
Malam, empat hari kemudian.
Dalam empat hari ini, tidak ada kecelakaan yang terjadi. Semua berjalan dengan lancar. Ark mengumpulkan cukup banyak tanaman berharga. Padahal, hanya sekitar 15% area taman kota yang telah dijelajahi dan dibersihkan.
Dalam waktu ini juga, Ark mencoba melacak keberadaan Rotten Ghost Mantis. Namun berakhir dikecewakan karena tidak berhasil menemukan makhluk tersebut. Tentu saja, hal tersebut merupakan keuntungan karena Ark bisa mengambil lebih banyak daripada yang dia duga.
Selain itu, Natasha benar-benar cukup beruntung karena bertemu dengan zombie spesial merah. Dengan bantuan Stacy dan Abigail, mereka bisa mengalahkannya. Wanita itu akhirnya menyerap Miracle Root pertama miliknya.
"Apakah kita bisa kembali besok, Ark?"
Menyesap kuah sup jamur, Jay tampak senang. Dia kemudian bertanya kepada Ark. Benar-benar tidak menyangka waktu berlalu cukup cepat. Ketika pria itu hampir menyesuaikan diri, mereka benar-benar harus segera kembali.
"Memangnya kamu mau tinggal di tempat ini selamanya?"
Tidak menjawab, Ark malah balik bertanya dengan nada monoton. Dia kemudian kembali memakan hidangan di depannya. Sementara itu, Darin, Yonas, dan Vadim hanya diam. Mereka fokus makan sambil mendengarkan pembicaraan keduanya.
"Tentu saja aku ingin kembali! Hanya saja, kamu bilang kita baru menjelajahi 15% area taman hutan, bukan?"
"Memang. Namun kita telah mendapatkan apa yang diperlukan. Tidak perlu bagi kita untuk terus mengambil resiko untuk hal-hal yang tidak perlu.
Kita akan pulang. Mungkin kembali ke tempat ini lain kali, ketika kita lebih siap."
"Pulang, kah? Ya. Markas itu benar-benar telah menjadi rumah kita. Eh?
Tunggu! Kamu bilang, ketika kita sudah siap? Memangnya saat ini kita belum siap?"
Jay menatap ke arah Ark dengan curiga.
Tentu saja, Ark juga merasakan tatapan dari Jay dan tiga orang lainnya. Setelah selesai makan, barulah dia menjelaskan.
"Tidak sepenuhnya benar. Namun begitulah kenyataannya.
Pertama, jumlah anggota kita terlalu sedikit. Masih kurang jika harus melakukan ekspedisi besar. Selain itu, kita tidak bisa menjamin kalau tidak ada makhluk yang lebih berbahaya dari belalang raksasa itu di kedalaman. Yang berarti resikonya terlalu besar.
Kemudian, kita kekurangan alat transportasi. Bahkan jika kita mendapatkan banyak hal, kita belum bisa membawanya sekaligus. Sekali lagi, jika ingin memindahkan segera, kita memerlukan lebih banyak orang. Sebagai gantinya, kita bisa membuat alat transportasi dan Debby akan menariknya. Namun, hal tersebut juga memerlukan banyak waktu.
Untuk saat ini, aku rasa kita sudah berkembang lebih dari cukup.
Setelah banyak makan, lebih baik kita memberi waktu untuk mencerna semuanya. Barulah kita mulai makan lagi.
Jangan sampai kita menjejali mulut kita dengan makanan sampai mati. Mati dengan cara bodoh dan remeh."
"Dimengerti," jawab empat orang lainnya bersamaan.
Setelah makan malam, mereka pun akhirnya segera beristirahat. Bersiap untuk kembali besok.
***
Keesokan harinya.
__ADS_1
Ketika Ark dan keempat rekannya selesai makan sarapan serta mengemasi barang bawaan, mereka mendengar suara di luar bangunan tempat mereka tinggal. Bukan dari hutan, tetapi dari jalanan yang berbatasan dengan hutan.
Ark mengintip dari jendela. Di sana, tampak sebuah kelompok beranggotakan sebelas orang. Melihat mereka, pemuda itu masih tenang. Bahkan tampak tak acuh.
"Haruskah kita menyapa mereka, Ark?" tanya Jay lirih.
"Tidak perlu."
"Kenapa?"
"Karena aku bilang tidak perlu."
"..."
Sementara Ark dan Jay berbicara sambil tetap menunggu dalam ruangan. Beberapa orang itu tiba-tiba berhenti.
"Ada apa, Kak Gennady?"
Sosok pria kekar dengan tubuh seperti binaragawan dengan rambut cokelat berantakan dan kulit agak gelap bertanya.
