
"Apakah itu benar, Tuan?"
Stacy bertanya dengan tatapan penuh harap.
"Tentu saja."
Ark menjawab santai. Meski demikian, mata Stacy sudah penuh dengan kekaguman. Cintanya terasa meluap-luap, atau mungkin itu sebuah obsesi? Gadis itu bahkan tidak mengerti apa yang dia rasakan.
"Cih! Jadi begitu. Dibandingkan dengan sahabat, kamu lebih menyukai perempuan penurut. Suka dipanggil "Tuan" dan kalimat semacam itu.
Aku benar-benar salah menilaimu, Ark!"
"Ya! Paman ini benar! Seharusnya kamu memberikan senjata itu kepada adik perempuan yang manis dan patuh ini!
Aku juga salah menilaimu, Ketua Bau!"
"..."
Ark terdiam. Mendengar kalimat "adik perempuan yang manis dan patuh" membuat sudut bibir Ark berkedut. Siapa yang tidak tahu gadis sok dewasa tetapi sering berlarian ke sana-sini dan suka membuat masalah. Bahkan memiliki hobi aneh bergelantungan seperti koala. Pemuda itu benar-benar tidak tahu bagian mana yang disebut imut dan patuh!
"Aku memaklumi jika Lisa cemberut. Meski dirinya gadis nakal dan tidak sopan, dia masih pengguna pedang pendek.
Sedangkan kamu? Kamu bahkan tidak akan menggunakan senjata ini dengan baik, kenapa kamu mengeluh dan marah seperti anak kecil, Jay."
"Aku ingin senjata baru! Khususnya senjata yang tampak keren! Bukankah terasa keren ketika disematkan pada pinggang dan dibawa kemana-mana?"
"..."
"Ark?"
"Maaf, lupakan. Aku menyesal sudah bertanya."
"Aku—"
"Intinya, aku memberikannya kepada Stacy karena dia pantas mendapatkannya. Tidak hanya Stacy setia, dia juga bisa menggunakan senjata ini dengan baik.
Meski Abigail juga bisa, tetapi dia sering di markas. Sedangkan Lisa, lupakan saja, tidak perlu membandingkan seni pedang dua wanita ini dengan gadis kecil yang mengayunkan pedang dengan canggung.
Jadi keputusannya sudah final. Setelah selesai, ini adalah milik Stacy."
"Woy! Siapa yang kamu bilang canggung! Ini adalah gaya artistik ... artistik!"
Mengabaikan Lisa yang marah-marah dan Jay yang tercengang, Ark membungkus kembali tanduk lipan tersebut. Setelah itu, dia berkata.
"Tolong bantu memilah berbagai tanaman dan taruh ke tempat biasa, kita akan menanamnya besok.
Aku ingin pergi mandi lalu beristirahat."
Pura-pura tidak melihat tatapan orang-orang yang ingin meminta senjata baru, Ark segera pergi dari tempat itu.
***
Lima hari berlalu begitu saja.
__ADS_1
Musim panas akhirnya tiba. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim panas pertama di era apocalypse ini akan menjadi masa yang sangat tidak menyenangkan.
"Aku senang kita mengganti kegiatan latihan luar ruangan dengan membuat berbagai hal di dalam rumah. Masalahnya ... kenapa kita malah dilarang mandi?
Ini benar-benar panas, Bung! Sudah dua hari tidak mandi, rasanya benar-benar membuat risih!"
Jay yang duduk di sofa menyeka keringat dengan ekspresi buruk. Dia melihat Ark yang duduk di teras belakang rumah bersama dengan Nathan dan Nala.
Ark tampak sedang merakit beberapa ranting yang telah dipotong dan dibersihkan. Dirangkai dengan sejenis daun lebar serta tebal yang dikeringkan lalu diikat dengan tali yang dibuat dari serat Devil's Vines, pemuda itu membuat sebuah kipas yang tampak cukup indah.
"Ini untukmu, Nathan."
"Terima kasih, Tuan!" ucap Nathan dengan ekspresi bahagia.
Nala sendiri juga memiliki kipas yang sama di tangannya. Kedua anak itu tampak ceria.
"Setidaknya dengarkan perkataanku, Ark!"
Jay berteriak dengan enggan.
Ark sedang membuat kipas lain untuk dirinya sendiri, tetapi gerakannya terhenti. Nathan dan Nala mengipasi pemuda itu dengan senyum di wajah mereka, terlihat sangat senang ketika melakukannya.
"Kalian tidak perlu melakukannya," ucap Ark santai.
"Tidak apa-apa. Tuan telah membuatkan kami kipas, jadi kami juga membantunya!" ucap Nala dengan nada polos.
"Kalau begitu terima kasih, Nala. Kamu juga, Nathan."
