
"Apakah semua ini cukup?"
Membayangkan apa yang sedang dialami oleh kelompok lain lalu menatap anggota Silver Cross dan Dark Caravan yang duduk santai, Julian bergumam sambil mengerutkan kening. Tampaknya masalah sisi kemanusiaan dan jiwa pahlawan dalam dirinya mulai bergejolak.
Melihat keraguan Julian, Ark membalas dengan santai.
"Kita telah mengumpulkan data yang kita perlukan. Namun, jika kamu ingin pergi lebih jauh, kamu bisa melakukannya sendiri.
Tentu saja, kamu juga bisa membawa orang-orang dari Silver Cross bersamamu. Kami, Dark Caravan tidak akan ikut campur."
"..."
Julian diam. Namun ketika dia melirik ke arah rekan-rekannya, pria itu melihat tatapan enggan di mata mereka. Jadi pada akhirnya dia menyerah. Merasa tidak berhak mempertaruhkan nyawa rekan-rekannya untuk hal semacam ini.
Pada saat itu, suara Ark kembali terdengar.
"Tampaknya kita kedatangan tamu."
Ark melompat dari cabang pohon. Dia mendarat di tanah dan mendarat dengan mulus. Pemuda itu kemudian memberi perintah.
"Bangkit dan bersiap. Kita mungkin akan bertarung kapan saja."
Meskipun nada bicara Ark begitu datar dan terkesan santai, orang-orang sama sekali tidak berani main-main. Sejauh apa yang mereka alami, tidak ada makhluk "normal" yang hidup di hutan ini. Sama sekali tidak berani bersantai!
Beberapa saat kemudian, suara beberapa langkah kaki menginjak dedaunan dengan tempo cepat terdengar.
Beberapa orang melewati semak, langsung muncul di depan anggota Dark Caravan dan Silver Cross yang telah membuat barisan.
"Orang-orang dari Blood Spider Lily?" Julian bergumam dengan ekspresi terkejut.
Enam orang dengan penampilan berantakan muncul. Melihat barisan Dark Caravan dan Silver Cross, mereka tampak gembira.
"Kita selamat!" ucap salah satu orang.
"Kami dari Blood Spider Lily! Bantu kami untuk menahan monster yang menyusul dari belakang!" teriak pria lain dalam kelompok tersebut.
"Ya! Dengan bantuan kalian, kita semua pasti bisa mengalahkan monster itu!"
"Apa yang kalian tunggu! Bersiap untuk bertarung!"
Melihat mereka semua, Ark tiba-tiba mengangkat tangan kanan dengan santai. Membuat aba-aba agar semua anggota kelompok Dark Caravan dan Silver Cross diam. Pemuda itu melanjutkan.
"Siapa yang peduli kalian dari Blood Spider Lily atau kelompok mana.
Pertama, kalian datang dengan ceroboh. Muncul dan berkata bahwa kami akan membantu kalian mengalahkan monster? Mempertaruhkan nyawa kami?
Aku rasa kalian terlalu sombong untuk orang-orang yang sekarat seperti kalian. Khususnya, aku bahkan tidak pernah mendengar kata tolong dari kalian."
Setelah menurunkan tangannya, Ark mengangkat bahu. Menatap orang-orang itu dengan ekspresi tak acuh.
"Siapa yang peduli dengan hal semacam itu!"
"Ya! Ini adalah kasus darurat! Kita adalah aliansi! Jadi sebaiknya kalian membantu atau—"
__ADS_1
Mata Ark berkilat dingin, tekanan berbahaya muncul dari pemuda tersebut. Dia langsung menyela.
"Membantu? Atau lebih tepatnya, memberi kalian waktu untuk melarikan diri?
Jangan berpikir kalian orang paling cerdas di dunia ini. Juga, jangan pernah berpikir untuk berjalan mendekat karena ..."
Ark menjentikkan jarinya. Saat itu, semua anggota Silver Cross memegang senjata mereka dengan erat. Meski ragu, mereka masih melakukan apa yang diinstruksikan oleh Ark.
"Kami yang akan membunuh kalian."
Mendengar ucapan Ark, tubuh keenam orang itu gemetar karena marah.
Saat itu, Julian berbisik pada Ark.
"Ada wanita yang tampak ketakutan di sana. Apakah lebih baik kita—"
"Aku ingatkan, Julian. Aku pemimpin kelompok sementara ini. Jadi aku harap kamu mendengar semua perintahku.
Jika tidak, bukan hanya kelompok sementara, tetapi aliansi antara kelompok kita akan dihentikan. Tidak perlu lagi ada perdagangan yang dilakukan."
Julian yang mendengarkan ucapan kejam Ark hanya bisa mengepalkan tangan sambil menggigit bibir. Merasa agak marah, tetapi juga tidak berdaya.
"Ada apa dengan sikap kalian?! Kita sesama manusia seharusnya saling menjaga! Kalian tidak akan membiarkan kami mati begitu saja, bukan?
Bukankah Silver Cross adalah orang-orang yang penuh dengan rasa keadilan? Aku tidak menyangka kalian telah jatuh seperti ini!"
"Alecto."
Sebelum pria dari kelompok Blood Spider Lily melanjutkan, Ark tiba-tiba berkata dengan nada tak acuh. Detik berikutnya, sosok Stacy maju. Langsung memenggal kepala pria tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata.
"Sudah cukup!"
Saat itu, Julian berteriak dengan lantang. Dia maju ke depan lalu mulai berbicara.
