Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Bicara Tentang Perasaan


__ADS_3

"Tidak sekarang. Itu berarti, kamu memiliki rencana untuk berurusan dengan Imperial Tiger?"


Mendengar pertanyaan Joseph, Ark hanya diam. Namun pria paruh baya tersebut tahu bahwa pemuda itu diam sebagai konfirmasi bahwa dia setuju.


"Selama Dark Caravan tidak berada di pihak mereka, itu sudah cukup."


Joseph berkata dengan ekspresi lega.


"Kamu bisa santai, Joseph. Aku pasti tidak akan pernah menjadi teman, apalagi berlutut pada Imperial Tiger.


Sebaliknya, sebaiknya kamu berhati-hati. Bahkan jika tidak berurusan dengan Imperial Tiger, masalah internal dalam Black Panther cukup rumit. Semakin kamu meningkatkan pengaruh, pasti banyak sisi yang tidak menyukainya.


Meski kamu setia terhadap ketua, tetapi kamu tidak memiliki kekuatan selain beberapa pemuda seperti Siegfried. Jadi tidak ada salahnya kamu membangun kekuatanmu sendiri."


Joseph menatap Ark dengan ekspresi syukur. Dia sendiri juga tahu kesalahannya. Hanya saja, pria paruh baya tersebut memiliki keraguannya sendiri.


"Jika aku membangun kekuatanku sendiri, tetua lain pasti tidak akan tinggal diam." Joseph berkata dengan senyum pahit.


"Melihat kinerjamu, mereka juga tidak akan diam. Mereka akan melakukan trik-trik kotor dalam kegelapan. Lebih baik kamu menghadapinya secara langsung.


Biarkan saja mereka tidak suka. Abaikan saja tatapan mereka. Bahkan jika kamu bersikap baik, mata mereka buta. Jadi lebih masuk akal jika kamu bersikap kasar pada mereka."


"Aku akan mencobanya," ucap Joseph.


Ark tahu kalau Joseph masih ragu. Lagipula, pria paruh baya yang telah menghadapi hal-hal berbau politik pasti memiliki pemikiran rumit. Pemuda itu tidak lagi peduli. Dia hanya mengingatkan, apakah Joseph memilih mendengarkan atau tidak itu bukan lagi urusannya.


Setelah berbicara sebentar, Ark dan Joseph memulai transaksi mereka.


Usai menyelesaikan transaksi, Ark kemudian pergi ke tempat Silver Cross berada.


Berniat untuk menemui Julian untuk memberikan apa yang telah dia janjikan!


***


Sementara itu, Jay dan beberapa orang lain pergi menemui anggota baru.


"Roxanne~"


Lisa berlari dengan gembira ketika melihat sosok wanita cantik tersebut. Tanpa keraguan, dia membuka lebar kedua tangannya. Hendak memeluk wanita itu.

__ADS_1


Roxanne dengan ramah menangkap Lisa. Dia bahkan tersenyum lembut ketika memeluk Lisa sambil menggosok kepala gadis itu.


Jay langsung tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau tidak hanya penampilannya yang terlihat luar biasa, tetapi wanita itu juga baik dan ramah. Bahkan si cebol nakal benar-benar ditaklukkan olehnya!


'Apakah ini masih iblis kecil yang suka membuat masalah?'


Pertanyaan tersebut muncul dalam benak Jay. Kecuali di depan Abigail atau Ark yang serius, gadis itu biasanya tidak bertindak begitu patuh.


Melihat Roxanne, mata Jay berbinar. Namun dia tidak tampak terburu-buru. Tidak ingin tampil ceroboh di depan sembilan wanita cantik di depannya. Mereka semua sangat cantik sampai-sampai yang paling buruk pun memiliki sosok lebih baik daripada Shani.


Ada juga dua orang yang lebih cantik daripada Stacy. Salah satunya adalah Roxanne. Sedangkan yang lain adalah sosok wanita dengan ekspresi datar. Parasnya cantik, rambut hitamnya lurus tergerai. Dia memiliki mata biru, tampak dingin dan indah. Belum lagi, wanita itu memiliki getaran familiar bagi dirinya.


'Si k-parat Ark versi wanita?'


Pikir Jay ketika melihat wanita tersebut.


Jika Ark tahu apa yang Jay pikirkan, dia pasti akan memukul pria itu. Kemudian tidak membiarkan Jay mendekatinya dalam jarak kurang dari sepuluh meter!


Pikiran pria itu dalam mencari wanita dengan sikap mirip dengan dirinya benar-benar berbahaya! Pasti ada yang salah dengan kepalanya!


Tentu saja, Jay sama sekali tidak memiliki pikiran bengkok. Dia normal, bahkan pria itu memilih untuk tidak memiliki kekasih daripada harus memiliki pasangan laki-laki.


