
"Pastikan untuk membersihkan semua salju di jalanan agar tidak menghambat aktivitas harian kita."
Jay menunjuk ke arah beberapa lelaki dari bagian pekerja, meminta mereka untuk membersihkan jalan depan markas. Karena badai salju yang terjadi sebelumnya, kondisi jalanan benar-benar tertutup salju tebal.
Bukan hanya para pekerja, anggota yang dianggap dalam kelompok pejuang juga melakukan hal serupa. Bedanya, mereka membersihkan area sekitar markas dan gudang.
Semua ini tidak hanya bersih-bersih lingkungan agar aktivitas bisa dijalankan kembali. Namun, Ark juga melatih mereka agar terbiasa dengan kondisi ekstrem seperti apapun. Baik panas, dingin, hujan, berangin, dan sebagainya.
Saat itu, suara Huginn dan Muninn terdengar di langit. Semua orang langsung menoleh ke arah yang sama.
Dari kejauhan, sosok pria berjubah hijau yang menaiki seekor serigala besar melaju dengan tenang di atas salju. Melihat kedatangan orang itu, Jay merasa bingung.
"Apakah waktu berlalu begitu cepat? Kamu sudah kembali, Darin?" Jay menghampirinya dengan senyum ceria.
Darin yang baru saja tiba langsung turun dari punggung Sansa. Dia meminta husky itu mengikuti saudara-saudarinya sementara dirinya sendiri langsung pergi ke markas Sword of Sufferings.
"Apakah kamu baik-baik saja, Darin?"
Melihat bagaimana Darin hanya diam saja, Jay merasa bingung. Belum lagi ketika melihat tatapan kosong di balik topengnya. Hal tersebut membuat pria itu merasa tidak nyaman.
"Maaf, Kak Jay. Ada yang ingin aku sampaikan kepada ketua. Ini benar-benar sangat penting."
Setelah mengatakan itu, Darin langsung pergi ke markas utama. Masuk ke dalam rumah, dia terkejut ketika melihat Ark menuruni tangga.
"Ketua ..." gumam Darin dengan nada tak berdaya.
"Panggil semua petinggi Sword of Sufferings. Suruh mereka untuk datang ke tempat rapat." Mata Ark berkilat dingin. "Sekarang!"
Beberapa saat kemudian, semua petinggi Sword of Sufferings pun akhirnya berkumpul di ruang rapat.
Kecuali Darin yang berdiri dan enggan duduk, semua orang telah berada di ruangan. Duduk sambil menatap ke arah Darin dengan ekspresi heran di wajah mereka.
"Katakan Darin. Ada masalah apa sampai-sampai kamu harus terburu-buru kembali, bahkan terluka."
Bruk!
Darin langsung berlutut di lantai. Dia membuka topengnya lalu menyingkirkannya ke samping. Pemuda itu tampak pucat. Bukan hanya tampak sakit-sakitan, tetapi juga sedikit lebih kurus dan kuyu.
Darin tanpa sedikitpun keraguan langsung membenturkan kepalanya ke lantai dengan keras. Dia melakukan hal itu tiga kali sampai keningnya memar dan berdarah. Setelah itu, dia berkata.
"Maafkan kelalaian saya, Ketua. Karena keteledoran saya ...
Vadim membelot dari Sword of Sufferings!
Vadim meracuni kami. Meski tidak ada kematian, tetapi kondisi orang-orang tidak begitu baik. Selain itu, ada sesuatu yang lebih penting daripada pembelotan itu sendiri.
Orang itu ... Dia mencuri jatah potion evolusi untuk para anggota baru yang dilatih.
Jika digunakan untuk menembus batasan level satu, setidaknya bisa membuat delapan orang!"
Ruangan langsung menjadi sunyi. Semua orang terdiam, tampaknya benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Orang-orang itu sama sekali tidak menyangka kalau Vadim yang biasanya pendiam dan ramah bisa menjadi begitu licik.
__ADS_1
Entah sejak kapan, Ark tiba-tiba berdiri di depan Darin. Semua orang yang sempat melamun benar-benar terkejut dengan gerakan tersebut.
Saat Ark hendak bergerak, sebuah tangan meraih pergelangan tangannya.
"Meski Darin ketua kelompok kecil tersebut, dia tidak bisa sepenuhnya disalahkan, Ark."
Jay memegang pergelangan tangan Ark. Dia menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi serius.
"Lepaskan."
"Kecuali kamu berjanji untuk tidak menyakiti Darin, aku tidak akan melepaskannya."
Mendengar itu, Ark memejamkan mata. Dia menarik napas dalam-dalam.
"Lepaskan," ucap pemuda itu tenang.
"..."
Melihat Ark yang lebih tenang, Jay akhirnya melepaskan pergelangan tangan sahabatnya. Tampaknya pemuda itu (Ark), belum sepenuhnya gila dan kehilangan kewarasannya.
Tepat ketika tangan dilepaskan, Ark langsung berbalik.
BLARRR!!!
Meja rapat yang besar, terbuat dari marmer kokoh dan tebal langsung hancur berkeping-keping. Semua orang terkejut, bahkan kebanyakan dari mereka agak pucat.
