
Sisik putih memantulkan sinar cahaya, sepasang tanduk di atas kepala mengarah ke belakang seperti pahatan safir, sepasang mata safir memancarkan kilau mempesona. Daripada monster yang tampak mengerikan atau menjijikkan, makhluk itu tampak lebih elegan. Cukup menawan sampai-sampai membuat orang kagum setelah melihatnya.
“Sangat cocok untukku!” ucap Jay penuh kepuasan seolah makhluk di depannya telah menjadi miliknya sendiri.
“…”
Ark hanya diam, tetapi matanya jelas mengatakan bahwa dirinya tidak setuju. Ular itu jelas makhluk dingin, kejam, dan tenang. Dibandingkan dengan kekonyolan dan tempramen berdarah pasa Jay, rasanya jelas salah! Sama sekali tidak bisa disamakan bahkan jika dipaksakan!
Ark kemudian menarik keluar pedang di punggungnya. Karena musuhnya adalah tipe dengan pertahanan tinggi dan serangan tinggi, dia tidak menggunakan pedang di pingganya karena kurang cocok. Untuk menembus sisik keras makhluk itu, pemuda tersebut membawa senjata khusus.
Pada saat pedang ditarik, suara dengungan terdengar. Sebuah pedang cukup besar dan panjang muncul. Gagangnya berwarna hitam, tetapi bagian tubuhnya berwarna putih, bahkan sedikit transparan. Meski termasuk boardsword, tetapi pedang di tangan Ark cukup tipis. Rasanya agak mirip kaca.
Energi biru langsung melapisi bilah pedang. Saat itu juga, suara dengungan terdengar lebih keras. Rasanya, pedang di tangan Ark menggerakkan dan memotong udara di sekitarnya. Jelas, ini adalah salah satu pedang yang pemuda itu desain khusus untuk bertarung melawan makhluk dengan pertahanan tinggi karena …
Swoosh!
Ark mengayunkan pedangnya. Sosok ular putih terkejut dan langsung menghindar. Bilah energi seperti bulan sabit biru melewati ular dan mengenai pohon. Saat itu juga, beberapa pohon langsung dipotong menjadi dua.
Saat itu pepohonan roboh ke tanah, Jay langsung menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Bahkan jika pemuda itu telah mencapai tingkat empat. Kekuatannya masih terlalu dilebih-lebihkan. Lagipula, Ark belum mengambil miracle rootnya!
Jay langsung melihat ke arah pedang di tangan Ark yang sekarang bersinar dengan warna biru lembut. Benar-benar seperti pedang yang dibuat dari permata dan membiaskan cahaya biru nan indah. Pria itu kemudian menyadari kalau kunci serangan mungkin ada di bilahnya.
Mempermudah pemotongan udara sehingga bilah udara yang diselimuti energi bisa melesat lebih cepat dan menjadi lebih tajam!
Jay kemudian menatap pembuatnya dengan ekspresi heran. Suara Ark kemudian terdengar di telinganya.
“Mungkin kamu tidak bisa menggunakan skill yang sama, tetapi pedang ini memang bermanfaat untukmu. Menggabungkan kekuatan lengan yang bisa bergerak cepat dari mantis shrimp dan pedang yang memotong udara hampir tanpa hambatan pasti meningkatkan kekuatan serangan sekaligus kemampuan bertarungmu.”
Swoosh!
__ADS_1
Sebelum Ark kembali berbicara, sosok putih melesat dari air. Langsung menyerang di tempat Ark berada.
Ding!
Suara dentingan logam terdengar. Jay tampak terkejut, sementara ekspresi Ark menjadi serius saat terseret mundur beberapa meter.
Apa yang menyerang Ark adalah pedang. Tidak! Lebih tepatnya sebuah ekor besar dengan penampilan mirip pedang. Tanpa tambahan apapun dan tanpa ditempa sebagai senjata, ekor itu benar-benar bisa bersaing dengan pedang yang didesain khusus. Saat itu juga, ekor yang ada beberapa meter di depan Ark kembali melesat.
Ding!
Ark memegang gagang pedang dengan kedua tangannya kemudian membuat gerakan menebas secara horizontal dalam lingkaran penuh. Gerakannya sangat cepat dan tegas. Pedang kembali bertabrakan dengan ekor, tetapi kali ini ekor yang terpendal mundur.
Ekor tersebut langsung ditarik mundur. Dua pasang mata biru saling memandang, dan satu orang benar-benar diabaikan.
