
Satu minggu kembali berlalu begitu saja.
Di tempat latihan markas sementara Sword of Sufferings, Ark sedang melakukan latihan harian bersama Angelica.
“Kurang ... masih kurang.”
Melihat Angelica yang menebasnya secepat dan sekuat tenaga, Ark terus menghindari serangan dengan mudah. Meski wanita itu mengerahkan semua kemampuannya, hasilnya masih sama.
Dia tidak bisa menyentuh pakaian Ark sedikitpun!
Bruak!
Ark menendang Angelica ringan. Wanita itu langsung terhempas dan berguling-guling di jalanan.
Melihat sosok yang langsung bangkit dan kembali menyerang tanpa mengubah ekspresi, Ark diam-diam mengangguk.
“Memang, dibandingkan pertama kali bergabung, kemampuanmu sudah meningkat dengan pesat. Namun ...”
Ark meraih pergelangan tangan Angelica lalu menariknya. Kaki pemuda itu langsung menyapu. Pada saat wanita itu kehilangan keseimbangan, dia langsung membantingnya ke lantai.
“Untuk bertahan di dunia gila ini. Itu saja masih kurang.”
Merasakan dampak keras akibat benturan, Angelica menyemburkan seteguk darah. Sadar tidak bisa lagi berdiri, dia hanya berbaring terlentang di sana sembari menatap langit yang ditutupi kabut kelabu dengan ekspresi kosong.
Dalam waktu ini, Sword of Sufferings telah mengumpulkan apa yang diperlukan. Mereka telah membuat banyak alat dan ramuan. Bukan hanya itu, mereka juga telah mengumpulkan informasi mendetail soal lingkaran tengah.
Ark dengan sengaja menunda perjalanan mereka. Bukan hanya untuk melatih Angelica, tetapi ada hal lain yang membuatnya menjadi serius.
Dalam perjalanan untuk mencari informasi, Huginn dan Muninn terluka!
Meski bukan berita besar seperti penyergapan musuh atau terjadi kecelakaan pada anggota inti Sowrd of Sufferings, Ark tidak menyepelekannya. Tidak mungkin bagi Huginn dan Muninn terluka oleh serangan makhluk biasa. Jadi dapat dipastikan, lawannya berbahaya.
Terlebih lagi, Ark sama sekali tidak menyangka makhluk semacam itu berada di lingkaran luar. Oleh karena itu, dia membuat keputusan ...
Habisi makhluk itu untuk menghilangkan resiko yang tidak perlu!
Akhirnya Ark menunggu kedua hewan peliharaannya sembuh. Tepat hari ini, Huginn dan Muninn telah sembuh total. Jadi, selain mencari miracle root untuk Angelica, dia berencana pergi berburu.
“Kemasi barang-barangmu. Kita akan pergi hari ini.”
Ark melirik Angelica yang baru saja bisa berdiri dengan ekspresi datar.
“Kamu baru saja selesai menembus batasan pertama, akhirnya menjadi pejuang level 1. Jadi kamu perlu membiasakan diri sesegera mungkin. Selain itu, sudah waktunya kamu mendapatkan hadiah.”
“Hadiah?” tanya Angelica.
“Ikuti aku, dan kamu akan mengerti.”
“Baik, Tuan.”
__ADS_1
Meski masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Angelica masih berjalan mengikuti kemana Ark pergi.
***
Sore harinya.
‘Mencari zombie khusus level 1 benar-benar tidak mudah. Belum lagi, zombie yang cocok.’
Setelah mencari begitu lama dan menemukannya, Ark menghela napas panjang. Diam-diam mengeluh dalam hati karena ketidakpuasan.
Pemuda itu melihat zombie hijau dengan tubuh penuh otot dengan wajah dingin. Kedua tangan dan kaki makhluk itu dipotong bersih. Bahkan jika memiliki kekuatan regenerasi, perlu beberapa waktu untuk memulihkan diri seutuhnya.
Ark kemudian mengalihkan pandangannya pada Angelica.
“Bunuh itu.”
“Ya, Tuan!”
Tanpa sedikit pun keraguan, Angelica langsung maju dan menebas leher zombie spesial level 1. Setelah beberapa saat, makhluk itu akhirnya dihabisi.
“Ambil jantungnya.”
Mendengar ucapan Ark, Angelica tanpa ragu menggali jantung makhluk itu. Setelah mengambil jantung, dia langsung memberikannya kepada tuannya.
Ark menerima jantung tanpa sedikitpun rasa jijik. Dia membelahnya dengan pisau lalu mengambil miracle root.
“Ini adalah benda yang kamu inginkan.”
“Apakah itu yang saya butuhkan? Benar-benar bisa didapatkan dari zombie tingkat rendah?”