"Hehehehe~"
"Jangan salahkan aku mengabaikanmu, Jay. Sudah dua hari kamu terus membahas hal ini. Tentu saja aku yang mendengarnya sudah bosan.
Sudah aku bilang, musim panas itu adalah krisis. Kita harus menyimpan lebih banyak air karena mungkin hujan sama sekali tidak akan turun beberapa bulan ke depan.
Kita harus menghemat air untuk dikonsumsi. Lagipula, meski tidak mandi, kita semua masih menyeka tubuh dengan kain basah setiap pagi dan malam setelah aktivitas, bukan? Ini sudah dianggap bersih.
Bukan hanya itu, setelah panen sebelumnya, aku tidak lagi menanam banyak tanaman yang berfungsi sebagai makanan pokok, bukan?
Bukan hanya untuk minum dan memasak, kita memerlukan cukup banyak air untuk menyiram tanaman berharga di taman atap dan belakang rumah.
Selama persediaan makanan kita cukup, kita tidak perlu membuang air untuk menanam tanaman pangan lain."
"Dark Caravan juga berhenti berjualan?"
"Tidak. Kita tetap berjualan, tetapi hanya dua minggu sekali dan dengan jumlah pasokan terbatas."
"Ugh! Entah kenapa aku malah membenci musim panas. Padahal dulu musim panas identik dengan pergi liburan ke pantai dan melihat pada wanita cantik. Berbicara tentang kehidupan lalu—"
"Berhenti membayangkan hal-hal indah itu, karena kehidupan indah sudah berlalu."
"Bahkan sekarang menghayal dilarang?" ucap Jay tanpa daya.
"Bukannya dilarang. Hanya saja membandingkan kondisi itu membuatmu merasa hidup saat ini terlalu berat dan kamu enggan untuk terus melangkah ke depan."
__ADS_1
Jay terdiam. Namun dia sama sekali tidak bisa menyangkal ucapan Ark. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas panjang.
"Selama kamu hidup, mungkin aku tidak bisa mendapatkan pasangan dalam hidup ini, Ark."
"Kamu menyalahkan aku?"
Ark mengangkat alisnya. Merasa kalau pikiran sahabatnya mulai menjadi liar karena belum menemukan wanita yang diinginkannya.
"Tentu saja tidak! Hanya saja, kamu sendiri pasti tahu kalau mereka (para perempuan di Sword of Sufferings) pasti memiliki perasaan kepadamu, kan?"
"Berhenti membicarakan cinta yang membuat kehidupan di masa kacau ini semakin rumit."
Ark langsung berkata dengan nada tak acuh.
"Cih! Sikapmu yang terus melarikan diri ini mungkin akan membuatmu kesusahan di masa mendatang, Archie.
Dengarkan nasihat dari sahabatmu ini. Lebih baik kamu—"
"Besok kita akan menerima 17 anggota baru. Tentu saja, jika mereka semua selamat.
Dari 17 anggota, ada 9 "WANITA" yang tampak cantik dan menawan. Bukan nenek-nenek, paruh baya, atau anak kecil. Itu adalah "WANITA" yang tidak kalah dari model majalah."
"Eh?"
Jay yang sedang dalam mode bijak untuk menasihati sahabatnya tentang cinta tiba-tiba tercengang. Satu, dua, tiga ... pria itu terdiam beberapa detik sebelum berteriak keras.
"EEEEHHH!!!??"
Jay langsung melompat dari sofa. Dia langsung bergegas ke arah Ark. Memegang kedua sisi pundaknya lalu berkata dengan ekspresi bersemangat.
"Kenapa kamu tidak mengatakan kepadaku sebelumnya, K-parat! Bukankah ini hal penting yang harus kamu katakan lebih awal? Ini jelas akan mempengaruhi masa depan sahabatmu!"
Jay mengguncang tubuh Ark dengan wajah gila. Setelah beberapa saat, dia melepaskannya lalu mondar-mandir dengan ekspresi serius.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Besok aku harus memakai apa? Haruskah aku bertindak ramah atau cool?
Bagaimana menurutmu, Ark? Seperti apa para wanita itu? Apakah mereka—"
"Pembunuh."
"Maaf?"
"Sembilan wanita itu adalah pembunuh."
"..."
Jay terdiam. Matanya berkedip penuh keheranan. Dia kemudian menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi tidak percaya.
"Tidak. Mereka sama sekali tidak berada dalam organisasi yang sama denganku sebelumnya," ucap Ark tanpa menunggu Jay bertanya.
Mendengar ucapan Ark, Jay tampak lega. Hanya saja, pria itu tidak tahu ...
Sebenarnya sahabatnya tidak berniat membawanya ketika menjemput mereka besok.
__ADS_1
>> Bersambung.