Air dalam danau bergejolak. Beberapa saat kemudian, sosok ular tersebut naik ke daratan. Menampilkan keseluruhan bentuk tubuhnya. Hal yang membuat Jay menjadi semakin terkejut karena … ular itu ternyata memiliki kaki.
Di bagian depan tubuhnya, tampak sepasang kaki seperti kaki kadal. Namun di belakang tubuhnya tidak ada kaki lain. Jadi bentuk tubuhnya agak kurang tepat dan tidak seimbang.
Ark tercengang. Menurutnya, bentuk makhluk itu tampak agak aneh. Namun tampaknya sahabatnya sendiri memiliki pemikirkan berbeda. Dia langsung menghilangkan pemikiran lain lalu memberi perintah.
“Sekarang bukan waktunya untuk melamun! Tarik pedangmu dan bertarung!”
“Aye, Kapten!”
Jay tertawa saat memegang pedang besar dengan penuh semangat. Apa yang dia bawa kali ini adalah pedang besar milik Lisa. Meski gadis pendek itu enggan, setelah dibujuk oleh Ark, dia masih memberi wajah untuk meminjamkan senjata kesayangannya.
Saat ular putih itu menyerang Ark dengan ekornya, Jay mengambil kesempatan. Dia langsung berlari dengan cepat menuju ke arah ular putih. Pria itu kemudian melompat tinggi dan menebas dengan sekuat tenaga.
BANG!!
__ADS_1
Suara keras terdengar. Jay menatap dengan ekspresi tidak pecaya. Pedang di tangannya benar-benar ditahan oleh tanduk makhluk itu. Bahkan karena dampak tabrakan, kedua tangan Jay sedikit mati rasa.
Swoosh! Bruak!
Ekor ditarik kembali lalu diayunkan ke arah Jay. Karena ada di udara, pria itu tidak bisa menghindar dan hanya menerima serangan tersebut. Sosoknya langsung melesat puluhan meter lalu menabrak pohon dengan keras.
Ark langsung memanfaatkan kesempatan. Dia melesat maju sampai jarak kurang dari sepuluh meter. Pemuda itu kemudian membuat gerakan menebas secara horizontal dengan seluruh tenaganya. Energi pedang seperti bulan sabit biru dengan panjang beberapa meter langsung melesat ke leher ular putih.
Saat itu, pemandangan aneh terjadi. Sisik-sisik pada tubuh ular tersebut bergetar pada saat bersamaan, lalu kemudian tubuhnya menjadi kaku dengan setiap sisik yang menyatu. Membuatnya berubah seperti patung ular putih raksasa.
Energi pedang menghantam bagian leher dengan kuat. Namun selain goresan cukup dalam, tidak ada lagi bekas serangan, apalagi luka.
Beberapa saat kemudian, tubuh ular tersebut berubah menjadi normal. Makhluk itu kemudian bergegas menuju air. Saat Ark dan Jay terkejut, kepala ular muncul dari dalam air lalu menyeburkan uap air. Kurang dari satu menit, area kecil di sekitar danau langsung berubah menjadi berkabut.
Swoosh! Klang!
Sosok putih melesat dari kabut. Ark langsung merespon dengan cepat. Namun saat pedang dan ekor kembali bertabrakan, sekali lagi pemuda itu terpental mundur. Dia benar-benar terkejut melihat bagaimana makhluk itu bisa beradaptasi dengan gaya bertarung dengan begitu cepat.
“Berhenti tidur dan bantu aku, Bodoh!” teriak Ark.
“Aku tidak tidur!” balas Jay dengan nada kesal. Pria itu kemudian menghela napas sebelum melanjutkan. “Seperti yang diharapkan dari targetku. Benar-benar kuat.”
“Ini bukan saatnya untuk kagum.” Ark berkata dengan nada dingin.
“Aku mengerti, aku mengerti. Tenang saja.”
Jay berjalan ke depan sambil berkata dengan nada sembrono. Saat itu juga, uap panas berwarna merah menyelimuti tubuhnya, khususnya kedua lengannya. Ekspresi yang awalnya tampak konyol dan ceroboh digantikan dengan ekspresi penuh kekerasan bercampur dengan sedikit kegilaan.
Jay kemudian berlari menuju kabut sambil tertawa seperti orang gila. Melihat pemandangan itu, Ark tidak bisa tidak mengeluh.
__ADS_1
“Orang ini … benar-benar mengabaikan rencana yang dibuat sebelumnya!”
>> Bersambung.