"Aku tahu kalau Dark Caravan banyak membantu Silver Cross, Hades! Namun kamu harus ingat satu hal!
Kami tidak akan menukar kepercayaan dan alasan kami berjuang hanya untuk bantuan kalian! Kami, Silver Cross ...
Berjuang untuk kepentingan umat manusia! Keselamatan umat manusia!"
Setelah mengatakan itu, dia menghampiri lima orang yang tersisa sambil berkata.
"Aku kalian lelah dan panik. Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja sekarang."
Sosok gadis dalam kelompok tersebut tiba-tiba berlari dan memeluk Julian. Dia langsung terisak sambil berkata.
"Terima kasih! Terima kasih banyak, Tuan Julian! Kami benar-benar takut para kalian kehilangan hati nurani dan tidak menerima kami karena keuntungan."
Mendengar ucapan gadis tersebut, Julian tidak begitu memedulikannya. Dia menepuk lembut punggungnya.
"Sekarang sudah tidak apa-apa," ucap Julian lembut.
Sementara itu, Stacy yang mendengarkan ucapan gadis tersebut langsung berjalan ke depan. Tampaknya marah karena tuannya dihina dan tidak dianggap manusiawi. Namun belum sempat berjalan beberapa langkah, suara Ark terdengar.
__ADS_1
"Kita mundur."
Setelah mengatakan itu, Ark langsung berbalik lalu berjalan pergi. Dua saudari kembar langsung mengikutinya. Lisa agak lambat, tetapi juga pergi. Darin menatap ke arah kelompok Silver Cross sebentar, tetapi segera pergi.
Stacy diam di sana sejenak. Gadis itu ingin menghabisi orang-orang yang dia anggap tidak tahu diri tersebut. Namun pada akhirnya memilih untuk tetap mengikuti ucapan tuannya.
Julian menatap ke hutan gelap tempat Ark dan rekan-rekannya pergi dengan ekspresi rumit.
Untuk sementara, tempat itu begitu sunyi. Namun hal tersebut tidak bertahan lama. Suara gemuruh terdengar dari tempat orang-orang Blood Spider Lily muncul. Suara itu semakin lama semakin keras. Tanah sedikit bergetar, rasanya seperti ratusan kuda yang berlari bersamaan.
Beberapa saat kemudian, makhluk besar melewati semak-semak. Langsung muncul di hadapan Julian dan anggota Silver Cross lainnya!
Makhluk itu memiliki panjang sekitar tujuh meter. Lebar tubuhnya sekitar 75 centimeter. Tubuhnya ditutupi oleh karapas merah darah. Dia memiliki ratusan pasang kaki hitam dan tampak tajam.
Makhluk tersebut adalah lipan raksasa!
Hanya saja, selain bentuknya yang lebih besar, makhluk tersebut tampak berbeda dengan lipan biasa. Bukan hanya warna, tetapi karapas tersebut juga tampak lebih kokoh. Belum lagi, tampak dua tanduk setajam belati di kepalanya.
Matanya berwarna hijau zamrud, menatap ke arah Julian dan orang-orang di sekitarnya dengan tatapan dingin dan kejam.
"Bersiap pada posisi!"
Julian langsung memberi perintah sambil menyuruh gadis itu mundur ke belakangnya. Dia menarik pedang dan menatap ke arah lipan raksasa dengan ekspresi serius.
"Kelompok Blood Spider Lily sebelumnya pernah melawan makhluk ini, bukan? Tolong katakan informasi penting seperti titik lemahnya!
Dengan bantuan kalian yang sudah memiliki pengalaman bertarung dengannya, seharusnya kita bisa menaklukkan makhluk ini dengan kerja sama!"
Julian fokus ke arah lipan raksasa. Dia menunggu penjelasan dari gadis tersebut. Namun ...
JLEB!
Julian menoleh ke belakang dengan ekspresi tidak percaya.
Sosok gadis yang memeluknya menatap dirinya dengan ekspresi dingin, bahkan memiliki sedikit senyum sinis di bibirnya. Gadis itu kemudian memutar pisau, tetapi dia juga langsung dipukul oleh Julian dengan keras.
BRUAK!
Gadis itu terpental dan berguling di tanah, tetapi segera bangkit lalu bergegas melarikan diri. Bukan hanya dia, tetapi empat orang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka melukai anggota Silver Cross lalu melarikan diri.
Orang-orang Silver Cross berusaha mencoba mengejar, tetapi lipan raksasa yang sedari tadi mengawasi tampaknya menemukan celah dan langsung menyerang. Saat itu, teriakan Jimmy terdengar.
"Atur dalam posisi bertahan! Segera lindungi Ketua!"
Sementara mereka bertarung menahan serangan lipan raksasa, lima orang dari Blood Spider Lily telah menghilang dalam hutan. Namun, belum dua menit berlari sekuat tenaga, mereka sudah terhenti.
"Kenapa ... Kenapa kalian berada di sini?"
Gadis itu menatap ke arah Ark dan lima orang rekannya yang menghalangi jalan dengan ekspresi terkejut. Saat itu, dia melihat tatapan dingin dari balik topeng Ark.
Suara yang dingin dan tak acuh, seolah tidak menganggapnya sebagai manusia terdengar.
"Kalian pikir ... aku akan membiarkan trik kecil kalian menggagalkan rencana yang telah aku susun dengan rapi?
__ADS_1
Sungguh lelucon yang tidak lucu."
>> Bersambung.