Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Fungsi Lain Devil's Vines


__ADS_3

Keesokan paginya.


"Ikuti aku, anak-anak! Aku akan menunjukkan Debby kepada kalian!"


Selesai sarapan, Lisa berdiri dengan ekspresi penuh semangat.


Setelah pesta penyambutan semalam, gadis tersebut langsung akrab dengan Nathan dan Nala. Padahal dia seorang remaja. Namun anehnya, gadis tersebut benar-benar bisa sinkron serta memiliki pemikiran yang sama dengan kedua anak Abigail.


"..."


Nathan dan Nala sama sekali tidak bangkit. Mereka hanya memandangi Lisa dengan ekspresi aneh, bahkan ragu. Meski mereka berdua cukup akrab dan senang bisa mengenal gadis tersebut, tetapi keduanya masih mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.


"Kenapa kalian diam saja? Nathan? Nala?"


Lisa bertanya dengan ekspresi heran.


"Setelah sarapan, kalian harus berganti pakaian lalu bekerja."


Ark membalas dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Hah? Bukankah kita tadi sudah latihan?"


"Latihan dan bekerja itu berbeda. Keduanya wajib dilakukan. Latihan itu untuk dirimu sendiri, sedangkan bekerja untuk kelompok."


"Tapi aku belum cukup umur! Aku belum memiliki kartu identitas!"


"Siapa yang peduli dengan kartu identitas? Bahkan Nathan dan Nala bekerja."


"Eh?"


Lisa tercengang. Dia kemudian menatap ke arah Ark seperti kucing yang diinjak ekornya.


"Itu tidak baik! Bukankah itu eksploitasi tenaga kerja? Mereka masih anakan!"


"Tidak ada batas usia sekarang. Selama ingin makan dan minum, maka gerakkan tangan dan kaki. Ambil sendiri.


Aku bukanlah baby sitter yang bertugas untuk merawat dan menjejalkan makanan ke mulut kalian."


"Tapi—"

__ADS_1


"Cukup, Lisa. Apa yang Ketua katakan memang benar.


Tidak ada yang gratis di dunia ini, khususnya di dunia yang kacau seperti ini."


Old Franky langsung menyela ucapan cucunya. Dia tidak ingin gadis naif dan keras kepala itu membuat Ark marah. Meski pria tua itu tahu kalau Ark cukup menghargai dirinya, tetapi dia juga tahu kalau semuanya ada batasnya.


Bahkan Old Franky bisa membayangkan apa yang mungkin Ark lakukan kepada cucunya jika sudah tidak tahan lagi.


Menatap ke arah cucunya yang berdiri linglung, Old Franky menjelaskan.


"Kamu bisa lihat kondisi Nathan dan Nala. Meski Ketua menyuruh mereka bekerja, mereka masih tampak bugar. Sama sekali tidak kurus apalagi sakit.


Itu berarti, Ketua memberi pekerjaan sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan. Tidak begitu berlebihan seperti kerja paksa atau penyiksaan."


Ark melihat sosok Lisa yang kebingungan. Dia kemudian berkata.


"Lisa, untuk sekarang, kamu cukup mengikuti Abigail. Bantu dia menyelesaikan pekerjaannya dan jangan bantah perintahnya. Selain itu, aku peringatkan lagi.


Jangan pernah naik ke lantai tiga atau atap.


Jika sampai ketahuan. Hukuman tidak akan terhindarkan. Aku tidak keberatan untuk memotong kedua kaki dan mencongkel kedua mata yang tidak patuh itu. Apabila kamu pikir ini hanya ancaman, kamu boleh mencobanya."


"Old Franky, kamu ikut aku."


Setelah membagi tugas, Ark pergi bersama dengan Old Franky.


Dia membawa pria tua itu untuk memotong lalu melakukan stek Devil's Vines. Tentu saja, hal tersebut membuat sosok ilmuwan seperti Old Franky tertarik.


