Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pekerjaan Rahasia


__ADS_3

Setelah kembali ke markas, Ark disambut oleh rekan-rekannya seperti biasa. Hanya saja, saat ini cara mereka memandangnya sedikit berbeda. Tampaknya, selain karena penampilannya yang lebih mencolok, ada alasan lain kenapa mereka terus menatapnya dengan ekspresi aneh.


“Sebenarnya ada apa dengan orang-orang? Mereka tampak aneh.”


Masuk ke dalam rumah, Ark bergumam dengan ekspresi datar di wajahnya. Namun gerakannya terhenti ketika melihat Lisa yang duduk di sofa sambil minum jus buah. Jenis minuman yang dibuat dari beberapa berry yang ditumbuk, diperas, disaring, lalu ditambah dengan air. Gadis itu menatapnya dengan ekspresi polos. Setelah selesai minum dan meletakkan gelas di meja, dia berkata.


“Karena selain perubahan penampilan, sifatmu juga banyak berubah, Kak. Kamu tahu? Biasanya kamu adalah jenis yang suka mengurung diri di rumah lalu mengatur segalanya dari sana, sama sekali tidak berniat keluar jika tidak perlu.


Sedangkan sekarang? Kamu keluar hampir setiap hari untuk berburu! Benar-benar berbeda dari yang dulu.”


“…”


Mendengar itu, Ark mengerjap. Dia tidak menyangka kalau orang-orang juga memperhatikan beberapa hal sepele semacam itu. Tampaknya mereka menjadi lebih jeli dibandingkan sebelumnya.


Ark sendiri tidak ingin menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya. Selain untuk mencegah mengungkapkan kelemahannya sendiri, dia tidak ingin melihat orang-orang khawatir. Bahkan ketika Jay bertanya kemampuan apa yang didapat dari Raja Semut, dia hanya berkata kalau itu rahasia. Tidak untuk dipamerkan dan tidak perlu dikeluarkan jika tidak benar-benar dibutuhkan.


“Aku hanya berkeliling untuk memastikan sesuatu.” Ark berkata datar.


“Kamu terlalu paranoid, Kak. Para semut jelas telah dimusnahkan. Apakah kamu masih terbawa bayang-bayang mereka?”


“…”


Ark hanya diam ketika mendengar kata-kata Lisa. Dia sama sekali tidak membantah, tetapi juga tidak setuju. Pemuda itu malah balik bertanya.


“Omong-omong, kenapa kamu datang? Apakah ada masalah?”


“Tidak bisakah aku datang untuk minum jus? Beberapa waktu ini, cuaca menjadi semakin panas dan suhu naik.”


“Berhenti berpura-pura. Juga, berhenti datang ke sini hanya untuk makan dan minum. Kamu sudah mendapatkan jatah mingguan!”


“Siapa yang menyuruh kamu menyimpan semua bahan premium di sini, Kak? Terlebih lagi, orang tua itu terlalu pelit. Dia masih menyimpan kebiasaan berhemat sampai sekarang. Aku bahkan tidak bisa mengambil sepotong dendeng tambahan.”


Ark menarik napas dalam-dalam, mencoba tidak marah kepada gadis yang menganggap gudangnya sebagai tempat bermain dan mengambil barang.


Melihat Ark yang tampaknya menahan diri untuk tidak marah, Lisa buru-buru berkata.


“Kita diundang untuk datang ke markas Silver Cross dua hari kemudian. Mereka tampaknya ingin membahas sesuatu yang penting.”


“Dimana suratnya?”

__ADS_1


“Eh? Itu …”


“Sudah aku bilang, jika mendapat surat dari Julian atau Joseph, berikan kepadaku terlebih dahulu. Jangan langsung dibuka!”


“Sejak kapan Pak Joseph menemukan burung untuk ditaklukkan, kan?”


“Ini hanya perumpamaan.”


Ark menghampiri lalu mengetuk kepala Lisa dengan ringan. Dia kemudian mengambil surat di saku gadis pendek itu. Memang, tidak seperti Ark dan Julian yang memiliki hewan peliharaan terbang untuk mengirim surat, Black Panther adalah yang paling sulit untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Bahkan, Joseph terus meminta kepada Ark dan Julian untuk mencarikannya peliharaan terbang.


Setelah membaca surat dari julian, Ark mengangguk ringan. Pemuda tersebut kemudian melirik ke arah Lisa lalu bertanya.


“Apakah kamu juga ingin ikut?”


***


Dua hari berlalu begitu saja.


Ark tiba di markas Silver Cross bersama dengan Lisa, Kurona, Shirona, dan 30 ksatria tingkat dua. Selain Finn yang ditunggangi Ark, sisanya menarik kereta dimana ada sepuluh orang di dalamnya. Di lokasi, mereka langsung disambut oleh orang-orang dengan ramah. Bahkan setelah mereka turun dari kereta dan berjalan menuju gedung, banyak orang yang mengerumuni mereka sambil mengatakan banyak hal.


