lebih tua, hal tersebut tidak membuatnya merasa buruk ketika mengagumi pemuda itu.


Melihat ke arah mereka, Ark benar-benar kehilangan kata-kata.


Meski puas dengan kesetiaan mereka, bagaimana cara orang-orang itu memuja dan mengagumi dirinya membuat Ark sedikit ngeri. Dia tidak ingin bawahannya yang awalnya normal menjadi fanatik gila! Itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman!


***


Keesokan harinya.


Setelah mengatur semuanya dan meminta Stacy untuk memimpin sisa pasukan, Ark memutuskan untuk berangkat. Menurutnya, jika langsung bergegas ke lokasi tanpa membuka jalan, dengan kekuatan kelompoknya saat ini … mereka akan tiba paling lambat satu hari penuh.


Usai berpamitan, Ark pun kemudian melanjutkan perjalanan dengan orang-orang yang telah dia pilih.


Pada paruh perjalanan, Ark dan rekan-rekannya sama sekali tidak bertemu dengan binatang buas berbahaya. Namun pada sore harinya, Ark akhirnya terhenti ketika melihat sosok yang sedang minum dengan santai.


Di kejauhan, tampak seekor macan kumbang yang sedang minum di tepi sungai. Tubuhnya tampak besar, ada sepasang sayap seperti kelelawar di punggungnya dan juga sebuah sengat di ekornya. Penampilannya sedikit lebih kecil dan ramping daripada harimau gigi pedang yang Natasha serap sebelumnya.


“Apakah ini yang disebut diberi bantal ketika mengantuk?” Leon melirik ke arah Saito dengan ekspresi terkejut dan iri di wajahnya.


Sebelum berangkat, Saito, Draco, dan Leon telah menembus level 3 tetapi belum sempat untuk mendapatkan miracle root. Siapa sangka, dalam perjalanan untuk melakukan misi ‘invasi’ ke kota lain, sosok binatang bermutasi yang tampaknya cocok dengan Saito benar-benar muncul.


Melihat makhluk itu, Ark juga sedikit terkejut. Meski penampilannya lebih mendominasi, tetapi makhluk tersebut masih bisa dibilang sebagai sepupu Abyssal Shadow Lynx. Hanya saja, makhluk itu sedikit lebih buruk, mungkin karena tidak terlalu spesial. Ya … di luar sana, beberapa macan kumbang bermutasi menjadi bentuk semacam itu.


Jika dilihat bagian mana yang lebih buruk dibandingkan Abyssal Shadow Lynx, jawabannya sederhana. Mereka lebih buruk karena tidak memberi skill racun, meski sisa skill yang didapat sama, efeknya sedikit lebih buruk.


Tentu saja, dibandingkan dengan ayam, ngengat, dan beberapa binatang bermutasi acak, mereka sangat jauh lebih baik. Bahkan masih lebih baik dibandingkan dengan harimau gigi pedang milik Natasha.

__ADS_1


“Ya. Ini yang disebut diberi bantal ketika mengantuk.” Ark juga terkejut dengan keberuntungan Saito.


Mengingat bagaimana Saito dulu berkembang, pemuda itu merasa kalau pria itu memiliki keberuntungan yang layak. Bahkan setelah Ark kembali, pria itu benar-benar masih beruntung.


“Ketua …” Draco menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius.


“Tidak. Kali ini kalian tidak perlu melakukannya bertiga. Aku juga akan membantu. Lagipula, akan berakhir buruk jika kalian terluka saat kita berada di lingkungan baru yang tidak dikenal.”


Jika pada waktu normal, Ark pasti puas dengan ide mereka. Namun dalam kondisi sekarang, bertarung dengan cara seperti itu jelas kurang menguntungkan. Belum lagi, pada saat di kota, Ark merasa harus lebih mengandalkan bawahannya, khusunya Saito, Draco, dan Leon.


“Kalau begitu mari kita mulai. Bersiap pada posisi kalian.”


Karena di kanan mereka ada sungai, mereka berniat untuk mengelilingi makhluk itu dari tiga arah lain. Namun saat mereka mendekat dalam jarak kurang dari seratus meter, makhluk itu langsung menyadarinya.


