
BANG!!!
Sosok Ark membentur tiang lampu lalu lintas dengan keras sampai membengkok. Ketika pemuda itu mendarat. dia melihat sosok Raja Serigala Hitam telah muncul di dekatnya. Membuka mulut penuh taring tajam untuk mencabik-cabik Ark.
Mencium aroma busuk seperti tempat pembuangan bangkai, pemuda itu tanpa ragu langsung menginjak tanah sebagai tumpuan sebelum melompat ke samping.
Suara keras terdengar ketika sosok Raja Serigala Hitam menggigit tiang lampu lalu lintas. Langsung memotongnya menjadi dua dengan mudah.
Klang!
Melihat tiang lampu yang jatuh ke jalanan lalu ke arah Raja Serigala Hitam yang meludahkan sisa besi tanpa melukai mulutnya, ekspresi Ark menjadi lebih serius.
'Sudah kuduga ... ini benar-benar sulit. Level satu dan dua tidak perlu dihitung, tetapi level tiga benar-benar terasa tidak adil.'
Biasanya monster level satu dan dua hanya merubah ukuran tubuh serta sedikit penampilannya. Sedangkan di tingkat tiga, akan ada banyak perubahan bentuk dari yang biasa-biasa saja sampai yang sangat aneh.
Akan tetapi, perubahan yang sebenarnya akan terjadi ketika menembus ke tingkat empat. Dari tiga ke empat, dari enam ke tujuh. Dua perubahan itu adalah transformasi paling penting karena akan ada perubahan kualitatif. Bisa dibilang, perubahan besar. Setelah menembus level empat dan seterusnya, biasanya ukuran makhluk tidak begitu berubah (kecuali beberapa keberadaan tertentu). Perubahan berikutnya biasanya bentuk tubuh dan kualitasnya.
Di kehidupan Ark sebelumnya, makhluk-makhluk tersebut dibagi menjadi beberapa kelas.
Tingkat satu, dua, dan tiga adalah makhluk tingkat rendah. Ketika dunia semakin kacau, keberadaan seperti itu bisa terbunuh dengan mudah.
Tingkat empat, lima, dan enam adalah makhluk tingkat menengah. Dengan kekuatan mereka, tidak ada masalah untuk bertahan di dunia yang kacau. Asalkan mereka berhati-hati, tingkat kehidupannya masih tinggi.
Sedangkan yang telah menghancurkan belenggu tingkat enam, mereka disebut makhluk tingkat tinggi. Keberadaan mereka sendiri bisa dibilang sebagai bencana berjalan bagi umat manusia. Satu dari mereka bisa menghancurkan basis manusia dengan mudah. Untung saja, keberadaan semacam itu sangat jarang dan biasanya hidup sendirian.
Belum lagi, ada yang membuat Ark merasa kalau tidak adil. Beberapa makhluk tingkat tinggi itu memang bisa terus tumbuh dengan potensi mereka untuk menembus belenggu. Namun ada juga makhluk yang langsung terlahir di level 4 (tingkat menengah). Meski sangat jarang, tetapi masih ada keberadaan semacam itu di dunia ini. Untungnya tidak muncul sebelum penyatuan tahap empat.
Sosok Raja Serigala Hitam yang berada di depan Ark memang tampak mengerikan, tetapi di dunia yang semakin kacau, itu adalah keberadaan tingkat menengah yang mungkin tidak akan pernah naik ke level 6, apalagi menembus belenggu dan menjadi makhluk tingkat tinggi.
Ya. Makhluk seperti itu saja dianggap sebagai keberadaan biasa-biasa saja, belum lagi keberadaan umat manusia yang lebih lemah di kehidupan Ark sebelumnya.
Makhluk tingkat tinggi yang lewat dengan santai bisa membunuh ribuan dari mereka (manusia) dengan mudah!
Ark menatap ke arah Raja Serigala Hitam. Memikirkan target-target yang harus dia habisi, Ark menggertakkan gigi.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa menghabisimu, rencana untuk membuat tempat bagi manusia hidup damai hanyalah khayalan semata!"
Sosok Ark langsung melesat ke depan. Kecepatannya langsung meningkat, sosoknya sekali lagi menghilang dengan skill kamuflase bayangan miliknya. Dia muncul di samping Raja Serigala Hitam dan menebas dengan kejam. Hanya saja, saat itu serigala tersebut sudah mengendus baunya, langsung menggoyangkan tubuhnya. Berbalik ke arah Ark untuk memnggigitnya.
KLANG!
Pedang dan taring Raja Serigala Hitam berbenturan dengan keras. Ekspresi keduanya langsung berubah. Ark langsung mengayunkan pedang di tangan kirinya, sementara Raja Serigala Hitam langsung mengayunkan cakar kanannya.
BANG!
Sosok Ark kembali terpental karena tabrakan kekuatan secara langsung. Tubuhnya menabrak dinding dengan keras. Tubuh kecilnya benar-benar tidak memiliki keuntungan jika harus berkonfrontasi secara langsung melawan Raja Serigala Hitam.
Sedangkan menggunakan telekinesis? Ark telah mencoba sebelumnya, tetapi hasilnya kurang. Untuk menghindari kelelahan mental, dia menunggu momen-momen tepat daripada langsung membabi-buta dan berakhir dibunuh dengan mudah ketika kelelahan.