Di sebelahnya tampak pria paruh baya dengan tubuh tidak kalah besar. Tetapi memiliki rambut pirang dan kulit sedikit cerah. Dia juga memiliki jenggot agak tebal dan beberapa luka di tubuhnya. Pria tersebut adalah Gennady, pemimpin kelompok kecil itu.
"Apakah kamu tidak memerhatikan jejak kehidupan di sekitar sini, Igor? Lain kali kamu harus lebih teliti."
Gennady menjawab dengan suara serak. Dia melirik ke Igor, wakil ketua kelompok kecil sekaligus adik sepupunya dengan ekspresi serius.
Mengatakan itu, Igor langsung mengawasi sekitar dengan waspada. Mendengar percakapan keduanya, anggota kelompok lainnya juga menjadi waspada. Mereka memegang erat senjata di tangan mereka. Tongkat kayu, pipa besi, dan berbagai benda lain mereka gunakan sebagai senjata. Tampak bersiap untuk melawan musuh yang akan datang.
"Bukan." Gennady menggelengkan kepalanya. "Meski tidak begitu jelas karena hujan sebelumnya, ini adalah jejak manusia."
Setelah mengatakan itu, Gennady mengamati bangunan sekitar. Tatapannya kemudian berhenti di bangunan tempat Ark dan timnya tinggal.
Pria paruh baya itu langsung mengeluarkan pedang yang cukup terawat. Jelas bukan tipe orang yang menggunakan senjatanya dengan asal. Seorang ahli yang sebenarnya!
"Apakah ada orang di sana?!"
Gennady berteriak keras. Memastikan apakah ada jawaban atau tidak.
"Sepertinya kita ketahuan," ucap Ark datar.
"Tidak bisakah kita pura-pura tidak mendengar? Mereka akan pergi, kan?"
Mendengar pertanyaan Jay, Ark menggeleng kepalanya. Dia kemudian menjawab.
"Daripada pergi, mereka malah akan masuk untuk memeriksa."
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan, Ark?"
"Keluar untuk menemui mereka. Tentu saja, tidak perlu membawa barang-barang kita. Hanya bawa senjata."
__ADS_1
Mengatakan itu, Ark bangkit. Dia mengambil senjata miliknya lalu turun. Empat orang lainnya mengikuti di belakangnya.
Gennady mendengar langkah kaki. Setelah menunggu sebentar, dia melihat lima sosok lelaki yang masih muda muncul. Mengamati pakaian dan kulit mereka, matanya menyempit.
Pakaian yang Ark dan timnya kenakan lebih baik daripada milik kelompok Gennady. Meski penampilan mereka cukup bersih karena hujan beberapa hari yang lalu, tetapi penampilan kulit mereka berbeda. Dalam sekilas, Gennady tahu kalau kulit kelima orang itu lebih terawat. Bukan jenis orang yang mengalami kurang istirahat apalagi kelaparan!
"Perkenalkan, namaku Gennady. Ini adik sepupuku, Igor. Kami berdua adalah ketua dan wakil ketua dari Kelompok Northern Claws.
Bolehkah aku menanyakan nama kalian?"
"Aku Ark, pemimpin kelompok kecil yang tidak perlu disebutkan namanya."
Ark menjawab dengan nada datar.
Gennady menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius. Mengamati sosok pemuda yang tampak elegan, tetapi juga sedikit aneh tersebut.
Pada saat kedua sisi diam, sosok Igor tiba-tiba membuka mulutnya.
"Dari mana asal kalian? Apakah kalian juga kelompok yang pergi berkelana? Apakah kalian mau bergabung dengan kelompok kami?"
"Terima kasih atas undangannya, tetapi hal tersebut tidak perlu."
Ark masih menjawab dengan ekspresi datar.
"Jadi begitu." Igor mengangguk. "Kalau begitu—"
"Kami hanya lewat. Jadi tidak perlu kalian pedulikan."
Gennady langsung menyela Igor. Melihat ke arah rekan-rekannya, pria itu kemudian berkata.
"Kita akan segera pergi!"
"Tapi Kak Gennady, tidakkah lebih baik kita beristirahat sejenak?"
"Kita akan segera pergi!"
Gennady mengulangi ucapannya dengan tegas. Hal itu membuat Igor dan anggota kelompok Northern Claws bingung. Namun, saat itu suara datar kembali terdengar.
"Karena kalian mampir ... kenapa tidak tinggal sebentar?"
Mendengar pertanyaan itu, Gennady langsung menatap ke arah Ark dengan ekspresi tegas. Bahkan dia segera berteriak.
"Pegang erat senjata kalian! Bersiap untuk bertempur!"
Ark masih memasang wajah datar. Setelah menghela napas sejenak, dia membuka mulutnya.
"Jatuhkan mereka, tapi jangan bunuh."
>> Bersambung.
__ADS_1