Rasanya benar-benar seperti artis yang dikerumuni para fans pada masa normal.


“Mati untukku, Hades!”


Ark melirik dengan santai. Pada saat dia hendak bergerak, Lisa terlebih dahulu maju ke depan dan meraih pergelangan tangan wanita itu.


“Lepaskan aku!” teriak wanita itu.


Lisa mengabaikan teriakan wanita itu. Dia malah menoleh ke arah Ark sambil bertanya.


“Harus aku apakan wanita ini? Pukul sampai pingsan?”


Sudut bibir Ark berkedut. Melihat ke arah wanita yang terus berjuang melepaskan diri dari Lisa tetapi tidak bisa karena seperti sedang dijepit oleh capit besi, pemuda itu berpikir sejenak. Setelah yakin kalau tidak mengenali wanita itu, dia berkata.


“Bawa saja masuk, kita akan menanyakan alasan kenapa dia menyerang nanti.”


“Dimengerti.” Lisa mengangguk ringan.


Ark dan rekan-rekannya kemudian pergi ke gedung tempat Julian dan Joseph menunggu.

__ADS_1


Sampai di sana, Julian adalah yang pertama muncul. Dia langsung menanyakan apakah berita serangan yang baru saja dia dengar itu asli. Melihat ke arah wanita yang diseret oleh Lisa, pria itu benar-benar marah.


“Tidak perlu marah. Bahkan jika mencoba sekuat tenaga, dia tidak akan bisa membunuhku.”


Melihat ke arah orang-orang yang mengerumuni wanita itu dengan ekspresi kesal, Ark berkata dengan santai. Dia kemudian melanjutkan.


“Katakan saja. Apa alasanmu mencoba membunuhku? Aku bahkan tidak mengenalmu.”


Mendengar ucapan datar Ark, wanita yang sebelumnya tenang menjadi lebih emosional. Dia menatap ke arah Ark dengan mata merah.


“Ini semua salahmu! Jika kamu tidak menyuruh mereka pergi ke medan perang, orang-orang itu tidak akan mati!”


“Jika mereka mati, maka mereka kurang beruntung. Namun kematian mereka sama sekali tidak sia-sia. Melihatmu seperti itu, aku tahu kalau itu bukan alasan utama kenapa kamu mencoba menyerangku, kan?”


Wanita itu tertegun. Melihat mata merah seperti rubi di balik topeng, tanpa sadar wanita itu menggigil. Menundukkan kepalanya, dia berkata dengan nada takut dan menyesal.


“Karena cukup banyak yang mati, kami tidak bisa mendapatkan jatah makanan.”


Pada saat beberapa orang tertegun dan mengetahui apa yang wanita itu maksud, Lisa memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos di balik topengnya.


“Apa hubungannya? Bukankah seharusnya dengan begitu kamu bisa mendapatkan lebih banyak jatah karena tidak ada yang bersaing untuk pekerjaan?”


“Uhuk! Uhuk! Sebaiknya kamu pergi untuk beristirahat terlebih dahulu, Lisa. Ikuti Kurona dan Shirona pergi ke-“


“Jangan usir aku, Kak! Aku ingin tahu! Bukankah itu aneh? Maksudku, jika jumlah orang sedikit dan pasokan makanan lebih banyak, bukankah mereka bisa mendapatkan lebih banyak? Apakah aku salah?”


Mendengar pertanyaan beruntun dari Lisa, Ark menjadi sedikit canggung. Merasa kalau dia harus menjelaskan atau gadis itu akan terus berteriak dan berakhir dengan lelucon, pemuda itu akhirnya membuka mulutnya.


“Pada saat ini, bisa dibilang ada dua jenis pekerjaan yaitu tempur dan non-tempur. Seperti di Sword of Sufferings, ada banyak perempuan yang mendaftar dan pada akhirnya menjadi prajurit. Ada juga yang melakukan pekerjaan lain seperti mengurus tanaman, membantu membuat kerajinan, dan sebagainya.


Hanya saja, ada jenis perempuan lain. Mereka takut untuk bertarung di garis depan. Mereka juga tidak memiliki bakat dalam membuat kerajinan dan tidak mau bekerja keras. Tentu saja orang-orang yang tidak bekerja tidak akan mendapatkan bayaran, jadi mereka membuat ‘pekerjaan’ mereka sendiri.


Apa yang mereka lakukan adalah …”


Ark kemudian membisikkannya ke telinga Lisa. Pada awalnya, gadis itu mengerutkan kening. Setelah beberapa saat mencerna, dia langsung tertegun. Di balik topeng, wajah gadis itu langsung menjadi merah seperti apel. Dia menatap ke arah wanita itu dengan ekspresi tidak percaya.


Lisa menujuk ke arah wanita itu sambil berteriak dengan nada tidak percaya.


“B-Bagaimana mungkin kamu melakukan hal-hal semacam itu! Itu benar-benar tidak pantas!”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2