Mendengar itu, Ark hanya bisa menggeleng ringan. Dia tahu kalau hal semacam itu memang tidak bisa diterima untuk sementara. Jadi akhirnya pemuda itu menjelaskan cara singkat penggunaannya. Menyuruh Angelica menyerap sebelum kehilangan efeknya.
“Baik, Tuan.”
Walau agak bingung, Angelica masih melakukan apa yang Ark inginkan. Dia pergi mencari ruang tertutup yang cocok digunakan sebagai tempat evolusi.
Beberapa jam berlalu begitu saja, Angelica akhirnya keluar dari ruangan.
Ark menoleh ke arah Angelica. Meski cukup kagum dengan transformasi wanita itu dari ulat menjadi kupu-kupu, dia masih tahan karena telah melihatnya berkali-kali di kehidupan sebelumnya.
Kulit putih bersih, paras cantik, rambut hitam, dan mata bagai amber. Ditambah sosoknya yang terlihat luar biasa setelah makan, olahraga, dan istirahat cukup ... Angelica memang wanita yang didambakan banyak orang.
“A-Apakah ada yang salah dengan wajah saya, Tuan? Apakah saya gagal menyerapnya?”
Karena tidak ada cermin, Angelica hanya tahu kalau tubuhnya berubah setelah menyerap miracle root. Bukan hanya menjadi semakin kuat, tetapi daging telah kembali beregenerasi. Masalahnya, dia sama sekali tidak tahu seperti apa penampilannya.
“Ikuti aku.”
Tidak menjelaskan banyak hal, Ark langsung mengajak Angelica pergi ke tempat itu.
__ADS_1
Sampai di tepi kolam dengan genangan air jernih, pemuda itu menyuruh Angelica menggunakannya untuk bercermin.
“A-Apakah ini aku?”
Melihat bayangan yang terpantul di kolam, Angelica langsung jatuh berlutut. Memegangi wajahnya yang telah pulih, wanita itu langsung menangis haru. Benar-benar tidak menyangka kecantikannya telah kembali.
Angelica langsung menoleh ke arah Ark. Dia langsung bergegas untuk memeluk pemuda itu. Siap memberikan segalanya kepada tuan yang ‘memungut’ dan menyelamatkannya.
“Aduh!”
Angelica memegangi dahinya dengan ekspresi terkejut sekaligus tertekan. Dia merasa bersyukur karena Ark tidak hanya menyembuhkan dirinya untuk mendapatkan tubuhnya. Namun, wanita itu juga kecewa karena merasa penampilannya mungkin kurang menarik di mata Ark.
Mengingat sosok Roxanne yang tak kalah cantik dibandingkan dirinya, Angelica langsung mengerti.
Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar di telinganya.
“Berhenti bertingkah seperti monyet pada musimnya. Kamu sudah mendapatkan apa yang paling kamu inginkan. Sekarang ... apakah kamu sudah percaya seutuhnya?”
Mendengar pertanyaan itu, Angelica langsung berlutut di depan Ark.
“Terima kasih. Terima kasih telah menolong dan mewujudkan impian saya, Tuan.”
Ark mengangguk ringan. Pemuda itu tampaknya puas ketika melihat obsesi di mata Angelica. Meski agak menjengkelkan, tetapi dia masih senang karena yakin wanita itu telah meletakkan dasar kesetiaan.
Hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk berkhianat!
“Kalau begitu kita akan melanjutkan perjalanan.”
Mengatakan itu, Ark kemudian pergi bersama Angelica. Dengan bimbingan Huginn dan Muninn, mereka berdua bergegas menuju ke tempat kedua burung itu diserang.
***
Hampir tengah malam, Ark dan Angelica akhirnya tiba di lokasi.
Sampai di sana, mereka langsung disambut dengan berbagai keanehan. Bukan hanya bangunan berlumut, tampak banyak akar tanaman raksasa di segala tempat.
Akar-akar raksasa itu sendiri dipenuhi lumut. Bagian jalan dilapisi dengan tanah penuh rumput subur. Ada juga beberapa kolam air dengan berbagai tanaman di permukaan.
Dari penampilannya, tempat ini mirip dengan rawa yang tidak pernah dijamah oleh manusia!
Merasakan sesuatu yang salah, Ark langsung menarik pedangnya sembari berkata.
“Mundur ke tempat yang aman. Kamu hanya akan mati jika tetap berada di sini.”
Setelah mengatakan itu, dia memejamkan matanya sambil merasakan situasi di sekitar dengan energi psychic. Kemampuan bawaan yang digunakan untuk menggerakkan benda tanpa menyentuhnya (telekinesis).
Setelah beberapa saat, pemuda itu membuka matanya.
‘Benar-benar keterampilan bersembunyi yang baik.’
__ADS_1
>> Bersambung.