Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Membuka Jalan


__ADS_3

“Kenapa kita tidak memilih arah yang lain saja, Tuan?”


Stacy bertanya kepada Ark saat melihat hutan rimbun tidak jauh di depan mereka. Saat ini, mereka semua berada di perbatasan selatan kota. Hanya saja, tempat ini sangat berbeda dengan perbatasan lain yang lokasinya tidak begitu padat pepohonan.


“Karena lebih banyak vegetasi, semakin banyak juga kemungkinan yang kita temui. Tentu saja, meski yang aku bicarakan adalah keuntungan, tetapi kita juga harus menghitung resiko lebih tinggi.”


Ark menjawab dengan ekspresi datar seperti biasa. Namun, ada yang tidak ingin pemuda itu katakan pada mereka.


‘Tidak mungkin aku mengatakan kalau aku ingin pergi ke tempat adikku berada. Lagipula, aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak.’


Ark tidak bisa tidak menghela napas dalam hatinya. Meski ingin menemui adiknya, tetapi pemuda itu merasa agak takut. Di kehidupan sebelumnya, perlu waktu bertahun-tahun lamanya untuk meningkatkan kekuatan ke tahap dimana dia bisa pergi ke luar kota. Pada saat itu, dia juga berpindah-pindah karena kegilaan pasukan semut.


Jadi, pada saat dia menuju ke kota tempat adiknya belajar, jangankan tubuhnya, Ark tidak bisa menemukan tulangnya. Seluruh kota benar-benar telah dimusnahkan.


‘Bagaimana jika dia sudah mati?’


Pertanyaan itu membuat Ark merasa tidak nyaman. Meski sempat memberi beberapa saran sebelumnya, tetapi dia sama sekali tidak sempat membicarakan ramuan atau miracle root. Waktunya benar-benar terlalu singkat untuk membicarakan banyak hal. Belum lagi, pada saat pertama kali kembali, Ark benar-benar bingung dengan keadaan. Bahkan jika sempat, adiknya pasti tidak mengenal silverstar grass dan bahan lainnya.


Ark segera menggelengkan kepalanya. Adiknya mungkin bukan salah satu pejuang yang selamat sampai tahap akhir di kehidupan sebelumnya. Akan tetapi, Ark masih yakin dengan kemampuan saudaranya. Pemuda itu cukup cerdas dalam menilai sesuatu. Jadi, setelah mendapatkan saran, seharusnya kesempatan bertahan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.


Melihat ke arah orang-orangnya, Ark kemudian memberi perintah.


“Dua puluh orang di barisan depan, ambil peralatan. Sepuluh orang mengambil kapak, sepuluh orang mengambil sabit.


Dua puluh orang di barisan paling depan bertugas untuk membersihkan jalan. Pohon kecil, semak, dan batu kecil … singkirkan itu semua! Tugas dilakukan secara bergiliran setiap satu jam. Setelah satu jam, 20 orang di belakangnya akan menggantikan yang ada di depan. Yang berada di paling depan sebelumnya mundur ke barisan belakang.

__ADS_1


Lakukan!”


“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.


Meski langsung menjelajahi bukan pilihan buruk, tetapi Ark berencana membuat jalur antar kota. Jadi, sekarang dia berniat untuk membuat jalan setapak yang bisa dilewati kereta dengan mudah terlebih dahulu. Walau dibilang jalan setapak, tetapi lebarnya mirip dengan jalan raya.


Menggunakan kekuatan para pejuang level dua yang telah mengambil miracle root, kecepatan membersihkan mereka sangat efisien. Setidaknya sekitar 500 meter per jam, yang berarti 2,5 kilometer setiap lima jam. Jika berjalan biasa, itu sama sekali tidak jauh, tetapi untuk membuka jalan dengan kecepatan seperti itu sudah sangat-sangat cepat. Mungkin bukan jalan batu apalagi aspal, tetapi jalan itu sendiri sudah cukup untuk digunakan.


Setiap harinya, mereka melakukan tiga kali perputaran dengan istirahat setengah jam setelah lima jam penuh bekerja bergiliran. Jadi, dalam satu hari mereka membuka jalan sepanjang 7,5 kilometer dan menghabiskan waktu sekitar 16,5 jam. Sisanya mereka gunakan untuk tidur dan beristirahat agar keesokan harinya bisa bekerja dengan energi penuh.


Dengan demikian, satu minggu berlalu begitu saja.


Hanya saja, dalam waktu ini, mereka bisa dianggap beruntung dan kurang beruntung. Beruntung karena tidak menghadapi monster di atas level 2 yang cukup berbahaya bagi mereka. Kurang beruntung karena mereka tidak mendapatkan apa-apa. Sama sekali tidak ada tanaman langka atau semacamnya. Meski ada beberapa tanaman, tetapi levelnya cukup rendah dan mereka sudah memilikinya di markas. Jadi mereka memilih membiarkannya saja dan mengambilnya ketika kembali karena merepotkan.


