
Sosok wanita cantik dan satu-satunya pemimpin kelompok wanita, Roxanne juga ikut mengangkat tangannya.
"Saya rasa apa yang dikatakan oleh Mr Hades ada benarnya. Lagipula, tidak ada yang memerintah anggota kelompok kecuali ketuanya. Orang yang lebih mengenal mereka. Atau ..."
Roxanne tersenyum menawan.
"Teman-teman sekalian takut?"
Melihat sosok wanita cantik itu, semua orang tercengang. Satu per satu ketua kelompok menengah mengangkat tangan mereka. Langsung menyatakan bahwa mereka setuju.
Beberapa ketua kelompok besar juga saling memandang. Ikut menyetujui saran yang dibuat oleh Ark.
Meski Zander dan orang-orang di Imperial Tiger marah. Mereka sama sekali tidak berencana untuk mencoba membantah. Meski jumlah total pasukan mereka banyak. Tetapi masih kalah banyak jika semua kelompok ini bersatu.
Sementara itu, Ark menatap ke arah Roxanne dengan ekspresi aneh.
'Tampaknya skill "taunting" wanita ini masih lebih baik dariku. Mungkinkah itu taunting dan godaan? Hmmm ... licik, tapi memang cukup cerdas.'
Pikir Ark ketika memandang sosok Roxanne.
Roxanne juga melirik ke arahnya, bahkan sempat melambai dengan senyum di wajahnya.
Hal tersebut langsung membuat tatapan semua orang diarahkan kepada Ark. Membuatnya kehilangan kata-kata. Bahkan diam-diam membuat catatan agar menjauhi wanita tersebut. Karena jika dekat dengannya, itu berarti masalah.
"Kalau begitu kami juga setuju dengan usulan kalian," ucap Zander dengan tenang. "Namun, ada suatu masalah."
Ucapan Zander langsung membuat orang-orang memandang pria tersebut dengan ekspresi serius.
"Menurut keputusan, setiap anggota dari Dark Caravan dianggap sebagai kekuatan 10 orang. Omong-omong, berapa banyak anggota yang anda bawa, Mr Hades?"
"Termasuk aku, enam orang." Ark membalas santai.
"Berarti dianggap sebagai 60 orang. Jadi, kelompok mana pun yang menerima bantuan Dark Caravan hanya akan mendapatkan bantuan satu kelompok menengah lain. Total dihitung 130 orang.
Jadi, apakah ada yang ingin menerimanya?
Jika tidak, setiap anggota bisa dibagi secara terpisah di enam kelompok. Saya rasa pilihan ini lebih bijak. Apakah kalian setuju?"
"Maaf, kami, Dark Caravan tidak akan dipisah atau dijual secara terpisah. Jadi ..."
Ark melirik ke arah enam ketua lainnya sebelum berkata.
"Apakah ada yang mau menerima kami?"
Mendengar ucapan Ark, Zander menggelengkan kepalanya. Dia yakin orang-orang itu tidak akan mengambil resiko karena kuantitas juga sangat penting. Lagipula, sekuat-kuatnya manusia, mereka tetap saja manusia.
Ya ... setidaknya itulah yang dia pikirkan.
Roxanne ingin mengangkat tangannya, tetapi Julian mengangkat tangan terlebih dahulu. Dia melirik ke arah Ark dengan kesal sambil berkata.
"Silver Cross akan menerima Dark Caravan."
"Apakah anda serius, Mr Julian?"
"Ya." Julian mengangguk lalu menatap Ark. "Kamu berhutang budi kepadaku, Hades."
Mendengar itu, Ark menggelengkan kepalanya. Dia malah berkata.
__ADS_1
"Tidak, tidak, tidak. Sekali lagi ... Silver Cross berhutang budi kepadaku, Julian."
Mendengar ucapan Ark yang begitu percaya diri, Julian mengerutkan kening. Namun saat itu, suara Zander kembali terdengar.
"Lalu, apakah ada satu kelompok menengah yang ingin membantu Silver Cross?"
Saat itu, lapangan langsung hening. Karena tidak begitu mengenal Dark Caravan, kebanyakan dari mereka tidak ingin mengambil resiko.
Melihat itu, Zander tersenyum lalu berkata.
"Tampaknya tidak ada yang ingin mengambil resiko. Jadi, apakah anda benar-benar yakin, Mr Julian?"
Julian masih ragu. Namun ketika melihat mata tenang di balik topeng Ark, dia menggertakkan gigi sambil berkata.
"Kami tetap akan menerima Dark Caravan."
Orang-orang menatap ke arah Julian dengan ekspresi heran. Bahkan Zander melihatnya seolah-olah sedang melihat orang tidak waras. Seperti sedang meminta kelompoknya sendiri untuk bunuh diri.
"Baiklah kalau begitu. Saya harap anda tidak menyesalinya, Mr Julian."
