
Sementara itu, di tempat Ark berada.
“Menarik. Kalian cukup menarik karena bisa menahanku sampai seperti ini.”
Ark melirik ke arah Simon dan keempar bawahannya. Dua orang terus menekannya dan tiga orang terus membidiknya dari jarak jauh. Mereka jelas ingin terus menekan lalu menghabiskan energinya sebelum akhirnya bisa menang lalu menghabisinya untuk selamanya. Jadi ...
Ark tersenyum di balik topengnya.
“Apakah kalian suka menari?” tanya Ark.
Setelah itu, pemuda tersebut langsung bergegas ke arah salah satu jenderal, sosok level 3 dan paling lemah yang bisa dia jangkau.
Swoosh! Klang!
Pria itu terseret munudr beberapa langkah. Belum sempat menstabilkan napasnya, sosok Ark kembali muncul lalu menyerangnya dengan cepat. Sama sekali tidak mengizinkan dirinya untuk beristirahat.
Simon muncul untu membantu, tetapi Ark selalu sajka memilih posisi dimana dia sulit masuk. Serangan para pemanah juga tidak bisa dilancarkan karena mereka bisa saja menyakiti orang yang sedang bertarung dengan Ark.
Jika sendirian, Simon sama sekali tidak akan peduli jika harus mengorbankan satu atau dua orang asalkan menang. Namun di depan ratusan orang, dia masih ingin menampakkan citra seorang penyelamat di depan mereka. Jadi sekarang Simon merasa sangat rumit karena tidak menyangka kalau semuanya akan berkembang ke arah ini.
Bukan hanya gagal menunjukkan keagungannya, Simon merasa membawa orang-orang itu adalah keputusan yang salah ketika melawan Hades.
KLANG!
Saat melamun, Simon benar-benar dikejutkan dengan serangan Ark yang begitu tiba-tiba. Pria itu sama sekali kalau lawannya tiba-tiba memanfaatkan celah untuk menyerangnya. Terpental mundur beberapa meter, ekspresinya berubah total.
Tidak lagi bisa menahan kemarahan, Simon langsung memberi perintah.
“TEMBAK!”
Pada awalnya, banyak orang yang ragu. Namun mereka akhirnya tetap melakukannya karena tidak bisa menolak perintah dari sanbg induk. Jika mereka mencoba menolak, kepala mereka akan begitu sakit, rasanya seperti akan pecah.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Melihat ratusan anak panah yang melesat ke arahnya dan si ksatria yang membawa pedang, Ark sama sekali tidak mengubah ekspresinya. Dia memutar tubuhnya sediukit. Di depan mata terkejut semua orang, pemuda itu menebas lutut pria itu lalu melesat mundur belasan meter.
Pria itu terkejut dengan serangan tiba-tiba. Belum sempat menghindar, puluhan dari ratusan anak panah langsung menancap pada punggung, lengan, dan kakinya.
Pada saat semua orang memperhatikan pria yang menjerit sedih tersebut, Simon muncul dari belakang Ark lalu menebas dengan kejam.
KLANG!
__ADS_1
Serangan bertubi-tubi langsung mendarat poada Ark, tetapi pemuda itu masih bisa terus menahannya. Melihat ke arah Simon yang mulai kehilangan kendali, dia tersenyum di balik topengnya.
Melawan orang di level yang sama tanpa kekuatan binatang buas yang unik cukup mudah bagi Ark. Hanya saja, dia tahu alasan kenapa ratu para slime itu sangat merepotkan. Jadi saat bertarung dengan Simon, pemuda itu sama sekali tidak berani sembrono.
“Hey, Simon. Tampaknya semua bawahanmu terkejut dengan keputusanmu. Bagaimana jika kamu merobek topeng kemunafikan itu?”
“Diam kau, Iblis!”
Slash!
Sebuah tebasan mengenai bagian depan tubuh Ark. Bukannya menjerit kesakitan, pemuda itu malah melompat mundur sambil tertawa. Membuka kedua tangannya lebar-lebar, dia berkata dengan nada penuh provokasi.
“Bagaimana kalau menceritakan hewan peliharaan kesayanganmu, Simon?
Wow! Siapa yang akan menyangka kalau Simon, Sang Penyelamat ternyata memelihara monster di bawah hidung semua orang. Dengan dalih memuja Dewi, dia mengumpulkan orang-orang yang mau percaya.
Apakah dia mengambil para anak dan wanita agar bisa merawat mereka? Sungguh mengharukan! Tapi kenapa kita tidak bisa melihat mereka di mana-mana?
Ah! Aku lupa! Bukan hanya para orang dalam ritual korban, mereka juga berakhir dalam mulut para monster!”
“DIAM! TEMBAK DIA!!!”