Melihat bagaimana Ark merusak barang berharga yang dia rawat baik-baik ...
Mereka tahu kalau sang ketua tersebut benar-benar marah!
Ark berjalan mendekati jendela dengan ekspresi gelap. Dia kemudian membuka jendela untuk melihat Roxanne dan anggota Violet Sword bergegas menuju ke markas.
"Biarkan Roxanne masuk," ucap Ark tenang.
Setelah mendengar itu, Lisa langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia segera keluar untuk menjemput Roxanne.
Beberapa saat kemudian, gadis itu masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi pucat.
"Tenangkan dirimu. Katakan perlahan."
Mendengar ucapan Ark, Roxanne mengangguk. Dia menarik napas dalam-dalam. Setelah dirinya lebih tenang, gadis itu berkata.
"Banyak binatang buas yang mulai bermunculan, Ketua. Banyak dari mereka juga muncul di luar wilayah kita (area perumahan elit).
Tampaknya, karena jumlah orang di Sword of Sufferings meningkat dan kita sering membuat api ... mereka menemukan keberadaan markas kita."
"..."
Ark diam. Pemuda itu memejamkan matanya. Napasnya menjadi stabil dan semakin stabil.
'Ternyata sudah dimulai.'
Sementara Ark mengetahui kalau apa yang disebut dengan bencana putih akhirnya dimulai, ekspresi anggota kelompok lainnya menjadi lebih suram.
__ADS_1
"Setelah pengkhianatan, sekarang binatang buas yang biasanya menyembunyikan ekor mereka muncul. Jangan bilang kalau para zombie juga mulai bergerak!"
Jay berkata dengan ekspresi kesal.
Ark tanpa sadar merogoh kantongnya. Menyadari tidak ada rokok di sana, dia menghela napas panjang. Di kehidupan sebelumnya, pemuda itu selalu menghisap rokok ketika menghadapi banyak masalah. Meski tidak begitu membantu, hal tersebut membuatnya lebih tenang.
Tanpa Ark sangka, kebiasaan tersebut masih terbawa sampai di kehidupan ini.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Ark?" tanya Jay.
Ark bersandar pada dinding. Dia diam sejenak untuk memikirkan berbagai hal. Setelah itu, pemuda tersebut membuka mulutnya.
"Seharusnya Vadim pergi ke Imperial Tiger dan Third Scars. Hal itu sudah pasti.
Untuk saat ini, kita tidak perlu memikirkannya."
"Hah???!"
Bukan hanya Jay, anggota lain juga sangat terkejut. Darin juga merasa bingung. Menurut mereka, Ark adalah orang yang tegas sekaligus kejam. Jelas melepaskan seseorang sama sekali tidak cocok dengan sifatnya.
"Kita harus mengurus masalah binatang buas dan zombie. Bukan hanya karena mereka terlalu merepotkan, tetapi juga mengancam orang-orang yang masih selamat.
Bisa dibilang, kita memiliki banyak pekerjaan dan kekurangan orang. Kita harus fokus dengan masalah yang lebih penting. Tinggalkan masalah Vadim untuk nanti."
"Kita bisa mengirim orang untuk menghancurkan Imperial Tiger dan Third Scars!" ucap Jay tegas.
"Lalu membiarkan mereka melarikan diri dan membuat lebih banyak masalah?" balas Ark.
"..."
Semua orang langsung terdiam. Sementara itu, Ark menggelengkan kepalanya. Dia menjelaskan dengan ekspresi datar di wajahnya.
"Anggota baru atau bahkan Scarlet Sword, aku masih meragukan kesetiaan mereka. Mereka harus terus diawasi karena kita tidak mengetahui hati manusia.
Bahkan Vadim yang termasuk anggota inti bisa membelot, apalagi dengan mereka.
Jika kita sampai melepaskan mereka dan akhirnya mereka melarikan diri ke berbagai arah, hal tersebut menjadi lebih merepotkan. Kita tidak memiliki banyak waktu untuk mengejar beberapa anak nakal, jadi biarkan satu saja yang melarikan diri.
Tentu saja. Setelah semuanya kembali normal, kita akan membalas kerugian ini. Belasan orang level satu sama sekali tidak layak dibandingkan dengan para binatang buas ganas dan zombie."
Ark kemudian menatap ke arah orang-orang yang penuh keraguan. Dia kembali menjelaskan.
"Setiap anggota inti akan memimpin kelompok untuk mempertahankan wilayah. Selain itu, kita harus mengawasi anggota-anggota baru.
Mungkin kalian berpikir kalau sebaiknya kita mengirim beberapa orang elit untuk memburu Vadim, tetapi kita kekurangan tenaga kerja. Sedangkan mengirim satu atau dua orang untuk mengejar ...
Mungkin itu yang direncakan oleh petinggi Imperial Tiger dan Third Scars untuk menjebak anggota inti kita."
Ark menarik napas dalam-dalam sebelum menghela napas panjang. Setelah itu, dia berkata.
"Jadi kesimpulannya, untuk saat ini ..."
"Biarkan saja para badut menari."
__ADS_1
>> Bersambung.