Mendengar ucapan Zander dan ekspresi penuh keraguan Julian, Ark hanya tersenyum dibalik topengnya. Sama sekali tidak membalas atau menyangkal keraguan mereka.
***
Siang harinya.
Setelah pembagian, kelompok Silver Cross yang dipimpin oleh Julian mendapatkan bagian untuk membersihkan area tenggara.
"Jadi begitulah."
Julian berkata dengan ekspresi lelah dan bimbang di wajahnya. Setelah menjelaskan, anggota kelompoknya tampak pucat. Mereka merasa sedih, lelah, dan enggan.
"Satu orang mengambil tiga potong dendeng daging, lima keripik ubi, dan segelas air. Isi tenaga kalian dan dengarkan."
Anggota Silver Cross langsung tercengang.
"Kalian sudah putus asa, bukan? Jadi nikmati saja makanan terakhir kalian."
Julian mengambil jatah lalu berteriak marah.
"Siapa yang akan mati! Kami akan kembali hidup-hidup, memastikan kamu merugi karena membagi ini semua secara gratis!"
Satu per satu anggota mulai mengambil makanan dan minum mereka sambil mengutuk.
"Kami akan kembali!"
"Pedagang berhati hitam, kamu akan rugi kali ini!"
"Ya! Kamu akan pulang sambil menangis karena menyesal telah mencoba berbagi semua ini pada kami!"
"..."
Melihat orang-orang yang penuh tekad dan agak lancang, Ark mengangguk. Dia menyuruh mereka semua duduk dan makan. Sementara dirinya mulai berkata.
"Aku ingatkan, jika kalian ingin aku rugi, jangan bertindak ceroboh! Jangan berlarian seperti bocah nakal! Jangan lakukan apapun tanpa perintah!
Ya. Diam saja. Ikuti saja dan tak perlu melakukan apa-apa jika tidak ada yang memerintahkan kalian bergerak."
__ADS_1
"Tunggu, Hades!" ucap Julian penuh keraguan.
"Apa?"
"Bukankah aku ketua dalam kelompok ini?"
"Maaf, kamu terlalu lemah. Kepemimpinan aku ambil alih."
Sebelum Julian bisa menyela, Ark tiba-tiba kembali berkata.
"Datang kemari, Tamer. Jatuhkan pria itu."
"Apa untungnya bagiku?" ucap Lisa tak puas.
"Aku akan mengizinkan kamu memilih suvenir ketika kembali."
Mendengar ucapan Ark, mata Lisa berbinar. Dia berjalan ke depan para anggota Silver Cross yang duduk lalu berkata.
"Datang kemari, Pria besar. Aku akan melakukannya dengan lembut!"
Ucapan ambigu Lisa membuat sudut bibir Julian berkedut. Merasa harga dirinya diinjak-injak, dia berdiri dan menghampiri Lisa.
"Jangan salahkan aku jika kamu terluka, Gadis kecil."
Mendengar itu, mata Lisa berkilat dingin.
Lima menit kemudian.
Jimmy dan Berto menatap ke arah Julian yang tidak bisa berdiri dengan ekspresi rumit. Belum lagi anggota lain, bibir mereka ternganga. Sama sekali tidak menyangka kalau ketua mereka bisa dikalahkan oleh gadis kecil semacam itu.
"Wow! Gadis kecil itu luar biasa!"
"Apakah itu penyihir kecil ajaib?"
"Pandangan duniaku benar-benar berubah karena kejadian ini."
"..."
Julian duduk di atas jalanan. Dia memandang ke arah Ark dan rekan-rekannya dengan ekspresi rumit. Jelas, yang dia lawan adalah gadis kecil paling tidak bisa diandalkan dalam kelompok. Namun pria itu benar-benar masih dikalahkan.
Bahkan dikalahkan dengan sangat parah!
"Istirahat sepuluh menit, lalu kita berangkat."
Ark langsung berkata dengan ekspresi datar. Sama sekali tidak menerima protes dari mereka. Namun saat itu, mereka tiba-tiba mendengar teriakan dari sisi barat dan selatan.
Ketika anggota Silver Cross merinding, Ark malah bergumam.
"Bukankah mereka bilang setelah tengah hari? Tapi mereka sudah memulainya lebih awal?
Ya. Sama sekali bukan masalah. Istirahat saja dan persiapkan diri kalian. Ingat peraturan sebelumnya. Jangan lakukan apa-apa jika aku tidak menyuruh kalian melakukannya."
Ark kemudian menepuk gagang pedang di pinggangnya. Momentum kuat muncul dari dalam dirinya. Membuat orang-orang menatapnya dengan ekspresi terkejut.
Merasakan tatapan mereka semua, Ark berkata dengan nada dingin.
"Tenang saja, memilih bersama kami ..."
__ADS_1
"Kalian tidak akan pernah menyesalinya."
>> Bersambung.