Melihat jarak puluhan meter di antara mereka, tanpa sedikitpun keraguan, Ark langsung lari. Raja Serigala Hitam pada awalnya tertegun, tetapi langsung mengejar pemuda itu dengan segenap kekuatannya. Saat itu juga, permainan kejar-kejaran dimulai.
Sosok Ark langsung berlari cepat. Naik dari satu lantai ke lantai lain melalui jendela. Sosok serigala juga langsung menyusulnya.
Dari atap bangunan dua lantai, tiga lantai, enam lantai ... mereka terus berlari di area sekitar sampai tiba di sebuah gedung besar dengan ruang luas.
Di atap gedung 25 lantai tersebut, Ark akhirnya berhenti.
Sebagai jawaban, Raja Serigala Hitam menggeram marah. Penampilannya saat ini berbeda dari sebelumnya. Meski tidak memiliki luka parah, banyak lecet kecil di tubuh makhluk tersebut. Selain itu, serigala itu juga tampak kotor.
Dalam proses melarikan diri, Ark melempar banyak hal ke Raja Serigala Hitam dari parabola antena sampai tempat sampah. Apapun yang ada di atas atap, selama dia bisa menendang atau melemparnya, Ark langsung mengirimnya ke arah serigala tersebut.
Itulah kenapa Raja Serigala Hitam terus mengikutinya!
"Bukankah tempat ini bagus jika digunakan sebagai tempat pertarungan terakhir kita?"
Setelah mengatakan itu, Ark melihat Raja Serigala Hitam sambil memiringkan kepalanya.
"Kamu pikir ini berakhir karena aku tidak bisa melarikan diri lagi? Ya ... aku berpikiran sama."
Setelah mengatakan itu, Ark melesat ke depan dengan cepat. Pedang di tangan kanannya langsung dilapisi energi biru. Raja Serigala langsung mencoba menggigit, tetapi pemuda itu meluncur untuk menghindarinya. Melihat cakar kanan Raja Serigala Hitam siap untuk menghancurkannya, Ark mengangkat sudut bibirnya.
__ADS_1
SLASH!
Kaki kanan bagian depan Raja Serigala terputus tepat di bagian sendinya. Saat makhluk itu terkejut, Ark sekali lagi menyerang dari samping dengan pedang di tangan kirinya. Namun serigala itu memprediksi gerakan Ark. Langsung menggigit pedang pemuda itu.
Melihat Raja Serigala Hitam menyeringai kejam karena serangan Ark gagal, pemuda itu juga menyeringai. Dia melepaskan pedang di tangan kirinya dengan santai. Pedang di tangan kanannya kembali diselimuti warna biru. Angin berputar di sekitar bilahnya.
Saat itu juga, Ark berteriak keras.
"LIHAT DI MANA KAMU BERPIJAK, K-PARAT!!!"
Raja Serigala Hitam sebelumnya fokus bertarung melirik ke bawah. Menyadari kalau mereka sekarang ada di tepi bangunan, makhluk itu hendak menghindar. Namun saat itu Ark telah menebas tepi atap tempat mereka berpijak.
BLARRR!
Bersama dengan ledakan keras, tepi atap runtuh. Raja Serigala Hitam dan Ark terjun ke bawah, jatuh dengan cepat. Serigala itu hendak meraih gedung tetapi salah satu kaki depannya hilang sehingga dia gagal meraih dan terus jatuh karena beratnya.
Ark sendiri tahu kalau Raja Serigala Hitam mungkin tidak terbunuh, jadi dia juga ikut terjun ke bawah. Dia melepas pedang di tangan kanannya. Namun bukannya jatuh, pedang itu diselimuti energi biru dan melayang tidak jauh dari tangan kanannya.
Pedang itu kemudian berputar seperti kincir. Semakin lama putarannya semakin cepat. Putaran itu juga menarik udara di sekitarnya, membuatnya menjadi kincir yang lebih besar.
Semakin cepat mereka turun ke bawah, pedang itu berputar lebih cepat dan menarik angin lebih banyak. Saking cepatnya, suaranya mirip dengan gerinda.
Raja Serigala Hitam tampak ngeri ketika melihat sosok pemuda mengendalikan kincir dengan diameter hampir 2 meter beberapa meter di atasnya. Namun dia tidak bisa bergerak. Saat itu juga, tubuhnya menghantam jalan dengan kuat.
BRUAK!
Suara ledakan keras terjadi. Sebuah cekungan besar dengan banyak retakan seperti sarang laba-laba tercipta di tempat Raja Serigala Raksasa jatuh. Banyak tulang di tubuhnya patah, organ dalamnya berguncang hebat karena dampaknya.
Belum sempat Raja Serigala Hitam bergerak, Ark langsung mengendalikan pedangnya. Langsung membidik leher serigala raksasa sambil berteriak sekuat tenaga.
"DO SVIDANIYA, B-JINGAN!!!"
BLARRR!!!
Ledakan kuat langsung tercipta. Saat itu juga, asap membumbung tinggi. Orang-orang di kejauhan bahkan bisa mendengar suara ledakan itu. Membuat mereka menggigil ketakutan.
__ADS_1
Tidak bisa membayangkan pertarungan semacam apa yang bisa membuat ledakan itu!
>> Bersambung.