Melihat ratusan anak panah, Arthur masih tertawa. Dia tidak banyak bergerak dari tempatnya, puluhan dari ratusan anakl panah langsung menusuk tubuhnya, bahkan tiga dari anak panah melubangi perutnya.
Tawa seperti iblis menggema. Saat itu, puluhan anak panah yang menancap di tubuh Ark keluar secara paksa dan jatuh ke tanah. Di depan tatapan terkejut banyak orang, luka-luka di tubuh pemuda itu mulai sembuh.
“HEY! Apakah putri atau putramu yang dipanggil ke pusat? Atau mungkin pacarmu? Mereka semua mendapat panggilan Dewi Kegelapan? Oh! Tidak! Mereka sudah pergi bersama Dewi Kegelapan, BODOH!
Sungguh lucu! Para fanatik bodoh yang tidak tahu keluarga mereka dikorban? Bukankah itu benar-benar luar biasa, Simon?
Menipu orang-orang bodoh itu agar berlutut dan menjilat sepatumu. Bukankah itu ... NIKMAT? BENAR, KAN? TUAN IBLIS YANG INGIN MENJADI KUAT DENGAN KEDOK MENYELAMATKAN MANUSIA?”
“...”
Simon menunduk. Setelah beberapa saat, tubuhnya gemetar. Dia kemudian mendongak ke langit.
“HAHAHAHAHA!”
Di depan ratusan pengikutnya. Ekspresi tampan pemimpin yang mereka selalu lihat telah digantikan oleh ekspresi gila dari seseorang yang sama sekali tidak menempatkan nyawa manusia di matanya.
“Kamu memang hebat karena bisa melihat semuanya, Hades! Pantas saja wanita itu berkata kalau kamu begitu merepotkan. Rencana yang aku susun selama satu setengah tahun benar-benar rusak karenamu.
__ADS_1
Mereka semua sekarang sudah mengetahuinya? Lantas kenapa? Paling-paling, aku hanya perlu menghancurkan rencana satu setengah tahun ini untuk membunuhmu lalu memulai dari awal lagi sendirian. Selama kota ini beserta isinya dihapus ...
AKU BISA PERGI KE TEMPAT LAIN DAN SEKALI LAGI MUNCUL SEBAGAI PENYELAMAT!”
Semua pengikut Simon merasa tidak percaya ketika mendengar apa yang tuan mereka percayai katakan. Saat mereka ingin mengatakan sesuatu, orang-orang itu secara tiba-tiba merasakan rasa sakit di kepala mereka.
“ARGHHH!!!”
Jeritan dan lolongan terdengar. Ratusan orang jatuh berlutut, ada yang sampai berguling-guling di lantai sambil memegangi kepala mereka. Semua orang tampaknya kesakitan seperti sedang disiksa.
Saat itu, bercak-bercak merah muncul di kulit orang-orang itu. Mereka bangkit dengan napas naik-turun. Ekspresi mereka tampak ganas, bahkan mata mereka mirip dengan binatang buas. Memegang berbagai senjata dan diselimuti kabut panas di sekitar tubuh, mereka benar-benar telah berubah menjadi makhluk irasional yang hanya tahu bertarung dan membunuh.
“Apakah kamu pikir aku mengumpulkan mereka semua hanya untuk dijadikan pajangan, Hades? Kamu benar-benar salah! Mereka adalah bonekaku!
Melawan satu orang tingkat 4 ditambah ratusan orang dari berbagai tingkat yang tidak takut mati ...”
Simon menyeringai kejam.
“Bagaimana perasaanmu sekarang, Hades?”
Mendengar pertanyaan itu, Ark tertegun sejenak. Setelah itu, pemuda tersebut memiringkan kepalanya sambil berkata.
“Biasa saja.”
Ucapan Ark jelas membuat emosi Simon semakin meledak-ledak. Namun, suara lain tiba-tiba menyela ketika dia hendak bicara.
“Tampaknya kami berempat tidak ketinggalan pestanya.”
Mendengar itu, Ark dan Simon menoleh ke sumber suara.
Di atas atap salah satu bangunan, sosok berjubah dan bertopeng hitam muncul. Penampilannya jelas agak ceroboh, tetapi juga memancarkan energi kuat. Selain itu, ada tiga sosok lain. Dua di antaranya muncul di gedung paling dekat dan bergerak ke arah Ark. Sementara satu lainnya berada di atap bangunan tertinggi sambil membawa sebuah busur besar.
Melihat mereka, Ark tersenyum.
“Kalian datang di penghujung acara, Bodoh.”
Mendengar itu, pria yang awalnya muncul dengan gagah berani menggaruk belakang kepalanya. Dia kemudian berkata dengan nada sembrono.
“Seperti yang kalian ketahui ...”
“Bukankah pahlawan datang belakangan?”
__ADS_1
>> Bersambung.