"Bagaimana tanaman ini bisa tumbuh begitu lebat dan cepat? Apakah ada suatu rahasia atau semacamnya?"


"Devil's Vines menyerap nutrisi dari bagian-bagian tubuh zombie yang kami kubur di bawahnya. Jadi dalam waktu singkat, lebih dari satu bulan sudah bisa menutupi seluruh dinding."


"Tanaman yang menarik. Jadi, kamu juga berencana untuk menanam tanaman ini di luar dinding pagar rumah di seberang jalan?"


"Begitulah."


"Jika aku tidak salah tebak, kamu berusaha untuk memperbanyak tanaman yang bisa menggantikan kebutuhan utama karbohidrat seperti kentang dan ubi, kan?"


"Ya. Apakah kamu memiliki ide, Old Franky?"

__ADS_1


Alasan kenapa Ark membawa Old Franky adalah akar dari pria tua tersebut. Sebagai ilmuwan, bahkan jika tidak begitu pandai dalam botani, pria tua itu pasti bisa mengembangkannya dengan cepat dengan sedikit petunjuk darinya.


Belum lagi, untuk saat ini, penelitian tentang chimera jelas tidak bisa dilakukan. Jadi lebih baik untuk menempatkan Old Franky di lokasi pekerjaan yang lebih cocok.


"Kenapa kita tidak mengganti tanah?"


"Maksudmu?"


"Kita coba mengambil sampel tanah di bawah Devil's Vines terlebih dahulu. Dari penampilan sekaligus dugaanku, seharusnya tumbuhan ini memiliki efek untuk menyuburkan tanah.


Kita akan ambil tanah secukupnya dalam pot lalu tanam ubi di sana. Jika lebih baik daripada tanah biasa, makan rencana mengganti tanah bisa dilakukan."


Mendengar ucapan Old Franky membuat Ark tercengang. Saat itu, dia langsung mengingat memori kehidupan sebelumnya.


Bahkan ketika Devil's Vines sudah digunakan di berbagai tempat, cara penanaman dan memperbanyak tumbuhan ini dirahasiakan. Selain itu, Devil's Vines juga dilarang untuk diperjualbelikan.


Sekarang, Ark mengerti akal-akalan orang-orang di kehidupan sebelumnya.


Jika Devil's Vines bisa menyuburkan tanah dan rencana mengganti tanah berhasil, tanah layak tanam akan berlimpah.


Mengganti tanah. Seperti namanya, ambil tanah yang sudah subur di bawah Devil's Vines untuk membuka lahan. Setelah itu, ganti dengan tanah yang baru. Tentu saja, mengubur banyak tubuh zombie lagi sebagai nutrisi.


Jika hal tersebut bisa diulang-ulang, Ark tidak bisa membayangkan seberapa luas tanah subur yang dia miliki!


Pada saat itu juga, Ark tiba-tiba merasa sangat kesal. Khususnya ketika memikirkan orang-orang menyebalkan dan membuat banyak kekacauan di kehidupan sebelumnya. Orang-orang yang memilih untuk melakukan monopoli Devil's Vines!


'Namun sekarang, aku telah mengetahuinya! Ketika kalian bersembunyi seperti tikus pengecut, aku yang akan memonopoli semua ini!


Membuat kalian hanya bisa menangis dan menyesal ketika terlambat mengetahui semuanya!'


Memikirkan hal itu, tanpa sadar sudut bibir Ark terangkat.


Sementara itu, di sisi lain Old Franky juga melihat sedikit perubahan dalam ekspresi Ark. Melihat sengitnya pemuda itu, dia tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.


'Pemuda ini lagi-lagi memikirkan hal-hal ekstrem dan berbahaya! Sungguh! Apakah aku naik kapal bajak laut?


Memilih orang yang salah?'


Old Franky menghela napas dengan senyum pahit di wajahnya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2