Setelah satu minggu, mereka sama sekali belum menemukan kota lain. Hal tersebut membuat orang-orang merasa tertekan. Sedangkan Ark sendiri tampak tenang.


Jarak normal hutan dan lingkungan biasa sekitar 75-100 kilometer. Sedangkan lingkungan khusus seperti gurun yang tiba-tiba muncul bahkan lebih luas.


Arah kemana Ark pergi bisa dibilang cukup pendek karena berjarak kurang lebih 80 kilometer. Bisa dibilang, mereka telah sampai sekitar 2/3 jalan. Itu juga dengan membuat jalan baru yang cukup layak dilewati.


Hanya saja, seperti yang Ark katakan sebelumnya, jarak kota dimana dia dan adiknya tinggal bukan kota A ke kota B, tetapi harus dari kota A ke kota B, baru ke kota C. Pada keadaan normal, itu tidak jauh. Namun dalam keadaan sekarang dimana bahaya di mana-mana dan harus membuka jalan lagi. Jarak tersebut cukup jauh.


Menurut perkiraan Ark, mereka memerlukan beberapa waktu untuk tiba di kota tempat adiknya berada. Sekitar satu minggu kemudian, musim panas akan tiba. Jika dikombinasikan dengan berbagai keadaan, kira-kira mereka akan tiba di kota tempat adik Ark tinggal pada pertengahan musim panas atau bahkan di bulan ke tiga musim panas.


Karena telah menunggu satu tahun lebih, Ark memiliki cukup keyakinan. Jika memang adiknya bisa lolos di tahun pertama, tidak akan terlalu sulit untuk bertahan di tahun ke dua asalkan dia berhati-hati. Ya … tentu saja itu yang dia pikirkan sekarang karena tidak mengetahui adiknya sedang digantung dan disiksa setiap hari di luar sana.

__ADS_1


Jika diminta menunggu satu setengah bulan dan terus disiksa, bahkan jika tidak mati, mungkin Evans telah gila ketika Ark tiba.


Jika Evans mengetahui betapa ‘santainya’ kakaknya, dia pasti sudah muntah darah karena marah. Bukan hanya selalu menipunya dengan penampilan pekerja kantoran yang lesu, sering lembur, ekspresi lelah, dan selalu beralasan sehingga jarang pulang … sekarang dia benar-benar menunda karena dalam otaknya Evans pasti baik-baik saja.


Apabila mengetahui semua itu, Evans pasti sudah mengutuk kakaknya sendiri karena telah berperilaku keterlaluan bahkan sebelum apocalypse tiba!


Pada saat Ark dan rekan-rekannya beristirahat, sosok Saito muncul. Dia telah berjalan ke depan lebih awal untuk melihat seberapa jauh kota berikutnya. Menjadi seorang scout yang bertugas untuk memeriksa jalan.


“Jarak ke kota berikutnya sekitar 25 kilometer dari sini, Ketua. Jika kita mempercepat gerakan, 3 sampai empat hari kemudian kita bisa membuka jalan besar sampai sana.”


Mendenga itu, banyak orang merasa lebih bersemangat. Lagipula, mereka sempat berandai-andai jika kota di luar telah dimusnahkan dan diratakan dengan tanah karena mereka tidak bisa menemukannya. Hanya saja, kalimat yang diucapkan Ark membuat mereka bingung.


“Tidak. Kita akan berhenti di sini.”


“Maksud anda, Ketua?” Saito tampak bingung.


“Perluas area yang dibersihkan di tempat ini. Mulai sekarang, tidak semua orang akan maju. Sebagian akan tinggal untuk membuat tempat tinggal sekaligus pos sementara. Dikarenakan persediaan makanan dan peralatan akan dijaga di sini, Finn, Luna, dan Starla akan tinggal.


Selain itu, Saito, Draco, Leon, dan 50 orang akan pergi bersama denganku besok. Sisanya akan tinggal di sini.”


Pada awalnya, semua orang bingung. Saat itu, Roxanne yang biasanya diam menjelaskan.


“Ketua tidak ingin tampil terlalu mencolok. Selain itu, membuka jalan secara langsung antar kota juga memiliki banyak resiko. Daripada efek positif, malah lebih banyak efek negatif. Kita tidak boleh membuat kekacauan karena kota tempat kita tinggal sekarang sudah lebih bersih dan damai.


Untuk mencegah orang-orang luar masuk dan membuat kekacauan, kita yang akan melakukan invasi terlebih dahulu. Bersihkan, dan taklukkan mereka semua sebelum membuat jalan antar kota!”

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Roxanne, semua orang langsung memandang ke arah Ark dengan ekspresi takjub dan penuh penghormatan. Benar-benar tidak menyangka kalau lelaki itu memiliki ambisi yang begitu besar.


>> Bersambung.


__ADS_2