“Jangan biarkan dia lolos!”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung bergegas maju terlebih dahulu. Dia melesat cepat, langsung mencegat sosok macan kumbang bermutasi untuk melarikan diri.


Swoosh! Klang!


Makhluk itu langsung menerkam Ark, tetapi serangannya berhasil ditangkis oleh pemuda itu dengan mudah.


BRUAK!


Meski tubuh Ark lebih kecil dibandingkan dengan macan kumbang bermutasi itu, kekuatannya sama sekali tidak kalah kuat. Bahkan lebih kuat daripada makhluk itu. Lagipula, menyerap miracle root dari makhluk-makhluk spesial dan memiliki potensi tinggi bukanlah lelucon.


Melihat macan kumbang bermutasi terpental, tangan kiri Ark terulur ke depan. Baru saat itu, ekspresinya berubah.


‘Tsk! Aku hampir melupakannya.’


Pemuda itu mendecak tidak puas, merasa sedikit jengkel. Mengingat larangan untuk menggunakan kemampuan, Ark menarik kembali tangannya. Saat itu juga, pemuda itu langsung bergegas ke arah macan kumbang. Pedang di tangannya langsung memotong dengan cepat.


Slash!


Macan kumbang langsung memutar tubuhnya, tetapi luka mengerikan masih tampak di punggungnya. Saat itu juga, sosok makhluk itu mundur perlahan sambil terus menatap Ark. Makhluk itu kemudian menghilang secara misterius.


Bukannya terkejut, Ark malah tersenyum. Melihat ke arah bercak darah sisa dari macan kumbang bermutasi, pemuda itu langsung memberi perintah dengan nada tak acuh.

__ADS_1


“Sekarang!”


Mendengar perintah Ark, ekspresi tiga orang yang telah bersiap di tempat mereka langsung berubah menjadi dingin.


***


Beberapa jam setelah pertarungan.


“Apakah daging binatang bermutasi benar-benar tidak bisa dimakan, Bos?”


Melihat ke arah orang-orang yang sedang mengurus tubuh macan kumbang bermutasi, Leon tidak bisa tidak bertanya kepada Ark. Lagipula, tidak seperti biasanya dimana daging binatang bermutasi akan digunakan sebagai ‘pupuk’ Devil’s Vines, kali ini Ark meminta orang-orang untuk memanennya.


“Memang beracun. Namun jika kamu memiliki ketahanan racun, kamu boleh mencobanya.”


“Apakah rasanya enak?” tanya Leon.


“Bukankah kamu sudah mencobanya?” Ark balik bertanya dengan nada datar.


“Apakah rasanya sama? Seperti lumpur dengan bau tidak tertahankan dan membuat perut sakit?” Leon tampak tak berdaya.


“Ya. Begitulah rasanya.”


“Lalu kenapa kamu masih memakannya, Ketua?” tanya Leon heran.


“Itu adalah sesuatu yang orang bodoh sepertimu tidak mengerti, Leon.” Draco menyela dengan ekspresi dingin. “Itu karena daging bermutasi memiliki efek cukup baik pada tubuh. Selama tubuh bisa menahannya, efeknya masih cukup baik selama dikonsumsi dalam jangka panjang. Itu adalah salah satu alasan kenapa Ketua bisa sangat kuat, karena demi kekuatan … dia bisa berperilaku kejam pada dirinya sendiri!”


Mendengar penjelasan Draco, semua orang menatap ke arah Ark yang tampak tak acuh.


Sedangkan pemuda itu sendiri tertegun. Dia jelas tidak memakan hal-hal mengerikan itu hanya demi peningkatan kecil. Daripada benda mengerikan itu, pemuda tersebut lebih memilih meminum potion. Melihat tatapan penuh pemujaan dari orang-orang, Ark semakin terdiam.


Tidak bisa menjelaskan karena orang-orang pasti tidak percaya, Ark hanya bisa menatap gedung-gedung yang tampak di kejauhan sambil berkata.


“Jika semuanya telah diselesaikan, waktunya bagi kita untuk melanjutkan perjalanan.”


Pemuda itu kemudian menghela napas pendek sebelum melanjutkan.


“Lagipula … sebuah kota baru telah menunggu untuk kita jelajahi.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2