Hal tersebut adalah ilusi yang dibuat otak manusia untuk lari dari kesalahannya. Mungkin banyak yang tidak setuju dengan pemikiran semacam ini. Namun kita bisa melihat, ayam jago yang bodoh dan memiliki pemikiran sederhana tidak akan berpikiran untuk memilih ayam jago lain sebagai pasangannya.


Lalu kenapa manusia malah melakukannya? Otak mereka berperan dalam melakukannya. Terus menghipnosis dirinya sendiri sehingga berpikir itu benar, membodohi diri mereka sendiri. Padahal ayam pun tidak melakukannya.


Kemudian, alasan apa Jay tertarik dengan wanita dengan sikap yang mirip dengan sahabatnya?


Jawabannya sederhana. Itu adalah rasa nyaman.


Banyak lelaki yang mencari pasangan dengan sikap mirip ibunya. Hal tersebut dilakukan secara tidak sadar. Alasannya karena sosok ibu adalah perempuan yang dekat dengan mereka. Orang yang mengerti dan menyayangi mereka.


Di sisi perempuan, mereka juga terkadang memiliki pemikiran semacam itu. Berpikir memilih pasangan yang mirip dengan ayahnya. Sosok yang di mata mereka kuat, bisa diandalkan baik dalam melindungi atau hal pengertian.


Tentu saja, jika orang tua orang-orang memiliki sikap kurang baik, mereka biasanya akan memiliki referensi dengan sosok baik di sekitar mereka. Entah itu saudara, saudari, sahabat, bahkan gurunya.


Berbeda dengan perihal paras, kekayaan, kecerdasan, atau kekuatan yang memang dipandang secara langsung. Hal yang disebutkan sebelumnya biasanya dilakukan secara tidak sadar.


Manusia memang makhluk yang rumit.

__ADS_1


"Omong-omong, kenapa Tuan Hades pergi ke mana?" tanya Roxanne.


Ucapan wanita itu menyadarkan Jay yang sedang melamun. Saat itu juga, Lisa keluar dari pelukan Roxanne. Dia menatap wanita itu dengan ekspresi rumit.


"Jelas sudah ada aku, kenapa kamu masih memikirkan Ketua Bau itu? Roxanne~"


Melihat Lisa yang berpura-pura cemburu, banyak orang tersenyum. Roxanne sendiri memiliki sedikit rona merah di pipinya. Tidak begitu kentara, tetapi Jay yang "peka" dalam hal semacam ini masih bisa melihatnya.


'Untung saja aku sudah bersiap-siap. Jelas, penjahat itu (Ark) suka menggoda para wanita di sana-sini.


Jadi sejak awal, aku tidak pernah menargetkan Roxanne yang terlalu tinggi! Temannya yang dingin itu juga agak sulit, jadi coba yang tidak begitu mencolok dalam kelompok!


Asalkan dia perempuan dan pengertian, itu lebih dari cukup!'


Jika Ark tahu bagaimana Jay merencanakan hal tersebut dengan rapi, dia pasti terkejut. Tidak hanya terkejut, pemuda itu pasti akan sangat marah.


Lagipula, b-jingan ini benar-benar menyia-nyiakan otaknya untuk memikirkan hal yang tidak begitu berguna!


Sungguh tak tertahankan!


"Uhuk! Uhuk!"


Jay pura-pura batuk. Semua orang langsung melihat ke arahnya. Pria itu mengangguk sebelum mulai menjelaskan.


"Pertama-tama, sebagai wakil ketua, aku mengucapkan selamat kepada kalian semua karena lolos ujian dan secara resmi telah bergabung dengan kelompok.


Alasan kenapa kami jelas untuk menjemput kalian. Masalahnya, kereta tidak mungkin menampung kalian semua. Jadi seperti sebelumnya, kalian akan berjalan di belakang kereta. Tentu saja, kereta akan berjalan perlahan.


Apakah ada yang keberatan? Atau ada yang terluka? Jika ada, silahkan angkat tangan."


Melihat orang-orang diam dan tampak bersemangat membuat Jay merasa lega. Jika banyak yang bertanya dan dia tidak bisa menjawabnya, situasinya pasti akan menjadi canggung.


Jay sendiri tidak ingin menyampaikan pengumuman semacam ini, tetapi Ark memaksanya. Untung saja semua berjalan sesuai rencana.


Melihat anggota baru memandangnya dengan ekspresi hormat, Jay merasa agak bersemangat tetapi berhasil menyembunyikannya.


Hanya saja, perasaannya menjadi tidak nyaman ketika melihat Lisa memandangnya dengan tatapan main-main.


'Iblis kecil ini ...'

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2